(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Di Culik II


__ADS_3

Sudah lima jam sejak menghilangnya Davina, semua orang diliput ketegangan dan cemas.


Bahkan Ayudia terus saja menangis dan pingsan membuat semua orang sangat khawatir.


Daffa dan Daffi di bakar api amarah, keduanya berjanji tak akan memaafkan siapapun yang telah menyakiti adiknya dan membuat mamanya seperti ini.


Bagi mereka mama adalah segalanya, jika mereka di suruh memilih mama atau papa untuk di selamatkan, mereka akan lebih memilih mama mereka, karena mereka besar tanpa papa, jadi kehilangan papa bukan hal yang baru.


Daffa terus saja meminta update dari Axel, dan kenyataan bahwa belum ada kabar apapun dari bawahannya itu membuat Daffa marah dan membanting barang di kamarnya


"Kak Daffa, tahan emosimu.


Itu tak akan menyelesaikan masalah , kau hanya akan menambah masalah.


Apa yang akan kau katakan jika papa dan mama atau semua orang bertanya apa yang terjadi padamu" Ucapan Daffi membuat Daffa sadar.


Daffa membeku di tempatnya.


Ia sadar apa yang dikatakan Daffi adalah benar, ia terduduk lemas dan memaki sambil meremas rambutnya frustasi


"Jangan kau tekan Axel terlalu kencang, dia sudah bekerja di bawah tekanan, jika kau terus menekan ya kerjanya tak akan lebih baik.


Percayakan semua pada Axel,. Aku percaya Axel dan Vincent keduanya orang pilihan kita yang terbaik di bidangnya" ucap Daffi membuat Daffa sadar bahwa ia sudah sangat keterlaluan pada Axel.


"Setelah masalah ini selesai, aku akan memberikan bonus yang besar serta tiket buat ia berlibur nanti" ucap Daffa merasa bersalah


"Itu baru kakakku, aku tahu kau hanya jahat di luar, tapi sebenarnya kau..." Daffi mengerutkan alisnya berfikir


"Jahat" potong Daffa menatap tajam adiknya


"Hahaha kau salah kak, aku hanya tidak mengatakan kau jahat tapi kurang baik"


"Adik kurang ajar, itu sama saja" gerutu Daffa kesal


"Beda kak. kurang baik bukan berarti jahat"


"Terserah ku saja" ucap Daffa malas berdebat.


Daffa lebih memilih memejamkan matanya, kepalanya pusing tujuh keliling dan yang paling menyebalkan adalah badannya yang membulat sehingga saat ia bergerak sedikit membuatnya kelelahan


"Daffa kenapa kau begitu membuat hatiku hancur berkeping-keping.


Aku mengatakan sesungguhnya kau memang tidak jahat hanya kuraaaaaang baik" ucap Daffi memegangi dadanya, Daffa kesal juga merasa sedikit terhibur, Daffi berusaha membuat suasana tak terlalu tegang.

__ADS_1


Walau kondisi mereka semua sedang tegang, namun hati harus tenang sehingga otak bisa bekerja dengan baik


Sementara di tempat kamar lain


Arjuna terlihat tak berdaya menatap wajah istrinya yang sembab dan pucat, ia terus saja menangis sejak menghilangnya Davina.


Walau Ayudia tak mengatakan apapun, namun ia tahu jika istrinya itu pasti menyalahkannya, terlihat tatapan Angelo yang terlihat seakan menyudutkan nya.


Seolah berkata


"Bagaimana mungkin hanya seorang gadis kecil bisa lepas dari pengawasan empat pria dewasa??? "


Arjuna Menggenggam tangan Ayudia yang terasa dingin, sejak siang tadi ia tak makan, bahkan anehnya seakan anak dalam kandungan Ayudia mengerti kesulitan mamanya, Ayudia tak merasakan mual atau muntah seperti biasanya.


Namun tetap saja Ayudia hanya menangis memikirkan nasib putri bungsu kesayangannya.


Setelah merapihkan selimut istrinya, Arjuna mengecup kening Ayudia, dua selang tertancap di tangannya yang pucat.


Arjuna melangkah keluar dari kamarnya, sayup-sayup ia mendengar suara papanya dan Bu Ratna.


Rupanya Baskoro datang dengan Ratna, Irine dan Samuel.


Melihat putranya Baskoro langsung bangkit dan memeluknya menepuk bahu putranya memberi kekuatan, begitu juga Ratna dan Samuel.


Tak terkecuali Adhi.


