(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Kenyataan Pahit Tian


__ADS_3

Daffa dan Daffi terlihat menekuk wajahnya begitu mendengar mamanya hamil


Mereka berdua sangat terlihat sekali tak suka kabar gembira itu.


Ayudia menduga jika keduanya merasa iri jika nanti kasih sayang ayu dan suaminya akan berkurang pada kedua putranya itu, namun alasan utama mereka tak suka adalah karena mereka berpikir bahwa adik mereka akan sama payahnya dengan Davina.


Jika saja mereka tahu jika Davina diatas mereka, bisa di pastikan kedua anak sombong itu akan muntah darah dan klojot-klojot epilepsi dadakan.


"Mama, banyak istirahat ya,, aku akan menjaga mama" ucap Davina penuh perhatian


"Ya Allah makasih, putri kecil mama sudah dewasa, tidak seperti...." Ayudia melirik ke dua putranya yang terlihat murung.


"Tidak seperti kami??? kami juga gak mau sama dengan dia"


"Betul" ucap Daffi setuju dengan ucapan kakaknya


"Mama tuh bingung, kalian kenapa sih sama adik sendiri begitu, kalian itu dalam satu kandungan Yangs Ama, lahir di hari yang sama, jam yang sama.


Mengapa kalian mendiskriminasi adik kalian.


Mama gak suka itu ya" ucap Ayudia melotot marah


"Aduh duh pa, sakit"


"Sakit pa"


Arjuna menjewer kuping kedua putranya


"Papa bilang sama saudara yang akut, apa mah kalian seperti kakek buyut saudara tapi saling menjatuhkan bahkan sampai main tangan.


Jika kami sudah mati, arwah kami akan tidak tenang melihat kelakuan kalian


"Papa.... bukan begitu pa, kami sayang kok dengan adik.


Tapi kami cuma iseng.


Davina habisnya lucu"


"Iya lucu" timpal Daffi


"Tidak bisakah kau memiliki pendapat sendiri.


mulai besok, kalian pisah kamar, kalian hanya anak buah dan pembantu jika terus di jadikan satu kamar.


Yang satu berkata A, pembantunya langsung A" ucap Arjuna kesal


Daffi terlihat berpikir dan tak lama wajahnya langsung muram, sementara Davina dan ayu menahan tawa.


jika dilihat benar jika Daffi seperti pembantu Daffa, menuruti semua kemauan Daffa, perkataan Daffa bagai titah untuknya


"Aku buk anak Buha kak Daffa, enak saja" ucap Daffi langsung beringsut menjauh dari kakaknya


sementara Daffa cemberut mendengarnya.


"Ayo pa, ma, kita lebih baik nonton film dari pada melihat dua anak ini, bikin pusing"ucap Davina menggandeng papa dan mamanya meninggalkan ruang makan.


Daffi melirik kearah Daffa, ia berpikir jika apa yang di katakan papanya ada benarnya.


Mereka saudara kembar, bukan atasan dan bawahan, namun selama ini Daffa mendominasi.


"Mau kemana kamu???"


"Mau ke ruang keluarga lah, kenapa mau ikut??" tanya Daffi dengan senyum mengejek


"Lupakan" ucap Daffa kesal.


Ia tak bisa menyuruh-nyuruh lagi adiknya.


Daffa memilih menuju kamarnya, namun saat menaiki lantai dua rumah merek, beberapa asisten rumah tangga terlihat sedang mengangkat barang-barang Daffa


"Mau di kemana kan barang-barang ku???"


"Tuan muda junior, kami di minta memindahkan barang anda ke kamar sebelah " ucap asisten pembantu tersebut sopan


"Papaaaaa" ucap Daffa kesal, ia menyangka jika Daffa yang di pindahkan ternyata ia yang pindah.

__ADS_1


Sebulan kemudian


Ayudia mengalami morning sick parah sehingga ia hanya bisa berbaring di tempat tidur.


Berbeda dengan kehamilan pertamanya, Ayudia terlihat manja dan lemah. Mungkin dulu karena keadaan ia tak pernah menghiraukan tubuhnya, yang ada dalam pikirannya adalah anaknya sehat dan bisa melahirkan dengan selamat


Namun kini ada suami dan keluarga yang memperhatikannya, entah mengapa kehamilannya jadi rewel.


Ia akan meminta sesuatu yang tak terduga saat malam-malam dan akan uring-uringan jika Arjuna tidak memenuhinya. Bahkan Willy dan William tak luput dari siksaan Ayudia.


