
Davina duduk di atas sofa yang hancur, ruangan itu bak habis diterpa badai hebat, hancur berantakan.
Sudah tiga puluh menit lalu ia selesai mengikat wanita yang menculiknya dan pria yang di panggil Boris.
kini ia duduk menatap tajam kedua penculik di depannya yang terlihat ketakutan.
Nasib wanita itu lebih baik ketimbang Boris yang mengalami patah tulang, ia terus meringis kesakitan dengan wajah pucat pasi
"Kalian berurusan dengan orang yang salah, sungguh malang nasib kalian"
"Ampuni kami bos, ah bukan Dewi.
kami salah menculik orang, kami harusnya menculik anak kecil" ucap si wanita mengiba.
Mereka sangat terkejut anak kecil yang mereka culik berubah menjadi wanita remaja yang terlihat cantik, anggun namun memberi aura yang membuat bulu kuduk merinding, seperti medusa yang cantik tapi mematikan, begitulah sosok Davina di perumpamakan.
"Aku akan memberi kalian kesempatan, dan jangan sia-siakan kesempatan ini.
karena aku bukan orang yang sabaran" ucap Davina memainkan kukunya, walau dalam hati ia tertawa geli melihat wanita penjahat itu hanya mengenakan ****** ***** dan bra saja sehingga ia terlihat canggung.
Davina jadi berfikir apa wanita itu terlalu naif???
dalam dunia hitam biasanya wanita bertahan karena dua hal, kelebihannya dalam otak atau keahlian dalam beladiri nya atau wanita itu memakai tubuhnya untuk bertahan.
Wanita ini terlihat pemalu, sungguh menyebalkan.
"Katakan apa yang kau mau???" tanya Boris tak sabaran,
"Kau pintar Boris.
siapa dalang di balik penculikan ku???
jangan kalian pikir aku tak tahu, aku hanya ingin memastikan saja.
pikirkan baik-baik sebelum kalian menjawab, karena.......
jawaban kalian menentukan kemana kalian akan pergi ke alam baka atau....."
"Persetan kau" ucap wanita itu tiba-tiba membuat Boris panik, ia masih ingin hidup, anaknya baru saja lahir.
ia tak mau anaknya menjadi yatim
"B*ngs*t kau Melly, tutup mulut kotor mu, jika bukan karena hasutan mu kami tak akan bernasib seperti ini" ucap Boris kesal
wanita penjahat yang di panggil Melly ingin menendang Boris agar tutup mulut, namun gerakan Davina lebih cepat, ia menendang Melly hingga terguling kebelakang dan menara tembok.
darah segar keluar dari mulutnya
"Ckckck, jangan katakan kenaifan mu karena kamu salah satu wanita pria tua itu?????
well kamu juga sudah tua sih, pantas menghalalkan segala cara agar masih di pakai, padahal semua sudah kendor tak pada tempatnya" cibir Davina langsung menyentil sisi sensitif Melly.
semua wanita paling benci dikatakan tua, kendor dan tak menarik.
Melly langsung bangkit dan menerjang Davina, walau kedua tangannya di ikat, ia tak gentar
Davina menyeringai dan dengan gesit menghindar, ia menghadiahkan tendangan lagi di bahu Melly hingga wanita itu dengan telak menabrak tembok di depannya
"Aduh Tante tua, Kenapa tembok di cium???
apa kamu begitu gatel nya ya???" goda Davina makin menjadi
"Wanita jal*ng sialan, kau harus mati" ucap Melly kembali bangkit dan menerjang ke arah Davina.
davina kali ini tak menghindar, ia mau lihat sebuah semangat akhir dari orang putus asa di depannya.
__ADS_1
Melly menendang, namun Davina diam saja, Davina mundur beberapa langkah karena terkena tendangan Melly.
Melly tertawa senang, ia kembali menendang Davina, membuat Davina mundur beberapa langkah lagi.
