(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Salah Paham


__ADS_3

Agatha panik dan menatap Davina kesal, ia tak akan menyangka jika situasinya akan serumit ini.


Kini mereka terperangkap seperti ikan yang terjaring , tidak ada celah untuk kabur.


Jikapun berhasil kabur bisa di pastikan mereka akan babak belur DNA luka parah seperti ayam geprek.


"Anak nakal, apa yang kau lakukan sampai kakek tua itu tepar?? apa harus ku katakan berapa kali agar kau mengerti hah???


Kau tahu kita sekarang seperti ayam yang siap di sembelih, lihat anggot Alex menatap kita seperti ingin mencincang kita hidup-hidup.


Mereka tak perduli betapa cantik dan sexy nya kita.


Yang mereka inginkan sekarang adalah membunuh kita dan menjadikanya perkedel" ucap Agatha terus menyerocos tak henti.


Ia hanya panik karena baru sehari lalu ia pedicure and manicure, sehingga ia khawatir kuku nya yang bak penari panjang, lentik patah.


Padahal jika Agatha sparing saja, sepuluh orang akan mudah ia tangani, namun kali ini ia malas. Sangat menyebalkan dan membuat kuping Davina gatal mendengar ucapan Agatha yang seperti kereta api.


"Bocah tengik apa kau dengar perkataan ku???" teriak Agatha emosi


"Tante genit, apa kau mau ku pecat?? apa kau berubah pikiran untuk menjadi nyonya Willy????" tanya Davina balik membuat Agatha langsung bungkam.


Pasalnya Davina kini tahu kelemahannya.


Willy adalah pria yang benar-benar membuat Agatha jatuh cinta. Sikap Willy yang cuek dan terkesan angkuh membuat seorang Agatha yang biasa di kejar-kejar banyak pria menjadi kebaikannya kini. Agatha tergila--gila pada Willy, Agatha membenci itu, tapi ia tak mampu mengubah hatinya, apa itu karma baginya karena sudah mematahkan hati banyak pria?


"Aku membencimu gadis merah putih.


Tunggu saat pembalasan ku" ucap Agatha menggulung lengan bajunya , ia bersiap mode bertempur jika situasi tidak memungkinkan.


Agatha kini menyesali keputusannya memakai pakaian mini, bagaimana dia bisa leluasa berkelahi, bisa-bisa perabotannya terlihat dan itu merugikannya.


Ia jadi menyesal tak mendengarkan kekasihnya, Willy yang melarang Agatha untuk berpakaian kurang bahan. Kini ia mengerti maksud Willy.


Namun bukan Agatha namanya jika ia tidak melanggar larangan Willy.


Davina melirik malas ke arah Agatha, sungguh Agatha terlalu panik dan tidak bisa tenang menghadapi Masalah.


Davina memutar bola matanya malas lalu berjalan mendekati sofa


"Mau kemana kau gadis tengik, aku akan membunuhmu langsung jika kau macam-macam" teriak Frank


Davina hanya menyunggingkan senyum lalu duduk manis sambil menyeruput teh yang di sajikan beberapa waktu lalu yang belum sempat ia minum


"Astaga naga, apa yang ada di pikiran anak nakal ini??? bisa-bisanya ia sesantai itu???

__ADS_1


apa otaknya sudah tak waras???


bagaimana dia masih bisa duduk manis sambil nge teh???


Willy, apa keponakanya salah antri otak waktu lahir???" pekik Agatha dalam hati


"Tante genit, sini duduk dekatku.


Kita tunggu kakek tua itu bangun" ucap Davina menepuk sofa di sampingnya


"Kauuuuuu!!!!!....." teriak Agatha dan Frank secara bersamaan


"Astaga apa kalian berdua habis makan toa???mengapa suara kalian seperti spiker aktif, bikin kupingku sakit saja" dengus Davina meniup kupingnya.


"Gadis tengik apa ku pikir ancaman ku main-main???


