(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Putusan Hukum Lia


__ADS_3

Sidang kedua dan ketiga di gelar dengan lancar, Lia sudah di pastikan akan berada lama di penjara, ditambah pengacaranya yang mengundurkan diri tiba-tiba, semuanya terasa janggal buat Lia.


Lia juga sudah berusaha kesana kemari mencari bantuan hukum, namun tak ada satupun yang bersedia membantu karena setelah pengacara itu membaca kasusnya, tak ada celah untuk Lia bisa meringankan hukumannya, apalagi bebas, sangat tak mungkin.


Ditambah perilaku buruk Lia di dalam tahanan dan saat sidang, kemungkinan malah hakim akan menjatuhi hukuman maksimal tanpa pemotongan tahanan, itu yang paling fatalnya.


Pengacara yang di mintai bantuan hukum justru banyak yang menyarankan agar Lia mengakui segala perbuatannya, sehingga mungkin akan ada pengurangan masa tahanan.


Lia meraung dan meronta tak terima, ia sangat membenci Ayudia dan mantan suaminya, semua gara-gara Ayudia kembali.


ia mengutuk Ayudia dan berharap wanita itu cepat mati.


sungguh tidak tahu diri.


sudah berada di ujung tanduk pun ia masih sombong dan tak tahu bersikap, ia seperti sengaja bergelayut di ujung jurang berfikir bahwa ia tak akan pernah jatuh, sungguh pemikiran yang bodoh.


Sidang ke empat di gelar.


Jimmy akhirnya mengirim seseorang untuk mendampingi Lia di pengadilan, karena mereka sangat putus asa.


pengacara Lia sebelumnya yang merupakan orang Jimmy hingg kini tidak di temukan jejaknya.


Jimmy jadi berfikir jika pengacara di lenyap kan seseorang atau di sembunyikan oleh orang yang memiliki koneksi luas, sebab Jimmy menggunakan pengaruhnya di dunia bawah tanah, namun tak ada informasi yang ia peroleh, ini sangat mengherankan.


Sehingga Jimmy memilih melupakan dan menghentikan pencarian pengacara tersebut, walau ia merasa pengacara tersebut di sembunyikan di suatu tempat Karena motif tertentu.


Jika pengacara itu mati, tidak mungkin putrinya juga menghilang, jadi jawabannya adalah pengacara itu di sembunyikan oleh orang yang bisa membungkam dunia bawah tanah yang selama ini ia jalani


Jimmy jadi sedikit menyesal, ia awalnya ingin memberi pelajaran Lia dan hanya menebus Aurel, namun malah Lia benar-benar mendapatkan pelajaran pahit.


wanita yang pernah ada dalam kehidupan Jimmy, wanita yang pernah Jimmy cintai, terlihat kurus dan kusam duduk di kursi pesakitan.


Lia menatap penuh dendam kearah mantan suami dan anaknya, ia tak pernah menyangka jika suatu saat nasibnya akan mengenaskan seperti ini.


hakim mengetuk palu, Lia di jatuhi hukuman dua puluh lima tahun penjara, lebih ringan lima tahun dari tuntutan hakim dan denda dua ratus juta, tak ada pengurangan masa tahanan.


Lia jatuh terduduk, ia merasa dunianya hancur dan kenyataan pahit menghantamnya.


beberapa waktu lalu ia masih merasa akan bisa lolos dari jerat hukum dan hanya akan di hukum setidaknya dua tahun, namun dengan bantuan Jimmy mungkin ia hanya akan bertahan satu tahun di sana, namun kenyataanya, Ayudia malah menuntutnya dengan dakwaan lain.


Jimmy menutup matanya mendengar putusan hakim, ia tak bisa berkata apa-apa, pengacaranya mengatakan jika ia naik banding pun hasilnya akan sama saja, semuanya terlalu sulit untuk di ubah karena semua bukti dan saksi mengarah pada Lia.

__ADS_1


Lia sudah tidak bisa di tolong.


Jimmy merasakan nyeri, ia memang mencintai wanita yang menjadi mama dari putrinya Sania, namun Lia juga masih memilki tempat di hatinya.


"Mama... huhuhu" Aurel menangis di tempat duduknya, ia memang membenci Lia, namun mengetahui bahwa mamanya menerima putusan hukum yang berat, mau tak mau Aurel merasa sedih dan terluka


"Maafkan papa tidak bisa menolong mamamu, kita tidak bisa naik banding karena bukti dan saksi memberatkannya"


"Setidaknya ada jalan lain pa????" tanya Aurel masih tak percaya mamanya tak bisa di bantu


"Tak ada satupun.


harapan satu-satunya adalah, mamamu berprilaku baik di dalam sana, sehingga ia akan mendapatkan amnesti" ucap Jimmy lirih


Aurel merasa lemas, sekujur tubuhnya seperti tak bertenaga.


Saat Ayudia melewati mereka, ia melirik sekilas kearah Aurel dan Jimmy dan tersenyum misterius


senyum yang membuat bulu kuduk Aurel berdiri.