Davina kini merasa damai, kedua kakaknya sudah tak berkomplot mengganggunya, ia bisa konsen mengerjakan semua pekerjaannya.


Pagi ini ada berita yang membuatnya tersenyum senang.


Dokter syaraf sekaligus psikolog yang merupakan anak buahnya sudah memberikan laporan berkait Minah.


wanita malang itu sudah mulai mengenali orang sekelilingnya. Ia sudah bisa tersenyum walau masih cenderung pendiam.


Dan malam saat ia tidur sudah tidak sering mimpi buruk, hanya sesekali saja, berbeda sekali saat pertama mereka menemukannya.


Tidak sia-sia mereka membayar untuk mempekerjakan Selena.


Namun yang membuat Davina kesal adalah, Agatha butuh waktu lebih lama untuk mencari info kembaran Sarah, baru pagi ini juga datanya di kirim.


"Misteri, pria ini sungguh sebuah misteri yang mengerikan.


B*j*Ng*n tua ini sudah lama berada di ketenangan, saat nya mengguncang pohon yang kokoh.


jika cara terang terangan tak akan bisa, ia memiliki backingan kita dan juga anak buah di dunia bawah.


Pohon besar, akar kuat, bagaimana jika kita buta akarnya sakit???


Tentu akan lebih menarik" ucap Davina tertawa sinis.


jika saja ada orang yang berada di dekatnya, orang itu pasti akan ketakutan karena tawa Davina terlihat sadis dan mengandung nafsu menghancurkan.


"Jadi nenekku ternyata di sana, sepertinya ini masalah yang rumit, entah bagaimana bisa bertukar tempat, yang pasti mereka sangat licik.


Namun mereka salah jika memilih berurusan denganku"


Seringai sinis terlukis di bibir bocah perempuan itu.


Tiga puluh tahun berkecimpung di dunia hitam, tidak akan mudah menaklukannya, terlebih ia memiliki beberapa koneksi kuat, organisasinya walau kita, namun tak sekuat organisasi yang sudah berdiri puluhan tahun, selain itu di dunia bawah terkenal namanya cartel, jika tak mengganggu wilayah masing-masing mereka akan saling membantu, walau dengan imbalan.


"Organisasinya di akui karena mereka kuat dalam senjata mematikan, racun dan sejenisnya yang telah di racik secara modern, bahkan mereka memiliki senapan yang bisa membunuh musuh walau hanya tergores sedikit.


Hak itulah yang membuat mereka cepat berkembang, walau Davina sadari jika ada banyak mata yang mengawasi organisasinya.


Sementara kondisi keluarga Baskoro sudah berjalan normal seperti semula, mereka juga tak membahas masalah Deswita dua bulan kedepan agar mental Sebastian pulih dulu.


Willy dan William kini sering mengunjungi kediaman Angelo, mereka sangat bahagia dengan berita kehamilan Ayudia.


Yng lebih menggembirakan adalah Khadijah juga hamil, dan usia kandungan mereka hanya berbeda beberapa Minggu.


Dua berita yang membuat keluarga besar Angelo bahagia. tak terkecuali Ayudia yang mendengar mamanya juga hamil, walau mereka masih berada si Spanyol, Ayudia sudah tak sabar untuk bertemu dengan mamanya tersebut.


Angelo dengan bangga mengatakan jika kehamilan mereka karena ulahnya, Karena ulah kakek tua ini memberikan obat kedalam minuman menantunya dan cucu menantunya.


dalam satu bulan kedepan, Angelo akan kembali ke tanah air.


Beberapa Minggu kemudian.


Willy dan William sedang asik bermain dengan keponakan mereka, nampak juga Samuel yang datang dengan si kembar, sementara Anabelle sedang di kamar, memeriksa kondisi Ayudia,


Emillia juga sudah berada di kamar Ayudia, mereka meneruskan dengan obrolan ringan seputar kehamilan, Emillia mendengarkan dengan seksama, ini merupakan pengetahuan yang akan di perlukan saat ia hamil nanti.


Arjuna, William, Willy serta Samuel, sedang membahas masalah gugatan., dua Minggu kedepan mereka sudah bisa mengajukan gugatan, karena Baskoro sudah mengizinkan mereka.


Kondisi Sebastian juga sudah kembali normal


"Jadi, Apa kita sudah bisa mengajukan gugatan???" tanya Samuel membuka percakapan


" Sudah bro, maaf karena harus tertunda lama"


"ITS ok, kita keluarga." ucap Samuel.