Kau sungguh arogan meremehkan organisasi kami" ucap Frank tak senang hati.


ia berjalan ke arah Davina ingin memberi Davina pelajaran, namun melihat gelagat Frank yang akan berbuat sesuatu pada Davina, Agatha langsung bergerak cepat menghalangi


"Apa yang akan kau lakukan Frank???" tanya Agatha ketus


"Menjauhkan wanita siluman, kau dan bos mu sama-sama menjijikkan" ucap Frank penuh kebencian


"Aku??? apa salahku" tanya Davina enteng sambil menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya sendiri.


Ia bersumpah setelah keluar dari rumah ini, Agatha akan menjitak bocah nakal itu sampai peyang.


Bagaimana dia bisa tak berfikir sebelum berbicara.


Ah maksudnya Agatha juga suka ceplas ceplos, tapi saat ini situasi nya berbeda, bagaimana Davina bisa se-ceroboh itu?


Frank jelas sedang sangat marah karena bos yang dia anggap ayahnya sendiri dalam kondisi tak sadarkan diri karena ulah Davina, namun Davina seakan menambah kayu bakar pada api yang membara, apa Davina tak takut gosong terbakar???


"Kauuuu...." Frank dengan geram menerjang, namun Agatha segera memasang badan sehingga perkelahian sengit pun terjadi


"Dasar wanita setan, menyingkirkan.


Aku ingin memberi pelajaran bos mu baru setelah itu kau!!!!"


"Oh tidak bisa Frank, dia calon keponakanku.


Jadi kalau kau mu berurusan dengannya, maka berurusan dulu denganku"ucap Agatha di sela pertarungannya dengan Frank


"Wow Tante, kau mengakui ku.

__ADS_1


Aku akan memujimu di depan om Willy nanti" teriak Davina yang duduk di sofa.


Bukan membantu bocah tengil itu justru menyemangati Agatha


"Tutup mulutmu bocah bau" teriak Agatha sewot


"Tante kau jangan marah terus, perhatikan mantan kekasihmu yang botak itu" ucap Davina cekikikan membuat Agatha dan Frank menatap kesal kearah Davina


"Jadi demi om nya kau memutuskan ku???


kau...." tanya Frank dengan wajah masam


"Kepala botak, aku memang akan memutuskan mu ada atau tanpa pria itu, karena kau membosankan" ucap Agatha santai


"Dasar wanita bi*dap" teriak Frank murka dengan jawaban Agatha, sebenarnya ia masih mencintai Agatha.


Namun begitu mendengar jawaban Agatha, harga dirinya di injak-injak.


"Om botak, Agatha memutuskan mu karena burungmu kecil" ucap Davina mengompori sambil cekikikan.


Davina bahkan menunjukkan jari kelingkingnya sebagai ukuranya membuat darah Frank mendidih di buatnya


"Kau....kalian....." Frank makin gencar melayangkan serangannya. Ia merasa harus membungkam kedua wanita cantik namun menyebalkan di depannya.


kedua wanita itu benar-benar iblis betina. Namun pemimpin mereka yang duduk di sofa adalah biang segala iblis.


karena ucapan Davina, anak buah Frank yang berada di sana terlihat menahan tawa


"Davina jika kau sangat senggang sebaiknya tutup saja mulut comberan mu, sial" gerutu Agatha yang akhirnya harus serius karena Frank kini melancarkan serangan dengan kekuatan penuhnya.


Davina terkekeh di tempat duduknya. Bahunya sampai berguncang karena geli menertawakan dua orang mantan kekasih yang berkelahi.


Itu sangat seru.


Namun perhatian Davina terarah pada kakek tua yang sedang bengong sesaat karena baru saja terbangun, dokter langsung memeriksa lagi kondisi Alex, namun mata tua Alex berkerut melihat pemandangan di depannya.


"Hai kakek tua, akhirnya kau bangun juga.


Lemah sekali" ucap Davina dengan senyum lebar


"Apa yang kalian lakukaaannnnn!!!!!" teriakan Alex membuat Frank maupun Agatha menghentikan perkelahian mereka


"Bos??? Anda sudah bangun?" pertanyaan bodoh keluar dari mulut Frank karena terkejut dan bahagia


"Apa kau juga berharap aku tidak bangun lagi bocah sialan??" umpat Alex kesal

__ADS_1


"Bu..bukan begitu bos, saya, saya...." Alex mengangkat sebelah tangannya meminta Frank berhenti


__ADS_2