(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Hilang Akal


__ADS_3

Karena Aurel sudah di jatuhi hukuman, maka Lia dalang dari pemberi racun pun juga di adili,


Dengan masih memakai pakaian tahanan, Lia duduk di kursi pesakitan.


wajahnya yang dulu cantik kini terlihat lebih tua sepuluh tahu dari usianya.


Selain itu rambut Lia juga di penuhi oleh uban dengan kulit yang hitam dan Kumal, hilang sosok Lia yang anggun dan cantik, Jimmy yang melihat perubahan drastis Lia menggelengkan kepalanya pelan.


ia tak percaya bahwa Lia menua dengan cepat, hilang sudah keinginannya untuk membantu Lia.


setidaknya Jimmy sudah membantu ia di sidang pertamanya, dan Lia lagi-lagi menggunakan racun.


Jimmy dulu mengagumi Lia yang seorang gadis lugu dan jenius, Lia pandai merangkai berbagai macam obat dan racun, itulah awalnya mengapa Lia dan Jimmy dekat, karena Jimmy memerlukan orang yang membantunya di balik layar.


Namun sifat Jimmy yang kasar membuat Lia lama-lama muak, di tambah pada akhirnya Jimmy terpikat seorang wanita yang tak lain adalah Deswita.


Sementara Lia kabur dalam keadaan hamil.


Seorang pria yang membuat wanita-wanita di dekatnya berubah menjadi iblis betina karena Jimmy.


Jimmy ibarat virus yang menularkan kekejaman pada para wanita itu.


Setelah sidang singkat yang di gelar dua kali, langsung memutuskan hukuman Lia, Lia di dakwa bersalah dan menjadi otak dalam percobaan pembunuhan Ayudia anak tirinya, sehingga ia di hukum lima belas tahun penjara, tidak terhitung dengan hukuman sebelumnya, total hukuman Lia empat puluh tahun penjara.


"Lia terduduk lesu, ia awalnya masih mau banding karena hukuman dua puluh lima tahun yang ia peroleh terasa berat, namun di tambah kasus ini malah hukumannya makin lama.


Apakah itu artinya ia harus mendekam selamanya di balik jeruji besi???


apakah usianya akan Samapi lebih dari empat puluh tahun???


lalu jika ia masih hidup empat puluh tahun kemudian yang artinya usia dia tujuh puluh tahun lebih, siapa yang akan menghidupinya??? dengan siapa ia akan tinggal????


Lia shock dan pingsan mendengar putusan hakim, ia langsung di bawa masuk ke sel nya.


Hakim menggelengkan kepala melihat Lia, mereka tak habis pikir, bagaimana wanita itu bisa sekejam itu?


Apa motif di balik tindakannya?


apa karena harta??? iri hati???


jika kedengkian dan serakah menguasai hati manusia, segala cara bakal di lakukan, namun sadarkah mereka bahwa segala sesuatu akan ada karmanya???


Hidup itu timbal.balik, memberi dan menerima.

__ADS_1


Jika kita biasa melakukan kebaikan, insha Allah maka kebijakan juga yang akan kita dapatkan, namun jika keburukan yang kita peroleh, percayalah akan ada kebaikan lain yang datang pada kita.


Jika kita melakukan keburukan, maka pada akhirnya kita akan menerima karma asri keburukan yang pernah kita lakukan, bahkan berlipat, di dunia dan alam pembelaan nanti.


Jika Aurel menerima lapang dada keputusan hakim dan menyadari kesalahannya, berbeda dengan Lia yang tak pernah terima Dengan keputusan hakim.


Ia.bersikukuh jika apa yang ia lakukan hal yang biasa saja, sehingga saat hukuman tambahan di berikan, ia shock dan depresi.


Lia mulai berteriak-teriak dan menangis, ia bahkan membenturkan kepala nya di dinding, karena merasa terganggu dan takut, teman sel Lia meminta petugas lapas menempatkan Lia di sel terpisah dengannya.


Kondisi Lia makin parah, ia bahkan kencing dan buang air di sel nya, terkadang ia tertawa-tawa sendiri, berbicara ngelantur.


Awalnya para petugas curiga Lia hanya pura-pura, namun sudah sebulan tingkahnya makin parah, saat sel tahanan ya di buka dan para tahanan berada di luar, Lia akan menyerang siapapun yang ia lihat, akibatnya kaki dan tangannya patah karena di hajar para tahanan wanita lainnya, mereka geram dan muak melihat Lia.


Petugas lapas tidak bisa berbuat apapun, mereka tak bisa menghukum para tahanan karena pada prinsipnya mereka mempertahankan diri dari kelakuan Lia yang brutal, karena Lia bukan hany asuhan menyerang satu dua orang, bahkan ada yang sampai geger otak karena Lia membentur-benturkan kepala tahanan lain ke lantai, beruntung petugas langsung meringkus Lia dan memasukkannya ke ruang isolasi.


Seminggu kemudian pihak lapas memanggil Adhi selaku mantan suaminya, karena Lia tak memiliki siapapun, adapun putri tunggalnya juga bernasib sama di balik jeruji besi.


Awalnya Adhi yang baru kembali ke tanah air enggan memenuhi panggilan , namun karena Khadijah mendorongnya, ia akhirnya menemui kepala lapas guna membicarakan keadaan Lia.


