
Rohana mendekati Adam yang tengah sibuk menata bunga di teras belakang. Dirumah kebetulan hanya ada opa Adam dengan bi Imah asisten rumah tangga disana. Namun, bi Imah sedang istirahat di kamar. Sedangkan Kanaya keluar dengan Tora ke rumah Ades, dia merasa kangen karena lama tidak bertemu dengan Ryan. Tanpa tahu malu dan basa basi. Rohana langsung melingkarkan tangannya pada pinggang Adam. Adam yang merasakan keanehan dipeluk dari belakang, langsung refleks untuk melihat siapa yang melakukannya.
Rachel? Sepertinya tidak mungkin. Dia tidak pernah langsung memeluk seperti itu. Dia selalu akan menghembuskan nafasnya lewat mulutnya pada telinga Adam, setelah itu baru dia melingkarkan tangannya dipinggang Adam. Merasa bukan istrinya dia secara langsung reflek berpaling. Naasnya, malah bibirnya langsunh menyentuh bibir Rohana. Dengan gercep Rohana langsung memagut bibit Adam.
"Apa-apaan kamu ini?" Dorong opa Adam secara reflek karena nalurinya menolak kedekatannya dengan Rohana.
"Aku hanya mencuri satu kecupan dari bibir mas Adam".
"Aku suka bibir mas Adam. Manis" goda Rohana seakan tidak punya malu. Dia tetap mendekati Adam untuk menciumnya lagi. Agresif, ya sungguh agresif.
"Kamu keterlaluan, sebaiknya kamu pergi saja dari sini. Saya tidak ingin ada fitnah diantara kita" usir opa Adam. Namun masih bernada lembut.
"Tidak perlu ada fitnah mas Adam. Aku rela kok dijadikan yang kedua".
"Asal mas Adam tahu, sejak pertama kali melihat mas Adam. Aku langsung jatuh hati, apalagi ketika mas tersenyum kepadaku. Sungguh aku jadi menggila mas".
"Asal mas tahu, alasan aku sering ke rumah ini karena mas. Aku ingin lebih dekat dengan mas Adam. Aku ingin jadi milik mas Adam" Rohana menyentuh bagian tubuh opa Adam dengan lembut. Bagian dada dan lengan lah yang digerayangi oleh Rohana. Dia menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik opa Adam. Mendengarkan detak jantungnya dengan senyum bahagia.
"Aku ingin di detak jantung ini ada diriku sebagai pemilik hatimu mas" rayu Rohana mengusap dada opa Adam.
Opa Adam langsung mendorong Rohana hingga terjatuh ke lantai. Dia sangat terkejut dengan respon Adam yang tidak sesuai dengan harapan dirinya. Dia berharap Adam akan menyambut segala cintanya dan kasihnya. Setelah itu merebut Adam dari Rachel karena tujuannya ialah kehancuran Rachel.
"Tidak aku sangka, ternyata kamu benar-benar rendah. Apa memang kebiasaanmu merebut barang milik orang lain?".
"Ckckckck..... Ternyata perempuan hina juga ya dirimu. Aku pikir tadi wanita yang terhormat dan juga bermartabat. Tapi nyatanya, lebih rendah dari pelacur" opa Adam begitu geram dengan sikap lancang yang dilakukan oleh Rohana tadi. Dia tidak menyangka jika sahabat istrinya ini adalah wanita yang sangat munafik.
"Wanita mana coba yang tidak tertarik dengan lelaki seperti dirimu Adam" Rohana masih mencoba untuk merayu Adam meski tidak direspon olehnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu segera pergi dari rumah ini, sebelum aku habis kesabaran".
"Kalau perlu jangan pernah kembali lagi untuk menemui Rachel" mata Adam sudah menatap nyalang ke Rohana. Tapi dia malah tetap memberikan senyum centilnya untuk Adam.
Rohana melihat situasi yang terlihat sepi, tanpa basa basi Rohana langsung tanpa malu menyerang Adam dengan menciumi bibirnya. Adam melepas ciuman dari Rohana secara paksa. Namun Rohana tidak habis akal, dia mendorong Adam hingga terduduk pada kursi yang ada di teras belakang. Rohana langsung menindihi tubuh Adam dan mencumbuinya dengaan brutal. Dia yakin Adam tidak akan menolak jika dia bertindak lebih agresif agar bisa mendapatkan perhatian khusus dari Adam.
Dengan sengaja Rohana menggsekkan bagian alat vitalnya di atas paha Adam. Sementara bibirnya masih memaguti bibir Adam. Adam yang semula berusaha menolak seakan kini pasrah dengan serangan maut yang diberikan oleha Rohana. Tangan Rohana mengerayangi tubuh Adam dengan liar. Bibirnya pun menciumi menciumi setiap jengkal di wajah Adam hingga dibelakang telingab Adam. Sesekali Rohan mendesah di telinga Adam dengan sengaja, apalagi saat dadanya yang berukuran besar itu sengaja digesekkan pada dada bidang milik Adam Sedangkan miss miliknya terus digerakkan menggesek naik turun, seolah mereka kini tengah bercinta dengan posisi sang istri yang lebih berkuasa.
