(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Di Culik III


__ADS_3

Agatha tak perduli, ia melihat sesuatu yang lebih penting.


"Miraaaa, Mira, cepat copy CCTV rental dan CCTV yang berada di lingkungan ini radius 1km, sekarang!!!!!.


Aku ingin semua sudah berada di tanganku dalam jangka waktu satu jam" ucap Agatha bersemangat


"Baik" ucap Mira langsung mendelegasikan tugas Agatha pada bawahan mereka yang memang rata-rata wanita cantik.


Satu jam setengah kemudian....


"Bos ini semua rekaman CCTV radius satu kilometer dari sini, sepertinya mereka menuju ke arah luar kota" lapor Mira


"Sial, sudah empat jam lewat, kita masih buntu, cepat jalan. aku akan melihat sambil menonton CCTV ini.


bawa mobilku" ucap Agatha langsung pindah ke kursi penumpang dan langsung membuka laptop dan memasukkan flashdisk berisi rekaman CCTV


"Brian segera lacak nomor mobil yang aku kirim padamu dan...


periksa para penculik yang terlihat dalam CCTV itu segera" ucap Agatha langsung mengakhiri panggilan teleponnya.


setelah dua puluh menit sebuah email masuk.


Brian mengirimkan email berupa semua data lengkap empat pencuri yang sudah mencuri Davina.


"Brian memang patut di acungi jempol sebagai orang yang jago meretas dan semua hal yang menyangkut perangkat pintar, itulah mengapa walah ia hanya menjabat sebagai direktur bagian pengembangan, ia memiliki hak istimewa yang di berikan Davina secara khusus.


Tiba-tiba ponsel Agatha bergetar dan ada panggilan masuk dari Brian.


"Bos, ada sinyal dari bos Davina, dia berada lima kilometer dari tempat bos berada, di lihat dari lamanya respon dia memberitahu kita sepertinya kondisinya tidak baik-baik saja" ucap Brian pada Agatha.


Terlihat nada khawatir pada suara Brian.


Agatha mengerti bahwa Brian menyukai Davina, namun jika Brian tahu jika Davina masih kecil,.....


Apakah Brian akan gantung diri????


Yang jelas Agatha tak mau memikirkan hal itu saat ini.

__ADS_1


Dan bodohnya lagi ia melupakan tabletnya, dimana ia tanpa perlu informasi dari Brian bisa tahu lokasi Davina.


"Thank Brian, kami sedang menuju lokasi.


Terus kabari kami jika ada perkembangan."


"Siap" ucap Brian langsung menutup panggilan teleponnya.


"Mira tancap gas. Brian sudah mengirim titik dimana Davina berada" ucap Agatha kini laptop di tangannya terhubung dengan Brian


"Siap bos" ucap Mira langsung tancap gas.


mobil sport Agatha membela jalanan diikuti beberapa mobil di belakang mereka.


Sementara di sebuah ruangan pengap berukuran dua kali tiga centimeter sebuah tubuh mungil terlihat menggeliat, tubuh gadis kecil yang di ikat dan mulutnya di lakban.


Flash Back on


"Mau apa kalian???" tanya Davina yang melihat kamar pas nya di masuki seorang wanita seumur neneknya, belum sempat ia berkata apa-apa, seorang pria ikut masuk dan langsung membekap Davina dengan obat bius.


Davina lengah, ia tak menyangka jika ia akan di bekap dengan obat bius, Davina ingin berteriak, namun rasa kantuk dan dua orang dewasa yang memiliki keahlian bela diri bukan tandingannya dengan tubuh kecilnya saat ini.


Setengah jam kemudian ia terbangun,


Davina melihat bahwa ia baru beberapa menit pingsan dan masih ada di area sekitar mall, sore ini jalanan padat karena weekend sehingga mereka masih tak jauh.


Davina mengedarkan pandangannya.


para penculik itu ternyata berjumlah empat orang, kemungkinan dua satu orang standby di mobil, satu orang melihat situasi dan dua orang beraksi. semuanya seperti bukan kebetulan. Davina merasa ini berkaitan dengan kasus yang sedang mereka tuntut di pengadilan.


