Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Putra Kedua


__ADS_3

Hendry berteriak kesal, dia tahu apa yang dialami oleh ayah angkatnya sekarang. Air matanya mengalir tak terhenti. Andre yang mendengar ucapan pria tadi langsung memucat wajahnya. Dia masih mencoba untuk tenang dan mencoba berpikir positif dulu. Tangannya yang masih berlumuran darah memencet panggilan pada handphonenya. Orang pertama yang dia hubungi adalah oma Rachel. Panggilannya langsung terhubung.


"Halo cucu oma yang ganteng" sambut oma dengan sapaan yang riang. Hati Andre merasa teriris mendengar suara oma yang terdengar bahagia. Bagaimana caranya dia menyampaikan berita kabar buruk tentang opa Adam suaminya.


"Oma.... Ada dimana?".


"Oma...." Andre terisak dan hanya menangis tak bersuara. Diseberang sana oma Rachel merasa bingung dengan Andre. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Kebiasaan Andre, jika ada masalah maka dirinyalah orang pertama yang akan dia datangi.


"Kenapa kamu sayang. Cerita sama oma, ada apa sama kamu? Andre kamu jangan membuat oma khawatir? Oma lagi sama om Jimmy" oma Rachel menunggu jawaban Andre dengan cemas. Sedangkan Hendry langsung menghubungi Niki. Tigor menghubungi Andre.


"Bukan Andre oma, tapi opa" Andre masih tetap menangis.


"Ada apa dengan opa?" tanya oma Rachel kini lebih serius. Dia takut ada apa-apa dengan suaminya. Memang hari ini rencananya dia akan pulang. Tapi masih menyelesaikan latihan Randy belajar menggunakan pistol.


"Opa sepertinya diserang oma. Andre tidak tahu siapa? Tapi..... " Andre tak mampu bersuara lagi, Hendry langsung mengambil handphonenya Andre.


"Mama sekarang pulang, kita akan mengurus pemakaman papa. Alfian mohon sama mama untuk kuat menerima semua ini" Hendry langsung mengungkapkan berita buruk


secara gamblang.


Oma Rachel yang mendengar berita buruk dari seberang sana merasa terkejut. Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka berbicara lewat telpon. Suaminya mengatakan kalau dia sangat merindukannya.


"Jimmy, kita ke rumah besar. Bawa semua anak buah kita yang terbaik" perintah oma Rachel tanpa ekspresi. Jimmy yang tak mengerti apapun mengangguk dan meninggalkan oma Rachel. Namun setelah beberapa langkah dia berjalan. Notifikasi sebuah pesan masuk, mengabarkan kalau tuan besar meninggal dibunuh di kamar khusus "Aston Hotel" milik Adrian. Jimmy pun membalikkan badannya kembali.

__ADS_1


"Queen. Anda harus kuat. Saya akan mencari pelakunya dan menyeretnya ke hadapan Queen" ucap Jimmy. Sedangkan oma Rachel masih terdiam. Tatapan matanya kosong, tak berekspresi apapun. Jimmy langsung berbalik setelah mengucapkan kata-katanya tadi. Mempersiapkan semua yang di perintahkan oleh oma Rachel.


****


"Kita segera pulang, kita akan cari pelakunya" ujar Hendry merangkul Andre. Andre hanya bisa menangis kemudian berteriak mengeluarkan segala kesedihannya. Mario yang sedari tadi hanya berdiri mematung melihat semuanya yang terlihat frustasi merasa sedikit bingung. Ada apa sebenarnya? Siapakah sebenarnya Andre?.


"Aku akan pulang bersama Mario" ujar Andre dengan tatapan kosong. Hendry pun menganggukkan kepalanya. Andre menyuruh Tigor untuk pulang terlebih dahulu, tugasnya kini menjaga Giselle. Meski ada om Hendry tapi dia juga menjaga istrinya serta kedua cucunya. Tigor dia minta untuk membantu om Hendry. Sedangkan dirinya ingin berbicara serius dengan Mario telebih dahulu.


Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, hawa ketegangan merasuk kepada mereka berdua. Diam hingga beberapa saat, kemudian Andre memulai pembicaraan.


"Aku ingin kamu mengurus perusahaan untuk waktu yang tidak bisa aku tentukan. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan".


"Aku menanyakan sesuatu, apakah kamu masih mau berteman denganku? Setelah yang baru saja terjadi dan semuanya yang telah kamu lihat" tanya Andre untuk memastikan kalau sahabatnya sekaligus asistennya itu tidak takut dengan dirinya.