Boris menutup matanya ngeri, ia bisa melihat bahwa Davina sengaja membiarkan Melly menendangnya dengan maksud yang lebih kejam, wanita di depannya ini bukan wanita biasa.
dia iblis dalam rupa gadis cantik, melihat ia menerima tendangan Melly sambil tersenyum membuktikan bahwa wanita itu lebih menyeramkan daripada bos yang menyewa mereka.
Boris menelan Saliva nya dengan sulit, ia memejamkan mata, merasa bulu kuduknya merinding dan ketakutan.
Anak kecil yang berubah menjadi gadis remaja saja itu sesuatu yang menyeramkan dan tak ada di dunia, namun wanita itu bisa melakukanya., membuktikan bahwa wanita itu bukan wanita sembarangan yang bisa di ganggu.
Boris ngeri membayangkan konsekuensi apa yang akan Melly dapatkan dari tindakannya yang bodoh.
KREAAAK TAK
"Awwwwwwwww, Sialan" pekik Melly memekakkan telinga membuat Boris yang sedang hanyut dalam pikirannya membuka matanya dan melihat Melly meringis menahan sakit, salah satu kaki Melly patah, namun ia masih belum sadar juga, sorot matanya penuh dendam menatap Davina
"Melly henti...." Boris ingin berusaha menghentikan kebodohan Melly namun terlambat.
Melly meludahi wajah Davina yang berjongkok didepannya. Tamatlah sudah nasib Melly
KREEEEK TAK
"Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh wanita iblis sialan.
kau akan mati mengenaskan.
ku pastikan itu" teriak Melly pilu dan akhirnya tak sadarkan diri karena rasa sakit yang di deritanya
Jantung Boris rasanya akan copot melihat kejadian di depannya. Ia sudah berada di dunia hitam bertahun-tahun, namun melihat kekejaman wanita sesungguhnya baru kali ini, dan itu sangat menakutkan.
"Siapa kau sebenarnya nona?" ucap Boris dengan suara paling halusnya
Boris melotot tak percaya, ia pernah mendengar sepak terjang wanita ini di dunia bawah tanah, namun ia tak menyangka jika....
dia sungguh apes berurusan dengan wanita ini.
beberapa rekannya bahkan mati tanpa melihat matahari esok, bagaimana dengan dirinya????
wanita di depannya ini adalah ketua organisasi Angel devil yang belum lama didirikan namun langsung melejit dan terkenal karena anggota mereka kebanyakan wanita dengan skill bertarung diatas rata-rata bahkan bisa dijejerkan dengan ahli bela diri pria.
"Maaf bos, kami tidak tahu jika anda adalah nona Angel"
"Aku tak menerima permintaan maaf, aku hanya butuh informasi mu. ku lihat kau sayang dengan nyawamu"
"Saya hanya tahu jika jika yang menyewa kami adalah seorang yang memiliki jabatan penting di pemerintahan bernama Aditya" ucap Boris
"Aditya???? hmmm baiklah, aku punya pekerjaan untukmu, jika kau berani macam-macam percayalah aku cukup bisa melenyapkan mu semudah menjentikkan jariku.
Braaaakkkk
Pintu di dobrak dan masuklah seorang wanita blasteran bule yang cantik dengan rambut blonde,
"Bos, maaf aku terlambat" ucap Agatha langsung menunduk hormat
"ITS ok, aku sudah bereskan semua"
"Mira " panggil agatha , Mira asisten Agatha menghampiri agatha dan menyerahkan sebuah koper kecil,
"Saya sudah mempersiapkan semua di dalam sana" ucap Agatha. Davina mengangguk pelan
Bughh
Agatha menendang Boris dengan kencang, namun Davina menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Bawa mereka berdua ke rumah sakit, dan setelah itu bawa ke markas"
"Mereka????"
"Aku punya rencana" ucap Davina langsung melenggang masuk ke dalam kamar yang sudah porak poranda.
Tak lama kemudian ia keluar dengan pakaian rapih.