Davina yang memang ahli obat-obatan, memiliki kepekaan tinggi terhadap obat, sehingga obat bius itu hanya berpengaruh sebentar saja, namun dengan tubuh mungilnya mustahil ia bisa melawan keempat orang tersebut, satu-satunya cara adalah ia harus memancing keributan sehingga orang di sekitarnya tahu jika ia di culik.


Davina mengintip dari celah bulu matanya yang lentik, ia memperhatikan ketiga pria di sekitarnya dan wanita yang menculiknya yang duduk di depan, sementara ia di bangku penumpang dengan dua rekannya.


Davina mencari celah untuk melarikan diri. Saat lampu merah, ia menyusul hidup pria di samping kanannya dan berusaha kabur, sayangnya , pria yang duduk di sebelah kiri Davina langsung sigap menangkap kaki Davina dan menariknya masuk kembali kedalam mobil.


Ia langsung memukul tengkuk Davina membuat Davina pingsan kembali.

__ADS_1


beruntung saat ia mengeluarkan kepalanya, seorang penjual melihatnya dan terkejut, namun mobil langsung tancap gas begitu lampu hijau saat pedagang asongan itu hendak mendekat.


setidaknya Davina sudah memberi seorang saksi yang akan memudahkan anak buahnya mencari Davina.


Davina kembali sadar dan di bius kembali, hingga tiga kali di bius oleh kawan itu karena Davina membuat mereka heran, bagaimana seorang anak kecil bisa bangun beberapa kali saat sudah dalam pengaruh obat bius.


Dan disinilah ia kini, dia sebuah ruangan dengan pencahayaan remang dan dalam kondisi tangan dan kaki terikat.


Mulut pun dalam kondisi di lakban, Davina merasa dehidrasi parah karena pengaruh obat bius yang banyak.


"Kalian cari mati, sialan, berapa banyak obat yng mereka beri padaku???? aku seperti orang yang habis menjalani operasi besar, pusing dan mual" maki Davina memejamkan matanya mencoba menghalau nyeri di kepalanya.


Tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka dan masuklah wanita yang menculiknya, wanita yang sama saat menyekapnya di dalam kamar pas


Davina harus bersikap seolah ia anak kecil biasa, ia tak mau wanita itu mencurigai sesuatu.


terlebih ia sudah menyalahkan GPS yang ada di cincinnya.


sangat di sayangkan ia tak membawa apapun di tubuhnya, hanya cincin GPS yang selalu ia kenakan. dan kalung......


Davina hampir meloncat kegirangan, ia lupa jika kalung yang ia miliki, Davina menyimpan obatnya, ia bisa berubah bentuk dewasanya, hanya saja bagiamana dengan pakaiannya???


"Gadis kecil, kau sungguh keras kepala, bagaimana kau mempunyai tenaga begitu besar untuk menghajar rekanku????


kami hanya menyekap mu tak akan menyiksamu, jadi kau tak perlu khawatir."ucap wanita itu dingin


Davina langsung berakting ketakutan dan menitikkan air mata, ia harus terlihat lemah dan memutar otak bagaimana bisa kabur dari kamar ini saat mereka lengah.


Ia berharap Agatha dan anak buahnya bisa segera sampai di tempat ini.


"Ckckck sekarang kau ketakutan kan??? bersikaplah seperti kelinci yang penurut ok??? aku akan membuka penutup di mulutmu, tapi jika ku berteriak, aku akan memotong lehermu" ucap wanita itu sambil menyeringai lebar


Davina pura-pura mengangguk, yang terpenting adalah mengusir wanita ini secepatnya dari kamar nya agar ia bisa beraksi.


Wanita tersebut membuka penutup mulut Davina dan ikatan tangan Davina, walau sebenarnya Davina bisa membuka sendiri, namun ia perlu meminum obatnya untuk membereskan mereka semua.


Wanita itu menyodorkan makan dan minuman lalu melangkah keluar dan terdengar pintu terkunci kembali

__ADS_1


Setelah pintu tertutup Davina menyeringai lebar, sorot matanya langsung berubah dingin


__ADS_2