Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Calon Penerus


__ADS_3

"Udah pada rapi, abang Randy mau jalan ya sama oma?" tanya Kanaya ketika melihat anaknya berjalan disamping oma Rachel. Mereka berpakaian rapi seperti hendak jalan-jalan.


"Oh iya, oma pengen ajak jalan Randy. Kasian juga kan dia dari kemarin di rumah saja. Takutnya dia bosan" celoteh oma Rachel sambil melirik ke arah Randy yang terlihat malu.


"Baguslah oma, kalau Randy mau jalan. Dia sebenarnya anak yang tertutup lho oma. Hebat deh oma bisa bujukin dia mau keluar. Padahal Kanaya sudah membujuk dia untuk diajak keluar jalan-jalan. Tapi dia nolak terus" ucap Kanaya sambil tertawa merasa senang Randy bisa membuka diri dengan oma Rachel.


"Randy dijanjiin sama oma Rachel nanti kalau mau tinggal disini bakal didaftarkan ke sekolah internasional" jawab Randy yang sedari tadi hanya diam. Kanaya terkejut mendengar penuturan sang anak. Begitu juga oma Rachel yang tidak pernah tau kalau Randy mempunyai keinginan seperti itu. Oma pun tersenyum, ternyata dia memang sangat cerdas.


"Sepertinya tidak salah aku memilih" gumam oma Rachel dalam hati.


Dia tidak menyangka jika oma Rachel menjanjikan hal yang lumayan menggiurkan bagi anak seperti Randy. Memang Randy anak yang sangat pintar dan cerdas, dia memang ingin masuk ke sekolah internasional. Tapi tidak pernah diberi izin karena jauh dari pengawasan dirinya. Sekolah internasional ada diluar kota tempat tinggalnya. Namun jika Randy pindah ke Jakarta dan sekolah disini sepertinya Kanaya malah akan sangat mendukung hal itu. Terutama pendidikan Randy akan jauh lebih bagus lagi. Dia pun bisa selalu bersama anak sulungnya itu.


"Kamu beneran mau tinggal disini?" tanya Kanaya untuk memastikan. Biar dia merasa lebih yakin lagi.


"Kalau akan disekolahkan, disekolah impian Randy. Jawabannya pasti iya dong ma" jawab Randy dengan senyum yang lebar di bibir mungilnya. Tampan, wajah anaknya terlihat begitu sangat tampan seperti papanya. Kini anaknya sudah besar, dan mulai beranjak remaja. Memang sudah sepatutnya kini dia yang harus mengurus anak-anaknya.


"Baiklah kalau begitu, setelah kenaikan kelas nanti kamu langsung dipindahkan kesini".


"Mama senang kamu mau tinggal disini" peluk Kanaya penuh bahagia.


"Ayo cepat, kita harus cepat berangkat jagoan" ajak oma Rachel.


"Oma bawa jalan-jalan dulu Randy nya" ucap oma Rachel menggandeng Randy.


"Have fun ya sayang. Hati-hati oma" ucap Kanaya melambaikan tangan saat oma Rachel dan Randy masuk ke dalam mobil. Seketika mobil yang mereka tumpangi langsung pergi ke jalan raya keluar dari halaman rumah.


"Randy suka beladiri?" tanya oma Rachel yang melihat Randy menonton video acara hiburan WWE. Randy mengangguk tanpa melihat kearah oma Rachel, ya Randy memang seperti itu. Dingin, sifatnya hampir sama dengan Adrian. Padahal dia anaknya Radit. Dimata oma Rachel Radit anak yang hangat, suka bercanda dengan dirinya dan suaminya. Beda dengan Adrian, tapi kenapa Randy malah meniru sifatnya Adrian bukan papanya Radit.

__ADS_1


"Oma mau ngajak kamu ketemu seseorang, untuk belajar ilmu bela diri" ucapan oma Rachel langsung menarik perhatian Randy. Dia melihat ke oma seakan menanyakan keseriusan ucapan dari oma.


"Oma punya pelatih khusus untuk mengajari anak dan cucu-cucu oma".


"Kamu kira, papa Adrian tidak bisa berkelahi" oma Rachel menggeleng.


"Dia itu seperti singa lapar ketika bertemu dengan musuhnya. Andre, dia sebenarnya pandai berkelahi. Tapi dia tidak ingin menggunakan keahliannya selain untuk membela diri. Andre itu beringas sebenarnya, tapi dia lumayan cukup kuat mengontrol amarahnya" oma Rachel menceritakan tentang cucu-cucunya kepada Randy.


*Flashback*


Andre menghajar seorang pria dewasa yang mencoba untuk melecehkan Giselle. Dia tidak terima ketika melihat kondisi Giselle yang sudah babak belur dihajar oleh tiga pria dewasa yang menculiknya pas sepulang sekolah. Untung saja Mirna teman karib Giselle memberitahunya kalau Giselle dibawa secara paksa oleh tiga orang pria ke dalam sebuah mobil hitam.


