
"Hai Jimmy, kenalkan Randy".
"Cucu Rivalmu" ujar oma Rachel langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jimmy. Dahinya mengerut mengamati Randy. Dia mengingat wajah mungil itu ada disaat pesta Adrian. Dia tidak mengenalnya, hanya menatapnya sekilas.
"Maksudnya?".
"Alfian" ucap Jimmy kemudian tersenyum lebar. Dia merasa senang akan menjadi mentor cucu sahabatnya yang telah lama menghilang itu.
"Hahaha, ternyata kita ditakdirkan untuk saling mengenal lebih dekat ya boy" Jimmy memukul bahu Randy.
"Kamu berkomunikasi dengan Alfian?" tanya oma Rachel kepada Jimmy.
"Iya. Ada apa? Jangan bilang... " oma Rachel langsung mengangguk.
"Ada masalah genting, jadi kita harus persiapkan dia. Aku tau kamu harus melakukan apa? Ini hal yang tidak boleh lengah sedikitpun" oma Rachel berbicara singkat namun Jimmy mengerti maksudnya. Bagi orang awam tidak mengerti perkataan oma Rachel yang terdengar ambigu.
"Oma akan menghubungi mamamu kalau kita akan menginap beberapa hari".
"Setidaknya kamu harus fokus latihan selama beberapa hari disini" oma Rachel berbicara kepada Randy dan dia pun mengangguk setuju.
"Sifatnya beda dengan Alfian yah queen. Malah mirip seperti Adrian" ujar Jimmy setelah mengamati Randy sedari tadi.
"Benarkah. Memang seperti itu, sepertinya akan mengenang masa lalu ketika kamu melatih Adrian".
"Randy sebaiknya kamu ganti pakaianmu untuk latihan, Boy ajak dia untuk ganti baju".
"Baju Adrian kecil dulu masih disimpankan?" tanyanya kepada pria berbadan besar yang bernama Boy yang sedang mengajari beberapa orang latihan fisik.
"Baik Queen. Bajunya bos masih tersimpan rapi" ucapnya penuh hormat. Kini timbul beribu pertanyaan dibenak Randy yang merasa kagum dengan kharisma oma Rachel yang begitu tampak berbeda dirumah dengan disini. Terlihat begitu sangat kuat aura kepemimpinan oma Rachel. Apakah dia kepala geng dari kelompok yang dikatakan oleh oma Rachel tadi? Rasa semangat untuk berlatih menguasai jiwa muda milik Randy.
"Siapkan anggota yang paling terbaik. Sepertinya kita akan menghadapi masalah yang begitu sangat serius. Dia datang kembali" kata oma Rachel setelah Randy pergi dari hadapannya.
__ADS_1
"Maksudnya Ronald".
"Adrian juga tengah melacak keberadaannya sekarang, namun kali ini sepertinya sangat sulit".
"Ini sepertinya sudah terencana dengan rapi" ucapan Jimmy mengejutkan oma Rachel. Bagaimana tidak? Dia mengira Adrian tidak mengetahui hal ini. Ternyata dia yang selama ini kurang memperhatikan keadaan keluarganya.
"Kamu tau darimana?" tanya oma Rachel untuk memastikan.
"Alfian sempat bercerita tentang kejadian penyerangan di Kalimantan. Dia juga memintaku secara pribadi untuk menyelidiki keberadaan Ronald. Sepertinya memang benar sulit untuk dilacak".
"Mario juga menceritakan tentang kejadian yang menimpa Tony belum lama ini".
"Dua orang terbaik Adrian sudah diserang" perkataan Jimmy membuat oma Rachel menjadi sangat terkejut. Dia benar tidak mengetahui hal sepenting ini. Apa maksud mereka tidak memberitahu dirinya?
"Yang sudah terjadi biarkan saja, pastikan untuk ke depannya kita harus lebih waspada".
"Sebar anak buah kita, perketat penjagaan setiap orang. Terutama Kanaya".
Jimmy adalah orang kepercayaan oma Rachel, layaknya Tony yang menjadi tangan kanan Adrian. Selain itu juga, Jimmy lah satu-satunya orang yang bisa mengakses semua markas keluarga Aston. Sebab, keluarga Jimmy lah yang turun temurun menjadi pelindung untuk keturunan Aston.
Oma Rachel sudah siap dengan baju khususnya untuk latihan, Randy yang melihat oma Rachel berpakaian seperti itu ternganga. Aura oma Rachel terlihat begitu sangat berbeda, dengan pakaian yang ngepas dibadan. Sangat tercetak jelas bentuk tubuh oma Rachel masih sangat begitu bagus meski sudah tua. Malah kelihatannya terlihat lebih muda.
Rambut yang biasanya digulung ke belakang kini dikuncir dengan gaya pony tail. Biasanya oma Rachel selalu memakai pakai yang longgar, tapi memakai pakaian yg ngepas di badan siapa bisa menyangka jika dia seorang oma-oma.
"Oma, oma keren" Randy memberikan dua jempolnya dan tersenyum manis. Selama ini dia sangat jarang memberikan senyum manisnya itu.
"Benarkah oma keren?" Randy mengangguk dengan penuh semangat.
