(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Angel Of Death????


__ADS_3

Davina terlihat sedang berfikir walau tangannya asik memegang boneka, beberapa saat lalu ia sedang di dapur membantu Jovanka membuat puding, namun begitu masuk ke kamarnya, ia mencium bau parfum Daffa dan Daffi.


sejak kecil Davina memiliki kepekaan yang sangat tinggi dengan bau, walau kedua kakaknya itu sudah masuk ke kamar itu dua jam lalu, namun ia masih bisa mencium keberadaan mereka


Davina melepas cincinnya lalu berbicara lirih


"Pindai semua ruangan, aku yakin kakakku melakukan sesuatu" ucap Davina saat mengunci pintu kamarnya.


Cincin tersebut terbuka dan ada benda kecil keluar dan langsung terbang, men scan setiap bagian rumah hingga berhenti di belakang jam dinding, rupanya kedua saudaranya masih mencurigainya dan meletakkan kamera tersembunyi di sini.


"Hanya di temukan satu kamera" ucap benda tersebut yng ternyata adalah robot dengan ukuran mini.


Davina langsung menuju toilet, ia berdiri di depan wastafel dan langsung meletakkan telapak tangannya di depan cermin, tiba-tiba cermin berbunyi


"Klik"


Rupanya di belakang cermin tersebut terdapat sebuah ruangan berukuran kurang lebih 60cmx60cm dan telapak tangannya adalah kunci akses membukanya.


Davina langsung mengeluarkan laptop dan meretas kamera yang terpasang di kamarnya, ia menyunggingkan senyum licik.


"Kali berdua mengira bisa memata-matai aku, mimpi!!!!" ucap Davina dingin.


Ia menghubungkan kamera itu dengan rekaman yang ia miliki, dimana ia terlihat sedang asik bermain Barbie, masak-masakan atau tidur siang.


Davina punya kebiasaan merekam kegiatannya yang normal seperti anak usianya, dan ia berfikir jika suatu saat akan di perlukan, dan ini lah waktu yang tepat


Setelah Davina selesai meretas, ia kemudian memeriksa email yang masuk dari orang-orang kepercayaannya,


semuanya email biasa, laporan dari perusahaannya, laporan dari organisasi yang baru ia rintis


ya Davina lah pemimpin mereka, organisasi the devil yang belakangan membantu keluarganya memecahkan masalah.


Davina terpaksa turun tangan karena kedua kakaknya yang tak becus mencari informasi dengan cepat.


Davina juga memiliki beberapa perusahaan, sedang Daffi dan Daffa hanya memiliki masing-masing satu perusahaan.


Davina memiliki perusahaan kosmetik, dimana ia sendiri yang mengembangkan teknologi terbaru di bidang perawatan dan peremajaan kulit, serum anti Aging yang laris di pasaran


Selain itu Davina juga memiliki perusahaan farmasi, dimana ia yang mengembangkan produk untuk penyakit jantung, darah tinggi , diabetes dan penyakit lainnya.


Itu semua karena ia bisa meracik obat sendiri.


Ia mendapatkan gelar dokter di bidang farmasi.


Davina memiliki beberapa restoran yang tercetus dari hobby nya yang suka makan, tak ada yang salah kan dengan hobi makan asal positif.


ia juga memiliki perusahaan di bidang pakaian, dan mempekerjakan beberapa designer tanah air yang berpotensi, targetnya go internasional, memperkenalkan keindahan, keelokan dari kearifan lokal, dengan mengusung batik untuk dunia.


Yang mengejutkan adalah, ia tak perlu sembunyi untuk menutupi jati dirinya, karena ia menciptakan sebuah Pill ajaib yang bisa membuatnya berubah menjadi orang dewasa, dan yang terakhir organisasi the devil yang baru ia rintis belum ada setahun.


dinamakan the devil karena para anggotanya di lengkapi dengan keahlian meracik racun.


siapa lagi kalau bukan karena Davina yang ahli sains dan teknologi.


Kalau mau di bandingkan dengan kedua kakaknya, ia lebih unggul, IQ nya super jenius mengalahkan kedua kakaknya dan kekayaannya setara dengan kakek buyutnya yang memiliki banyak perusahaan.


Tapi karena Davina masih belum butuh uang, ia menyimpan semua dalam bentuk investasi di bidang properti, ia bahkan memiliki sebuah rumah alit swasta di mana sahabatnya yang mengelola.


jika bukan karena kejeniusannya, ia tak akan sukses dengan tujuannya, membuat semua orang berfikir jika ia hanya anak kecil yang bodoh dan suka makan.


membuat semua orang lepas mengawasinya sehingga ia leluasa melakukan apapun yang ia mau.


Mata Davina berhenti pada sebuah email yang berasal dari rumah sakit, rumah sakit miliknya sendiri


"Menarik!!!


