Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Tora Ngompol


__ADS_3

"Iya bang. Masa iya orang lagi cosplay jadi hantu kunti".


"Kan nggak lucu, ngecosplay tapi nongkrongnya di atas pohon mangga bang" ucapan Kanaya membuat Tora terdiam. Dia berpikir, apakah ketakutan yang ditampilkan oleh Kanaya tadi hanya ngeprank. Biar dia terlihat ikut merasakan situasi ketakutannya. Tora jadi bingung sekarang.


"Kok muka abang jadi pucat begitu sih. Bukannya abang udah pernah ketemu ya dan berhadapan secara langsung dengan mbak kunnya bang?" tanya Kanaya yang sedikit memicingkan matanya karena melihat mimik muka Tora seperti orang yang sedang ketakutan. Tak ada perasaan curiga sedikitpun terhadap Tora. Kanaya cuma merasa sedikit heran dengan respon Tora yang kurang sesuai dengan ekspektasinya.


"Ma'af ya neng bos Kanaya".


"Saya minta ma'af beribu ma'af neng. Sebenarnya saya nggak pernah ketemu hantu atau yang sejenisnya neng".


"Tidak pernah, belum pernah, dan semoga saja jangan pernah deh. Amit-amit neng" Tora bergidik membayangkan betapa ngerinya kejadian saat itu jika terjadi.


Kanaya pun terkejut dengan pengakuan Tora yang mendadak seperti ini. Padahal baru beberapa menit yang lalu, Tora dengan semangat yang menggebunya bercerita tentang sosok penampakan yang menyeramkan yang dia lihat ketika keluar dari kamar tidurnya setelah mengambil foto dia sedang tidur. Sebenarnya apa maksud Tora?


"Gimana sih bang? Kanaya nggak ngerti dengan ucapan abang ini. Kok jadi plin plan seperti ini sih bang Tora" sungut Kanaya kesal. Padahal dia tadi merasa sedikit senang karena Tora memiliki pengalaman yang sama dengan dirinya. Yakni, pernah berjumpa dengan tante kun, kalau panggilan modernnya alias nama bekennya Miss K. Hihihihi....


"Sebenarnya, saya tidak ketemu setan neng".


"Pas keluar kamar setelah mengambil foto neng Kanaya yang saya temui bukan setan neng. Tapi melebihi setan neng takutnya orang yang saya temui" Tora mencoba untuk mulai menjelaskan.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Kanaya sambil bersidekap tangan di dada menuntut penjelasan.


"Sebenarnya, pas keluar kamar. Orang yang ada didepan saya itu adalan oma Rachel neng" Kanaya kemudian memajukan badannya. Seakan tidak percaya.


"Gimana? Gimana? Kenapa jadi oma yang kamu bilang tadi? Apa oma sudah jadi setan maksudnya?" tanya Kanaya heran. Tora menjadi tambah bingung untuk menjelaskan. Dikiranya, Kanaya sudah mengerti dengan maksudnya tadi.


"Bukan begitu neng, jadi gini neng. Pas saya keluar kamar, saya dipergoki oleh oma Rachel. Waktu itu penampilan oma emang nyeremin sih neng. Masa iya malam-malam oma maskeran. Mana putih tebal persis kaya muka setan neng".


"Mana make gaun tidur yang berwarna putih pula. Jadi, waktu pertama kali saya lihat oma berpenampilan seperti itu saya kira oma kuntilanak neng" cerita Tora kembali, tapi dengan cerita sesungguhnya. Bukan cerita bualan.


*Flashback*


"Ampun nyai penunggu rumah, saya tidak ada niatan jahat. Saya cuma disuruh bos Adrian buat mengambil foto istrinya yang sedang tidur. Katanya dia lagi kangen dengan wajah tidur istrinya. Ampuni saya nyai, saya bukan orang jahat. Saya cuma pura-pura jadi orang jahat biar ditakutin orang nyai" dengan mata tertutup Tora bersimpuh dan menangkupkan kedua tangannya meminta pengampunan pada sosok di depannya. Tora berpikir, dia adalah setan penunggu rumah. Kalau untuk penunggu rumah memang betul, tapi kalau bilang setan tentu saja bukan.


