(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Latar Belakang Sania I


__ADS_3

"Apa??? kembar..


Ti...tiga??" Sania menelan Saliva nya dengan sulit.


wanita di depannya penuh dengan kejutan.


Ia masih memiliki banyak pertanyaan, namun satu kenyataan baru sudah membuatnya terkejut.


"Lain kali kakak akan mengenalkan kalian" ucap Adrian tersenyum


Ratih trus memandang Ayudia, ia ingat wanita ini yang pernah ia temui di persidangan Karen


"Apa kau istri pria yang mengaku anakku???" tanya Ratih tiba-tiba. Mereka tidak sempat berkenalan sebelum dan beberapa waktu lalu karena Adrian pingsan.


Kini Ratih bisa melihat jelas wajah wanita yang menjadi istri anaknya. Mungkin saja itu benar.


Karena penyakit Ratih, ia melupakan sebagian besar memori masa lalu nya.


Ia hanya pernah ingat menikah dan bahagia dan anaknya adalah laki-laki, namun saat ia sadar ia hanya memiliki satu anak perempuan.


Walau ia sedikit bingung, tapi Aditya meyakinkan bahwa ia suaminya. Aditya juga mencurahkan perhatiannya padanya bahkan menemaninya dalam setiap sesi pengobatannya. Dimata Ratih ,Aditya adalah sosok suami sekaligus ayah yang luar biasa.


"Assalamu'alaikum ma, maaf aku gak sempat memperkenalkan diri.


Namaku Ayudia" ucap Ayudia mencium punggung tangan Ratih


"wa'alaikum salam, Maaf nak, bukan saya gak sopan. tapi saya benar bukan mertuamu. Saya hanya memiliki suami dan seorang putri" ucap Ratih walau dalam hatinya tak yakin


"Tak apa ma, biarkan waktu yang menjawab.


mama Ratih jaga kesehatan dan cepat sembuh ya" ucap Ayudia menggenggam tangan Ratih.


Hati Ratih tersentuh, ia mencoba tersenyum walau bingung.


"Ayo Sania kita kembali, mama mu perlu banyak istirahat.


Ayu aku pulang dulu ya, kita akan bicara lagi nanti"


"Sayang, papa pulang dulu. tolong jaga mamamu" ucap Adrian mengecup kening Davina dan terlihat serba salah


"Siap papa ganteng, jangan lupa cepat cari mama untukku" ucap Davina mengedipkan sebelah matanya.


Adrian hanya terbatuk-batuk kecil, sementara Ayu tersenyum melihat kelakuan putrinya yang menggoda Adrian.


Hati Ayudia di penuhi rasa bersalah.


Enam tahun ia mengenal pria tersebut, ia memiliki rasa hormat, sayang dan kagum.


Setahun setelah mereka kenal Adrian menyatakan perasaanya, namun Ayudia tak yakin dan menolak menerimanya.


Bukan karena ia tak tahu berterima kasih, namun hubungan yang di landasi karena rasa terima kasih akan berujung saling menyakiti, Ayudia tak mau.


Baginya Adrian sosok penolong dan kakak yang mengayomi. Rasa sayang tak cukup untuk mengantarkan mereka menjadi pasangan karena rapuh.


"Sayang, kau menggoda papa Adrian mu saja"


"Ih mama merona merah gitu? cie, cie yang habis ketemu kekasih, pria pemuja sejati" goda Davina membuat Ayudia makin merona merah


"Anak nakal, bagaimana kalau papamu dengar, dia bisa salah paham" ucap Ayudia kesal


"Apa yang gak boleh ku dengar dan bikin salah paham??" Suara bas nan merdu terdengar di belakang mereka, keduanya tegang karena mengenali siapa pemilik suara tersebut.


Baik Ayudia maupun Davina memasang senyum lebar dengan gigi terlihat


"Pa...papa" ucap keduanya dengan senyum terpaksa


"Papa tanya apa yang gak boleh papa dengar???" ucap Arjuna menaikan sebelah alisnya menatap putri dan istrinya yang memiliki ekspresi sama

__ADS_1


"Ih papa salah dengar, kepedean kita ngomongin papa ya kan ma?"


