(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Nyamuk Vampire


__ADS_3

Ayudia hanya mengikuti suaminya masuk ke dalam kediaman papanya, Ayudia terus berfikir dan menduga-duga apa yang akan Arjuna lakukan di kediaman orangtua nya??? akankah dia memarahi papanya karena tidak menyuruh anaknya memberitahu prihal gugatan tersebut, atau ...


Ayudia tak bisa berfikir jernih, melihat kemarahan di mata Arjuna ia hanya bisa pasrah, bagaimanapun posisinya kini salah, Arjuna adalah suaminya, dan ayu sudah melupakan itu.


Kesendirian yang panjang membuatnya mandiri dan lupa jika masih memiliki suami, beruntung Arjuna memberinya kebebasan namun kali ini mungkin saja Arjuna saja Arjuna sudah menyesali keputusannya karena Ayu melewati batas toleransinya???


"Apa mas Arjuna akan menceraikan ku????, apa yang harus ku katakan pada anak-anak??? bahwa papa mereka menceraikan ku? terlebih Daffi sangat bahagia saat tahu memiliki papa.


Sampai saat ini aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Kembali pada Arjuna atau....


jujur saja perasaan cinta itu belum ada di hatiku, tapi entah mengapa hatiku berdetak kencang saat ia menatapku. Ini bukan cinta kan?????"


"Kenapa malah bengong, ayo masuk" ajak Arjuna lalu melingkarkan tangannya di pinggang Ayudia seperti saat mereka keluar dari restoran, Ayudia merasakan tubuhnya tersengat saat pria itu bersentuhan dengannya.


aroma mint yang ringan tercium saat Arjuna menunduk, sepertinya ia habis membersihkan kumisnya dan wangi lembut Woody bercampur Citrus memberi kesan segar dan maskulin, tercium dari aroma tubuh Arjuna, Ayudia menyukai itu


Seorang asisten rumah tangga menyambut mereka yang tak lain adalah bi Nana


"Assalamu'alaikum Bi, papa ada?" tanya Ayudia


"Wa'Alaikum salam, ada non, ada di kamar sedang tidur kayanya, sedang sikembar sedang berenang" ucap bi Nana


"Owh ya bi, perkenalkan ini Arjuna, papa nya anak-anak, bibi masih kenal ga?"


"Ya kenal atuh non, meuni kasep pisan masa bibi lupa" ucap bi Nana membuat Ayudia tertawa, sementara Arjuna tersenyum bangga


"Kami ke dalam dulu ya bi" ucap Arjuna pamit


Mereka lalu berjalan menuju halaman belakang rumah


"Kenapa kamu senyam senyum begitu, aneh" ucap Ayudia memandang aneh suaminya


"Bi Nana tahu aja ya sayang kalau aku ganteng" ucap Arjuna narsis


"Yeee kepedean, dia cuma muji aja, kasian kamu gak di puji soalnya.


Mas lepasin, kita udah di dalam rumah, aku gak akan kabur" ucap ayu merasa risih


"Emang kenyataanya kok sayang, suamimu ini tampan, apa kau tak menyadarinya???" ucap Arjuna menarik tubuh Ayudia hingga menempel dan Ayudia menghadap ke tubuh suaminya, Arjuna mendekatkan wajahnya ke wajah mungil nan cantik Ayudia, terasa hembusan nafas Arjuna menerpa wajah Ayudia.


Ayudia terpana sejenak, namun kesadarannya kembali, ia merasa wajahnya merona merah. Ini pertama kalinya mereka berinteraksi sedekat ini


Arjuna meraih wajah istrinya dan menghadap wajahnya, kedua mata mereka bertemu.


wajah Arjuna semakin dekat, ia membelai wajah cantik Ayudia , dan matanya jatuh pada bibir mungil nan penuh Ayudia, merah dan menggoda,


Arjuna lalu mencium bibir tersebut, awalnya Ayudia mendorong Arjuna menjauh, namun ciuman Arjuna lembut dan membuat Ayudia terlena, mereka malah hanyut dalam perasaan masing-masing, hingga akhirnya Ayudia membalas ciuman Arjuna.


lidah keduanya saling mengait menjelajah rongga mulut masing-masing, hingga nafas mereka tersengal dan Arjuna melepaskan ciumannya, namun ia kembali mencium Ayudia, kali ini lembut an memabukkan, hingga membuat mereka berciuman lagi dan lagi, seperti sepasang insan yang sedang jatuh cinta setelah lama berpisah, Ayudia sampai mengalungkan tangannya di leher Arjuna


"Astaghfirullah, maaf, maaf, bibi gak sengaja liat" ucap Bi Nana yang datang membawa nampan berisi orange juice


Sontak keduanya langsung menghentikan aksi mereka, wajah keduanya merona merah karena malu