"Kita akan selalu jadi sahabat Andre. Semua ini bukan salahmu, kamu hanya membela diri" Mario memberikan penjelasan yang mengartikan kalau dia tidak takut dengan Andre. Andre pun tersenyum tipis.


"Kamu jangan bercanda Andre. Disaat seperti ini kamu masih bercanda saja" Mario mencoba mencairkan suasana yang tegang antara dirinya dengan Andre.


"Aku adalah penerus kedua kelompok "Blackhunter". Aku adalah putra kedua dari Aston. "Blackhunter" adalah kelompok dunia hitam milik keluargaku "ucapan Andre membuat Mario tercengang. Selama ini Andre memang tidak pernah menceritakan tentang keluarganya, hanya mengatakan kalau dia berasal dari Jakarta. Dia berada disini karena dia merupakan salah satu pemegang sahan terbesar milik Kanaya.


Mario selalu bertanya tentang kelompok"Blackhunter", apakah itu nyata atau hanya isu saja. Mario sering berkomunikasi dengan keluarganya yang tinggal di Jakarta. Dia pun mendapatkan semua cerita sepak terjang tentang kelompok "Blackhunter" dari keluarganya itu. Jadi Mario sangat sering membahas tentang kelompok milik keluarga Andre tersebut. Dia berminat untuk menjadi salah satu anggotanya "Blackhunter". Padahal dia sendiri tidak bisa membela diri. Dia merasa kalau kelompok illegal itu benar-benar sangat membantu masyarakat kecil.


"Apakah kamu takut dengan ku Mario?" tanya Andre lagi. Sebab dari tadi mulut Mario diam tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mario menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Aki tidak takut sama kamu Ndre. Memangnya kamu itu setan. Malah lebih baguskan kalau ternyata kamu itu merupakan salah satu keturunan kelompok "Blackhunter".Jadi boleh dong aku masuk kelompokmu itu Ndre. Kan kita temanan, anggap saja jakur nepotisme" kekeh Mario langsung membuat Andre ketawa.


"Jadi ceritanya kamu beneran ingin gabung?".


"Susah kamu kalau mau masuk. Harus pelatihan dulu. Kalau kamu merasa sanggup, maka aku akan merekomendasikan kamu ke oma".


"Dialah pemimpin utama semua milik keluarga Aston" Andre mengatakan semua identitas nya dan juga dia bercerita kalau dia adalah keturunan Aston sang pengusaha sukses yang ada di Jakarta.


Mario hanya kagum, tidak menyangka jika temannya dikantor dan juga tongkrongan adalah seorang anak dari konglomerat ternama.


"Widih sultan Andre dong".


"Kalau tau kamu sultan, sering-sering saja aki minta traktir kamu. Hahaha" mereka berdua pun tertawa lepas. Andre merasa bahagia tidak menutupi tentang identitasnya. Sedangkan Mario tertawa karena bingung, dia hanya mencoba untuk menegarkan hatinya. Sebenarnya ada sedikit rasa takut. Takut kalau dia akan memiliki nasib yang sama seperti para preman itu.


"Apakah kamu benar-benar putra kedua dari keluarga Aston?" Mario masih tidak percaya kalau dia berteman dengan salah satu anggota keluarga dari pengusaha besar se-Indonesia.


"Apa kamu tidak percaya?" Mario mengangguk.


"Aku merasa tersanjung bisa menjadi salah satu sahabatmu. Jangan berubah, tetaplah menjadi Andre si usil, si jahil dan suka bikin orang ketawa denga lelucon yang unfaedah" ujar Mario sambil menjalankan mobilnya menuju kediaman Hendry.


"Kamu yang jangan berubah Mario. Aku tidak ingin kamu akan menspesialkan diriku. Tetaplah seperti biasa. Jadi Mario yang selama ini aku kenal".


"Percaya diri amat sih kalau aku akan menjadikan kamu orang yang spesial. Dikira orang aku suka sesama terong. Aku sukanya sama terong balado kali" keduanya terkekeh. Padahal hanya candaan garing tapi membuat keduanya saling bisa memahami satu sama lain.

__ADS_1


"Be strong Ndre. Aku akan memimpin perusahaan selama kamu tidak ada. Jangan ditinggal lama, nanti aku korupsi" celetuk Mario.


"Siap-siap bertemu " Blackrose" kamu"Mario menelan salivanya. Dia sedikit tau tentang "Bkackrose" namun tidak menyangka jika beneran bisa bertemu dengan "Blackrose" warrior wanita yang kuat.


__ADS_2