(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Duo Ulat Bulu


__ADS_3

Ayudia merasa lega, beban yang selama ini ia pikul seakan telah hilang.


kini ia tak sendiri lagi, ia punya keluarga yang mendukung, serta kekuatan untuk mewujudkannya.


Setelah mendengar perincian dari Khadijah, Ayudia sampai terbengong, tak percaya.


kakeknya merupakan miliader dan kekayaan yang di tinggalkan ibunya juga cukup untuk membiayai hidup nya tujuh turunan.


Selama ini ia hanya tau jika mewarisi kekayaan mendiang ibunya tanpa tahu sebesar apa perusahaan itu, pantas saja Lia dan anaknya mencari surat kepemilikan perusahaan dan berusaha melimpahkan semua pada Aurel, putrinya.


beruntung Khadijah tak pernah membawa surat itu, ia menyimpannya di kediamannya sendiri, dan Lia tak pernah menyadari itu.


Kebodohan Lia yang paling fatal adalah, ia terlalu meremehkan status Khadijah, ia tak pernah tahu siapa Khadijah sebenarnya.


Saat kenal dengan Eldrea, ia hanya tahu Khadijah bawahannya, dan setelah Eldrea menikah, ia melihat Khadijah di rumahnya dengan pakaian sederhana, ia langsung mengambil kesimpulan jika Khadijah asisten rumah tangga.


"Terima kasih bi, kedepannya aku perlu bantuan bibi"


"Bibi akan selalu ada untuk kamu" ucap Khadijah Menggenggam tangan putri sahabatnya itu.


"Bi, maaf bukan ayu mau bersikap gak sopan, apa bibi gak ingin memiliki keluarga? maksud ayu, menikah dan ...."


"Enggak, memiliki mu sudah cukup" ucap Khadijah tanpa ragu.


"Menikahlah bi, temukan pria yang bisa membahagiakan bibi, jika bibi seperti ini, Ayudia justru merasa bersalah sudah mengambil hidup bibi yang berharga.


kebahagiaan seorang wanita adalah saat menikah dengan pria yang ia cintai dan memiliki anak" ucap Ayudia menundukkan kepalanya merasa bersalah


"Bisakah kita tidak bahas itu??? setelah semua terbalaskan, bibi akan memikirkan apa yang kau katakan, tapi tidak sekarang" ucap Khadijah tersenyum lembut


"Sudah malam, bibi tidur dengan ku dan Davina ya, karena kamar tinggal satu.


Lagi pula aku rindu tidur dengan bibi" ucap Ayudia dengan wajah merona merah


"Anak manja, ayo bibi juga sudah mengantuk" ucap Khadijah senang, Ayudia Kecil selalu minta di temani tidur sambil menepuk lembut bahunya, dan Ayu tiba-tiba rindu masa itu.


Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali tiga wanita dari tiga generasi sudah sibuk di dapur membuatkan sarapan pagi untuk semua orang, mereka bahu membahu menyelesaikan beberapa masakan untuk di sajikan.


Ernest dan Angelo keluar dari kamarnya, begitu juga si kembar yang keluar sambil mengucek matanya


"Mengapa pagi begini sudah seperti di pasar??" keluh Daffa yang lupa jika di rumah mereka ada kakek buyut dan nenek buyut nya, juga nenek Khadijah.


"Babe lihat betapa imutnya pria kecil ini," ucap Ernest yang langsung menarik Daffa ke dalam pelukannya dan menciuminya


"Aku mimpi burukkkkk" teriak Daffa meronta berusaha melepaskan diri


"Bocah nakal, nenek buyutnya gemas padamu" ucap Angelo menyentil kening Daffa


"Kakek buyut, jaga wanita mu, aku sudah besar bukan anak kecil lagi" ucap Daffa mengelap pipinya dengan lengannya


"Babe apakah dia tidak terlalu kecil untuk berkata itu?""Ernest makin gemas dan mencium serta mencubit pipi Daffa tak perduli protesnya


"Aku perlu ke salon setelah ini atau aku jadi pria muda dengan pipi yang memble" gerutu Daffa


"Mamaaaa, mamaaaaa" teriakan Davina membuat semua orang menoleh, namun entah apa yang terjadi ia terlihat sedikit kesal sambil menyeret boneka yang ia dapat tadi malam


"Mama anak atu pipis di celana, kenapa dia menyusahkan, bukan ke toilet kalau mau pipis, dasar malas" omelnya sambil menunjuk boneka yang di berikan oleh Ernest semalam.


boneka modern yang bisa pipis dan pup layaknya manusia, dan ada sensor yang membuat ia menangis


"Hahahhaa"

__ADS_1


tawa memenuhi dapur, mereka tak tahu harus bereaksi apa melihat wajah kesal Davina dan betapa polosnya ia. hanya Davina yang bertingkah seperti anak normal, kedua saudaranya di atas normal


"Sayang, dia tidak bisa berjalan sendiri, kenapa kau tidak memakaikan Pampers nya?" tanya Ayudia lembut


"Atu gak mau, dia menyebalkan, susah diatur" ucapnya bersedekap dada


"Jadi Davina tahu kan bagaimana kalau punya anak gak bisa di atur? goda Ayudia


"Nakal...,atu bete.