"Sudah lama juga aku tidak bermain peran. Tak apalah peran dadakan kali ini aku berperan jadi setan" gumam oma Rachel yang merasa gembira bisa melakukan aktivitas jahilnya kembali.


"Saya dijanjiin bakal dapat bonus sama bos Adrian nyai. Lumayan duitnya untuk beli gelang emas, kan dapat pahala kalau bisa nyenangin hati istri nyai" ucap Tora santai. Membayangkan bakalan dapat bonus, dia sempat terlupa tengah bicara dengan nyai penunggu rumah. Hehehe


"Apa kamu tidak takut dimarahi Kanaya atau oma kalau ketahuan?" tanya oma Rachel yg kini tengah berperan jadi makhluk astral.

__ADS_1


"Ya takutlah nyai, tapi saya mohon jangan bilang-bilang sama oma Rachel. Bisa digantungnya saya. Saya takut dicincang sama the queen. Meski beliau orangnya humoris tapi ngeri kalau sudah marah. Saya takut, nyai".


"Eh, nyai. Sekalian mau nanya. Nanti malam kira-kira siapa ya yang bakalan menang pertandingan bola. Tim merah apa biru nyai?" Tora masih sempat-sempatnya untuk bertanya perihal pertandingan bola kepada oma Rachel. Oma Rachel sendiri jadi bingung, dia yang mau ngerjai Tora apa dia yang dikerjai oleh Tora.


"Merah" jawab oma Rachel singkat. Dia pun melangkahkan kakinya mendekati Tora. Tora yang melihat kaki penampakan yang dia panggil nyai tadi napak di atas keramik. Jadi sedikit bingung.


"Ini setan apa manusia ya? Bukannya kaki setan itu tidak napak di lantai ya" meski Tora merasa berbicara pelan seperti berbisik. Namun masih terdengar di telinga oma Rachel. Sebuah senyuman terulas di bibir oma Rachel. Ternyata, pertanyaan masalah pertandingan bola tadi. Hanyalah kekonyolan Tora. Seperti biasanya, Tora akan bertingkah seperti orang bodoh jika sedang takut.


Oma Rachel menepuk pundak Tora sebanyak tiga kali. Tora yang ditepuk pundaknya pun langsung merinding. Dia masih tidak berani untuk mengangkat wajahnya ke atas. Dia masih takut untuk melihat wajah penampakan wanita yang ada di depannya sekarang ini. Mulut Tora tak berhenti melantunkan do'a ayat kursi berulang kali. Terlihat sekali tubuh gemetar Tora setelah mendapat tepukan dari oma Rachel tadi. Tak kuasa menahan tawa akhirnya oma Rachel pun tertawa setelah melihat ada cairan yang membasahi lantai keramik marmer rumahnya. Ya, Tora pengawal kepercayaan Adrian. Lelaki sangar yang berbadan besar dan tegap itu tengah ngompol dicelana saking takutnya.


"Hahahaha" tawa oma Rachel meledak. Hingga membuat masker yang menempel pada wajahnya langsung retak.


Suara tawa yang terdengar menggema semakin membuat lutut Tora yang berada dilantai semakin lemas. Dia seperti tak bertenaga untuk berdiri lagi. Beberapa yang mendengar tawa oma Rachel langsung datang ke tempat arah suara tawa oma.


"Astagfirullah, kuntilanak" teriak Adrian terkejut melihat penampilan oma Rachel yang menyeramkan. Apalagi lampu yang menerangi begitu temaram.


"Tora, cepat kesini. Mau dimakan kuntilanak kamu" Adrian terlihat begitu panik melihat ketidak berdayaan Tora yang duduk bersimpuh dengan kepala menunduk.


"Apaan sih kamu teriak-teriak Adrian" ucap Niki yang keluar dari kamar.

__ADS_1


"Ya Allah, kuntilanak. Adrian maju sana, tolongin Tora" Niki rupanya tidak mengenali dengan penampilan oma saat ini.


"Hahahahaha" oma Rachel semakin tertawa nyaring. Sehingga membuat semua yang mendengar langsung merinding.


__ADS_2