Khadijah yang memang kehamilannya bermasalah, ketika tak sengaja mendengar perbincangan antara Adhi dan Ayudia melalui telepon langsung shock dan ikutan terus menangis, sehingga akhirnya Khadijah harus di larikan kerumah sakit karena pendarahan.


Ia sangat tertekan mendengar berita ini.


Sementara di tempat lain


"Apa saja yang Kalian lakukan mengapa belum juga ada kabar, apa kalian mau mati?????" bentak Agatha yang berdiri di depan mobilnya, ia memang cantik namun terkenal tempramental apalagi jika suasana hatinya sedang buruk seperti saat ini


Tak pelak kedua anak buahnya terkena tendangan Agatha sehingga mereka terpental kebelakang sambil memegangi perut mereka.


"Maaf bos, kami akan mencari lagi" ucap mereka serentak, tak ada kekesalan di wajah mereka karena di tendang oleh Agatha, mereka pantas mendapatkannya, karena mereka merasa sangat tak berguna.


"Tunggu apa lagi cepat.


Bos kita yang di culik, Jika terjadi sesuatu padanya tamat riwayat kita. Bos sudah berjanji akan memberikan kita bonus saat masalah keluarganya selesai, dan sekarang beliau di culik. Tunjukkan loyalitas kalian dan segera temukan kemudian balas perbuatan mereka!!!!" ucap Agatha berapi-api


Tiba-tiba ponsel Agatha berbunyi.

__ADS_1


Panggilan masuk dari group B, salah satu group pencarian yang sengaja Agatha bentuk untuk memudahkan pencarian.


Setelah mendapat menerima telepon, raut wajahnya memancarkan amarah, dan seringai iblis wanita.


"Tunggu saja, waktu kematian kalian semakin dekat !!!!"


Agatha langsung menuju lokasi dimana informan itu berada dan setelah mencari nomor mobil yang di sebutkan penjual asongan tersebut.


Tak lupa Agatha memberikan segepok uang pada pria tua itu hingga pria itu jatuh pingsan karena bahagia.


Agatha meminta salah seorang anak buahnya mengantar pria pedagang asongan itu pulang dan sementara ia dan anak buahnya yang lain lngsung menuju mobil dimana pencuri itu terakhir terlihat .


Setelah menempuh perjalan menuju luar kota selama satu setengah jam, mereka menemukan lokasi mobil tersebut yang menuntun mereka berujung ke sebuah tempat penyewaan mobil antar kota,


Setelah di selidiki ternyata mobil tersebut sayangnya adalah mobil rental.


Saat anak buah Agatha meminta data lengkap berupa alamat dan ktp atas nama peminjam, mereka memberikan ktp dan alamat palsu.


Agatha yang menunggu di dalam mobil langsung keluar dari dalam mobilnya, dengan langkah geram ia berjalan ke dalam rental dan menghancurkan meja resepsionis, Tak ada yang berani melawan.


Agatha yang hanya seorang wanita saja berhasil membuat meja itu patah, bagaimana pria yang berada di sekelilingnya, mereka mirip gangster Jepang dengan gadis cantik sebagai kepala mereka.


"Bagaimana kalian bisa idiot sekali menyewakan mobil untuk penculikan!!!" teriak Agatha dengan sudut air mata berlinang, ia awalnya bahagia akhirnya bisa menemukan Davina, namun mereka ternyata berujung di rental mobil


"Bos, kau membuat semua orang takut, mereka tak tahu jika itu buat penculikan bos.


Kalau mereka tahu juga tak akan menyewakan pada orang itu"


"Bbbeeenar Bu, kami tttiiiiddak tahu" ucap seorang wanita yang merupakan resepsionis dengan wajah pucat dan tubuh bergetar ketakutan


"Siaaaall, sialan, " ucap agatha keluar dari tempat rental tersebut lalu masuk ke dalam mobilnya.


Ia memukul stir frustasi


Agatha hampir membakar rental mobil tersebut, namun ia melihat kamera CCTV yang menghadap ke arah jalanan.


kemungkinan mereka mengganti kendaraan mereka dan seperti dugaan Agatha


"Segera bereskan kekacauan ku, beri mereka kompensasi.


tapi tetap laporkan apa yang kita peroleh.


Satu lagi, bersihkan cc....

__ADS_1


Astaga, CCTV..." pekik agatha langsung keluar dari pintunya membuat asisten nya terdorong dan jatuh ke tanah


__ADS_2