Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Takdir


__ADS_3

"Eh,kamu ternyata mak lampir. Lama nggak ketemu, sekali ketemu bukannya dipeluk dicium ini malah ditonjok" kata si prian yang badannya yang lebih tinggi dan besar sari badan Niki.


"Pletak" sebuah jitakak mendarat dikepala Niki.


"Mama, kenapa ini? Kok om Hendry jitak mama saya?" tanya Andre yang baru datang menyusul Hendry.


"Hah, ganti nama rupanya. Pantasa nggak bisa dilacak" ujar Niki kesal.


"Ma sini" teriak Niki ke mamanya yang masih jalan bersama Kanaya dan Giselle. Mereka tidak segera menyusul Niki yang tiba-tiba berlari tadi. Oma Rachel nampak sedikit kesal ke Niki yang melambaikan tangan ke arah dirinya.


"Sudah tau mamanya udah tua begini masih aja disuruh cepetan" gerutunya sambil menggandeng tangan Kanaya dan Giselle. Namun raut wajahnya berubah seketika saat melihat laki-laki yang tengah berada disamping Niki. Buliran air mata mengalir dipipinya, rasa haru dan rindu membuncah seketika membuat Kanaya dan Giselle terkejut melihat oma Rachel yang menatap lekat ke arah pria yang ada di samping Niki.


"Alfian, putraku" kata oma Rachel yang langsung memeluk Hendry.


"Kenapa kamu tidak pernah kasih kabar ke mama sama papa nak?" ucapnya terisak. Dipeluk serta diciuminya kedua pipi yang tembem itu.


"Penampilan kamu sekarang sudah tua, juga tambah gendut" cubit oma Rachel pada pipinya.


"Bapa kenal sama oma Rachel? " tanya Kanaya pada pria yang tengah dirangkul oma.


"Eh, Kanaya. Kamu nggak kelihatan sih jadi bapa nggak nyapa. Udah sampai ya?" tanya nya basa basi.


"Belum, masih otw di pesawat" jawab Kanaya ketus.


"Ciye... Ciye... Lagi sensi ya..... " ledek bapanya Kanaya.


"Alfian, dia putrimu ya. Dia Ayu kan?" tanya Niki memastikan.


"Iya, dia Ayu yang dulu pengen banget kamu jodohin sama Adrian" ucapnya santai. Sebenarnya dia juga masih belum tau kalau suami Kanaya adalah Adrian dan Andre adalah adik Adrian.

__ADS_1


"Ma, jelasin dong mama kenal sama om Hendry ya? " tanya Andre yang masih sedikit bingung.


"Dia putra oma, abangnya Niki?" jawab oma santai. Kanaya yang mendengar terkejut kalau bapanya saudara dari mertuanya.


"Kenapa kamu sayang?" tanya Adrian yang langsung merangkul Kanaya dari belakang.


"Nanti aja ceritanya ya, mumpung kita ketemu disini sekalian nanti kenalan sama suaminya Kanaya" ujar Hendry pada Niki. Kemudian dia menyalim tangan opa Adam saat bertemu dengannya. Setelah itu merangkul Angga, tampak sekali kalau mereka saling menyayangi.


"Suami Kanaya kan Adrian. Memangnya kamu nggak tau Alfian?" tanya Niki ke Hendry.


"Seriusan. Adrian anak kamu Niki, dia Adrian" tunjuk kepada Adrian yang tengah merangkul Kanaya.


"Astaga, sumpah. Beneran aku nggak tau kalau Adrian yang menjadi suami Kanaya. Aku cuma tau dia minta izin nikah. Setelah itu dia menelpon pengen pulang terus, aku bilang jangan pulang kalau dia belum hamil" jawab Hendry jujur membuat wajah Kanaya merah karena malu dengan ucapan bapanya.


"Tuh kan, emang jodoh. Kalau jodoh memang nggak bakal kemana ya kan" kata Niki antusias merasa senang karena keinginannya menjadikan Ayu menjadi menantunya terwujud.


"Kita ke rumah dulu aja, biar enak ngobrolnya sambil ngeteh atau ngopi ya nggak" ajak Alfian mencolek pipi Niki.


"Andre, ayo ajak semuanya ke mobil".


"Iya om, pah sini kopernya Andre bantuin bawa" kata Andre kepada Angga sang papa. Mendengar Andre memanggil Angga sebutan papa Hendry langsung menoleh ke arah Niki.


"Mak lampir, dia anakmu juga?" tunjuknya pada Andre.


"Iya, kamu budeg ya. Dari tadi kan dia manggil aku mama. Kebanyakan dosa itu telinga" ucapnya ketus. Andre, Adrian, Kanaya dan juga Giselle terkejut mendengar omongan mereka berdua. Saling meledek satu sama lain, terlihat begitu akrab. Angga sang suami hanya tertawa mendengar panggilan kesayang Alfian untuk istrinya itu. Sudah lama sekali dia merindukan kehangatan diantara kedua saudara angkat itu.


