Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Perlu Kejujuran


__ADS_3

Niki merasa kesal dengan tingkah Rohana yang menurutnya sudah keterlaluan. Secara terang-terangan dia ingin merusak rumah tangga orang tuanya.


"Dasar wanita iblis" umpat Niki.


"Mama mana pa?" tanya Niki kepada papanya. Dilihat dari cara Rohana yang berani, pasti mamanya sedang tidak ada di rumah.


"Tidak tahu, sejak papa pulang mamamu sudah tidak ada".


"Si wanita cabul itu ada di depan menunggu mamamu, katanya mamanu sebentar lagi pulang. Ya sudah papa suruh dia masuk dulu. Ternyata, sialan sekali" terlihat wajah papanya sangat kesal dengan Rohana.


Meskipun Rohana terlihat masih muda dan cantik dari mamanya, papanya tidak akan mudah tergoda. Sebab, dikamus hidup papanya hanya ada nama mamanya. Perjuangan untuk mendapatkan mamanya sungguh sulit dan butuh ekstra kesabaran besar. Makanya, papanya sangat begitu menjaga hatinya.


"Biar Niki coba hubungi mama" ucapnya sambil menekan aplikasi panggilan berwarna hijau. Lumayan cukup lama baru diangkat oleh mamanya.


"Mama lagi dimana?".


" Tumben nanyain mama. Tanya sama Kanaya mama lagi dimana?"


"Aneh, ditanya malah suruh balik nanya ke orang. Kanaya lagi tidak ada di rumah".


"Ya sudah, kalau begitu tunggu Kanaya pulang. Baru tanyain dia mama lagi ada dimana" kebiasaan mamanya yang selalu suka bikin mood jelek dengan becanda yang tidak lucu. Meski disaat yang kurang tepat.


"Tante Rohana tadi kesini, dia mau perkosa papa" ucap Niki asal, sedangkan papanya menyemburkan air teh yang baru saja dia seruput. Setelah mendengar perkataan Niki yang terlalu berlebihan. Dia tidak akan diperkosa, hanya dilecehkan. Matanya melotot dan tangannya langsung menyambar handphone milik Niki.


"Bukan begitu sayang, Niki terlalu memperbesarkan saja" Niki melotot ke papanya yang dianggapnya lemah dan tak jujur. Papanya mengkode untuk Niki diam sebentar.

__ADS_1


"Sebenarnya dia hanya melecehkan papa" ucap papa Adam.


"Maksud papa melecehkan yang seperti apa? Aneh, perempuan kok bisa melecehkan laki-laki".


"Dia meluk papa dan mencium papa sayang" ucapnya jujur begitu polos, seperti anak kecil yang belum bisa memfilter atau merangkai kata-kata yang lebih enak di dengar tanpa membuat orang emosi.


"*Apa? Terus papa diam aja gitu. Papa menikmatinya bukan. Nggak usah beralasan papa dilecehkan. Kalau papa juga menyukainya kan".


"Mentang-mentang dia lebih bahenol, lebih cakep, lebih kencang. Papa mau punya istri baru lagi. Mama sih tidak melarang kalau papa mau nambah istri*".


"Serius ma. Dia menawarkan diri lho buat jadi istri papa".


"Dasar laki sint*ng, tak punya otak apa? Bukannya menenangkan istrinya ini malah sengaja mau bikin ribut ya. Paling papa juga yang memulai semuanya, iya kan. Awas saja ya, mama pulang. Habis kami Adam, aku bakalan remukin badanmu hingga remuk seperti tulang yang dipresto" oma Rachel benar-benar sangat marah. Sudah sekian puluhan tahun mereka berumah tangga, baru sekarang ada masalah tentang wanita.


"Hahaha, kamu cemburu ya. Pasti sekarang wajahmu terlihat imut deh. Coba kamu ada disini, pasti sudah aku terkam dan aku.... "


"Kaya tidak pernah merasakan indahnya punya pasangan saja kamu Nik, lebih dari itu tidak masalah juga papa ngomongnya sama istri tercinta sendiri juga. Bukan wanita lain. Ingat perlu digaris bawahi" Niki sudah tidak bisa lagi komentar.


"Sayang, kapan pulang. Jadi kangen aku sama kamu. Dengar kamu marah-marah seperti itu. Pengen nyubit bibirmu dengan bibirku" ucap papa Adam menggoda istrinya.


"Uuuuweeeeeekkkkk" Niki pura-pura muntah karena mendengar gombalan lebay ala papanya.


"Ih papa, jangan gitu dong. Mama kan jadi malu. Jadi pengen cepat pulang ketemu Red bird" oma Rachel terkikik dengan panggilan sayangnya yang terinspirasi dari kartun Angry Birds.