Benar dugaan ku, Vera bukan tanteku, bagaimana ia memiliki hobby yang aneh?, itu sudah menjelaskan bahwa dia bukan dari keluargaku" gumam Davina walau pada kenyataanya hobby dan ikatan darah itu tak ada hubungannya, namun karena Davina kesal di beri topi aneh yang membuatnya harus memakainya sampai sekarang jika ia akan dia ajak pergi oleh mamanya. membuatnya memiliki sedikit kekesalan yang terpendam.


Davina menyalahkan fitur wajah buatan, Ia tak mau menyia-nyiakan Pill berharganya hanya untuk menelpon, sehingga ia mengembangkan teknologi nya dengan fitur buatan yang membuat wajahnya di layar terlihat dewasa.


Davina melakukan panggilan video Dengan orang kepercayaannya


"Siang bos" sapa seorang wanita yang terlihat sangat sexy dan cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka terutama di bagian dadanya agak rendah.


Davina merasa matanya pegal

__ADS_1


"Agatha, tolong kau selidiki bagaimana bisa Tante ku tertukar, dan dimana kembaran Sarah.


aku curiga wanita itu, maksudku nenek dari papaku masih hidup, temukan keberadaanya secepatnya!!!


Ah satu lagi, bagaimana Selena mengurus pembantu itu, apa sudah ada kemajuan???" tanya Davina beruntun


"Bos, satu persatu dong ngomongnya, bos kaya petasan aja"


"Kau....."


"Maaf bos, becanda, lagi PMS ya sensi banget.


saya akan segera mencari informasi yang boa mau.


masalah pembantu itu, sudah lebih baik.


obat yang bos berikan sangat membantu.


wanita itu sudah bisa diajak berkomunikasi walau masih belum intens karena trauma psikis dan mentalnya"


"Kerja bagus, aku akan memberikan kalian semua bonus dan liburan serta akomodasi ku tanggung, jika Masalah ini selesai.


Satu Minggu , berikan semua laporannya ke email ku.


By the way, pakaianmu terlihat sangat terbuka untuk seorang CEO perusahaan, apa kau coba menggoda Brian yang polos itu??" tanya Davina menatap tajam orang kepercayaannya


"Mana mungkin saya berani bos, dia brondong anda, saya akan mencari brondong saya sendiri"ucap Agatha menelan Saliva nya dengan sulit.


bos nya ini terkenal tegas dan kejam, ia bisa sangat baik jika bawahannya loyal dan bertanggung jawab, namun bisa sangat bengis jika ada orang yang berani mengusiknya apa lagi melukai orang di sekelilingnya.


dan satu hal lagi, ia memiliki etos kerja yang tinggi, sehingga tak mentolerir orang yang pemalas.


"Bagus, aku percaya padamu" ucap Davina mengakhiri panggilan videonya


"Brondong nya?????" Davina tertawa terbahak-bahak, bagaimanapun ia masih kecil, tak mungkin juga ia bersama Brian, pria pendiam namun jenius.


Davina hanya senang memanjakan matanya saat bekerja.


bukankah cowok ganteng menebarkan aura positif dan imun buat mata????? ( Ayo yang setuju mengacung hahaha)


hanya membutuhkan satu jam setengah, semua staf ahlinya bergerak cepat dan tentu saja Davina dalam tampilan wujud dewasanya memerintah semua keperluan ya.


kamera CCTV sudah di sadap oleh Davina melalui laptop mini yang berada di tas kecilnya.


Davin memilih menyelesaikan pekerjaannya di dalam kamar, ia duduk di depan cermin meja riasnya, mengetuknya dengan jari tangan dan berubah fungsi menjadi monitor touchscreen ir interaktif , ia hanya perlu menyentuh layar tersebut untuk mengoperasikannya.


Di depannya sudah berderet susunan DNA, davina mulai merangkai semuanya, ia sedang mengembangkan produk untuk kebalikannya dari Anti aging, mencari serum yang membuat orang lebih cepat tua.


akan lebih seru menghukum musuh-musuhnya dengan serum itu, karena tak seorangpun mau tua dengan cepat, itu faktanya!!!!


Itulah mengapa ia di juluki ANGEL OF DEATH.


Sementara di kamar sebelah


Daffa dan Daffi terlihat menguap,.mereka sudah memelototi layar komputer selama dua jam dan mereka hanya melihat adik nya sedang asik bermain, kadang terlihat Davina yang berbicara sendiri dengan bonekanya.


