
"Ma, boleh ya Yaya nonton ke bioskop. Yaya mau nonton film horor yg lagi booming dibioskop itu lho ma. Tentang mahasiswa yang lagi ngerjain tugas kuliah di desa terpencil" Raniya membujuk Kanaya agar bisa pergi ke bioskop nonton film yang diinginkannya.
"Boleh ya ma" Raniya masih merengek karena Kanaya tidak merespon perkataannya sedari tadi.
"Tanya sama oma" hanya itu yang dikatakan oleh Kanaya untuk menjawab keinginan putrinya.
Tentu saja dia tidak mungkin mengambil keputusan seperti ini sendiri. Meski Raniya adalah anaknya. Tapi keselamatan anak-anaknya lah yang lebih diutamakan. Hanya Raniya yang belum memiliki pengawal pribadi. Sehingga Kanaya tidak berani memberikan izin untuknya keluar sembarangan. Seandainya saja dia tidak sedang hamil. Pasti, dia sendiri yang akan menemani sang putri. Tapi sayangnya dia tidak perbolehkan oleh Adrian untuk pergi keluar. Sebab untuk sementara Tora menemani Adrian untuk membantunya mengurus pekerjaan dilapangan.
"Kamu boleh pergi sayang" oma Rachel berjalan menghampiri Kanaya dan Raniya. Raniya yang mendengar jawaban langsung dari oma, langsung tersenyum sumringah. Dia kegirangan dan memeluk oma Rachel erat.
"Oma, thank you. Oma the best deh" acungnya memberikan dua jempolnya.
"Beneran dibolehkan oma?" Kanaya merasa sedikit ragu dengan ucapan oma Rachel. Apakah tidak salah jika memberikan Raniya izin pergi?
"Iya, soalnya pengawal untuk Raniya akan segera datang. Atau gini saja, biar nanti dia menyusul Raniya di bioskop" usul oma Rachel kepada Kanaya dan juga Raniya.
"Terserah oma saja. Kanaya menurut saja mana baiknya" Kanaya tersenyum. Memang sedari pagi tadi dia sudah merasa kurang nyaman. Ada rasa sesak di dadanya. Tapi tidak tahu kenapa? Jadi dia hanya memilih istirahat dan diam saja dari tadi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya oma Rachel yang merasa sedikit aneh dengan Kanaya. Terlihat ada kecemasan dan kegundahan di matanya.
"Tenang saja, oma akan pastikan Raniya aman. Nanti akan ada yang menemani dia pergi sampai pengawal Raniya datang" oma Rachel mencoba untuk menenangkan Kanaya.
"Iya oma. Kanaya percaya sama oma Cuma memang hari ini Kanaya merasa kurang enak badan saja oma" Kanaya mencoba memberikan alasan agar oma Rachel tidak curiga dengan kegelisahan hatinya. Entah kepada siapa kegelisahan ini ditujukan. Kepada anaknya ataukah suaminya? Kanaya tidak tahu pasti. Namun yang dia rasakan. Degupan jantungnya seakan berdegup kencang habis lari marathon atau ketakutan. Kanaya hanya berdo'a semuanya diberikan keselamatan.
__ADS_1
"Sam, tolong kamu antarkan Raniya ke bioskop ya. Temani dia, dan jagain dia. Kamu hanya mengawal dia sendirian dari rumah. Nanti di bioskop akan ada yang datang membantumu untuk menjaga Raniya. Dia pengawal khusus yang ditugaskan untuk mengawalnya nanti" oma Rachel menjelaskan hal ini kepada Sam, salah satu bodyguard dirumah ini. Dialah yang paling good looking disini dan paling muda. Tentu saja oma sengaja memilihnya agar Raniya merasa tidak malu kalau di temani bodyguard tampan. Hehehe..... Oma Rachel pernah muda juga kaleeee, jadi ya taulah seleranya anak perempuan yang akan beranjak remaja. Oma yang pengertian bukan.
"Baik Queen, perintah akan dilaksanakan dengan baik" jawab Sam tegas, kemudian pergi keluar untuk menyiapkan mobil untuk dia pergi dengan Raniya.
"Siapa yang akan menemani Raniya oma?" tanya Kanaya yang sempat melihat oma berbicara dengan salah satu bodyguard di liar rumah.
