(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Saksi Kunci


__ADS_3

William menghampiri mamanya yang terlihat sedih, ia tak mengerti mengapa mama. nya memanggil Baskoro Beruang madu, nama yang terdengar akrab, apa mereka se akrab ini dulu??? ataukah ada rahasia masa lalu yang tak ada seorang pun tahu.


Biasanya orang memberikan julukan karena mereka dekat atau panggilan sayang, apa mereka.....


William menggelengkan kepalanya berkali-kali menghalau pikiran aneh di otaknya, ia tak mau menduga-duga hal yang tidak ia ketahui.


Ia takut dugaannya salah.


"Ma, apa mama mau pulang??? mama kelihatan pucat" ucap William duduk di sebelah Ratna


"Mama akan di sini sebentar lagi, bisa tolong belikan mama minuman hangat?? teh atau jeruk hangat?" tanya Ratna pada putra sulungnya


"Baik, aku akan belikan pesanan mama.


mama jangan kemana-mana, Willy akan menjaga mama"


"Willy??, ah Mahesa.


Mama lupa jika kalian tidak memakai nama itu lagi" ucap Ratna dengan sorot mata sedih


"Ma, kami tetap Mahesa dan Mahendra putra mama, hanya saja kita perlu membereskan situasi dl sebelum itu mama dan kak ayu serta si kembar masih dalam bahaya karen wanita ular itu pasti akan mencari cara untuk membunuh lagi"


"Baik nak, mama akan menuruti perkataan mu" ucap Ratna tersenyum lembut


"Willy, sini" panggil William pada adiknya


"Iya kak?"


"Jaga mama aku tak mau mama kenapa-napa, wajahnya pucat.


Aku mau belikan beliau minum dulu. Ingat jangan sampai lengah dan mama lepas dari pengawasanku" ucap William memperingati


"Baik kak, cepat pergi.


Serahkan mama padaku" ucap Willy


Setelah kepergian William Ratna terlihat terus memandangi Baskoro yang masih tertidur pulas akibat obat penenang, pria itu sangat terpukul menerima kenyataan bahwa istrinya di bunuh oleh sekretarisnya.


Ratna berfikir jika akhirnya Baskoro sangat mencintai kakak kembarnya, perasaan yang dulu mungkin sudah tersingkirkan dan berganti dengan perasaan yang baru, atau mungkin saja setelah kakaknya tak ada Baskoro mulia mencintai sekretarisnya itu, siapa yang tahu!!!


Ratna mendapatkan ingatannya lagi saat melihat Baskoro terbaring di ruang ICU, semuanya mengalir begitu saja.


Anehnya ia tak merasakan sakit kepala seperti biasanya, apa karena ini mengenai perasaan yang di pendam???


Ratna jadi merasa bersalah pada suaminya karena ia masih memiliki sedikit perasaan untuk Baskoro.

__ADS_1


"Papaaaaaa" Seorang gadis cantik berlari masuk ke dalam ruang rawat tersebut, di susul seorang lagi, ia memperkirakan jika usia mereka masih menjelang dua puluh


"Apa mereka anak Baskoro dan wanita itu???? gumam Ratna dalam hati.


entah mengapa ada rasa kecewa di hatinya, sesak rasanya.


"Mahesa, mama mau pulang" ucap Ratna lirih


Ia tak tahu mengapa ia sesakit ini , Ratna merasa ia sudah tak sehat, bukan badannya tapi otaknya


"Mas, maafkan aku belum bisa melupakan cinta pertamaku" gumam Ratna penuh penyesalan.


Sepanjang perjalanan pulang Ratna menatap keluar jendela.mobilnya, tatapannya kosong, entah apa yang di pikirannya, ia hanya diam tanpa mengatakan apapun, hingga sampai rumah ia tetap diam dan langsung masuk ke dalam rumah.


Willy langsung mengabarkan pada William jika mereka sudah sampai di rumah, walau melihat perubahan sikap mamanya, Willy memilih diam dan akan mengatakan pad william saat mereka bertemu.


Sementara Jovanka masih di rumah sakit, ia lupa memakai kembali make up dan kacamata untuk menyematkan identitasnya, sontak saja Vera langsung jatuh terduduk melihat Jovanka,


"Kkk...kamu????" ucap Vera seperti melihat hantu, matanya melotot, tubuhnya menggigil hebat


Brugh


Vera tak sadarkan diri, selama ini ia setiap malam selama tujuh tahun belakangan selalu bermimpi buruk sejak melihat kejadian itu.


Vera yang saat itu masih duduk di kelas stau sekolah menengah pertama tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Ayudia, ia juga melihat kakak iparnya itu dibopong ke dalam mobil dengan tubuh tak bergerak.


