(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Kekasih dan Mantan kekasih


__ADS_3

Astaghfirullah BI, apa.... ini, ini mama Lia????


Bagaimana mungkin dia....." Ayudia meremas foto tersebut, air matanya berlinang


"Seperti itulah kenyataannya sayang, bibi juga awalnya tak percaya, namun orang bibi mengatakan kenyataanya beserta bukti.


Lihatlah semuanya, kamu akan menemukan kejutan lainnya.


bibi akan membantumu membalaskan dendam mu.


jangan takut bibi dan kedua kakek dan nenekku ada di belakangmu, sekalipun suami dan mertuamu tak berani menghadapinya, kami selalu mendukungmu" ucap bi Ijah penuh keyakinan


"Terima kasih bi, terima kasih" ucap Ayudia lirih, ada perasaan hangat di hatinya saat kini ada keluarga yang mendukungnya, perasaan yang tak pernah ia rasakan.


"Anak bibi masih saja cengeng, padahal sudah punya buntut tiga" goda bi Ijah membuat Ayudia tertawa sambil menangis


"Bibi..." ucap Ayudia malu,


sudah lama sekali ia tak menangis, bahkan saat melahirkan pun ia tak menangis sedikitpun.


ia tegar karena merasa sendiri dan hanya mengandalkan diri sendiri, namun kini ia tak sendirian lagi, ada keluarganya.


"Kau berhutang membawa cucu ku bertemu denganku nak, aku mau lihat dan memeluk mereka" ucap bi Ijah


"Besok, besok sepulang sekolah, ayu akan bawa menemui bibi"Ucap Ayudia yang di angguki Khadijah.


Ayudia kemudian membuka lembar selanjutnya, alisnya berkerut, wanita itu......


"Mama Deswita??? bagaimana????


Mereka?" Ayudia tak bisa berkata apa-apa, tenggorokannya tercekat.


shock dan tak percaya


"Mereka adalah wanita pria itu, bajingan yang membunuh banyak orang demi ambisinya dan menutupi boroknya.


Mulai saat ini bibi akan menempatkan orang kita di sekitar kalian. Pria ini bukan orang sembarangan.


Dia lebih buas dari binatang buas sekalipun, tak punya hati dan keji" terang bi Ijah yang menelusuri pria tersebut.


"Aku tak mengenal pria itu Bi, dan dia gak ada sangkutannya dengan ku.


Aku akan membuka kedok perselingkuhan mama Lia dengan pria itu, tapi ...."


"Sayang secara langsung dia bersangkutan denganmu, tragedi kau menghilangkan ada kaitannya dengan pria itu.


Deswita adalah mantan kekasihnya, dan Lia adalah kekasih pria itu" menggeleng rumit


"Aaaapaaaa??? apa maksud bibi?"


"Lia dan pria itu menjalin hubungan sebelum mengenal papamu dan dari hasil hubungan itu lahirlah Aurellia.


Sedang Deswita adalah mantan kekasih pria itu, kematian mama Arjuna ada kaitannya dengan pria itu, tapi hubungan mereka putus karena ternyata racun yang di peruntukan buat Baskoro, Deswita berikan pada Ratih.


Pria itu hampir saja membunuhnya, namun suatu alasan yang belum bibi ketahui, pria itu tidak jadi membunuhnya"


"Apa karena cinta Bi???"

__ADS_1


"Sepertinya bukan, alasan lain yang lebih dari itu.


wanita yang diracuni oleh Deswita adalah wanita yang di cintai oleh pria itu" ucap bi Ijah lirih


"Astaga aku baru ingat, aku tahu nama pria itu, Jimmy Chou, pria yang sama yang mencelakai Bu Ratna"


"Siap bu Ratna ???"


"Kembaran Bu Ratih bi, suaminya bahkan meregang nyawa di tangannya" ucap Ayudia lirih


Tok tok tok


Pembicaraan mereka terhenti karena mendengar suara ketukan pintu.


"Masuk" ucap bi Ijah penuh wibawa


"Nona Al- Rasyid, tuan besar dan nyonya sudah sampai," ucap Dave sopan


"Baik kami akan keluar, terima kasih Dave" Dave mengangguk dan meninggalkan ruangan


"Ayo sayang, kakek dan nenekku sudah sampai.


Kita sambut mereka" ajak Khadijah namun Ayudia masih terlihat bingung


"Tenang saja, mereka orang-orang hebat seperti mamamu.


Mereka merindukanmu, ayo jangan buat mereka menunggu" ucap Khadijah menggandeng tangan putri sahabatnya itu.


Sesampainya di pintu depan nampak sebuah mobil berhenti di depan dan keluarlah seorang pria bule yang masih terlihat tampan di usia senjanya, ia berjalan ke sisi sebelah nya membukakan pintu untuk seseorang.


Wanita yang Jovanka perkirakan berusia enam puluh tahun, keduanya berjalan mendekati mereka.