"Kamu juga sangat keren dengan pakaian milik Adrian sewaktu masih kecil. Mau coba melawan oma?" tawar oma yang begitu sangat senang sekali melihat semangat yang dimiliki oleh Randy.
"Baik oma. Tolong bimbingannya" ucap Randy sambil membungkukkan badan.
__ADS_1
Oma Rachel memberikan kode kepada Randy untuk segera menyerangnya. Gerakan oma Rachel masih tetap lincah dan gesit. Ternyata kemampuan Randy tidak terlalu mengecewakan jika dihitung dengan umurnya yang sekarang. Kemampuan yang luar biasa. Alfian memang sudah mempersiapkan Randy secara khusus rupanya.
"Kemampuan kamu bagus" puji oma Rachel kepada Randy yang masih ngos-ngosan dan sedang mengatur nafasnya.
"Kamu perlu memperbaiki pernapasanmu, itulah sebabnya kamu harus berlatih disini" oma Rachel menepuk pundak Randy.
"Jimmmy, giliranmu".
Jimmy pun menghampiri oma Rachel dan Randy. Dia langsung memberikan beberapa penjelasan kepada Randy tentang pelatihan yang akan dia ajarkan. Untuk latihan dasar Randy sudah bisa, karena yang mengajarinya adalah Alfian. Teman berlatihnya dulu. Tugas Jimmy sekarang hanya memantapkan gerakan Randy, mengolah staminanya, serta mengajarinya cara melakukan pernapasan yang baik selama perkelahian. Hal ini supaya tidak menguras banyak energi ketika sedang berkelahi. Selain itu juga Jimmy akan mengajari Randy beberapa tekhnik untuk memanfaatkan kekuatan lawan untuk melawannya balik.
Selama pelatihan Randy, oma Rachel berkirim pesan kepada Kanaya. Oma menceritakan keseruannya bersama Randy. Selain itu juga dia meminta izin untuk tidak pulang dengan Randy selama empat hari dengan alasan ingin berwisata keluar kota. Oma Rachel berucap tidak ingin menyiakan kesempatan ini untuk lebih akrab lagi dengan Randy. Apalagi dia sudah setuju untuk pindah tinggal ke Jakarta. Kanaya percaya begitu saja dengan alasan oma, sebab memang sulit untuk membuat anak itu merasa nyaman dengan orang lain selain keluarganya sendiri.
Disaat yang bersamaan pesan dari Rohana juga masuk. Dia berkata kalau dia sekarang lagi ada di rumahnya. Alasannya untuk mengembalikan uang yang dia pinjam. Namun oma Rachel mengatakan kalau dia sedang diluar dan menyuruh Rohana untuk mentransfernya saja. Tak ada balasan lagi setelahnya.
***
Rohana sedang duduk di teras depan rumah oma Rachel sambil memainkan handphonenya. Fokusnya terhenti ketika melihat sebuah mobil yang baru saja terparkir. Iya, mobil opa Adam suaminya oma Rachel. Rohana merapikan penampilannya bersiap untuk menyambut kedatangan opa Adam. Aneh bukan, dia yang berkunjung tapi berasa si pemilik rumah. Menunggu opa Adam dengan senyum yang merekah.
"Eh, mas Adam baru pulang" sapanya hanya untuk basa basi.
"Kenapa duduk diluar? Rachelnya mana?" opa Adam sedikit bingung dengan Rohana yang hanya duduk sendirian diluar.
"Katanya dia lagi diluar, mungkin sebentar lagi dia akan. Jadi saya mau menunggu disini saja mas" Rohana bersikap lembut, namun terlihat jelas sekali dia ingin menarik perhatian Adam.
"Lebih baik menunggunya didalam saja, biar nanti dibuatkan minum sama bi Imah".
"Ayo masuk" opa Adam mengajak Rohana dengan ramah sebagai tuan rumah.
Sedangkan Rohana merasakan hal yang lain dia menganggap opa Adam tertarik dengan dirinya. Menganggap ini sebuah kesempatan untuk dirinya bisa merebut opa Adam dari oma Rachel. Dengan penuh percaya diri dia mengekori opa Adam, kemudian duduk si sofa yang ditawarkan oleh opa Adam kepadanya untuk duduk. Rohana melebarkan senyuman terbaik yang bisa dia tampilkan. Berharap opa Adam akan lebih terpikat dengan dirinya. Padahal dia tahu kalau oma Rachel tidak akan pulang, karena sebelumnya dia mendengarkan Kanaya berbicara dengan Tora kalau oma Rachel lagi keluar kota bersama putra sulung Kanaya. Mungkin pergi selama empat hari. Sebenarnya tujuan utama dia kesini hanya ingin bertemu dengan Kanaya, namun karena Kanaya langsung pergi. Tapi siapa sangka, selalu ada celah untuk dirinya tinggal lebih lama di rumah yang besar dan megah ini. Impiannya sejak dulu adalah menjadi pemilik dari rumah megah dan mewah ini. Serta menguasai semua bisnis keluarga Aston.
Satu kata yang pantas untuk Rohana adalah Licik. Dia bagaikan serigala berbulu domba.
__ADS_1
Kali ini dia harus berhasil menghancurkan Rachel. Pemimpin tertua dari keluarga Aston serta paling terkuat. Sebuah seringaian jahat terukir pada bibir seksi Rohana.