Ancaman akan di coret dari daftar keluarga dan tidak di akui anak membuat Vera yang merindukan kasih sayang mamanya menutup mulutnya rapat-rapat, namun tetap saja mamanya tak pernah menyayanginya atau Sarah, mamanya hanya perduli pada anak lelaki bungsunya.


Sampai detik ini Vera tak mengerti alasan di balik itu semua, saat ia melihat Vera dan Sarah ada saja yang membuatnya marah, dan Sarah lebih beruntung dari Vera, ia jarang mendapatkan pukulan dan tendangan Deswita, karena Sarah anak yang penurut, tak pernah membantah.


Bahkan ketika Deswita menyiramkan teh panas ke tangannya, ia hanya diam, mengigit rapat bibit mungilnya agar tangisnya tak keluar.


Vera yang geram melihat adiknya di aniaya lalu mendorong Deswita yang akhirnya membuat ia mendapatkan hukuman Deswita.


Deswita memukulinya tanpa ampun dan mengurungnya di gudang selama dua hari tanpa makan, hingga akhirnya Vera di rawat di rumah sakit karena dehidrasi berat dan kelaparan.


Kemana Baskoro???


pria itu sibuk dengan dirinya sendiri tanpa perduli kelurganya.


Kadang Vera bertanya-tanya apakah benar ia papa kandungnya??? mengapa ia hanya dia saja melihat anaknya di perlakukan tak manusiawi oleh istrinya, se cinta atau se takut itu ia pada istri????


Vera menyimpan kekecewaannya dalam hati, walau Baskoro sudah meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki diri sebagai seorang papa, namun rasa sakit yang membekas sulit hilang.


Arjuna Menggenggam tangan adik nya, melihat wajah pucat dan tubuh Vera yang bergetar karena ketakutan, hati Arjuna pilu, adik ya ini terlalu banyak merasakan siksaan mama tirinya, padahal Vera dan sarah anak kandung Deswita, tapi mengapa wanita itu bisa kejam dengan anak kandungnya sendiri

__ADS_1


Bulu mata panjang Vera bergerak, perlahan ia membuka matanya, ia langsung mencari keberadaan wanita itu, wanita yang mirip dengan kakak iparnya, istri Arjuna.


Vera tidak akan pernah bisa lupa,


"Ver, are u oke??? kamu kenapa??? cari siapa sih celingak- celinguk???" tanya Arjuna bingung melihat tingkah Vera


"Wanita itu, diiiimana wanita itu????" ucap Vera bergetar ketakutan


Apa hanya halusinasinya??? tapi ia tak mungkin salah melihat, ini siang hari, gak mungkin kan setan keluar siang hari????


"Wanita mana sih??" Arjuna tak mengerti apa maksud Vera


"Mas, apa adikmu sudah bangun??? aku membelikan teh hangat dan bubur untuknya" ucap Jovanka membuka pintu


"Ka..kaaaaamu, ma..ma.. masih hidup????" ucap Vera dengan mulut ternganga lebar dengan tubuh bergetar ketakutan


"Apa, apa yang kamu ketahui Vera??? jawab kakak ver???" ucap Arjuna lngsung mengerti maksud Vera, pantas saja Vera sampai pingsan melihat Jovanka atau Ayudia


"Aaa, aaaku tak tahu, jangan salahkan aku kak, aku mohon maaf" Vera malah justru menangis tersedu-sedu, ia ketakutan, tapi juga lega ternyata mamanya tidak membunuh kakak iparnya, namun rasa bersalah pada Arjuna membuatnya malu untuk bertemu Arjuna.


Kakak nya lah yang selama ini membantunya, membelanya, namun ia malah menutupi rahasia menghilangnya Ayudia, ia tak punya muka!!!


"Vera, Vera"


"Pergi kak, aku gak pantas kakak sayangi, aku jahat, aku.... Aku...."


"Mas, biar aku bicara" ucap Jovanka lembut, ia menebak jika Vera saksi bisu kejadian waktu dia diracuni dan di buang.


"Vera, kamu pasti kenal aku kan???


aku ga marah kamu gak membantuku, aku tak akan menyalahkan mu" ucap Jovanka lembut.


Vera menatap Jovanka tak percaya


"Yang terpenting Allah memberikanku ke kehidupan kedua"


"Maaf kan aku kak" ucap Vera mulai menangis, Jovanka langsung memeluknya, ia memahami diusianya Vera yang melihat kejadian itu sangat ketakutan


"Tak apa, tak apa, semuanya sudah berakhir" ucap Jovanka berusaha menenangkan Vera


Setengah jam penuh Vera menangis dalam pelukan Jovanka, hingga akhirnya ia bisa menguasai dirinya.


"Jo...??" Arjuna tak sabar ingin mendengar penjelasan Jovanka, namun Jovanka mengarahkan jari telunjuk ke depan mulutnya, tanda Arjuna harus menutup mulutnya saat ini


"Aa..aaaku ......"

__ADS_1


__ADS_2