(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Menguji


__ADS_3

Ayudia terlihat celingak celinguk di depan ruangan KEMOTERAPI, ia tak menemukan orang yang ia cari. kelakuannya membuat seorang suster menghampirinya dan bertanya


"Maaf Bu, anda mencari siapa???" tanya suster sopan


"Itu, anu saya mencari adik saya, sepertinya tadi masuk ke sini" ucap Ayudia bingung mencari alasan


"Owh, boleh tahu nama pasien yang di rawat Bu??? karena ruangan ini khusus untuk kemoterapi dan hanya pasien serta keluarga pengantar yang bisa masuk"


"Maaf sus, kalau begitu saya permisi" ucap Ayudia menyadari kesalahannya, jika ia tetap memaksa mencari, yang ada ia akan di seret oleh security karena menganggu kenyamanan pasien berobat.


Ayudia masih menunggu selama tiga puluh menit di depan ruangan tersebut, namun orang yang ia tunggu tak nampak juga, sehingga Ayudia dengan berat hati meneruskan tujuannya menuju apotik di lantai dasar.


Tanpa Ayudia sadari, wanita yang tadi ia cari-cari keluar dengan seorang wanita paruh baya, ia menggandeng wanita itu di ikuti seorang pria yang terlihat bawahan mereka.


Ayudia menunggu sepuluh menit baru ia mendapatkan obatnya, begitu pintu lift akan tertutup, wanita yang mirip Sarah itu lewat didepannya, ia bisa melihat jelas wajah wanita tersebut.


Ayudia menekan tombol buka, sayangnya lift sudah bergerak naik


"Mba aneh ya lift sudah naik di tekan, berhenti aja di lantai selanjutnya kalau mau turun" tegur seorang ibu membuat Ayudia menunduk meminta maaf walau dalam hatinya dongkol.


Lantai berikutnya ia turun dan mencari tangga darurat, ia menuruni tangga untuk melihat wanita tersebut, tak perduli ia sampai kehabisan nafas karena menuruni tangga dengan cepat, beruntung ia tak tergelincir.


Sampai di lantai dasar Ayudia segera berlari kesana-kemari seperti orang gila.


Dari lantai dasar ke lantai satu memakan waktu lima menit, ia harus menuruni tangga memakan sepuluh menit, jadi ia menghabiskan waktu lima belas menit.


Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan berlari keluar rumah sakit.


Tepat saat ia berada di depan pintu, ia melihat gadis itu sudah masuk ke dalam mobil, dan mobil tersebut meninggalkan rumah sakit.


Ayudia mengejar, tapi telat.


mobil itu sudah membaur di jalan raya.


Ayudia mengingat-ingat nomor plat mobil tersebut dan mengirim pesan singkat pada suaminya


Tak lama kemudian terdengar balasan dari Arjuna


Arjuna " apa ini sayang????


Ayu "Titip yank, nanti aku ceritakan"


Arjuna " plant mobil siapa?? untuk apa?" tanya Arjuna penasaran


Ayudia" Aku bilang aku akan jelaskan, segera temui aku di coffee shop di St*RB*cm" ucap ayudia menyimpan ponselnya.


Ayudia memegang perutnya yang sakit karena berlari, sejak memiliki anak, ia tidak pernah olah raga, sehingga hanya berlari sebentar saja nafasnya sudah tak beraturan


"Sial, sepertinya aku terlalu lama jadi kaum rebahan" gumam Ayudia kesal


Setelah mengatur nafas, ia segera menuju coffee shop yang di maksudnya, memesan ice cappucino kesukaannya dan menikmatinya sambil menunggu Arjuna datang


Sepuluh menit kemudian suaminya datang, Arjuna yang penasaran langsung menghampiri istrinya yang terlihat kelelahan


"Kamu kenapa??? kayanya cape banget gitu sampai keringatan" tanya Arjuna melihat aneh istrinya


"Aku melihat kembaran Sarah"


"Maksud kamu apa???" tanya Arjuna bingung


"Aku tadi bertemu dengan seorang gadis yang sama persis dengan Sarah, adikmu.

__ADS_1


bisa di katakan kemiripan mereka sembilan puluh lima persen, yang membedakan adalah gadis itu lebih putih dan ada tahi lalat di pipi kanan nya"


"Kau sedang gak bercanda kan?????"


"Mas Aku serius, aku gak yakin kalau Vera......"


"Vera adikku" potong Arjuna cepat


"Maa, aku seorang ibu dengan tiga anak kembar, aku bisa membedakan mana kembar dan bukan, walah terkadang kembar tak identik, tapi kau lihat sendiri jika golongan darah Vera sama dengan Tian" ucap Ayudia


"Golongan darah tidak bisa jadi patokan" gumam Arjuna walau dalam hatinya juga ragu.


"Entah mengapa aku merasa gadis itu justru adikmu"


"Sayang...."


"Mas, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku???


Kita sudah berjanji akan saling jujur" ucap Ayudia memicingkan matanya


"Sebastian bukan adikku"


"Aku kan sudah tahu itu mas" ucap Ayudia sebal


"Willy memberitahuku, maksudku, aku sudah melakukan test DNA, hasilnya mengatakan Sarah dan Vera adikku tapi Willy mengatakan hal yang tak terduga" Arjuna menghela nafas dan menarik ice cappucino di tangan istrinya dan meminumnya


"Willy mengatakan jika bisa saja test DNA itu salah karena sampel rambut yang aku ambil di kamar Vera merupakan rambut Sarah juga"ucap Arjuna lirih


"Aku gak mengerti mas, bagaimana maksudnya.