"Wuih, hebat dia punya dua jagoan. Anak kamu ganteng-ganteng ya, beda sama mamanya jelek. Mirip kaya mak lampir" Hendry meledek Niki persis seperti bocah yang sedang berkelahi merebutkan sebuah mainan.


"Dasar datuk maringgih jelek. Tunggu sini biar ku tonjok mukamu yang sok ganteng" teriak Niki yang mengejar Hendry di parkiran bandara.

__ADS_1


***


Sesampainya dirumah kedatangan mereka disambut hangat oleh Mira istrinya Hendry atau Alfian.


"Tamunya sudah datang ya. Oh ya ampun mba Niki mas Angga" katanya langsung menghambur memeluk Niki kemudian Angga.


"Bagaimana kabar kamu Mira?" tanya Angga yang tak berhenti menatap Mira mendapatkan sebuah deheman dari Niki.


Sejak dulu Niki selalu cemburu kepada Mira, meski Mira sudah menikah dengan Alfian. Dia selalu mencurigai kalau Angga memiliki perasaan khusus kepada Mira. Meskipun Angga selalu membantahnya dan mengatakan kalau dia menganggap Mira sebagai adiknya saja tidak lebih. Mira pun juga demikian, hanya menganggap Angga seperti kakaknya sendiri. Sebenarnya Niki begitu bucinnya kepada sang suami tapi selalu sok jual mahal atau sok cuek dan suka memarahi suaminya. Tapi nyatanya nggak mau kehilangan Angga, semua orang juga tau kalau sebenarnya Angga sangat bucin ke Niki tapi dianya saja yang masih terlalu parno kehilangan. Dilihat dari segi manapun Mira kalah jauh dari Niki, tapi Niki selalu merasa minder karena Mira sosok wanita yang lembut, penyayang, perhatian, tata krama yang halus sifat mereka beda seratus delapan puluh derajat.


"Oh ya bang, Naya mana? Oh itu dia" kata Mira tersenyum kepada putri kesayangannya.


"Suamimu mana sayang? " tanya mama Kanaya kepada anaknya. Dia tidak berani memulai percakapan dengan Niki ataupun keluarganya. Dia takut kalau Niki akan marah karena merasa cemburu dengan dirinya.


"Ini ma" jawab Kanaya menarik lengan Adrian yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Gantengnya, datang sendirian ya" katanya menyambut sang menantu kemudian Adrian menyalami ibu mertuanya yang tampil begitu cantik dengan balutan hijab berwarna hijau toska.


"Sama keluarga" jawab Adrian masih terdengar malu-malu berbicara.


"Mana keluarganya?".


"Ehm... Adrian anak ku suaminya Kanaya alias Ayu" Niki yang menjawab pertanyaan untuk Adrian tersebut. Adrian yang mendengar perkataan mamanya bingunh dengan nama Ayu yang disebut oleh mamanya tadi. Dia memandangi istrinya tersebut, apakah Kanaya adalah wanita yang disukainua sejak kecil yang bernama Ayu. Kalau dilihat lebih lama lagi, mama Kanaya memang mirip dengan sosok tante Rara mama Ayu. Bedanya sekarang hanya tampilannya kini yang sudah berhijab.


"MasyaAllah. Seriusan mba,suami Kanaya anaknya mba Niki. Ya Allah, kesampaian juga akhirnya ya mba niatnya mba anak kita berjodoh" peluk Mira pada Niki dengan tangisan. Niki yang dipeluk hangat tersebut merasa bersalah karena dari tadi dia bersikap dingin. Sejak dulu dia selalu dingin kepada Mira, tidak pernah mau membuka pintu untuk meakrabkan diri dengan Mira.


"Dari dulu aku selalu mendoakan semoga setiap niat baik dari mba Niki selalu dikabulkan sama allah. Aku selalu berdoa semoga bisa jadi besan mba Niki, biar mba Niki nggak marah sama aku lagi" ucapnya masih dalam pelukan Niki, dia sungguh sangat bahagia karena doanya dikabulkan untuk bisa menjadi besan Niki. Niki merasa bersalah selama ini selalu mencurigai Mira. Ternyata dia memang wanita yang tulus dan lembut. Meski sering dikasari dia masih tetap berharap ingin menjalin hubungan baik dengan dirinya. Niki pun akhirnya ikut tenggelam dalam tangisan Mira. Semuanya merasa terharu dan juga ikut menitikan air mata.


"Ternyata kalau memang sudah ditakdirkan, terpisah seperti apapun pasti akan tetap bersama" kata opa Adam dalam suasana penuh haru dan penuh kerinduan pada orang-orang yang disayang

__ADS_1


__ADS_2