(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Kedatangan Tak terduga


__ADS_3

Semua orang sedang menunggu dengan tegang di depan kamar perawatan VVIP intensive.


Beberapa waktu lalu Ratih terkena serangan jantung karena shock menerima kenyataan di depan matanya.


Saat ini ia masih terpejam dengan berbagai alat menempel di tubuhnya.


Walau masa kritis sudah lewat namun mereka masih harus siaga untuk meminimalisir kemungkinan terburuk.


Arjuna , Willy dan William serta Sania terlihat menangis.


Ketiga pria itu baru saja bahagia karena mengetahui mama mereka masih hidup, dan kini malah terbaring tak berdaya di atas bed rumah sakit.


wajah cantik Ratih terlihat pucat pasi.


Sementara Ayudia sedang sibuk menenangkan Sania, gadis cantik itu menyalahkan dirinya sendiri yang teledor karena menaruh hasil test DNA di atas meja riasnya, sehingga Ratih membacanya.


Jika saja Lara telat memberikan pertolongan pertama, mungkin saja Ratih sudah berada di alam lain.


Tak lama kemudian Sarah dan Vera tiba, bersama Bastian dan Baskoro., mereka semua langsung terkejut melihat kemiripan gadis yang menangis di pelukan Ayudia dengan saudari nya


"Kak Ayu..." ucap Tian lirih


Di sana juga hadir Baskoro yang terus menatap lurus, Baskoro sudah di beritahu Arjuna jika Baskoro masih memiliki anak dari pernikahannya dengan Deswita.


Anak tersebut anak kandungnya sendiri.


"Sayang, kenalkan itu app Baskoro, papa kandungmu" ucap Ayudia memperkenalkan Baskoro pada putri kandungnya.


Baskoro maju mendekati Sania, terlihat gadis itu mundur satu langkah, ia masih belum siap, sehingga Baskoro hanya diam di tempat tak mau memaksakan kehendaknya.


Tiba-tiba Sania berjalan kearahnya dan memeluknya


"Papa" ucap Sania lirih


Baskoro mengelus puncak kepala putrinya.


Saat di beritahu jika anak Deswita hidup selamat dari latihan, Baskoro tak henti-hentinya sujud syukur ada sang pencipta.


Baskoro sudah mengetahui semua termasuk kelakuan Karen yang menukar anak-anaknya.


Dimana Vera adalah anaknya dengan Karen sementara Sarah anaknya dengan Ratih, si kembar yang hanya satu yang bertahan. dan putrinya satu lagi Sania anaknya dengan Deswita.


"Papa akan membawamu menemui mamamu nanti saat kau sudah siap" ucap Baskoro yang di bala anggukan pelan Sania.


Ia butuh lebih banyak waktu untuk menerima kenyataan tentang mamamu di bandingkan papanya.


"Sania, kenalkan dia adikmu, bernama Sebastian, di sampingnya Vera dan sebelahnya yang berambut panjang Sarah, mereka saudarimu" ucap Ayudia membuat Sania berbinar senang.


Namun ia seketika melihat Sarah, mereka sangat mirip, bagai berdiri di cermin.

__ADS_1


hanya yng membedakan rambut mereka, apa mama mereka sama????


Baskoro menatap lurus dari balik kaca bening


Pandangannya tak berkedip sedikitpun dari sosok yang tergeletak tak berdaya di sana.


Ada rasa bahagia yang membuncah saat mengetahui istrinya masih hidup, namun di saat yang sama ia merasa sedih dan malu.


Kesalahannya teramat besar pada Ratih, bukan hanya karena ia termakan fitnah yang di tebarkan Karen,


Tapi ia justru percaya semua perkataan Karen.


Baskoro pasrah dan tak memiliki keinginan apapun


Jika Ratih kembali padanya ia akan berjanji akan memperbaiki kesalahannya dan memperlakukan Ratih dengan baik, namun jika Ratih tak mau, maka Tak ada yang bisa Baskoro paksakan.


Ia terlalu malu untuk menampakkan wajah pada wanita yang masih sah menjadi istrinya itu. atau entahlah, mungkin juga sudah mantan, karena di catatan sipil Ratih bukan lagi istrinya dan ia menikahi Deswita secara hukum. sementara Karen hanya nikah sirih.


Tapi di kedua pernikahannya, ia hanya memiliki Ratih di hatinya.


Ratih di rawat di rumah sakit milik Davina, sehingga satu lantai khusus VVIP sengaja Davina kosongkan hanya untuk kenyamanan keluarga besarnya.


Saat semua orang sedang berbincang-bincang tiba-tiba terjadi kegaduhan di depan pintu masuk ruangan VVIP yang memang sengaja di jaga oleh orang-orang Davina dan Daffa.


"Ada apa itu berisik sekali?" tanya Arjuna bangkit


"Pa, biar kami saja yang melihat" ucap Daffa memberi kode adik-adiknya mengikutinya.


