(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Penyergapan III


__ADS_3

Daffa kembali menghubungi Davina dan memberi tahu letak pintu lain di ruangan tersebut yang menuju ke bawah, Lantai berikutnya.


Hebat. otak licik Jimmy bisa memikirkan ini semua dengan cermat.


Davina, Daffa dan Agatha serta beberapa anak buahnya langsung menuju pintu yang di maksud.


Itu sebuah lorong anak tangga yang menurun.


Di kedua sisinya terpasang lampu , mirip dengan kastil dalam film.


Saat mereka sampai di bawah, mereka di buat terkejut melihat pemandangan di depannya.


Sebuah ruangan luas dan ada pelabuhan mini di sana.


ini mirip jalur perdagangan rahasia yang brilian.


Di bawah sana orang sedang sibuk dengan aktivitas mereka sendiri, dan yang paling membuat Davina takjub adalah Jimmy sampai membuat jalur khusus perairan.


ada beberapa kapal speed yang terparkir.


Di sisi Utara villa yang terdapat bagasi luar berisi mobil truk dan terpisah dari tempat mobil besar itu ada mobil-mobil mewah.


Team nya sudah memantau lokasi vila ini memang berada di tempat yang tinggi yang lokasinya dekat dengan pantai.


Sehingga semuanya seakan memang sudah dipikir masak-masak oleh Jimmy Chou.


Jika saja pria tua itu bukan orang jahat, Davina akan memberikan apresiasi padanya.


Sayang sungguh di sayangkan.Otak pintarnya di gunakan untuk melakukan kejahatan satu dan lainnya.


"Kita sudah di titik ini, tapi kita tak bisa menyergap begitu saja karena ini lebih terbuka tempatnya.


Minta team kita dan pihak kepolisian mengepung bagian luar dan jalur pantai agar tak ada seorangpun yang lolos."


"Baik" ucap Agatha lngsung menghubungi team diluar.


Setengah jam kemudian semua sudah siap di posisi.


Jikalau penggerebekan itu terbongkar, mereka tak akan bisa kabur karena semua pintu keluar sudah di kepung.


Ternyata ruangan lantai dua basemen ini lebih luas dari lantai basemen satu.


Bahkan mirip seperti pabrik.


karena beberapa pekerja terlihat sedang mem packing sesuatu, tapi apakah itu??? semua orang penasaran.


Dengan sigap dan hati-hati mereka menyergap satu persatu penjaga, lalu pekerja yang berjalan ke arah mereka.


Kini tinggal enam orang yang terlihat masih sibuk mengemas sesuatu.


Saat Davina memeriksa box kayu yang diangkut oleh mobil tadi ia terkejut. itu opium !!!!


Opium fresh. bagaiman mereka bisa mendapatkan ini dengan mudah????


Dan perbuatanya sepertinya di lantai ini juga


Jadi selama ini bisnis Jimmy tak bisa di putus karena ada backingan barang haram. Sehingga walaupun bisnisnya sudah di lumpuhkan oleh Davina dan Angelo, kakek buyutnya.


Jimmy masih bisa survival dengan mengandalkan pemasukan dari barang haram itu.


"Siapa kau?????" ucap pria bertubuh besar yang terkejut melihat Davina sedang memeriksa peti kayu barang kiriman.


"Ah aku pekerja baru" ucap Davina berbohong

__ADS_1


"Gadis kecil, kami tidak pernah mempekerjakan seorang wanita" ucap pria di sebelahnya dan langsung bergerak untuk menangkap Davina.


Mereka salah mengira jika Davina bisa di tangkap semudah itu.


Ke empat pria di sekitarnya mengepung Davina


"Tangkap gadis itu dan kita mulai bersenang-senang.


Bos sedang di ruang eksekusi, ia tak akan cepat keluar karena pria di dalam sana ku dengar sudah menghina bos dengan parah"


"Ckckck sayang sekali pria itu sangat tampan" ucap temannya sambil memegangi janggutnya yang lebat


"Hei brewok bau.


muka doang sangar, loe sukanya matahari, liat cewe ini gue akan kasih loe duluan.


Kami pengen tahu apa loe jantan???


"Sialan, cepat ringkus. biar gue bisa buktikan!!!!" bentak pria brewok itu tak terima di ejek kawan-kawannya


Mereka bergantian menyergap Davina namun justru mendapat tendangan dan pukulan telak Davina, ini seperti mereka mendapat piala bergilir dalam pukulan dan Bogeman.


"Sial, kucing liar ini Jangan pakai kelembutan.


Hajaaarrr" teriak salah seorang dari mereka.


Daffa ingin membantu, namun Agatha menarik tangan Daffa dan menggeleng


"Anak kecil, biarkan adikmu bermain-main.


