
Sudah dua hari Axel di rawat, namun ia belum juga sadarkan diri.
semua orang sangat khawatir akan kondisi Axel.
Wajah tampan Axel kini bengkak dan membiru, di beberapa bagian bahkan sudah bernanah.
Akhirnya dokter melakukan pembedahan luka dan membersihkannya, setelah itu mereka mensterilkan ya dengan membalut wajah Axel dengan kasa untuk menghindari infeksi parah.
Ruangan Axel pun di pindahkan di ruangan steril dan membatasi orang yang akan menjenguknya.
Entah apa yang Jimmy lakukan pada wajah Axel.
Seharusnya dengan penanganan cepat kondisi Axel tidak akan separah ini bahkan tidak akan membuat wajahnya bernanah.
Namun sepertinya Jimmy menambahkan sesuatu dan hasil darah menunjukkan jika ia memasukkan suatu zat yang bisa membuat daging cepat membusuk selain zat narkotika.
Betapa kejam dan tak manusiawinya perbuatan Jimmy.
Berita penangkapan Jimmy Chou beberapa waktu lalu langsung menggemparkan air.
mereka mengutuk, menghina dan bahkan massa merusak properti pribadi Jimmy karena di bakar kemarahan karena kelakuan wakil rakyat itu.
Jika kabar kejahatan lainya terungkap, mungkin kemarahan massa lebih menyeramkan lagi.
Profilnya yang bersahaja langsung hancur begitu saja.
Ditambah kabar tentang kegiatan ilegalnya.
Saham perusahaan Jimmy langsung anjlok semuanya dan berada di titik terendah di bursa saham. jika itu terus berlanjut maka semua perusahan itu terancam gulung tikar.
Melihat keadaan itu para pemegang saham langsung menjual sahamnya agar tak merugi banyak, karena tidak ada yang bisa di selamatkan lagi.
Melihat itu Davina meminta Agatha membeli semua saham yang di jual oleh beberapa pemegang saham di semua perusahaan Jimmy.
Tak ada yang lebih menyakitkan daripada kehilangan perusahaan yang ia bangun dari nol dan berada di tangan musuh. Itu pukulan telak untuk kejiwaan Jimmy.
Davina ingin menyiksa Jimmy baik secara fisik maupun kejiwaan Jimmy.
Bahkan fraksi pendukungnya langsung memecatnya dengan tidak hormat.
Jimmy juga di berhentikan dari jabatannya sebagai wakil rakyat. semuanya hancur, sehancur hidupnya kini.
Dengan tangan dan kaki yang patah, siapa yang akan menjaganya di penjara.
Davina juga tak di kenal hukum karena membuat Jimmy cidera. polisi yang ikut dalam penggerebekan itu menyatakan bahwa itu murni karena Davina membela diri sehingga secara hukum Davina tidak bersalah.
Justru mereka yang ingin berterima kasih pada Davina dan teamnya karena berhasil menggerebek Bilal tersebut dan menangkap Jimmy.
Ditambah mereka menemukan barang bukti yang tak tanggung-tanggung. Para polisi yang terlibat dalam penggerebekan itu benar-benar ketiban bulan. mereka hanya mengambil sedikit andil dalam keberhasilan mereka dan jasa mereka para polisi itu akan di naikan jabatannya.
Davina hanya meminta satu sarat. Rahasiakan semua yang terjadi disana..Anggap saja mereka tak terlibat, dan untuk Daffa dan Daffi tak apa jika mereka terekspos , biar perusahaan mereka terkenal karena bekerjasama dengan polisi meringkuk penjahat kelas kakap.
Namun yang berhubungan dengan THE DEVIL harus di hapus. Agatha sudah membersihkan keterlibatan mereka di dalam penggerebekan itu.
__ADS_1
Kehidupan Jimmy kedepannya akan berada seperti di neraka karena dengan tangan dan kaki yang patah di usia senjanya. Hidup di penjara keras, Davina berharap ia membusuk di penjara hingga ajal tiba.
Davina menurunkan semua team dokternya yang terbaik untuk merawat Axel.
Kecanduan berat yang di alami Axel tidak bisa di hentikan total, tapi dikurangi sedikit demi sedikit.
walau Axel dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya terlihat bergetar-getar dengan alis yang bertaut.
keringat dingin keluar dari dahinya hanya itu saja yang tidak terluka, selebihnya wajah Axel di perban persis seperti mummi hidup.
"Maafkan aku kak, harusnya aku memaksanya untuk pindah, Aku...."
"Sudahlah, itu keputusan Axel.