"Ah Davina obat mama, mama merasa ngilu perutnya" ucap Ayudia memegangi perutnya


"Kau membuat mamamu berdiri lama, anak nakal" ucap Arjuna kesal, lalu tanpa terduga ia membopong istrinya ala bridal.


Ayu yang takut jatuh tanpa sadar melingkarkan tangannya di leher papanya


"Kalian memalukan, apa kalian gak kasian sama jomblo kaya aku???" protes Davina kesal melihat kemesraan yang mencolok matanya


"Enggaaakk!!!!" ucap keduanya kompak membuat Davina terkejut


"Astaghfirullah, kalian mau buat anak kalian jantungan apa??" ucap Davina mengelus dadanya


"Anak bau pesing, cepat ambil obat mama mu dan pulang.


Kami akan pulang duluan" ucap Arjuna langsung membawa istrinya berjalan menuju parkiran.


Keduanya bahkan tak tahu malu menjadi pusat perhatian orang-orang yang berubah maupun staf rumah sakit. Davina mau tak mau menepuk keningnya melihat kelakuan papa dan mamanya


"Dasar Bucin Tuaaaa” Dengus Davina kesal


"Jiah ada yang ngiri, gede dulu baru mikir begituan" ucap Agatha cekikikan sambil berjalan menjauh


"Agatha kau minta di pecat!!!!" teriak Davina sewot


"Pecat lah, aku malah senang di rumah saja sambil menunggu kekasihku pulang kerja" ucap Agatha yang tahu Davina tak akan memecatnya, karena tak bisa.


"Kalian menyebalkan" ucap Davina menghentakkan kakinya kesal


"Kepala rumah sakit, anda harus segera menikah" ucap seorang staf sambil mengangguk pasti.


staf tersebut menduga Davina iri melihat mama dan papanya. karena hanya dalam hitungan menit saja berita kemesraan kedua orangtuanya menjadi tranding topik di rumah sakitnya


"Kau bosan bekerja???" tanya Davina menatap dingin


"Ah kepala rumah sakit, aku sudah tua, bisakah aku mendapat pensiun dini dengan pesangon???" ucap wanita paruh baya tersebut malah memohon membuat Davina mengacak-acak rambutnya frustasi


Davina dalam mood yang buruk, semua meledeknya sampai staf senior juga, ia pulang dengan wajah di tekuk.


sesampainya di rumah ia masih di sajikan pemandangan yang membuatnya bergidik.


papanya dengan memakai celemek sedang melayani mamanya layaknya seorang ratu dan papanya hanya pembantunya.


bahkan mamanya di suapi buah dan papanya menyiapkan tisu untuk membersihkan mulut mamanya


"Apa kalian tak punya tempat?? menunjukkan kemesraan di depan umum" ucap Davina langsung melangkah kesal menuju kamarnya


"Kenapa anak itu???" tanya Ayudia bingung


"Bocil pengen jatuh cinta" ucap Arjuna asal yang masih bisa di dengar oleh Davina


"Papaaaaaa" teriak Davina marah


Siang ini papanya sudah mengatainya bocah bau Pesing, sekarang bocil.


Davina memiliki rencana untuk mengerjai papa menyebalkan nya


Sementara itu Adrian sedang memikirkan perkataan Ayudia beberapa waktu lalu.


Ayudia bukan tipe wanita pembohong, ia selalu berkata apa adanya dan tak pernah neko-neko, itulah mengapa Adrian sampai jatuh cinta padanya.


Adrian memandang Ratih, ia mengenal Ratih saat mereka tinggal di luar negeri, Adrian juga pernah mendengar mama dan papanya membicarakan Aditya.


mereka tak pernah tahu jika Aditya punya istri, tapi akhirnya mereka menetap dekat dengan keluarga Adrian dan menikah lagi dengan membawa seorang anak kecil.


saat itu kondisi Ratih baru sembuh dari kecelakaan, beberapa tulang nya bahkan parah.

__ADS_1


Saat Adrian mengingat-ingat lagi, ia langsung menelpon mamanya, ia bertanya seputar kehidupan Adrian sebelumnya, dan mama nya membenarkan kecurigaan anaknya.


Bahkan mamanya mengatakan nama Aditya sebenarnya adalah Jimmy . Alasan mengapa pria itu berganti nama, mamanya tidak tahu.


