(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Sumiatun


__ADS_3

Sejak menemukan fakta bahwa bi Atun pernah melahirkan, mereka semua berusaha menggali kehidupan bi Atun yang seolah tak ada celah.


Bi Atun hanya bekerja di kediaman Baskoro,


semua orang jadi berfikir jika bi Atun hamil oleh Baskoro, pasalnya ia tak pernah dekat dengan lelaki manapun telah bekerja di kediaman Baskoro.


Davina mendesak Willy melakukan test DNA lagi membuat Willy yang tak tahu apapun kesal, pasalnya ia pernah melakukan test DNA untuk Sarah , Tian dan Vera,dimana Tian dan Vera di indentifikasi anak Deswita, sementara Sarah bukan


"Aku tahu om kita pernah melakukan test DNA atas Tante dan om Tian, tapi aku mau tanya sesuatu yang penting.


Untuk rambut Vera dan Sarah, apa om mendapatkan sendiri dari mereka???" tanya Davina memicingkan matanya


"uhm anu, Sarah memang aku yang mendapatkan, tapi Vera aku dapatkan rambutnya dari BI Atun" ucap Willy membuat Daffi, Daffa dan Davina saling pandang, dugaan mereka sedikit mendekati kecurigaan Davina.


"Om , bisakah aku pribadi meminta om mendapatkan rambut dari Tante Sarah dan Vera langsung" tanya Davina pada Willy


"Dav, tapi...."


"Kami curiga Tante Vera bukan anak Deswita ataupun anak kakek" ucap Daffa memberi penjelasan


"Astaga kau benar, Agatha sudah memberi tahu apakah penemuannya?????......"ucap Willy menepuk dahinya


"Papa yang akan mendapatkan rambut mereka" ucap Arjuna tiba-tiba muncul di ambang pintu


"Anak-anak, papa minta maaf ya kalian jadi terbawa arus dalam permasalahan orang tua, walau kalian memiliki IQ diatas rata-rata, kalian tetap anak kecil yang masih perlu tumbuh kembang dan menikmati masa kecil kalian" ucap Arjuna merasa bersalah pada si kembar


"Pa, kami tidak merasa terbebani kok, lagi pula sudah kewajiban kami membantu orangtua" ucap Davina memeluk tangan papanya


"Jika kau dalam mode dewasa dan jalan dengan papa, papa khawatir di bilang pria hidung belang, cepat besar ya nak" ucap Arjuna yang sempat shock dan panas dingin selama dua hari setelah tahu putrinya memiliki kelebihan dan otak super jenius.


"Pa, kami tahu ini berat, dan sedekat apa papa sama bi Atun, kita hanya akan tenang setelah tahu kebenarannya.


Tapi setelah kami perlahan menemukan rahasia demi rahasia yang bi Atun sembunyikan.


Kami khawatir bi Atun tak sesederhana terlihat.


orang yang pandai menyembunyikan jati dirinya dengan sangat rapat adalah musuh yang paling berbahaya dan menyeramkan.


Karena kita tak pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya, ia bisa memanipulasi keadaan bahwa emosinya" ucap Davina memandang papanya

__ADS_1


"Kau benar nak, namun tetap saja papa masih belum bisa menerima. Papa hanya berharap penilaian papa pada bi Atun tak salah" Ucap Arjuna lirih


"Semoga pa, jika pun terbukti, itu bukan kesalahan papa bisa percaya dengan Bu Atun" ucap Davina menepuk bahu papanya


"Yang menjadi teka-teki adalah, kemana anak bi Atun??? Jika benar meninggal seperti yang tertera di berkas rumah sakit, lalu Sarah dan Vera anak dari siapa????karena seperti yang kita tahu Deswita sebenarnya hanya memiliki satu anak " Willy terlihat frustasi


"Itu juga yang mengganjal hatiku" ucap Arjuna


"Pa, apa sebelumnya kakek pernah kecanduan sesuatu, maksudnya misalkan alkohol atau apa?" tanya Daffa tiba-tiba


"Apa maksudmu nak????" tanya Arjuna bingung dengan perkataan Daffa


"Benar pa, apa dulu kakek seorang pecandu alkohol berat?" ucap Davina mengulang pertanyaan Daffa,


ia langsung menangkap maksud pertanyaan saudara kembarnya


"Apa kalian curiga jika anak bi Atun adalah anak kakek kalian????" tanya Arjuna makin frustasi, jika itu benar....


maka pantaslah bi atun memilki alibi untuk menyingkirkan Ratih, mamanya


"Waktu itu....


