
"Saya terima nikah dan kawinnya Ayudia Larasati Jovanka Inez gumilang dengan mas kawin tersebut diatas , Tunai!!!!!"
"Bagaimana saksi???" tanya penghulu
"Sah, sah, sah"
"Alhamdulillah" ucap penghulu lalu membacakan doa setelah ijab qobul.
Walau ini adalah pernikahan mengulang(kaya ujian aja di ulang ya hehe) tetap saja keduanya nervous, terlebih Arjuna yang terus menghafalkan ucapan ijab qobul.
Arjuna juga bolak balik ke kamar mandi karena terus menerus buang air kecil membuat Adhi dan Khadijah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Arjuna bernafas baru bisa bernafas lega karena kini Ayudia sudah sah lagi menjadi istrinya, ia menatap ketiga anaknya yang terlihat tampan dan cantik dengan pakaian mereka
Daffa dan Daffi memakai jas dengan dasi kupu-kupu, terlihat tampan dan menggemaskan, aura Daffa lebih menonjol, ia seperti bos kecil yang angkuh.
Sementara Davina sangat cantik dengan kebaya brokat warna cream senada dengan yang di pakai oleh Ayudia.
Arjuna tak bisa menutupi kebahagiaannya, ia kini memiliki keluarga utuh, sementara Baskoro menangis di tempatnya yang tak jauh dari tempat ijab qobul.
Arjuna dan ayu lalu menghampiri orangtua mereka, sungkem pada mereka bergantian,
"Kak, apa kakek memang cengeng, bukanya senang papa sama Mama menikah malah nangis" ucap Davina mengangkat bahunya
"Namanya juga macan ompong" ucap Daffa sekenanya menjuluki papa dari Arjuna, Baskoro
"Macan yang gak ada taringnya dong" ucap Davina cekikikan yang langsung membuat Daffi membekap mulut adik nya
"kakak lepasin atu, nanti riasan atu rusak" teriak Davina, begitu di lepaskan ia langsung mendorong Daffi
"Dasar menyebabkan" ucapnya sambil meraih kaca di tas mungilnya, Daffa yang melihat kelakuan adik bungsunya memutar matanya malas,
"Dasar ganjen" ucapnya tak habis pikir
"Sekarang acara selanjutnya...
Pengantin sessions kedua harap menuju tempat ijab qobul" ucap MC mengumumkan
Ayudia tersenyum dan menepuk punggung tangan calon mamanya, Khadijah yang terasa dingin, maklum ini adalah momen pertama dalam hidupnya, menikah.
Khadijah seperti mimpi, ia tak pernah mengira bahwa pada akhirnya ia kan menikah dan dengan pria yang ia cintai, pria yang sama yang sahabatnya cintai.
"Pa, semangat, gak lucu kan kalau kakek-kakek dah pernah nikah salah mengucap ijab qobul" bisik Arjuna cengengesan yang membuat Adhi melotot pada mantunya, baru seminggu lalu Arjuna memohon-mohon padanya, kini sudah jadi menanti songong.
ingin rasanya Adhi menjitak kepalanya agr otak Arjuna yang bergeser kembali pada posisinya, namun ia tahan karena banyak tamu.
Ayudia mengerutkan alisnya penasaran, sebenarnya apa yang suaminya bisikan pada papanya, pasalnya Adhi terlihat kesal, dan ingin memakan suaminya itu
"Mas, kamu bisikin apa sama papa???" tanya Ayudia penasaran
"Rahasia" ucap Arjuna tersenyum penuh kemenangan
"Sepertinya bukan hal yang baik, mengingat reaksi papa yang marah" ucap Ayudia memicingkan matanya
"Sayang, papamu selalu marah padaku, aku dianiaya oleh papamu saat meminta restu menikahi mu"
"Kau memang harus berjuang untuk itu mas, papa melakukan itu karena beliau sangat sayang padaku" bela Ayudia
"Aku juga sayang dengan papa, karena itu aku memberinya semangat" ucap Arjuna tersenyum simpul
"Aku tak merasa kau memberi semangat pada papa" ucap Ayudia tak percaya ucapan suaminya
"Papa mengejek kakek ma, pasti papa mengingatkan kakek jangan lupa ucapan ijab qobul karena kakek sudah tua" ucap Daffa yang tadi berada di dekat papa dan kakeknya
"Anak kecil kau memfitnah papamu sendiri, mana aku...., Aduh sayang lepaskaaaannn" teriak Arjuna meringis karena Ayudia menjewer nya kencang
Di tempat acara ijab qobul, Adhi melempar senyum kemenangan, dan mengacungkan jari jempolnya
"Huh menyebalkan, dan kau setan kecil awas saja" ancam Arjuna memegangi kupingnya yang terasa panas
"Kalau Daffa setan kecil kau iblis mas, sudah sana ambilkan aku minum, aku haus" ucap Ayudia emerintah suaminya
"Sayang, bukan kebalik ya??? kamu yang ambilkan aku minum???" tanya Arjuna bingung
"Kau mau tidur di kamar atau sofa, pilihan di tanganmu" ucap Ayudia tersenyum licik
"Ah baiklah, baiklah sayang, tunggu pangeran mu akan mengambilkannya" ucap Arjuna langsung bergegas menuju stand minuman dingin
"Menjijikan" ucap Daffa melihat kelakuan papanya
"Kak, aku jadi berfikir dua kali jika nanti akan menikah, aku tak mau seperti papa" ucap Daffi lirih takut di dengar mamanya
__ADS_1
"Aku juga, mama seperti serigala betina, aku yakin papa akan tunduk padanya" ucap Daffa menyeringai ngeri
"Menyeramkan" timpal Daffi
"Anak-anak, apa sudah selesai berbicara buruk tentang mama????" tanya Ayudia bersedekap dada sambil menunduk menatap kedua putra kembarnya
"Astaghfirullah, kabuuuurrrr" ucap Daffa dan Daffi serentak, mereka sampai jatuh terduduk lalu bergegas lari menjauh, seperti melihat setan yang ingin mencekik mereka
"Sayang, apa yang kau lakukan pada kedua putraku, mereka lari seperti melihat setan" ucap Arjuna menyerahkan cocktail di tangannya
"Mereka iblis kecil yang menyebalkan karena papa mereka iblis besar.