Tugas kita sekarang adalah membuatnya pulih seperti sedia kala. Aku tak perduli berapa yang akan kita keluarkan untuk itu"
"Kau tenang saja, aku akan menanggung semua"
"Tidak, Axel anak buah ku, dia tanggung jawabku" ucap Daffa tegas
"Sudah jangan berebut siapa yang akan menanggung biaya. Semua bertanggung jawab, ok????
Sekarang kita fokus untuk kesembuhan Axel"
"Benar ucapan Daffi" ucap Willy angkat bicara
"Jadi kapan dokter itu tiba???" tanya Daffa pada adiknya
"Apa mereka ahli???" tanya Daffa hati-hati takut menyinggung adiknya
"Mereka yang terbaik di bidangnya.
Mereka berdua adalah dokter terbaik lulusan kampusku. dan atas rekomendasi rektor di universitas ku"
"Baiklah, semoga sesuai harapan" ucap Daffa lirih yang di balas anggukan Davina.
Sementara di penjara
Jimmy Chou terus merintih kesakitan merasakan kaki dan tangannya yang patah. Dua hari lalu ia di bawa kerumah sakit dan di operasi, entah mengapa kondisi kaki dan tangannya tak juga membaik malah ia merasa teramat sakit dan hingga pingsan.
Sebelumnya Agatha sudah mengatur agar pria tua itu merasakan penderitaan seumur hidup, mereka memang mengoperasinya, tapi obat bius yang di berikan dalam jumlah sedikit.
Sehingga perasaan sakit terus ia rasakan hingga saat ini. Dalam obat nya pun tak ada obat pereda sakit.
Dia pantas mendapatkannya.
Davina yang mengetahui itu tak bisa apa-apa, ia terikat kode etik, sehingga secara tak langsung Agatha melakukan apa yang ia tak bisa lakukan, Davina berterima kasih.
Di kediaman Baskoro
Sania terus menangis mendengar penangkapan Jimmy.
walau kenyataanya pria itu teramat jahat, namun pria itu juga yang sudah membesarkannya.
__ADS_1
Sania sungguh shock mengetahui deretan kejahatan papa yang sudah membesarkannya itu, sementara kondisi Ratih di rumah sakit tak jauh beda dengan Sania.
Kondisinya yang sudah stabil kini menjadi buruk kembali.
Terakhir kali ia ingin menceraikan pria itu dan ia akan segera menceraikannya mengingat dosa-dosa yang Jimmy lakukan. Dia bahkan membunuh adik iparnya yang merupakan suami kembarannya hanya untuk menutupi kejahatannya dan menyebabkan adik kembarnya hilang ingatan dan terpisah dari anak-anaknya berpuluh tahun.
Ia bahkan mengirim orang untuk memisahkan dirinya dan baskoro.
Bahkan yang membuat Ratih muak, ia berpura-pura menjadi malaikat penolong dan mengaku suaminya.
Ratih merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Ia bahkan menikah dengan pria itu dan melayani pria itu dengan cinta.
Sakit dan merasa dirinya kotor dan hina, Ratih menangis dan terus menangis, menyalahkan dirinya yang terlalu bodoh percaya perkataan Jimmy.
Bahkan ia tak curiga bahwa nama pria itu bukan Aditya.
Ratna yang menunggui Ratih sangat khawatir melihat kondisi kembarannya, ia langsung menelpon Arjuna dan Davina. Berharap keduanya bisa meredakan kesedihan Ratih
Davina, Daffa dan Daffi langsung menuju ruang perawatan Ratih. Mereka terkejut melihat kondisi nenek mereka
"Nenek Ratna, nenek Ratih kenapa???" tanya Daffa
"Maafkan nenek. Ini salah nenek yang ceroboh.
Tadi saat nenekmu tidur, om mu menelpon dan memberitahu jika Jimmy Chou di tangkap.
Om samuel baru memberi tahu nenek berita itu.
nenek saking bahagianya tak sadar jika Ratih sudah terbangun dari tidurnya dan mendengar semua perkataan Ratna dan Samuel di telepon.
lalu...lalu...."
"Tak apa nek, toh semuanya akan terbuka juga pada waktunya. ini hanya soal waktu" ucap Davina memeluk Ratna
"Jadi???"
"Sepertinya jadwal operasi nenek harus mundur lagi sampai kondisinya stabil"
"Operasi?? operasi apa nak?? katakan pada nenek.
apa yang kian sembunyikan dari nenek???" tanya Ratna menatap ketiga cucunya.
Kita keluar dulu" ucap Davina menghela nafas
Ratna mengikuti Davina keluar ruangan
mereka berbincang agak jauh dari tempat tersebut
"Maafkan kami nek, awalnya kami ingin merahasiakan ini. Tapi Karen nenek sudah tahu kami akan beritahu pada nenek.
Sebenarnya saat kami melakukan pemeriksaan lengkap, kami mendapati bahwa....."
__ADS_1