Beberapa hari kemudian


Selama di kediaman Aditya, Adrian mencoba mencari informasi, ia jadi tahu jika Aditya sedang terlibat skandal besar yang membuatnya akan di pidanakan.


dan yang mengejutkan adalah adik tiri Aditya sedang duduk di kursi panas sebagai pesakitan, tinggal menunggu ketuk palu dan hukuman di jatuhkan.


Sidang itu membahas tentang rencana pembunuhan Ratih, tapi Ratih membelanya dan Ratih hidup dengan Jimmy.


Adrian makin penasaran, ia harus menarik benang kusut dari permasalahan ini.


Adrian lalu membuat janji temu dengan Ayudia, ia datang ke kediaman Angelo, Sania yang tahu rencana Adrian memilih iku, ia penasaran tentang keluarga dari mamanya itu.


Sesampainya di kediaman Angelo, Adrian langsung di sambut seorang anak kecil yang cantik, anak itu berlari kearah Adrian dan memeluknya


"Papa Adrian" ucap gadis kecil yang mirip boneka hidup dalam gendongan Adrian


"Bayi cantik papa, apa gak malu bersikap seperti anak kecil?


"Aku memang masih kecil" protes Davina cemberut


"Dasar anak manja, cepat turun, tubuhmu gendut.


kasian papa" ucap Daffi mengomeli adiknya


"Papa apa kabarnya?" sapa Daffa terlihat dewasa


"Ya Allah Ayu, baru setahun lebih tak melihat mereka, mereka sudah tumbuh besar" ucap Adrian antusias menurunkan Davina dan memeluk ketiga anak yang di asuhnya dari kecil


"Ya iya lah kan di kasih makan" sambar Arjuna Malas.


sejak di beritahu akan kedatangan Adrian, Arjuna sudah antipati pada saingan cintanya itu.


Ia tahu dengan jelas bahwa Adrian sangat mencintai istrinya


Ayudia memelototi Arjuna dan mencubitnya keras, tanda suaminya harus menutup mulutnya


"Ckckck saingan cinta, suasana memanas" ucap Daffi memutar bola matanya malas


"Hai, mengapa Tante Sarah kesini???" tanya Daffi melihat wanita di sebelah Adrian, mereka terlalu fokus pada Adrian sehingga tak memperhatikan Sania


"Dia bukan Tante Sarah, kau lupa? Tante Sarah habis mewarnai rambutnya dua hari lalu dengan warna putih seperti nenek-nenek" cibir Daffa yang memiliki pengamatan tajam


"Itu Tante Sania, ayo kenalan" ucap Davina antusias, lupa jika Sania mengenalnya dalam mode dewasanya


"Tante, ini saudara kembar ku seperti yang ku katakan padamu kemarin" ucap Davina, tapi di balas Sania dengan melotot tak berkedip dan akhirnya ia jatuh.


Adrian berhasil menangkapnya sebelum tubuh Sania mencium lantai.


"Sepertinya kita harus memberi rekor pada Davina karena sudah membuat banyak orang pingsan" ucap Daffi tertawa terkekeh.


Sania memerlukan waktu lama untuk bisa menerima kenyataan.


Saat ia sadar pun ia tak mengatakan apapun, ia hanya dia dengan pandangan lurus ke arah Davina lalu bergantian ke arah ke dua kakaknya.


Davina lalu menyerahkan sebuah map berisi test DNA yang baru beberapa waktu lalu ia lakukan.


Di dalam kertas itu tertera siapa orang tua kandungnya, dan itu bukan Jimmy Chou alias Aditya maupun Ratih.


Sania menangis sejadi-jadinya, ia sudah tahu akan hal itu, tapi tetap saja kenyataan itu terlalu pahit ia rasakan.


Jiwa nya tergoncang hebat dan kembali tak sadarkan diri.


Adrian langsung memeriksanya, beruntung Davina sudah menduga, ia mempersiapkan tabung oksigen dan alat infus.

__ADS_1


Saat siuman Arjuna menjelaskan semua nya bahwa ia adalah kakaknya, dengan kata lain Davina benar keponakanya hanya ia berbeda ibu dengan Arjuna.


Sania ingin menanyakan mamanya, namun mereka semua meminta Sania menata hati nya dulu, setelah siap mereka akan mengantar Sania menemui mamanya.


__ADS_2