Ketiganya keluar dari ruang perawatan dan mendapati seorang pria paruh baya yang membawa beberapa pengawal sedang bersitegang dengan anggota the devil


"Bos, mereka memaksa masuk" sapa seorang anak buah Davina, lara dari organisasinya yang tergabung dalam team khususnya


"Siapa anda?" tanya Davina menatap Jimmy datar


"Saya suami wanita yang di rawat di sana"


"Suami?? atau pencuri istri orang" ucap Davina sambil memainkan kukunya menatap acuh tak acuh


"Gadis kecil, aku sedang tidak ingin bercanda, aku hanya datang untuk berjumpa dengan istriku.


Kau seharusnya tahu siapa aku" ucap Aditya alias Jimmy berusaha menahan emosinya, ia masih berusaha tersenyum pada Davina


Aditya mengangguk pada anak buahnya, salah satu anak buah Aditya menghampiri Davina dan memberikan kartu nama Aditya pada Davina


Davina dengan malas membacanya.


Sebenarnya ia sudah tahu siapa pria di depannya tersebut. Namun ia berlagak bodoh dan pura-pura tak kenal.


Apa hanya karena dia wakil Rakyat kita harus tunduk dan hormat??? bukankah kita yang mengutus mereka dan gaji mereka dari uang rakyat?

__ADS_1


"Lalu???" tanya Davina sambil mengipas kartu nama Aditya.


Aditya menggeletakkan giginya kesal, gadis muda di depannya sangat tidak menghormatinya dan terkesan merendahkannya.


"Gadis manis, beliau adalah pak Aditya, anggota parlemen" ucap anak buah Aditya


"Aku tahu, lalu jika ia anggota parlemen kenapa??


tok di rumah sakit ku semua orang sama.


Kami tidak membedakan pelayanan baik rakyat biasa maupun pejabat sekalipun, kecuali kamar saja yang membedakan tapi pelayanan sama"


"Nona, bos kami hanya ingin bertemu dengan Nyonya Ratih, harap anda tidak mempersulit" ucap seorang pria paruh baya yang terlihat tenang, Pria itu tak mau melakukan kesalahan, gadis muda di depannya semuda itu sudah jadi pemilik rumah sakit ini, bisa di pastikan ia memiliki latar belakang yang tak biasa.


Jika Aditya jatuh setidaknya ia tak akan dalam masalah karena menyinggung orang yang tak boleh di singgung


"Om, saya melarang orang ini masuk karena kondisi pasien yang tidak memungkinkan, kedua karena pria di depan ini bukan suaminya.


Wanita yang sedang sakit di dalam adalah nenek saya, sebagai cucu sudah kewajiban saya untuk memastikan kenyamanan nenek saya dalam pengobatannya"


"Kurang ajar, set*n alas, ternyata nyali mu besar juga.


Jika aku mu, aku bisa menghancurkan rumah sakit ini" bentak Aditya sudah tak bisa mentolerir


"Tadi katanya anda wakil rakyat, tapi kata-kata Anda tak mencerminkan itu, lebih mirip ...."


"Preman pasar loak" ucap Daffa dengan sorot mata dingin.Sejak tadi ia hanya diam karena Daffa tak suka berdebat, namun lama-lama ia gatal juga berkomentar


"Astaga kak, kau tepat sekali mengatakannya" ucap Davina menepuk bahu Daffa.


"Kalian anak.muda kurang ajar, apa kalian tidak di didik dengan benar???" bentak Jimmy naik pitam


"Pstttt, om, om tahu disini di setiap sudut di pasang kamera pengawas. Khusus ruangan ini kamera pengawas kami memiliki teknologi bisa mendengarkan percakapan, dan meredam kebisingan untuk mendapatkan hasil rekaman maksimal, Apa om tidka takut viral??" tanya Davina menutup mulutnya cekikikan


"Bukanya dia sudah viral? dia kedapatan menggelapkan dana dan penggelembungan suara pemilihan.


Ah satu lagi skandal dengan beberapa wanita dan juga.... Pemalsuan data" ucap Daffi sambil membenarkan letak kacamatanya


"Jimmy tersentak, penggelapan dana, penggelembungan suara pemilihan memang sedang beredar


Namun Kandal dengan beberapa wanita sedang ia tekan beritanya.


Untuk pemalsuan data, tak seorangpun tahu, siapa pemuda kembar di depannya itu.


Pintu lift terbuka dan keluarlah Vincent dan Axel juga Agatha, mereka sepertinya datang di saat yang tepat.


Jika di luaran sana, orang hanya tahu jika ketiganya salah pengusaha muda sukses dengan penghasilan milyaran dalam sebulan, namun...


"Bos, maaf kami telat" ucap ketiganya serentak.

__ADS_1


Mendengar ketiganya memangil bos, rahang Aditya dan pengacaranya menganga, siapa yang sangka ketiga pengusaha itu tunduk pada pemuda dan gadis di depan mereka. Siapa sebenarnya mereka ini?


__ADS_2