Mungkin saat ini Aurel bisa lepas dari jerat hukum, namun ia yakin, Ayudia akan kembali menyeretnya ke jeruji besi suatu saat. Aurel menyatukan senyum Ayudia seperti itu, tanpa Aurel ketahui adalah, Jimmy merupakan target berikutnya, Lia hanya sebagai pemanasan kasus.


Saat ini Lia, besok mungkin Jimmy atau Deswita, namun Aurel, kita lihat nanti, karena Ayudia melihat Aurel juga korban.


Tapi jika Aurel berulah, Ayudia pastikan wanita itu juga akan mengikuti mama dan papanya mendekap di balik jeruji besi, bukankah Ayudia baik??? mengumpulkan seluruh keluarga dalam satu naungan, naungan hukuman!!!!


Suasana hening di dalam mobil menuju kediaman Jimmy yang berada di pusat kota, Aurel sudah berhenti menangis, ia lebih memilih diam dan memasang pemandangan sepanjang perjalanan mereka.


"Aurel, papa mau tanya sesuatu padamu" ucap Jimmy memecah kesunyian.


Aurel menoleh tanya menjawab, ia hanya mengerutkan alisnya, menduga apa yang akan di pertanyakan oleh Jimmy, papanya


"Dalam sidang itu, wanita muda blasteran itu apa papa pernah melihatnya???" tanya Jimmy seperti bertanya pada dirinya sendiri


"Aku gak tahu maksud papa, dia Ayudia, putri anak teman mama yang....


dia adik tiriku" ucap Aurel.


"Aku tahu itu, maksudku....


sudahlah, aku juga salah menanyakan mu pertanyaan itu. wanita muda itu untuk kedua kalinya menatapku dengan tatapan aneh, seperti membenciku, dendam.

__ADS_1


Tapi aku tak ingat pernah bertemu atau menyinggungnya" ucap Jimmy bergumam di akhir kalimatnya


Aurel hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh.


memenang ayudia terlihat menatap Jimmy dengan tatapan aneh, benci?? dendam??? tapi mengapa??


sebenarnya apa yang Jimmy lakukan sehingga Ayudia membencinya????


Entahlah, yang jelas Aurel saat ini tak mau memikirkan apa-apa.


kehidupannya sudah rumit, ia tak mau menambah rumit lagi dengan permasalahan orang lain, walaupun itu papanya.


Jimmy lebih dari bisa untuk melindungi dirinya sendiri.


"Pa, pertanyaan itu kembali pada papa, apa papa pernah berbuat sesuatu yang buruk padanya???"


"Seingat ku ini kali kedua aku berjumpa dengannya, aku memilki memori yang bagus jika berkaitan dengan wanita cantik, apalagi wanita itu blasteran bule dengan bola mata indahnya yang berwarna biru, aku sangat yakin bahwa aku hanya mengenal beberapa wanita dengan bola mata biru dan mereka semua hanya wanita penghibur." ucap Jimmy


"Pa, stop menceritakan tentang dirimu ok??? saat ini aku sedang memikirkan nasib mamaku.


sejahat apapun mama padaku, dia tetap wanita yang melahirkan ku" ucap Aurel dengan suara bergetar.


"Aku akan mengatur sesuatu agar mamamu di dalam sana nyaman, kamu jangan risau, walau aku tak bisa mengeluarkan mamamu dari dalam sana, namun aku bisa mengusahakan ia mendapatkan tempat yang layak" ucap Jimmy penuh keyakinan.


"Terima kasih pa" ucap Aurel, lalu keduanya kembali hanyut dalam lamunan mereka masing-masing


Sementara di sebuah kamar bercat hijau telur asin, dengan wallpaper khas ruangan anak-anak, nampak dua pria kecil sedang terlibat pembicaraan serius, lalu pembicaraan mereka terhenti saat sebuah panggilan telepon masuk, pria kecil itu langsung mengangkat dan bersikap seolah pria itu sudah berusia diatas dua puluh lima tahun, begitu dewasa dan berkarisma, namun kenyataanya pria itu masih anak-anak yang usianya saja belum menginjak delapan tahun.


"Baik, tetap awasi dan untuk sementara biarkan pengacara itu tinggal di luar dulu, tawarkan ia untuk bekerja dengan kita, aku yakin ia memiliki banyak informasi mengenai Jimmy, mantan bos nya itu.


mengingat ucapannya barusan, aku yakin pria bernama Jimmy itu tidak sesederhana terlihat, ia pemain lama yang tahu dunia bawah tanah, ia pria licik yang mungkin menyiapkan jebakan untuk menyergap mangsanya."


"Tentu, kabari aku segalanya, terima kasih" ucap Daffi mengakhiri panggilan teleponnya


"Apa yang anak buahnya dapatkan???"tanya Daffa tak sabaran, ia sedikit kesal karena adiknya malah tidak mengaktifkan speaker teleponnya sehingga ia tak bisa ikut mendengarnya


"Ternyata benar dugaannya kak, pria itu bernama Jimmy Chou, dia pemain lama di dunia bawah tanah.


ia berusaha menggali informasi, beruntung anak buah ku menggagalkannya. Kita harus meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai pria itu mengetahui kita, bukan karena aku takut, hanya saja aku khawatir dengan mama"


"Aku setuju denganmu" ucap Daffa singkat.

__ADS_1


__ADS_2