Mama ,mama gak bete kan kalo atu nakal??" tanyanya setelah kemudian


"Mama bete, apalagi sama anak cengeng seperti kamu.


mama mau ganti anak" ucap Daffi yang baru keluar kamarnya


"Mama jangan ganti atu, atu gak nakal lagi" ucapnya histeris mendengar perkataan Daffi


"Ganti saja ma sama adik perempuan yang manis dan tidak cengeng" ucap Daffa makin menjahili adiknya, keduanya mengangguk dan tersenyum licik


Davina mulai menangis membuat Ayudia harus menggendongnya, ia mendekati si kembar dan menjewer kuping anak lelakinya itu satu persatu


"Apa kalian tidak melihat mama sibuk??? masih saja mengusili adik kalian????" omel Ayudia pada kedua putranya


"Mama atu mau ganti kakak laki-laki, atu gak mau mereka jahat" ucap Davina disela Isak nya


"Sayang saudara gak bisa di ganti, kakakmu hanya menggoda mu"


"Enggak , atu mau ganti kakak baru dengan kakak itu" ucap Davina malu, bersembunyi di bahu Ayudia.


mata Ayudia melihat kemana jari putri bungsunya menunjuk dan langsung merasa sangat malu, dia menunjuk Jacky yang sedang berbicara dengan kakek dan nenek buyut ya


"Astaga Davinaaaaa, seperti nya benar apa kata dua saudaramu, mama harus menggantimu jika kamu masih saja genit" ucap Ayudia lirih namun masih terdengar membuat semua orang tertawa geli.


Gadis kecil itu memang sesuai usia untuk kelakuannya, namun tingkat kegenitannya tidak normal!!!!.


Pagi ini Ayudia akan membawa si kembar ke perusahaan mendiang mamanya, awalnya Ayudia menolak, namun ia harus segera bangkit dan berdiri tegak.


perusahaan fashion ternama yang juga bergerak di bidang kecantikan merupakan perusahaan milik mendiang mamanya yang sebentar lagi akan berpindah tangan ke pewarisnya yang sah, Ayudia Larasati inez.


Khadijah mengadakan rapat mendadak dan dalam rapat itu ia mengumumkan pemilik perusahaan sebenarnya dan menyerahkan kursi CEO kepada Ayudia, awalnya Ayudia menolak, ia belum siap, namun Khadijah mengatakan akan membimbingnya, ia akan tetap di perusahaan itu sebagai penasihat.


Setelah perkenalan mereka, Ayudia perlu mengajukan surat pengunduran diri di perusahaan lama, dimana suaminya sendiri yang merupakan di direktur utamanya.


Ayudia menyerahkan surat pengunduran dirinya pada HRD lalu ia menuju rumah sakit dengan di temani Khadijah dan dua orang bodyguard yang di tugaskan langsung oleh Angelo.


Ayudia langsung mengutarakan niatnya, walau Baskoro tak setuju, ia tak bisa menentang keputusan menantunya, Arjuna ternyata sedang makan siang dengan calon mertua dan tunangannya, ada rasa kesal di hati Ayudia, namun kenyataanya ia dan Arjuna sudah berpisah tujuh tahun, dan pernikahan mereka tidak di dasari cinta.


jik Arjuna sekarang memilih dengan orang lain, itu hak dia. hanya bisa menyayangkan papa mereka akan menikah lagi dan mereka memiliki ibu tiri, dan wanita itu adalah orang yang amat Ayudia benci. Aurellia.