cepat ambilkan aku bakso, aku sedang ingin memakan daging bulat-bulat" ucap Ayudia geram
Ia harus melampiaskan kekesalannya dan karena sekarang ada Arjuna maka arjuna lah yang menanggung kenakalan anak-anak mereka.
"Sayang, stand itu banyak ibu-ibu, aku malu" ucap Arjuna berkilah
"Anakmu membuatku kesal, apa aku harus...."
"Tidak-tidak, biar aku saja" ucap Arjuna memotong ucapan istrinya, ia langsung lari menuju stand bakso, Ayudia tersenyum puas
"Kakak kenapa lari-larian" tanya Davina yang melihat kedua kakaknya ngos-ngosan
"Mama setelah menikah menyeramkan, kami mau di terkam" ucap Daffi
"Masa? atu gak.
makanya Jahan nakal, bye atu mau cari cowok tampan" ucap Davina berjalan genit meninggalkan kedua kakaknya
"Apa dia adik kita kak???" tanya Daffi tak percaya Davina tak membantu mereka
"Dia reinkarnasi mama dalam bentuk kecil"
"Aku pikir juga begitu" ucap Daffa bergidik
Acara ijab qobul Khadijah dan Adhi selesai, kini Khadijah dan Adhi resmi menjadi sepasang suami istri, walau Angelo bersikeras tak setuju karena tak percaya pada Adhi, namun pada akhirnya ia harus menyerah karena Ernest mendesaknya, terlebih Khadijah sudah tak muda lagi, ia perlu keluarga saat mereka nanti sudah tak ada.
Ernest khawatir di masa tua Khadijah sendirian nantinya. terlebih Khadijah dan Adhi saling mencintai, mereka tak berhak memisahkan keduanya.
Jika Khadijah nantinya memperoleh anak dari Adhi, itu suatu anugrah, namun jika tak di beri keturunan, setidaknya ada yang akan menjaga nya nanti.
"Selamat ya sayang, kini ku sudah menjadi nyonya Adhi" ucap Ernest memeluk anak angkatnya
"Selamat ma, Pa, semoga kalian samawa til Jannah"
"Terima kasih sayang" ucap Adhi dan Khadijah bersamaan
"Selamat ya pa, ma.
untung papa ingatannya masih kuat" ucap Arjuna masih belum kapok dengan hukuman Ayudia
"Maasss,,," Ayudia langsung mencubit perut Arjuna di depan papa, mama dan kakek serta neneknya
"Aduh, duh duh sakit yank, nanti kalau aku terluka kita gak bisa malam pertama loh" goda Arjuna membuat cubitan Ayudia makin kencang, wajah Ayudia sudah seperti kepiting rebus.
Mengapa ia punya suami yang kadar otaknya setengah dan tak tahu malu seperti Arjuna
"Nak, kau harus sabar-sabar menghadapi alien satu itu, kalau perlu ...." Adhi mengisyaratkan tangan di lehernya
"Pa, jangan kejam pada menantimu yang tampan ini, by the way ayo sayang buat adik untuk si kembar, jangan sampai kecolongan start sama papa" ucap Arjuna makin tak tahu malu
"Mas arjunaaaaaa, nanti malam tidur di sofa"
"Hahaha, aku mendukungmu cucu menantu, kau harus tancap gas" ucap Angelo mendukung ucapan cucu nya
"Kalian, cucu dan kakek sama-sama sakit, ayo sayang, biarkan kakekku dengan suamimu" ucap Ernest mengapit lengan cucunya
Sementra Khadijah dan Adhi terlihat masih malu dengan ucapan Arjuna yang blak-blakan, Adhi menggosok hidung nya canggung
"Sayang, itu jangan dengarkan ucapan menantu kita. aku yakin ketika pembagian otak, menantu kita datang telat" Dengus Adhi kesal
"Tidak, aku tidak apa-apa, itu...
kita juga harus berusaha memiliki anak" ucap Khadijah lirih hampir tak terdengar, lalu berjalan dengan wajah memerah menuju kamar mereka
"Sayang....." Adhi kehabisan kata-kata, apa itu artinya dia setuju saran menantunya yang sedikit stress itu????