"Ah itu bi.. anu..., Ayu mau ke kamar dulu" ucap Ayudia berjalan cepat menuju kamarnya


Sementara Arjuna hanya menggaruk kepalanya, ia juga tak berani melarang Ayudia pergi, karena sejujurnya ia juga malu tertangkap basah berciuman, walau yang ia cium istrinya sendiri


"Tenang den, bibi akan jaga rahasia" ucap Bu Nana mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan meninggalkan ruang tengah menuju kolam renang


Arjuna hanya nyengir tak tahu harus mengatakan apa, ia seperti maling yang tertangkap basah, tapi tak ada salahnya kan ia mencium Ayudia, karena dia istrinya.


Arjuna merindukan wanita itu, wanita mungil yang sering bertengkar dengannya dulu.


benih cinta itu tumbuh sebelum ia tahu jika sebenarnya Ayudia adalah istrinya.

__ADS_1


jadi bisa di katakan ia jatuh cinta pada istrinya sendiri.


Melihat reaksi Ayudia, Arjuna yakin jika Ayudia juga memiliki perasaan yang sama dengannya.


Arjuna menyusul BI Nana menuju kolam renang, saat tiba di sana terlihat ketiga buah hatinya sedang berenang dengan riang sambil bermain bola dengan kakek mereka


"Assalamu'alaikum , anak-anak"


"Papaaaaaa, papaa" panggil Daffi dan Davina mendekati Arjuna yang berdiri di pinggir kolam renang


mereka mencium punggung tangan Arjuna


"Wa'Alaikum salam" jawab mereka semua.


Arjuna mencium anak-anaknya


"Daffa, cepat Salim sama papamu" panggil Ayudia yang melihat anak sulungnya masih berdiri menatap Arjuna, dengan malas Daffa menghampiri Arjuna dan mencium anak-anaknya


"Baik ma"


"Anak-anak, papa ganti pakaian dulu ya, jangan lari-larian ok?" ucap Arjuna


"Beres pa" ucap Davina dan Daffi mengacungkan jari jempol mereka


Arjuna lalu masuk ke dalam rumah, ia berjalan menuju kamar Ayudia


"Nak, nak Arjun, ini celana renangnya milik tuan Adhi, dulu beli belum di pakai, gak mungkin kan kamu berenang pakai ****** *****?" ledek bi Nana


"Ah iya bi, makasih ya"


Bi Nana hanya mengangguk, lalu kembali ke dapur sementara Arjuna masuk ke dalam kamar istrinya, ternyata Ayudia sedang mandi, Arjuna menelan Saliva nya dengan sulit, otaknya membayangkan tubuh Ayudia, Arjuna menghalau pikiran nya yang kemana-mana, tepat saat ia sedang membuka pakaiannya, Ayudia keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang membungkus tubuh mungilnya, aroma mawar memenuhi ruangan


"Aaaaaaaaa, mas mau apa masuk ke kamarku???" tanya Ayudia menyilang kan tangannya ke tubuhnya, menutupi bahunya yang terbuka


"Pstttt, jangan teriak-teriak nanti di kira kita ngapa-ngapain lagi, ini kan kamar istriku, jadi aku berhak masuk, apa ada yang salah???"


"Apa aku perlu izin masuk ke kamar istriku sendiri???


atau kamu takut khilaf melihat tubuhku saat ini???" goda Arjuna yang sudah bertelanjang dada, sementara kemejanya sudah ia lepas tadi.


Ayudia memang melihat tubuh kekar suaminya dengan roti sobeknya yang membuatnya membayangkan bagaimana berada dalam pelukan Arjuna, namun ia menggelengkan keras menghalau pikiran mesumnya.


"kau terlalu kepedean" ucap Ayudia menunduk malu


Arjuna melangkah mendekati istrinya dan kini sudah berada di dekat Ayudia


"Mau apa kamu, jangan macam-macam mas" ucap Ayudia dengan suara tercekat


"Aku gak macam-macam, hanya membantu istriku melihat tubuhku dengan jelas"


Arjuna menarik tangan Ayudia dan meletakkannya di beritanya yang sixpack


Ayudia ingin menarik tangannya, namun Arjuna menahannya dan tersenyum lebar, ia melihat tangan Ayudia yang gemetaran, wangi mawar membuat Arjuna makin mendekati Ayudia, mencium wangi shampo yang Ayudia pakai, ia mencium rambut istrinya dan leher Ayudia.