Andre seperti orang gila dan kesurupan menghajar mereka semua hingga terkapar tak berdaya. Sedangkan dirinya hanya mendapatkan sedikit lebam pada wajahnya. untung saja Tora mengetahui kejadian tersebut dan langsung melaporkan ke oma Rachel. Oma Rachel terkejut melihat Andre yang melumpuhkan mereka semua hingga tak berdaya. Padahal ketika diuji untuk melawan para anak buah omanya Andre selalu tidak mau, atau dia yang pura-pura mengalah. Melihat kejadian itu oma tau sebenarnya Andre tidak ingin melukai orang yang tidak seharusnya menjadi lawannya.


*Back*


"Tentu saja. Kamu pikir kakekmu Alfian itu siapa?".


"Dia adalah pemimpin kelompok milik oma. Dahulu sebelum dia menghilang. Blackhunter, nama organisasi oma".


"Sekarang dipegang oleh Adrian".


"Jika kamu oma rasa mampu, maka kepemimpinannya akan oma berikan kepadamu" ucap oma Rachel dengan senyum yang menyeringai.


Randy yang mendengar semua perkataan oma Rachel tampak begitu senang dan dia terlihat begitu sangat tertarik.


"Aku ingin seperti kakek dan papa Adrian oma".

__ADS_1


"Aku ingin melindungi semua keluargaku, agar tidak ada yang menyakiti mereka" Randy berucap dengan mantap. Selama ini dia sudah diajari oleh kakeknya beberapa gerakan untuk membela diri. Tidak hanya dirinya, namun semua adiknya pun juga diajari untuk membela diri sejak dini.


"Oma tunggu keseriusanmu".


Mobil berhenti disebuah villa yang begitu sangat mewah. Mereka kemudian masuk ke dalam, kemudian memasuki ke sebuah kamar yang mana terdapat lemari buku besar. Oma Rachel menggeser sebuah patung kuda yang terletak disamping rak buku. Kemudian rak itupun bergesar memperlihatkan sebuah pintu besar. Randy melihatnya sangat begitu terkejut dan terpukau. Dia pikir ruang rahasia itu hanya ada dalam film-film aksi yang biasanya dia tonton. Tapi nyatanya kini ada didepan matanya.


"Ayo kita temui Jimmy, sahabat kakekmu" ucap oma Rachel yang mengajaknya, Randy masih terpaku merasa takjub.


Randy begitu terpana ketika memasuki ruang bawah tanah yang begitu sangat keren menurutnya. Terlihat begitu banyak orang yang sedang berlatih. Ternyata ruangan bawah tanah tersebut mengarah keluar menuju sebuah lapangan. Entah seperti apa bentuk bangunan ini, tapi sungguh benar-benar menakjubkan. Hamparan rumput yang tertata rapi begitu indah. Terlihat bangunan rumahnya berada di atas.


"Kamu jangan heran, villa ini dibangun diatas jurang yang kecil. Dari bangunan itu kamu bisa menuju kesana" tunjuk oma Rachel pada sebuah pondok kecil kemudian menunjuk ke sebuah sungai kecil yang ada di depan jauh dari pandangan mata.


"Ini adalah bangunan yang dibangun oleh keluarga oma. Disinilah tempat berlatih Niki, Alfian, Adrian dan juga Andre" oma Rachel tampak mengenang masa lalu.


"Apa kamu siap untuk berlatih disini?".


"Jika kamu siap dan bersedia untuk memimpin Blackhunter. Maka tunjukkan tekadmu" ucap oma Rachel tegas dengan tatapan yang sangat tajam dan begitu kuat. Randy mengangguk tanda kesiapannya. Sepertinya dia tidak salah menceritakan tentang kado aneh yang dia ambil dari acara pesta mamanya.


"Sebaiknya kita ganti baju dulu, oma sepertinya perlu latihan juga" ucap oma Rachel sambil tersenyum.


"Apa oma Rachel juga jago berkelahi?" tanya Randy yang penasaran.


"Menurutmu" kedip oma Rachel seakan menggoda rasa keinginan tahuan Randy.


"Wow, oma. Terbaik" Randy memberikan senyum terbaiknya kepada oma Rachel karena merasa kagum dengan oma yang tidak pernah dia ketahui sifatnya.


Randy tidak pernah menyangka jika keluarga barunya adalah seorang mafia. Dia begitu sangat menginginkan hal ini sejak lama, karena dia begitu menyukai film dan cerita-cerita yang selalu menampilkan aksi yang begitu memukau dan terlihat keren. Dia ingin berpenampilan keren layaknya para ketua mafia yang biasanya ada di film-film. Senyum mengembang pada bibir mungilnya

__ADS_1


__ADS_2