Adhi tersenyum bahagia, sepertinya Khadijah memberinya sinyal, apa ia harus berterima kasih pada Arjuna????
"Sayang tunggu aku" ucap Adhi lalu berjalan menyusul istrinya
__ADS_1
"Pa, papa tunggu..." ucap Arjuna tersenyum penuh arti
"Mau apa lagi kamu dasar bocah epleng" gerutu Adhi
"Jagan marah-marah pa, apa papa gak mau mengucapkan sesuatu padaku???
Oh ya minum ini pa"
"Apa ini???" tanya Adhi bingung
"Sudah minum aja pa, ya kan kek" ucap Arjuna melempar pandangan ke arah Angelo
"Minumlah" ucap Angelo dengan intonasi memerintah
Adhi langsung meminum air dalam gelas yang di sodorkan anak menantunya, dibawah tekanan mertuanya, lengkap sudah, bocah tengik ini mencari backingan.
"Sekarang selamat bertempur, jangan lupa bawa air putih, karena papa nanti butuh itu" ucap Arjuna menyodorkan segelas air putih pada Adhi,
dengan isyarat mata Angelo memerintah mengambilnya
"Kalau begitu permisi pa" ucap Adhi tak ingin lama-lama di sana
"Pa, semangat belah durennya, masih segel" bisik Arjuna membuat Adhi ingin sekali menyumpal mulut kotor menantunya
"Hahaha, sekarang giliran kau, pergi sana" usir Angelo pada Arjuna.
Saat mengetahui bila cucu menantunya Arjuna, ia sempat kesal karena pria itu menyia-nyiakan cucunya, nanti begitu mendengar sendiri penjelasan Arjuna, ia mendukung Arjuna kembali dengan Ayudia, bahkan ia memesan pada Arjuna untuk memberinya enam orang cucu lagi, benar-benar keluarga aneh....
"Tapi pa, nenek membawa ayu"
"Ayo, serahkan padaku, aku mau kau membuat cucu yang banyak untukku" ucap Angelo tanpa malu
"Beres pak tua, aku akan membuat kesebelasan agar keluarga Benedito makin ramai" ucap Arjuna menambah semangat Angelo
Di kejauhan nampak istrinya sedang berbincang dengan cucunya, Angelo berjalan dengan sedikit membungkuk
"Cepat pegang aku sampai tempat mereka" ucap Angelo, Arjun hanya bisa menurut tanpa tahu maksud dan tujuan Angelo
"Sayang kenapa kamu???" tanya Ernest khawatir
"Sayang, aku tak kuat duduk di lantai tadi, sepertinya pinggangku kambuh" ucap Angelo dengan akting yang sempurna, Arjuna sampai terbengong melihatnya, kakeknya luar biasa, mengapa dia tak menjadi aktor saja???
"Nek, bawa kakek ke kamar saja, mungkin kakek perlu istirahat"
"Baiklah, nenek tinggal ya, ayo sayang" ucap Ernest menopang tubuh suaminya, sebelum pergi Angelo mengedipkan matanya pada Arjuna.
Ayudia yang melihat itu menggelengkan kepalanya
"Kalian bersekongkol membohongi nenek" ucap ayudia menggeleng
"Hei, aku tidak bersekongkol, aku saja tak tahu apa maksud kakekku, tapi ku akui akting kakek luar biasa meyakinkan, sekarang ayo kita buat anak" ucap Arjuna tersenyum lebar
"Dasar mesum" ucap Ayudia mendorong suaminya hingga jatuh dari kursinya
Brugh
" Aduhhh"
"kalian lebih baik masuk kamar dari pada main dorong-dorongan di depan umum, memalukan" ucap Baskoro yang melintas dengan Ratna, Ratna hanya tertawa kecil dan meneruskan jalannya menuju kedua ketiga putranya, William, Willy dan Samuel.
"Sayang tunggu" ucap Arjuna meringis, ayudia yang menoleh melihat suaminya benar-benar kesakitan, ia berbalik dan membantunya berdiri
"Kau sudah KDRT di hari pertama kita menikah" ucap Arjuna meringis menahan sakit
"Kau yang memulainya, ayo ku antar ke kamar" ucap Ayudia membantu suaminya berjalan
sesampainya di kamar Arjuna langsung di rebahkan di kasur dan......
Bersambung.....
Ayoooo.....
mikir apa???? hahaha penasaran kan???
seneng kan akhirnya kebahagiaan itu datang satu persatu, karena percayalah, habis gelap terbitlah matahari🤭🤭🤣🤣🤣
Ikuti terus ya kelanjutannya
terima kasih atas dukungannya baik like maupun coment, yang belum kasih dukungan hayo atuh di like.
hatur nuhun
__ADS_1
pooh*