Rohana tersenyum nakal dan mengedipkan matanya ke arah Adam. Ketika tangannya dengan sengaja memegang Mr. P milik Adam yang sudah menjadi keras dan siap untuk melakukan pertempuran hangat yang mengagairahkan. Tangan Rohana dengan nakal sengaja ingin menurunkan celana yang dipakai oleh opa Adam. Namun langsung didorong kuat tubuh Rohana hingga terpental jatuh.
"Dasar wanita iblis, tidak punya hati nurani. Dengan sengaja kamu merebut pasangan dari teman sendiri. Sungguh binal".
"Cuih tak sudi aku memilikimu" wajah Adam berubah bergidik ngeri membayangkan yang baru saja terjadi. Benar-benar telah putus urat malunya. Adam menarik lengan Rohana untuk melemparnya keluar. Anehnya, tenaga Rohana juga besar menahan dirinya untuk tidak keluar dari rumah itu.
"Jangan mas Adam, aku masih ingin tetap bersamamu. Aku mohon, aku mau jadi yang kedua mas" mohon Rohana mengiba untuk tetap tinggal.
"Mas kamu itu kasar, aku kan sudah bilang jangan lakukan hal ini padaku" Rohana menangis.
"Aku sahabatnya Rachel mas, aku tidak bisa jadi selingkuhanmu" opa Adam langsung melepaskan tangannya, dia bingung dengan ucapan Rohana tadi. Setelah berpaling ke sebelah baru dia mengerti.
"Play victim rupanya" ucapnya dalam hati.
"Oh ya, kamu bilang tidak ingin jadi yang selingkuhanku. Tapi bukankah kamu ingin jadi yang kedua".
"Bukankah itu juga sama menjadi selingkuhan Rohana. Kamu pikir dengan seolah kamu korban disini bi Imah akan percaya dengan perkataan darimu".
"Oh come on. Kamu ingin mencari pembelaan dari seorang bi Imah. Stupid" sebuah tamparan melayang ke wajah Rohana. Bi imah pun terkejut. Ini kali pertamanya melihat tuannya marah pada seseorang apalagi pada seorang tamu. Padahal opa Adam merupakan orang yang selalu menjunjung tinggi kesopanan terhadap tamunya.
__ADS_1
"Bi imah, seret wanita laknat ini keluar dari rumah. Ingat, jangan pernah biarkan dia masuk ke sini lagi" perintah Adam kepada asisten rumah tangganya.
"Ayo cepat keluar dari sini bu" bi Imah masih berucap sopan. Memegang tangan Rohana berniat menggandengnya berjalan keluar.
"Lancang sekali kamu memegang tanganku, siapa kamu? Kamu tidak pantas bersikap tidak sopan seperti ini pada calon nyonya dirumah ini" teriak Rohana lantang. Seolah dia adalah pemilik rumah Aston yang super megah ini.
"Siapa yang berkata akan menjadi nyonya dirumah ini?" teriak Niki yang baru saja datang. Tatapan matanya begitu tajam mengarah pada Rohana dan bi Imah.
"Ada apa ini?" tanyanya kepada mereka berdua.
"Ini non. Ini..... " bi imah menunjuk ke arah Rohana.
"Dia meminta papa menjadikan dirinya istri kedua papa" opa Adam menjawab pertanyaan dari Niki. Biarlah sekarang urusan Niki, wanita versus wanita jauh lebih baik ketimbang wanita versus pria. Pasti dia akan dicemooh karena beraninya melawan wanita saja.
"Bugh" sebuah tinjuan mendarat diwajah Rohana. Ya, Niki meninju Rohana dengan penuh rasa marah. Terjawab sudah feeling dia yang mencurigai Rohana, ternyata dia adalah wanita ular yang pantas dilenyapkan dari muka bumi ini.
"Owh, wajahku. Hidungku berdarah" teriaknya saat tangannya berdarah ketika mengusap hidungnya yang terasa perih.
"Uangku" Rohana histeris dengan kondisi wajahnya sekarang.
"Dasar tidak tahu malu" Niki menyeretnya dengan menarik rambutnya begitu kuat. Biar saja dia kesakitan, karena itu memang pantas untuk dirinya.
Berhasil, Niki berhasil mengeluarkan Rohana dari rumah tanpa perlu ada drama pelakoran atau apapun lagi.
"Awww....." suara yang keluar dari mulut Rohana terdengat berbeda. Seperti suara singa. Niki pun langsung berpaling ke arahnya dan menelisik dirinya.
"Kamu akan menyesali perbuatanmu ini Niki" Rohana mengancam dan berlalu pergi dengan kesal dari rumah megah Rachel.
__ADS_1
Maaf ya jadi tidak update tiap hari. Soalnya anakku sakit, jadi fokus merawat dia dulu. Mohon doanya ya buat kesembuhan putraku. Terimakasih.