Apa maksudnya rambut pada sisir di kamar Vera adalah rambut Sarah juga, jadi dengan kata lain, kamu memasukkan dua sampel yang sebenarnya adalah milik satu orang yaitu Sarah???.


Saat aku di rumahmu saja, aku melihat Sarah memakai sisir dari kamar Vera"


Bola mata Arjuna membulat sempurna, ia tak tahu hal sepele seperti itu, apa ia masih bisa di sebut kakak jika kebiasaan adiknya saja tak tahu.


"Lalu apa kau. akan melakukan lagi test DNA nya????"


"Willy menyuruhku melakukan lagi dan sampel rambutnya ia sendiri yang akan mengambilnya" ucap Arjuna


"Mas, jika ada yang mengganjal mu maka lakukan, jangan menunda malah membuatku makin penasaran.


masalah kebenarannya, itu tak akan mengubah apapun, Vera dan Tian tetap adikmu, terlepas mereka memiliki ikatan darah atau tidak denganmu.


Tapi ikatan hati yang utama"


"Terima kasih sayang, mau memahami ku" ucap Arjuna lega, ayudia sepemikiran dengannya


"Kau mau minum apa??? pesankan sekalian beberapa dan desert juga untuk semua orang"


"Siap bos" ucap arjuna bangkit lalu memesan beberapa cup coffee dan croissant serta desert yang tersedia di sana, setelah itu mereka kembali ke ruang perawatan.


Tepat begitu mereka sampai, Ratna tiba.


Ratna datang dengan membawa makanan .


ia memasak capcay, ayam bakar, ikan bakar , cah kangkung, sambal dadak terasi dan sambal mangga, mereka jadi seperti rekreasi, karena mereka makan bersama di kamar Sebastian sambil lesehan menggelar tikar yang memang di persiapkan Ratna


Baskoro terlihat berwajah cerah, Terlebih Ratna melayaninya saat makan. wajah Baskoro terlihat sumringah, ada guratan merah di wajah keduanya.


seperti sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.

__ADS_1


abege Tua.


Arjuna melirik papa dan tantenya, ia tersenyum.


Jika pada akhirnya mereka menikah, Arjuna mendukung mereka.


Sudah lama sekali ia tak melihat papanya sebahagia ini, walau ia mungkin bahagia, tapi sebagai seorang pria ia juga memerlukan pasangan, terutama di hari tuanya.


Ia butuh seseorang untuk berbagi keluh kesahnya, karena Arjuna tahu jika papanya saat menikah dengan Deswita merasa tertekan.


mereka hanya terikat pernikahan tapi di dalamnya adalah dua orang asing yang tak pernah berkomunikasi, bahkan mereka sudah tidur terpisah sejak Sebastian masih kecil.


Pada kenyataanya rumah tangga mereka sudah hancur sejak lama.


Setelah Ratna pergi, Baskoro masih terlihat tersenyum-senyum sendiri membuat Arjuna, Willy dan William menggelengkan kepala mereka.


Papa mereka sedang CLBK( cinta lama bersemi kembali).


"Pa, jangan senyum-senyum sendiri, nanti di kira...."


"Anak durhaka, papa tahu apa yang mau kamu katakan" ucap Baskoro kesal memotong ucapan putra sulungnya


"Papa ingin bicara serius, bisakah kita menangguhkan gugatan untuk Deswita, setidaknya sampai Sebastian merasa baikan, papa khawatir padanya"


"Kami juga berfikir demikian pa, kami sudah sepakat akan menangguhkan sampai tiga bulan ke depan" ucap William


"Baik terima kasih" ucap Baskoro


Tiga hari kemudian


Baskoro dan Sebastian sudah bisa pulang ke rumah, mereka langsung di sambut oleh Ratna dan si kembar, Daffa, Daffi dan Davina,


melihat kakek dan om nya pulang, mereka langsung berlari memeluk mereka.


"Kakek, om, kami kangen " ucap Daffa mewakili adik-adiknya


"Kakek dan om juga kangen kalian" ucap Baskoro memeluk ketiganya bergantian


"kakek apa jantung kakek sudah di kasih lem?" tanya Davina dengan muka polosnya


"Dikasih lem??? siapa yang bilang jantung kakek pakai lem sayang" tanya Ayudia kehabisan kata-kata


"Kata kak Daffa dan kak Daffi,


Jantung kakek hampir copot, jadi harus di lem biar ga copot" ucap Davina polos


"Hahahaha," tawa Baskoro dan semua orang pecah, sementara Arjuna dan Ayudia menyapa tajam ke arah ke dua putranya


" Kau tak percaya ku bilang???, bayi gendut itu bodoh" bisik Daffa memarahi Daffi


"Aku hanya menguji kak, ternyata benar kalau otak Davina tumpul, bagaimana kita bisa berasal dari satu kantong rahim????


Dia seperti produk gagal" bisik Daffi pelan pada daffa


"Sekarang kita harus siap kena Omelan papa dan mama" ucap Daffa kesal


"Apa boleh buat" ucap Daffi mengangkat bahunya pasrah


"Rasakan kalian, kalian mau mengetes ku??? tak semudah itu.


kalian perlu belajar lebih keras lagi!!!!" gumam Davina tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2