Di akan membereskan semuanya.


Kau akan melewatkan pertunjukan bagus" ucap Agatha terkekeh


Davina tetap Davina adiknya yang harus ia lindungi.


Daffa langsung meloncat dan membantu Davina, keduanya terlibat dalam pertarungan sengit.


Dua lawan enam orang


"Bos Agatha apa kita perlu membantu juga??" tanya anak buah mereka takut di salahkan oleh bos besar mereka


"Tidak.


Diam dan ambil kursi itu.


Ah lihat di sana ada kopi, buatkan untukku" ucap Agatha seolah melihat pertunjukan live gratis.


Anak buah Agatha hanya menggeleng dan menghela nafas.


Ia tak pernah mengerti jalan pikiran wakil bos mereka.


"Gadis nakal, apa kau akan membuat keponakanku terluka tanpa membantu???


"Ah babe, sebentar lagi mereka selesai, duduklah dekatku" ucap Agatha yang terkejut mendapati kekasihnya menyusul mereka kesini.


Namun seperti perkataan Agatha hanya butuh lima belas menit keduanya berhasil menaklukan enam pria tersebut.


"Dasar anak buah gak berguna, bukan membantu malah menonton" ucap Davina kesal


"Maaf bos, kami pantas mati" ucap mereka serentak


"Tidak-tidak, lupakan, cepat kita keruang eksekusi sebelum terlambat"

__ADS_1


Ruang eksekusi berada di sudut paling belakang lantai ini. Ruangan tersebut kedap suara, pantas saja keributan di luar mereka tak dengar.


Davina mendobrak dan langsung melompat menerjang dua penjaga roboh dalam sekejap dan dua lagi berlari menyerang, namun dengan sigap Agatha dan willy menghalangi.


Jimmy nampak terkejut dan hendak berlari.


Namun Davina berhasil menendang punggung pria paruh baya tersebut hingga tersungkur dan mencium lantai.


Sementara Daffa menarik tali yang menggantung Axel.


Setelah melumpuhkan mereka, Daffa, Willy dan Agatha menolong Axel turun dan membaringkannya


"Mau kemana bandot tua??? sudah ku katakan jangan mengganggu keluargaku" ucap Davina penuh emosi.


terlebih melihat wajah Axel kini sudah tak dapat di kenali karena Jimmy dengan kejam menyayatnya


Air laut memperburuk keadaan Axel


"Sial harusnya aku tak main-main" ucap Davina memaki dirinya sendiri.


Ia langsung menghajar Jimmy sampai pria itu tak bisa bangkit lagi.


Tulang belikat dan tulang kering di kaki Jimmy patah karena kebrutalan Davina.


Daffa terlihat sangat sedih hingga matanya berkaca-kaca ingin menangis, Daffa Menggenggam dan memanggil Axel yang hanya diam


"Dia pingsan dan denyut nadinya lemah" ucap Agatha melaporkan kondisi Axel


Davina mengeluarkan sebuah pil dan memasukkan ke dalam mulut Axel.


Dia juga menyuntikkan sesuatu pad Axel.


"Apa yang kau lakukan??" tanya Daffa khawatir


"Tenang saja aku melakukan tindakan pertolongan pertama.


Om tolong angkat Axel" ucap Davina pada Willy.


mereka segera membawa Axel menuju kapal speed.


Tujuan adalah rumah sakit terdekat.


"Sial bawa ke atas. Pesawat ku ada diatas" ucap Davina yang panik sampai lupa ia sudah menyiapkan pesawat diatas.


Axel di bawa ke rumah sakit dan sisanya urusan vila ini di serahkan pada Agatha dan Daffi.


Sesampainya di rumah sakit terdekat, Axel langsung di tangani. Yang paling membuat Davina kesal adalah ternyata dalam kandungan darah Axel terdapat zat narkotika dalam jumlah lumayan besar.


Axel di suntikan morfin oleh Jimmy Chou.


Sungguh pria yang keji.


"Aku mau pria itu mendekam selamanya di penjara.


Pastikan tak seorang pengacara pun yang mau membantunya atau mereka berurusan denganku!!!!" ucap Davina penuh kemarahan


Angelo yang mendengar asisten cicitnya menjadi korban kekejaman Jimmy demi mengungkap kejahatan Jimmy Chou, langsung datang ke rumah sakit.


Bahkan ia sampai akan mendatangkan dokter kulit terbaik yang bisa mengoperasi wajah Axel seperti sedia kala saat kondisinya sudah stabil nanti.


"Kek...."


"Kerja bagus nak, kerja bagus.

__ADS_1


Percayalah Axel kuat." ucap Angelo menenangkan Davina yang menangis karena tak tega melihat kondisi Axel.


__ADS_2