Walau Ernest bisa bahasa Indonesia, namun ia tidak begitu bisa, dan pembendaharaan katanya sedikit.


"Ayuu, cucuku" ucap Ernest dengan logat lucu


Ayudia langsung mendekati wanita baya tersebut dan memeluknya, ia melihat mata mamanya dalam mata wanita itu


Angelo ikut memeluk keduanya mereka melepas rindu dengan air mata kebahagiaan.


"Mama, papa, kita lanjutkan di dalam, kalian pasti lelah" ucap Khadijah sambil menyeka air matanya


"Lelahku hilang begitu melihat cucuku" ucap Angelo mengelus rambut Ayudia


"Tapi mengapa cucuku berambut hitam, setahuku kau mengirimiku dia berambut blonde seperti mendiang anakku?" tanya Angelo yang melihat jika Ayudia


Ayudia tertawa melihat mimik muka heran Angelo, namun Ernest tak perduli


"Dia cucuku, walau berubah dia cucuku, tidak kah kau merasa ikatan ini??" sungut Ernest membelai rambut Ayudia


Ayudia menepuk keningnya pelan, ia lupa jika masih alam mode penyamaran, hanya rambutnya saja yang ia biarkan tergerai.


"Kakek, nenek, tunggu sebentar" ucap Ayudia lalu berbisik pada bi Ijah. bi Ijah tersenyum lalu menunjuk suatu arah,


"Pantes saja kepala pelayan Dave memandangku sedikit aneh, mungkin ia menyangsikan jika aku adalah cucu dari Angelo,


"Kulit hitam, kacamata tebal, rambut hitam, walau papa tidak lah putih tapi aku hitam, seperi anak tiri saja" ucap Ayudia terkekeh sendiri

__ADS_1


Setelah menghapus make up nya dan membuka kacamata serta softlens nya ayu berjalan keruang tamu,


Angelo maupun Ernest menatap Ayudia dan menangis


"Lihat, walau cucuku tertutup debu sekalipun, aku masih bisa mengenalinya" ucap Ernest dengan bahasa spanyol memarahi suaminya yang menyangsikan cucu mereka


"Dia, dia seperti Eldrea, lihat sayang" Angelo menangis sesenggukan


"Ayudia memeluk kakeknya, di ikuti Ernest yang memeluk keduanya


"Sudah, sudah acara menangisinya


sekarang sudah waktunya makan malam, bagaimana jika kita lanjutkan sambil mengisi perut????" usul Khadijah yang di angguki ketiganya


Angelo maupun Ernest belum tahu jika Ayudia sudah memiliki anak yang artinya keluarga Benedito memiliki penerus baru, penerus kerajaan Benedito corp.


Setelah makan malam, mereka duduk bersantai di ruang keluarga, Ayudia bergelendot manja di samping neneknya, wanita baya itu sangat bahagia bisa melihat lagi wajah anaknya dalam wajah cucunya,


"Kek, nek, aku mau menunjukkan sesuatu" ucap Ayudia tersenyum lebar


Ia membuka galery dan memberikannya pada kakek dan neneknya


"Apa ini?? siapa mereka?"


"Bukankah jika mereka sangat imut dan menggemaskan, lihat betapa cantik anak wanita ini.


mengapa dia mirip...."


"Mirip anak kita, apa dia????" pekik Angelo melihat kemiripan Ayudia dengan gadis kecil dalam foto tersebut


Ayudia mengangguk dan tersenyum


"Nak apa dia...


cicit ku???" tanya Angelo tak yakin


"Iya kek, mereka anak ayu, cicit kakek" ucap Ayudia membuat Angelo dan Ernest terkejut.


Angelo terus menggoyang tubuh istrinya yang shock, air air mata menetes dari sudut mata yang sudah banyak di penuhi keriput.


gelap, tiba-tiba pandangan Ernest gelap.


Ernest kehilangan kesadarannya dalam pelukan suaminya


"Honey, bangun, ya tuhan ini membuatnya shock" ucap Angelo panik tak terkecuali Ayudia yang langsung menangis. Ia tak menduga berita bahagia bisa membuat neneknya shock dan tak sadarkan diri


Khadijah langsung membantu Ernest berbaring di kamarnya, ia sudah meminta Dave menghubungi dokter keluarga mereka yang berada di negara ini.


Tak lama seorang pria setengah baya datang, ia terpaku sejenak menatap Ayudia, lalu kembali teringat akan maksud kedatanganya,


setelah memeriksa Ernest ia menarik nafas lega


"Nyonya Ernest hanya kelelahan dan terkejut, namun jantungnya tak bermasalah.


mungkin sebentar lagi beliau akan siuman" ucap pria tersebut dengan bahasa spanyol.


"Terima kasih dokter Vidal" ucap Angelo lega

__ADS_1


Mata dokter Vidal tak lepas memandang Ayudia, membuat Ayudia risih


"Dia.....???"


__ADS_2