Karena kesal Daffi langsung menutup laptopnya


"Kau membuatku harus melihat anak beruang yang berguling-guling di kasurnya dengan banyak boneka, dan melihat Davina berbicara dengan bonekanya, satu jam lagi kita bisa di kirim ke rumah alit karena stress!!!" bentak Daffa kesal


"Ah maaf kak, aku hanya penasaran dengan Davina"


"Lupakan, ayo segera makan, aku lapar" ucap Daffa lalu melangkah keluar di ikuti Daffi.


tanpa mereka ketahui ada sepasang mata dengan bulu mata lentik ya mengintip dari celah pintu.


"Mereka sudah keluar, SURPRISE TIME!!!!" ucap Davina keluar dari dalam kamarnya dengan meloncat-loncat kecil seperti anak kelinci yang kegirangan.


Davina buru-buru masuk ke kamar kakaknya dan mencari gelas air minum mereka


Kamar mereka bau membuat Davina yang sangat sensitif menutup hidungnya


"Dasar dua rubah licik, aku yang akan mengerjai kalian sekarang hahaha" Davina meletakkan beberapa kamera sebesar kancing kemeja, lalu menuangkan sebotol kecil cairan ke dalam teko kaca yang berisi air putih


"SHOW TIME" gumamnya menempelkan teko kaca tersebut ke pipinya dan tertawa senang

__ADS_1


"Davina, Davina sayang, makan siang dulu yuk"


Davina mendengar mamanya mau kedalam kamarnya karena ia memasang alat pendeteksi di pintu kamarnya beberapa waktu lalu, jadi ia tahu siapa yang masuk hanya dengan mengindentifikasi suaranya.


"Ya ma" ucap Davina buru-buru keluar kamar Daffa dan Daffi


"Loh kamu diluar, mama tadi gak liat"


"Aku mau panggil kak Daffi dan kak Daffa tapi mereka gak ada di kamar mereka" ucap Davina dengan muka polos


"Ya Allah anak mama perhatian sama saudaranya, walau mereka suka sekali menjahili mu" ucap Ayu memeluk putrinya bangga


"Mereka saudaraku ma, mereka mengganggu karena mereka sayang" ucap Davina tulus


"Ya mereka saja yang tak tahu diri, ayo sayang kita ke bawah"ucap Ayudia menggendong putrinya, namun Davina mengejutkan alisnya karena robot di jari manisnya mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut


"Ma, turunkan aku, itu gak baik untuk janin mu, kasihan adikku di dalam sana" ucap Davina membuat Ayudia membeku, ia menatap putrinya yang bersikeras minta turun


"Sayang mama sedang tak hamil"


"Mama sedang hamil, kalau..."


"Siapa yang hamil sayang???" tanya Arjuna tiba-tiba muncul membuat ucapan Davina terhenti


"Ini mas Davina ada-ada saja, katanya aku hamil" ucap Ayudia dengan semburat merah di pipinya


Arjuna menatap putrinya lalu ke istrinya.


tubuh Ayudia memang terlihat agak berisi, terutama pipinya, jadi mungkin saja....


"Terima kasih sayang"ucap Arjuna langsung memeluk Ayudia dan menciumi pipinya


"Astaga tontonan tujuh belas tahun ke atas, tidakkah papa malu, aku masih di bawah umur, papa membuat mata perawan ku hilang!!!" ucap Davina mendengus lalu menuruni tangga menuju dapur


Arjuna dan Ayudia melongo mendengar ucapan putrinya.


"Kau tak tahu malu mas" ucap Ayudia dengan wajah memerah


Ayudia memukul suaminya dan menyusul Davina menuju dapur


"Sayang pelan-pelan kamu hamil," teriak Arjuna yang melihat istrinya menuruni tangga dengan cepat


"Dasar aneh" ucap Ayudia tanpa menoleh


Di ruang makan ketiga bocah kecil menatap mama dan papa mereka yang saling berteriak


"Apa mama benar-benar hamil???" tanya Daffa dan Daffi dengan wajah ngeri


memiliki satu adik saja membuat mereka pusing, kini mereka akan memilki adik yang lain


"Davina asal bicara dan papamu percaya"


Terdengar helaan nafas lega dari Daffa dan Daffi


membuat Ayudia mengerutkan alisnya


"Apa kalian harus bersikap seperti itu???" Ayudia lebih jengkel dengan kedua putranya, mereka tidak mau memiliki adik!!!!


Hallo reader ku tercinta


Kali ini kita membahasa Davina, seperti permintaan kalian ya.


(Kok halu banget sih Thor)


Daffa dan Daffi saja sudah halu, kalau Davina diatasnya pasti lebih halu, namanya juga dunia imaginasi, menghayal tinggi asal jangan ketinggian, nanti bisa stress hehe


Selamat tahun baru Imlek GONG XI FA CAI


untuk yang merayakannya


Terima.kasih sudah setia mengikuti karya author


selat dan berkah untuk kita semua


Pooh

__ADS_1


__ADS_2