Awalnya Arjuna ingin mengerjai Ayudia namun justru Isa yang terlena dengan aroma tubuh istrinya, Arjuna menarik Ayudia mendekat, menciumi leher Ayudia


"Maaaas, hentikan" suara Ayudia lemah


Arjuna lalu mencium bibir Ayudia yang seperti candu bangunan, kenyal dan manis membuatnya ingin ********** lagi dan lagi, keduanya hanyut dalam ciuman mereka,


"Manaaaaaa, papaaaaaa, paaaa" teriakan Davina menyadarkan mereka, keduanya langsung melepas ciuman mereka karena terkejut


"Aku akan bukakan pintu" ucap Ayudia dengan wajah merah Semerah tomat.


Arjuna hanya mengangguk, ia makin gemas melihat istrinya yang merona merah, jika tak ada Davina, ia ingin mencium lagi Ayudia, namun ia takut khilaf, mereka harus menikah lagi itu permintaan Ayudia.

__ADS_1


"Mas mau kemana?" tanya Ayudia yang melihat Arjuna malah berjalan ke arah kamar mandi


"Mau ganti celana renang, apa kau mau ikut???" goda Arjuna membuat Ayudia melotot kesal.


Arjuna masuk ke dalam toilet sambil tertawa


"Mama, atu cari papa" ucap Davina dengan kimono nya, rupanya ia menyusul papanya


"Papa lagi ganti pakaian, apa anak mama yang cantik gak kedinginan???"


"Enggak, mau berenang sama papa, ayo mama juga" ajak Davina menarik Ayudia


"Mama sudah mandi sayang, masa mandi lagi???"


"Ma, atu mau papa sama Mama berenang sama kami" ucap Davina dengan wajah memohon


"Ah baiklah, Davina tunggu disini ya, mama mau ganti pakaian renang dulu" ucap Ayudia, sengaja membiarkan Davina di kamarnya, atau Arjuna kembali mengusili ya


pintu kamar mandi terbuka, lalu keluarlah Arjuna sudah dengan pakaian renang


"Papa tampan" ucap Davina langsung turun dan memeluk papanya


"Anak cantik papa, ayo kita berenang"


"Tunggu mama ikut" ucap Davina yang sudah dalam gendongan Arjuna


"Kalian duluan saja, aku akan menyusul" ucap Ayudia masuk ke dalam kamar mandi mengganti pakaian renang.


begitu ia keluar, Arjuna dan Davina masih di sana menunggunya, mata Arjuna tak berkedip menatap istrinya dalam balutan bikini sexy


"Mama cantik" ucap Davina berlari kearah mamanya


"Davina juga cantik kok" ucap Yudia mencium pipi gembil anaknya


"Mama kamu memang cantik, papa sampai gak bisa nafas" ucap Arjuna tetap menatap istrinya tak berkedip


"Mata tuh jaga, mau ku colok??" bisik Ayudia pada suaminya


"Bagaimana aku bisa berkedip, kamu so sexy babe, apa kau sedang menggodaku nyonya Arjuna???" tanya Arjuna menelan Saliva nya dengan sulit, sesuatu di sana menegang melihat kemolekan tubuh istrinya


"Kau buang pikiran mesum mu, aku hanya punya pakaian ini, ini pakaianku ketika belum punya anak" sungut Ayudia kesal di tujuh penggoda.


"Ambil kaos mu, atau setan kecil di bawah sana melihat mu"


"Mas setan kecil yang katakan itu anakmu mas kau benar-benar keterlaluan" Dengus Ayudia kesal


"Tetap saja mereka laki-laki, kau hanya milikku dan hanya aku yang berhak melihatnya" ucap Arjuna serius


"Kau, belum jadi suami sesungguhnya sudah posesif,menyebalkan" Ayudia mengambil kaos dan celana pendek, ia mengganti pakaian renangnya dengan pakaian santai karena Arjuna tak akan mengizinkan ya keluar jika masih memakai bikini sexy itu


Setelah mengganti pakaian, Arjuna tersenyum puas


"Ini baru cocok" ucapnya menyeringai lebar


"Cocok gundul mu" ucap Ayudia sewot namun Arjuna tak perduli, ia terkekeh melihat istrinya ngambek, Arjuna malah mengelus puncak kepala Ayudia


"Hentikan aku bukan piaraan mu"


"Tapi kau kucing ku yang liar" Arjuna terkekeh karena berhasil ngerjainnya Ayudia, kekesalannya beberapa waktu lalu hilang.


"Mama, mama leher mama melah" tunjuk Davina pada leher Ayudia


"Merah???" Ayudia melirik Arjuna yang memilih pura-pura tak mendengar dan menatap kearah lain


"Owh ini di gigit nyamuk, nyamuk vampir!!!!" ucap Ayudia ketus, bisa-bisanya Arjuna membuat tanda di lehernya, memalukan!!!!

__ADS_1


"Arjunaaaaaa, dasar iblis!!!" geram Ayudia menatap kesal ke suaminya


__ADS_2