(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Pertemuan II


__ADS_3

"Papa Adrian" ucap Davina tanpa sadar Adrian yang merasa di panggil menengok dan alisnya berkerut.


pasalnya yang memanggilnya adalah seorang wanita cantik, ia berusaha mengingat siapa wanita di depannya tersebut


"Maaf??? Anda memanggil saya?? apa kita saling kenal???" tanya Adrian bingung


"Davina?? kok kmu disini?" tanya Sania spontan


"Ah itu, aku mengantar mamaku periksa kandungan" ucap Davina tak lepas memandang Adrian


Adrian mengikuti arah Davina tadi memberitahu mamanya, dalam pikirannya sedikit penasaran, bagaimana mamanya bisa hamil lagi saat putri mereka sudah dewasa seperti ini


Namun bola matanya melotot tak percaya.


wanita cantik di sana adalah wanita yang ia cintai.


Adrian memandang lagi ke arah Davina, wajah mereka mirip dan tadi Sania memanggil wanita ini Davina???


apa ia sedang berkhayal karena merindukan Davina Nandan juga dua kakaknya?


Adrian merasa pandangannya kabur. ia bingung.


Tanpa sadar langkahnya mendekati Ayudia Yang sedang asik memainkan ponselnya


"A...ayu..." ucap Adrian serak.


Sudah hampir dua tahun ia tak melihat Ayudia, bahkan saat Ayudia menikah, ia tak bisa hadir karena sedang berkabung.Betapa ia sangat merindukan wanita itu.


"Mas Adrian??? ya Allah kapan kembali?" tanya Ayudia yang tahu jika Adrian memilih menetap di luar negeri pasca papanya meninggal


"Baru kemarin, bagaimana kandunganku?" tanya Adrian penuh perhatian


"Alhamdulillah baik, mereka kamar dua" ucap Ayudia tak menutupi kebahagiaannya


"Alhamdulillah, aku ikut senang"


"Anak-anak merindukan mu, terutama Davina.


Aku berutang budi banyak sekali denganmu.


Jika bukan karena pertolonganmu, mungkin aku tidak akan pernah ada di sini"


"Ayu, aku melakukan itu semua ikhlas


Kita sudah sepakat bukan tak akan membahasnya" ucap Adrian lembut


"Tetap saja aku sudah mengecewakanmu, maafkan aku mas" Adrian duduk di samping Ayudia dan menggenggam tangan ayudia


"Bagiku, kebahagian kamu dan anak-anak lebih utama.


Ngomong-ngomong dimana suamimu?? aku belum sempat kenal"


"Aku dengan Davina, suamiku sedang flu berat"


mata Adrian berbinar mencari keberadaan putri kecilnya, namun ia tak melihat keberadaan Davina


"Apa kau tak takut gadis kecil itu hilang???" ucpa Adrian sudah bangkit dan mencari Davina mondar-mandir


"Ah itu, mas Adrian, Davina ada di depanmu" ucap Adrian yang berhenti tepat di depan Davina


"Mana??? aku tak melihatnya"

__ADS_1


"Itu di samping kananmu, itu putri kita" ucap Ayudia lirih.


sementara mata Davina berkaca-kaca


"Davina???" ucap Adrian gagap, Davina mengangguk pelan


"Papa Adrian , Davina kangen papa" Adrian shock.


Apa Ayudia sedang mengerjainya??? rupa mereka mirip.


Adrian melirik tahi lalat di pipi kanan Davina, itu benar gadis itu...


Adrian merasa kepalanya berkunang dan ia tak sadarkan diri.


beruntung ia menghantam sofa yang sedikit empuk, jika lantai sudah di pastikan ia akan benjol besar


"Adrian... Sania kakakmu kenapa??" tanya Ratih di kejauhan yang sejak tadi melihat interaksi mereka


"Lara, tolong jaga mamaku, aku akan menghampiri mereka.


Adrian di bawa ke ruang perawatan, Ayudia terlihat sangat khawatir dan memegang tangan Adrian erat.


Jika Arjuna melihat ini, sudah di pastikan ia akan kebakaran jenggot.


Adrian mengerang memegangi kepalanya yang benjol, lalu ia melihat Ayudia dan gadis yang mengaku Davina.


"Anak nakal, kau membuat papa mu terkejut" ucap Ayudia mengomeli Davina yang menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum polos.