Davina.berjalan mendekati Boris membuat Boris menjerit dalam hati ketakutan, itu seperti singa yang mendekati mangsanya, Boris merasa aura menekan yang kuat dari seorang gadis muda yang sangat cantik.
Di luar dugaan ternyata Davina memeriksa kondisi Boris, ia melakukan pertolongan pertama, dada Boris yang awalnya terasa sakit hilang setelah ia merasakan seakan akan mati saat Davina menekan dadanya dan terdengar suara patah dari dalam tubuhnya, rupanya Davina mengobatinya
Davina meminta air, ia memegang sebuah pil dan meminta Boris meminumnya, setelah itu ia merasa pusing dan mengantuk, ternyata itu obat tidur sekaligus obat untuk luka dalam.
"Bawa mereka ke rumah sakit kita, lalu segera bawa ke markas" ucap Davina mengulangi perintahnya
"Siaaapp bos"
ucap semua anak buahnya serentak
Davina berjalan menuju mobil Agatha, ia duduk di kursi penumpang.
Agatha segera naik dan langsung meluncur meninggalkan tempat tersebut ke arah dalam kota.
Agatha melirik Davina yang memejamkan mata
"Istirahatlah bos, aku akan mengantarmu pulang"
"Uhmm" ucap Davina lirih, tubuhnya beringsut dan beberapa saat kemudian ia tertidur dan berubah dalam mode anak kecil kembali.
kondisinya yang sakit membuat Davina langsung ke tubuh aslinya lebih cepat dari waktu penggunaan obat.
Agatha segera menghubungi Willy mengabarkan jika Davina sudah di ketemukan, walau Willy ingin bertanya dan penasaran, ia menahan sampai Agatha tiba di kediaman Angelo.
Agatha tak lupa meminta Willy menyiapkan dokter dan infusan karena Davina kekurangan cairan dan terlihat lemah.
Namun ia harus tetap membawa Davina pulang demi menghilangkan kecemasan semua orang.
Dua jam kemudian Agatha dan beberapa anak buahnya sampai, Angelo menatap penuh selidik kearah Agatha, ia menyadari sesuatu, namun ia memilih menutup mulut untuk saat ini.
Memprioritaskan keselamatan cicitnya terlebih dahulu.
Agatha keluar dengan menggendong tubuh Davina yang terbalut pakaian dewasa, ia tak membawa pakaian anak-anak.
semua orang heran namun mengabaikan.
membawa Davina ke kamar Ayudia yang berada di lantai dasar atas permintaan Ayudia.
mendengar anaknya kembali Ayudia memaksa menunggunya di luar kamar.
Dokter langsung memeriksa kondisi Davina, lalu ia meng-infus Davina dan membalut beberapa luka di tubuh Davina, Davina tak bergerak, ia tak terganggu dengan semua yang dokter lalukan hingga selesai.
yang terparah adalah di kaki Davina yang penuh bekas pecahan kaca, lalu di lambung, kaki, tangan hampir seluruh tubuhnya lebam-lebam.
Ayudia terus menangis memeluk putri bungsunya, si kembar Daffa dan Daffi sampai menitikkan air mata melihat keadaan adiknya
"Sayang, sudah jangan menangis anak kita sudah kembali, dia kuat, Davina pasti akan cepat sembuh" ucap Arjuna memenangkan Ayudia
"Iya sayang,.mama percaya Davina kuat" ucap Khadijah yang berada di kursi roda
"Ayu gak terima kondisi Davina seperti ini, kita harus membalaskan ini pada orang keji yang menculiknya"
"Kakek pastikan siapapun yang sudah menyakiti keluarga kita, akan pergi ke neraka!!!!" ucap Angelo mengepalkan tangannya
"Kali ini kau setuju padamu sayang, aku tak mau anak, cucu atau cicit ku menderita karena orang-orang jahat di luaran sana" timpal Ernest mendukung Angelo suaminya.
__ADS_1