Adhi langsung di antar menuju sel isolasi dimana Lia di kurung, terlihat wanita berambut putih acak-acakan sedang berbicara sendiri, tak jelas apa yang ia gumam kan.


Jika saja petugas lapas tak mengatakan jika itu Lia, Adhi akan sulit mengenalinya, karena kondisi Lia yang sangat berbeda.


Lia berjalan mondar mandir dengan kaki pincang, sementara tangannya terlihat hanya satu yang bergerak.


Sudah diobati namun akan kembali patah karena ia terus meronta dan memukul seperti orang hilang akal


Adhi menitikkan air mata, bagaimanapun wanita itu pernah menjadi istrinya, tidur di ranjang yang sama.


Tapi kekejaman Lia membuat Adhi membencinya, namun melihat kondisinya sekarang Adhi merasa sedih.


"Kami sudah mendatangkan psikolog, karena awalnya kami mengira ia berakting jadi kami baru membawa psikolog itu datang dua Minggu lalu.


Psikolog menyatakan jika tahanan atas nama Amelia jiwa nya terganggu, dia depresi berat, sehingga psikolog menyarankan agar tahanan di pindahkan kerumah sakit jiwa guna di lakukan perawatan."


"Tapi bagaimana dengan masa tahanannya??"


"Proses hukum tetap berjalan pak Adhi.


Kami sebenarnya meminta maaf karena mengundang anda ke sini, namun Bu Amelia tak memiliki sanak saudara lagi, sementara putrinya juga di penjara" ucap kepala lapas menjelaskan


"Gak masalah pak, bapak atur saja bagaimana prosedurnya, saya akan setuju" ucap Adhi lirih

__ADS_1


"Baik pak Adhi, terima kasih atas kerjasamanya.


kami akan berkordinasi dengan pihak terkait, Jiak prosedurnya sudah siap kami akan memanggil pak Adhi kembali"


"Baik pak, terima kasih"


Adhi segera meninggalkan rumah tahanan, ia tak tahu jika Aurel di penjara,sejauh yang Adhi tahu Aurel di bebaskan bersyarat, terlalu banyak yang terjadi dan ia tak tahu, tak ada yang memberitahukan padanya tepatnya.


Adhi langsung menuju kediaman Ayudia, ia ingin menanyakan semua ada Ayudia sekalian memberitahu keadaan Lia, ya walau Adhi tahu Ayudia membenci Lia, tak ada salahnya ia meminta pendapat Ayudia.


Selain itu ia rindu dengan cucu-cucu nya


Setelah mengabarkan kedatangannya, Adhi langsung meluncur ke kediaman Ayudia.


Tak lupa ia mengabarkan pada istrinya agar Khadijah tidak khawatir.


Khadijah yang hamil saat usianya diatas empat puluh tahun tidak boleh terllau lelah dan banyak pikiran karena memiliki resiko tinggi untuk keguguran.


Saat adhi turun dari mobilnya, ketiga cucunya sedang menunggu kedatangannya dengan nama mereka


Ketiganya sangat bersemangat melihat kedatangan kakek mereka, dan berlari menuju ke arah Adi dan langsung memeluk Adhi, menempel seperti lintah saja


Davina si bungsu langsung diangkat Adhi dalam gendongannya, sementara Daffa dan Daffi memeluk kaki Adhi dan tak mau lepas, seperti bayi koala memeluk bambu


"Kak, lepaskan pelukanmu, tidakkah kau seperti monyet memeluk pisang??" cibir Davina yang melihat kakeknya susah berjalan. karena kedua kurcaci menempel erat di kaki kakek Adhi.


Di bandingkan dengan Baskoro, si kembar lebih menyukai kakek dari pihak ibu mereka, selain Adhi penyayang, Adhi juga bersuara lembut, berbeda dengan Baskoro yang berperawakan tinggi tegap dengan suara bas, membuat anak-anak seolah di teriaki jika sedang bermain dan berisik


"Kalian berdua, lepaskan kaki kakek, dan pergi ketempat kakek Bas sana" usir Davina membuat Adhi melongo sementara Ayudia melotot ke arah putri bungsunya


"Ini kakek kami juga, jangan me monopoli nya" cibir Daffi dengan wajah kesal


"Iya nih Davina, kamu juga cucu kakek y akan kek???


"Iya, iya semua Cucu kesayangan kakek" ucpa Adhi membuat kedua bocah di kaki Adhi bersorak girang dan lupa melepas tangan merek, akibatnya ketiganya terjatuh dari kaki Adhi.


Davina tertawa mengejek, ia sangat puas, ia sengaja memancing perkataan Adhi agar Adhi berkata begitu dan kedua kakaknya bersorak senang


"Rasakan" ucap Davina tanpa suara


"Kita di kerjai lagi" keluh Daffa pada Daffi


"Iya, sial aku juga makan jebakannya" Dengus Daffi kesal

__ADS_1


"Kakek , saat bayi di perut mama lahir kami akan panggil mereka adik kecil, lalu saat nenek lahir, kami harus Panggi apa??" tanya Davina dengan wajah polos Daffi dan Daffa saling bertukar pandang, alis mereka mengkerut tanda berfikir


begitu juga Ayudia dan Adhi, mereka saling lempar pandang


__ADS_2