Benar kakek kalian sampai di rehabilitas karena kecanduan alkohol. Kakek juga depresi karena menghilangnya nenek kalian.


si kembar saling menatap, mereka terkejut.


awalnya mereka berharap jika bukan Baskoro, namun ada kemungkinan Baskoro lah penanam benih di rahim Atun.


Semuanya terdiam sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


Banyak praduga praduga yang berseliweran di otak mereka. Willy akhirnya menyetujui permintaan ketiga keponakannya, ia juga di liputi rasa penasaran dan kekhawatiran yang mendalam.


Setelah perbincangan tegang, akhirnya semua orang kembali ke kamarnya, sementara Willy memilih pulang ke kediaman Baskoro, ia ingin mencari tahu dengan caranya sendiri.


Sesampainya di rumah Willy melihat keadaan rumah sangat sepi, ia mencari papanya di kamarnya, namun Baskoro tak ada di sana


Willy melangkah ke arah dapur dan menuangkan segelas air putih dalam gelas lalu meneguknya perlahan, pikirannya ruwet.


Saat sedang berfikir, sayup-sayup mendengar suara seseorang sedang berbincang di serambi belakang rumah yang memang terhubung dengan dapur.

__ADS_1


Willy dengan hati-hati mendekati tempat tersebut lalu menempelkan kupingnya pada pintu dapur


"Aku tak melakukannya mas, kau harus percaya padaku" ucap seorang wanita yang Willy yakin suara bi Atun, dengan siapa bi Atun berbincang sembunyi-sembunyi??? tanya Willy dalam hati


"Mas percayalah padaku.


Aku mencintaimu tulus. Aku rela bersembunyi dari dunia hanya agar bisa selalu bersamamu.


aku menerima semuanya dengan lapang dada.


Aku hanya ingin berada di sisimu" ucap bi Atun sesenggukan, Willy mengintip dari jendela dapur, ia hanya melihat siluet pria bertubuh tinggi besar, alisnya berkerut.


Dari belakang tubuh pria itu terasa familiar, itu adalah Baskoro papa angkatnya!!!


Tubuh Willy bergetar, ia sangat shock


"Sumi, maafkan aku sudah bersikap tak adil padamu, aku sungguh mencintai Ratih, aku harap kau tidak terlibat dalam hilangnya Ratih.


jangan buat aku membencimu seperti rasa benciku pada Deswita" ucap Baskoro menghela nafas


"Mas masih menyangsikan diriku???


Apa tak cukup pengorbananku selama ini mas???" pekik bi Atun


"Maafkan aku Sumi, maafkan.


Jangan menangis, jangan menangis" ucap Baskoro Menenangkan sumiatun.


Baskoro memeluk bi Atun, lalu Baskoro membopong bi Atun ke kamar tamu.


tak lama terdengar pintu di kunci. Willy keluar dari persembunyiannya.


Kamar tamu itu memang sekarang di pakai oleh BI Atun untuk tidur, baskoro menjelaskan bahwa ia memberikan kamar itu pada bi Atun karena jasa-jasa Bu Atun pada keluarga ini, namun kini Willy mengerti.


Papanya memberikan kamar yang lebih layak pada bi Atun karena bi Atun adalah kekasih gelapnya, wanita yang menghangatkan ranjangnya.


Bagaimana mungkin papanya bersikap buruk seperti ini???? itu jelas bukan suatu keterpaksaan, ia terlihat menyayangi bi Atun!!!!


Willy mengepalkan kedua tangannya, ia sangat geram dan kecewa pada Baskoro.

__ADS_1


Wajahnya pucat pasi, sepucat kertas karena shock.


Kecewa, marah, benci semuanya menjadi satu.


__ADS_2