Khadijah yang sedang menerima laporan asistennya memilih menunggu di luar dengan dua bodyguard yang berdiri di depan pintu,


"Lihat ma, bukanya itu bi Ijah???" ucap Aurel yang baru kembali makan siang menunjuk Khadijah yang sedang berbicara di telepon


"Iya sepertinya, tapi ngapain dia di sini?" tanya Lia menatap wanita di depan mereka


"Tapi ma, kok tumben bajunya rapih gitu???" ucap Aurel sementara Lia lebih memilih diam dan segera menghampiri wanita yang menjadi asisten rumah tangga di rumahnya itu


"Ngapain kamu disini???" tanya Lia dengan pandangan meremehkan


"Saya di mana apa urusan dengan anda?" ucap Khadijah yang sudah mengakhiri panggilan teleponnya


"Songong loe ya babu, mau dandan kaya apa juga tetap aja babu, bau dapur" ucap pedas Aurel membuat beberapa mata memandang mereka, ada yang kasihan , ada yang melihat karena penasaran.

__ADS_1


Khadijah menjadi pusat perhatian karena suara cempreng Aurel mengatainya dengan kencang


"Apa itu sikap seorang anak kecil pada yang lebih tua??? begitu mamamu mendidiknya??? sungguh miris" ucap Khadijah menggiring opini sehingga semua mata kini tertuju pada Aurel


"Jangan kurang ajar.


kamu hanya pembantu di rumah kami. Kamu pembantu kurang ajar malah kelayapan mencari mangsa, sudah tua belum menikah" ucap Lia langsung menyerang titik sensitif Khadijah


"Plakkkkk"


Sebuah tamparan mendarat di wajah Lia, membuat Lia dan Aurel terkejut dan menoleh ke arah wanita muda yang menamparnya.


"Dasar karyawan rendahan, beraninya kau menamparku???? " teriak Lia penuh emosi.


Ia ingin melayangkan tamparan ke wajah Ayudia, namun tangganya di tahan seorang,


"Jaga tangan anda dari nona besar kami nyonya, atau aku akan mematahkan tanganmu" ucap Jacky menatap tajam Lia


Aurel menarik mamanya dan melihat pria bertubuh tinggi besar, pria bule yang sangat tampan itu melindungi wanita culun di depannya, yang lebih mengejutkan adalah pria itu menyebut Ayudia nona mudanya??? seorang pegawai rendahan adalah nona mudanya? apa ini joke?


"Tuan wanita culun ini duluan yang menampar mama saya" ucap Aurel memasang wajah sedih, berharap pria di depannya simpati


"Nona tidak akan menjatuhkan tangan jika anda tidak menghina nona Al Rasyid.


Sebaiknya anda menjauh dari mereka sebelum anda menyesal"


"Hahaha menyesal??? siapa mereka? suami dan calon menantu ku orang berkuasa,


Dengan menjentikkan jarinya kalian bisa menghilang dari kota ini" ucap Lia sombong


"Apa aku pernah menghilangkan orang??? Apa maksud anda nyonya Lia????? tanya Arjuna dengan pandangan tak suka


"Nak Arjuna.....


Itu bukan maksud mama bilang gitu" Lia panik bingung menjelaskan


"Sayang wanita culun itu yang duluan menampar mama" lapor Aurel langsung menangis dan memeluk Arjuna. Arjuna melihat Ayudia tersenyum mencibirnya.


Arjuna buru-buru melepas tangan Aurel dan menjauhkan dirinya dari wanita itu


"Itu, tidak seperti yang kamu lihat" ucap Arjuna mencoba menjelaskan


"Bukan urusanku" ucap Ayudia cuek


"Ayo bi, kita ketempat papa" ucap Ayudia menggandeng Khadijah


"Mau kemana kalian??? jangan pergi" teriak Lia tak terima, namun lagi-lagi ia di cegat Jacky dan rekannya yang bertugas melindungi Ayudia


"Nyonya, ini peringatan terakhir dari saya, menjauh dari nona muda atau kalian akan tahu sendiri akibatnya.


saya tidak sebaik nona muda hanya menampar anda, saya bisa mematahkan tangan anda tanpa berfikir beberapa kali, percayalah, saya bukan orang yang penyabar" ucap Jacky membuat Lia bergidik ngeri dan terpaku di tempatnya


Begitu empat orang itu pergi, Lia merasa kakinya lemas dan jatuh terduduk


Ayudia menatap Khadijah dengan perasaan kasian, Lia benar-benar keterlaluan.


"Tante, apa Tante baik-baik saja???


dasar duo ulat bulu, tunggu pembalasanku!!!" geram Ayudia namun Khadijah malah tertawa terkekeh


"Mereka??? kau menjuluki duo ulat bulu???" ucap Khadijah merasa lucu


"Iya mereka, duo ulat bulu yang kegatelan melihat pria"

__ADS_1


"Apa itu artinya kau cemburu tadi???" goda Khadijah


"Tanteeeeeee......


__ADS_2