Ayudia memang memperbolehkan putra dan putrinya memanggil Adrian papa, sebagai bentuk rasa terima kasih yang tak terhingga pada Adrian


"Om, jangan pingsan lagi ya??? ini rahasia kita" ucap Davina lalu meminum obatnya. tak lama ia menjadi gadis kecil yang memakai pakaian kebesaran


"Ah Cemen bener papa Adrian ma" Dengus Davina menyerat pakaiannya mendekat, ia lalu duduk di samping Adrian


Ayudia mengoleskan minyak gosok ke hidung Adrian, sepuluh menit kemudian Adrian siuman kembali


"Jangan pingsan, papa kesini dengan nenekku, dia khawatir di luar sana" ucap Davina kesal


"Nenek??"


"Nenek Ratih adalah istri sah Kakek Baksoro,


beliau lupa ingatan dan di manfaatkan oleh Aditya atau Jimmy. Nenek Ratih itu mama dari papaku.


kalau papa mau detailnya.


Papa datang ke rumah saja, kami bisa menjelaskan" ucap Davina dengan suara cemprengnya


Adrian menatap bingung, ia harus percaya pada putri kesayangan dan wanita yang ia cintai atau...


Ia harus percaya pada papa angkat yang sudah menyelamatkan almarhum papa kandungnya


"Papa pasti terkejut.


Aku harap papa tak menanyakan hal itu pada ria tua itu.


Demi keselamatan kami" ucap Davina kembali membuat Adrian terkejut


"Apa... apa benar itu Ayu???


"Iya mas, rumit kisahnya.

__ADS_1


Tapi aku punya banyak waktu untuk menceritakan padamu.


Apa Aditya itu papa angkatnya atau papa kandungmu mas??"


"Dia papa angkat ku, tapi..."


"Aku tahu ini sulit.


Aku tak memintamu untuk percaya. tapi aku memintamu merahasiakan apa yang terjadi disini.


Davina, Daffa dan Daffi terlahir spesial.


mereka jenius sejak kecil, hany saja kita tak peka.


Davina mengkonsumi obat yang ia buat sendiri dan bisa merubah penampilannya beberapa tahu lebih tua dari usianya. Rahasiakan ini ok???


Kami memberitahumu karena kamu keluarga kami" cap Ayudia menepuk punggung tangan Adrian


"Kak, mama menanyakan mu" ucap Sania yang terkejut melihat ada anak kecil di ruangan tersebut.


Namun pakaian itu...


Mengapa ia seperti pernah melihatnya???


"Baik, kakak hanya kelelahan, katakan sebentar lagi kakak keluar" ucap Adrian bangkit.


Setelah pintu di tutup Davina meloncat ke arah Adrian, namun pakaian panjangnya menghalangi sehingga ia terjelembab


"Bocah nakal mau apa kamu??" bentak Ayudia kesal


"Papa peluk Davina, Davina kangen" ucap Davina sedih.


Diantara ketiga anaknya, Davina memang yang dekat sekali dengan Adrian.


Walau ia terkadang dewasa, pada dasarnya ia masih anak berusia menuju delapan tahun


Anak papa yang gembil, sini papa kangen" ucap Adrian mencium pipi Adrian dan memeluknya.


Davina tak pernah seperti ini pada Arjuna, mungkin karena Adrian lah yang merawat ketiga buah hatinya dan memiliki chemistry nya sendiri.


Setelah puas manja dengan papa Adrian nya, Davina masuk ke dalam toilet dan meminum obatnya kembali, ia tak mungkin pulang dalam keadaan kecil.


"Apa kalian saling kenal??" tanya Sania yang melihat ketiga orang itu keluar dari ruang perawatan


"Dokter Adrian adalah papa angkat ku.


Dia yang menolong mamaku dan membesarkan kami bertiga.


"Kami???" Tanya Sania makin bingung


"Iya kami, aku dan kedua kakakku


By the way kamu kembar tiga" ucap Davina bangga


"Apa??? kembar..


Ti...tiga??" Sania menelan Saliva nya dengan sulit.


wanita di depannya penuh dengan kejutan.


Ia masih memiliki banyak pertanyaan, namun satu kenyataan baru sudah membuatnya terkejut.

__ADS_1


__ADS_2