"Oh itu, si Sam. Salah satu anak buahnya Robert kepercayaan opa".
"Heran oma, kok bisa ya. Opa itu cari bodyguard yang good looking. Apa cuma perasaan oma saja ya, anak buah opa itu ganteng-ganteng lho. Meski dia nggak punya banyak pengikut, tapi keren bak model deh mereka semua. Sebenarnya mereka itu pengawal apa model-model hidup nya opa ya" sambil sedikit bercanda oma Rachel berbicara pada Kanaya. Tapi dari sorot matanya tersimpan rindu yang teramat sangat kepada suaminya itu. Pastinya.
"Contohnya saja si Robert kepercayaan opa, masih tetap keren dan ganteng. Meski sudah berumur hampir empat puluhan" ucap oma Rachel mengutarakan pendapatnya.
"Iya oma, Kanaya juga pernah mikir yang sama. Opa punya dua belas ya kalau tidak salah".
"Iya, semua ganteng dan juga tampan. Mana rata-rata masih single pula. Cuma Robert yang duren" ungkap oma Rachel yang merasa sedikit bangga kepada pria berpostur tinggi dan berbadan tegap serta kulit wajah yang putih dan juga bersih itu.
"Robert suka makan durian ya, kalau begitu nanti kita belikan oma. Mumpunh musim durian oma" ucap Kanaya polos berpikir kalau Robert suka makan durian. Oma Rachel menepok jidatnya dan geleng-geleng kepala.
"Duren itu duda keren Kanaya".
"Hah, Robert duda oma" Kanaya terkejut dan berbicara begitu nyaring. Astaga, serasi habis makan gledek saja Kanaya suaranya kek menggelegar begitu.
"Hush, jangan nyaring-nyaring Kanaya. Malu kalau kedengeran yang lain kita lagi ngegosipin anak buah kita" oma Rachel berbicara sedikit pelan.
__ADS_1
"Maaf oma keceplosan. Hehehe" Kanaya tertawa nyengir.
"Apalagi tuh Raniya bakal jalan sama si Sam. Takutnya nanti disampaikan sama yang lain ke Sam perihal kita ngegosipin anak buah yang jaga disini. Oma memang sengaja pilihin dia, biar Raniya tidak malu kalau dikawal sama si Sam yang super kece" oma Rachel senyum-senyum kaya ABG labil yang suka caper caper. Jangan bilang kalau oma memang lagi caper sama anak buahnya ya! hehehe
"Oh iya oma. Pengawal Raniya itu apakah laki-laki?" tanya Kanaya yang memang penasaran dari semalam.
"Oh masalah itu. Dia.... "
"Ehmmm..... Kasih tau nggak ya".
"Oh dia... Tunggu dia datang kemari saja ya. Soalnya dia pengawal spesial. Jadi dirahasiakan deh, ok" oma Rachel ingin membuat Kanaya penasaran.
"Ayolah oma, kasih tau. Perempuan apa laki-laki. Jangan bikin penasaran dong oma" kini Kanaya yang merengek seperti anak kecil sama oma Rachel.
"Ada deh, biar lebih greget penasarannya. Jadi tidak boleh diungkapkan sekarang. Hahaha" oma Rachel tertawa senang melihat wajah Kanaya yang begitu keponya.
"Ih oma mah jahat, jangan bikin Kanaya penasaran" saat Kanaya mencoba akan membujuk oma, Raniya menghampiri mereka berdua.
"Oma, terimakasih ya sudah ijin Raniya pergi keluar. Raniya janji, bakal jadi anak yang baik dan bisa jaga diri" ujar Raniya yang begitu terlihat senang akan menonton film yang dia inginkan lihat.
"Oh ya oma, Yaya berangkat pakai apa?" meski menahan sedikit malu kalau dia menanyakan hal yang tidak pernah dia simak dan ulangi kembali.
"Itu ditunggui sama Sam, dia yang oma tugasin buat jaga kamu sampai pengawal pribadimu itu datang".
__ADS_1
"Baik oma, makasih ya oma" jawab Raniya dengan simpul yang manis.
"Dadah oma... Mama" lambaian Raniya yang sudah keluar dari rumah membuat oma Rachel dan juga Kanaya terdiam dalam pikiran masing-masing. Baru tau kalau Raniya akan memasuki umur remaja. Sudah besar anakku, ucap Kanaya dalam hati.