"Cepetan pulang sayang, kangen" bujuk Adam pada sang istri. Alih-alih membahas masalah tentang kejadian yang dia alami dengan Rohana, opa Adam malah asyik menggombali istrinya layaknya remaja yang sedang kasmaran. Inilah bukti cinta tidak memandang umur.

__ADS_1


"Masih ada urusan, mama lagi sama Randy. Mumpung Randy lagi senang diajak jalan-jalan. Makanya mama mau ajak dia ke tempat yang dia inginkan selama ini" bohong oma Rachel, agar misinya untuk mempersiapkan Randy sebagai calon penerus Adrian tidak diketahui oleh suaminya. Dia yakin kalau suaminya tidak akan setuju. Seperti halnya dengan Adrian dulu.


Namun bukan Rachel namanya kalau tidak pandai membuat strategi. Dia sengaja menyibukkan suaminya dengan segala urusan kantor, meeting serta urusan bisnis lainnya. Agar suaminya lebih fokus dengan pekerjaan daripada keluarganya. Ketika Adam berangkat ke luar negeri, maka Adeian dan Andre akan menginap untuk mendapatkan latihan. Setelahnya pulang seolah tidak terjadi apa-apa dengan mereka. Bersikap layaknya anak normal lainnya. Oma Rachel mengerti dengan keinginan suami, untuk keturunan dia. Tidak ada lagi, penerus Aston yang bergelut di dunia hitam.


"Masalah Rohana tadi seperti apa?" oma Rachel mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Owh, dia tidak sopan. Meminta papa untuk menjadikan dia istri papa Malah dengan soknya dia mau tinggal di rumah ini seakan ini miliknya. Papa jadi curiga sama dia ma".


"Ya sudah, masalah Rohana biar urusan mama. Benerkan bukan papa yang memulai?".


"Sumpah deh, demi meteor jatuh menghujami jantung papa. Dihati cuma ada nama mama seorang. Love you ma".


"Love you too papa. Ih gemes deh Red Bird ku".


"Tunggu papa mau nanya Niki dulu?".


"Kamu mau ngomong sama?" Niki menganggukkan kepalanya.


"Ma, ada yang perlu Niki bicarakan" Niki berlalu meninggalkan papanya. Dia ingin omongan serius ini hanya dia dan mamanya saja. Niki pergi ke atas balkon yang tidak ada seseorang pun disana.


"Ma, Niki curiga sama tante Rohana. Apa dia mata-mata yang sengaja dikirim seseorang?" Niki mengutarakan praduganya. Ketika papanya tengah asyik merayu sang mama, Niki kembali memutar ingatannya tentang beberapa kejadian yang baru saja dialami. Tentang kebenaran Ronald kembali datang untuk mengusik keluarganya. Pasti Rohana ada hubungannya dengan Ronald, Niki meyakini firasatnya yang selalu tepat tidak pernah meleset.


"Maksud kamu apa? Mama tidak mengerti, coba kamu jelaskan dengan terperinci dan jujur. Mama tidak ingin ada yang kamu tutupi lagi Niki" oma Rachel mencoba untuk memancing kejujuran Niki putrinya. Apakah dia akan berterus terang tentang musuh-musuh yang sudah mulai bergerak untuk menyerang keluarga mereka.


Niki menarik nafasnya dengan begitu berat. Rasanya sulit sekali untuk mengatakannya, padahal dia menginginkan mamanya untuk pensiun dari masalah seperti ini. Tapi sepertinya dia tetap membutuhkan bantuan mamanya. Namanya juga suhu. Niki memang sangat mengakui kehebatan mamanya, dari segi berpikir, strategi, dan bertarung mamanya. Niki masih kalah jauh di bawahnya. Memang pantas mamanya mendapatkan julukan "The Queen". Sebab, dia adalah satu-satunya wanita pertama yang menjadi penerus Aston. Satu-satunya wanita yang mampu mengalahkan sepuluh laki-laki kurang dari sepuluh menit. Satu-satunya penerus Aston yang diakui kemampuannya dalam semua bisnis.

__ADS_1


"Ronald kembali ma" ucap Niki dengan berat hati. Oma Rachel tersenyum mendengar penuturan anaknya yang mengatakan kebenaran. Sudah dipastikan, jika dia kini sedang merasa kesulitan. Bukan sifat Niki yang langsung meminta pertolongan pada mamanya jika dia rasa dirinya masih mampu.


"Ronald, aku menantikanmu" ucap oma Rachel dalam hatinya.


__ADS_2