__ADS_1


"Willy menatap Arjuna, sebelumnya mereka sudah memutuskan sesuatu, mereka sepakat akan memberitahu William dan Samuel prihal kedua adiknya.


Mereka semua sudah saling terbuka, alangkah bijaknya jika mereka mengatakan fakta tersebut, jika William dan Samuel tahu dari orang lain, itu akan terasa tak etis.


"Sebenarnya gue mau bicara mengenai fakta lain.


Sepertinya gua akan sertakan gugatan itu setelah gue dapat bukti.


Adik gue , maksud gue, Deswita sepertinya mencuri adik gue. Atau mungkin juga menukar, gue belum bisa pastikan, hanya saja willy sudah mengkonfirmasi apa yang gue akan sampaikan."ucap Arjuna ragu.


"Loe.buat gue penasaran bro" ucap William tegang


"Vera bukan saudari kandung gue, dan Sarah benar adik kandung gue, tapi Vera anak kandung Deswita" ucap Arjuna lirih


"Loe gak becanda kan, bagiamana....???"


"Begitulah kenyataanya, mungkin Vera lahir prematur. sementara Sarah lahir pas bulan, Gue juga lagi mencari fakta bagaimana Sarah bisa di kediaman kita, padahal mama sudah menghilang sejak lama, satu-satu jawabannya adalah kemungkinan mama di sekap oleh Deswita."


"Itu sangat mungkin,"


"Dan ,Sebastian bukan adik kandung kita, maksud gue dia gak ada hubungan darah dengan kita" ucap Willy membuat William dan Samuel terkejut untuk kedua kalinya.


"Lalu Sebastian anak wanita itu dengan siapa???" tanya William lirih seolah bertanya pada dirinya sendiri


"Jimmy Chou" jawab Samuel lirih


"Ah ngaco, tapi....


klotang Bruuughhhh,


Sebuh benda terjatuh,membuat keempat pria itu terdiam, Arjuna lalu bangkit dan mendekati pintu, terlihat vas bunga yang berada di depan pintu keluar ke taman belakang jatuh dan pecah.


"Maaf Tuan muda say akan bersihkan" ucap asisten pembantu melihat pecahan vas bunga


"Apa ada orang yang kesini tadi???" tanya Arjuna merasa firasat buruk


"Loh tadi adik tuan muda yang biasa main datang, beliau katanya langsung mau ke belakang begitu saya beri tahu" ucap asisten pembantu itu celingak celinguk


"Apa maksudmu Sebastian??" tanya Arjuna bergetar


"Iya tuna Sebastian"


Arjuna merasa tubuhnya lemas, ia sampai berpegangan pada handle pintu, Sebastian pasti mendengar semua....


"Kak kenapa??? apa yang terjadi??" tanya Willy menghampiri kakaknya di ikuti Samuel dan William


"Sebastian mendengar semua percakapan kita"


"Apaaaaaa???? Gue akan susul mungkin belum jauh" ucap Willy lngsung mengambil jaketnya dan bergegas pergi


"Gue juga" ucap Arjuna


"William dan Samuel juga keluar dengan mobil mereka, semua bergegas mencari Sebastian, adik bungsunya itu masih tertekan masalah kemarin , kini menerima kenyataan pahit.


mereka takut Sebastian nekad lagi.


"Ini semua salah gue" ucap Arjuna mengusap wajahnya kasar


"Enggak perlu menyalahkan diri, semoga Tian bisa berbesar hati" ucap Willy tenang


Sampai depan perumahaan, Sebastian tak nampak, mereka lalu membagi tugas, William menuju studio yang beberapa Minggu lalu di buka atas nama Sebastian, sementara Willy dan Arjuna menuju kediaman Baskoro.


Sesampainya di kediaman Baskoro hanya ada Baskoro Yang sedang memberi makan ikan-ikannya.


Melihat kedatangan Arjuna dan Willy, ia merasa heran


"Pa, Tina sudah pulang belum???" tanya Arjuna pelan


"Kayanya. belum, kan dia tadi pamit ke rumahmu bagaimana sih kamu, apa Tina kecelakaan??" tanya Baskoro langsung panik


"Enggak pa, itu"


"Apa yang kalian sembunyikan dari papa" ruang Baskoro. ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Tian, ponselnya sudah tak aktif.


padahal beberapa waktu lalu Willy dan Arjuna masih bisa menghubungi Tian tapi tidak diangkat.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada adik kalian, katakan" ucap Baskoro menatap tajam kedua putranya


"Tian.....


__ADS_2