(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Diculik IV


__ADS_3

"Karena Kalian yang memilih bermain-main denganku, makan jangan salahkan aku bermain-main dengan nyawa kalian.


Kalian salah jika berurusan denganku" ucap Davina dengan senyum licik tersungging di bibir nya.


"Davina membuka ikatan di kakinya, lalu meminum obat yang sengaja ia taruh di kalung liontin nya dan


Davina berubah menjadi wanita dewasa.


"Sial, pakaianku" pekik Davin yang lupa memikirkan pakaiannya.


ia segera memunguti pakaiannya yang robek, lalu bersembunyi di balik pintu.


"Tante , Tante penjahat, aku mau pipis" ucap Davina dengan suara anak kecilnya


Di luar kamar


"Dengar anak itu memanggilmu Tante penjahat" ucap seorang pria yang bertubuh tinggi besar


"Sial kau Giant. kalau bukan karena bos tidak boleh menghabisinya sudah ku Pites dia" ucap wanita itu sewot


"Kau tidak melepaskan kaki dan tangannya kan?" tanya pria yang dahinya di perban karena ulah Davina.


"Aku melepaskan tangannya" ucap wanita itu santai


"Anak itu menyebalkan, kepalaku seperti membentur tok, keras dan masih terasa pusing.


Saat perintah membunuhnya turun, aku akan memotong kuping anak itu" Dengus pria yang bertubuh kurus dengan kepala di perban


"Haha sungguh memalukan kalah dari anak kecil." ucap pria dengan tubuh penuh tato di sebelahnya


"Diam kau, dia benarnya bocah setan... awas saja...


"Anak itu gak ada" ucap wanita itu melihat makanan yg masih di lantai


"Lihat pakaiannya di belakang pintu keluar gitu, pasti dia bersembunyi" ucap pria yang bertato banyak


Wanita tersebut bermaksud memberi pelajaran Davina, ia sengaja menutup pintu dan betapa terkejutnya ia melihat orang yang tak di kenal justru ada di dalam kamar tersebut, belum sempat ia berteriak, Davina langsung mengincar mulut dan lehernya


kreeekkkk


Bunyi sesuatu patah saat Davina memukul tengkuk wanita itu, ia tak membunuhnya tapi pukulannya terlalu kencang, mungkin wanita itu akan cidera parah


Davina langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian wanita tersebut.


"Semoga aku tak terkena rabies" ucap Davina jijik.


ia sengaja menelanjangi wanita tersebut,


walau usianya Davina perkirakan empat puluhan, ternyata setelah ia geledah masih berusia tiga puluh dua, betapa boros mukanya.


Davina menelanjangi wanita tersebut, ia hanya memakai ****** ***** dan separuh tubuhnya Davina sengaja berdirikan di depan pintu dan tangannya di lambai keluar.

__ADS_1


Melihat rekannya tanpa pakaian pria bertubuh kurus yang penasaran langsung mendekat.


sementara kedua kawannya asik tiduran di depan televisi sambil memakan kacang kulit.


"Mau kemana loh Boris???" tanya rekannya yang bertubuh penuh tatto yang mungkin adalah ketua mereka


"Mau kebelakang, mau ikut???"tanya Boris berbohong


"Pergi loe, paling mau setor" ucapnya sewot yang di balas cengengesan Boris


Boris tersenyum licik, ia mengendap-endap mendekati kamar dimana Davina di sekap, masuk ke dalam kamar dengan badan masuk terlebih dahulu, setelah masuk ia langsung menutup mulut, dan


Buuughhh


ia tak sadarkan diri, Davina dengan sigap menangkap tubuhnya agar tak mengeluarkan suara.


Davina lalu menggeledah tubuh pria tersebut dan mendapatkan obat bius, Davina memutar otaknya bagaimana bisa memancing salah satu dari kedua orang di depan sana.


tiba-tiba pintu kamar di ketuk, Davina panik.


pasalnya ia tak tahu harus bagaimana.


tak mungkin juga ia yang menjawabnya.


"Boris, Boris, loe ngapain pake mengunci pintu kampret loe pasti macem-macem di dalam kan????" maki rekan Boris di balik pintu


Davina membekap mulutnya sendiri.


tepat saat Davina membuka pintu, bertepatan pria itu menendang pintu sehingga ia terjatuh.


Davina langsung melancarkan serangan, namun pria ini memiliki keterampilan bela diri yang bagus.


pria itu langsung menangkis serangan Davina, Davina dengan gencar melancarkan serangan. ruangan yang sempit membuat gerakan ya terbatas.


Davina keluar dari kamar dan di kejar pria tersebut, ia harus mencari tempat sedikit luas agar bisa menghajar pria tersebut, walau konsekuensinya pria bertubuh besar yang berada di ruangan lain ikut mengepungnya.


"Siapa loe, kemana anak kecil itu???" tanya pria itu bingung


"Gue adalah anak kecil itu"


"Loe pikir gue percaya???" ucap pria itu langsung menerjang Davina


"Siapa wanita ini????" Bentak pria penuh tato yang mereka panggil.bos yang merupakan pemimpin penculik nya


"Bantu tangkap bos, anak kecil itu gak ada, tapi tahu-tahu ada dia, dan pakaian anak kecil itu hancur" ucap pria yang sebelumnya berkelahi dengan Davina.


walau terlihat bingung pria yang dipanggil bos itu membantu menyerang Davina.


Davina sedikit kewalahan, ternyata pria itu memiliki beladiri setingkat dengannya, dari caranya bertarung Davina bisa melihat bahwa pria ini juga berasal dunia bawah seperti dirinya.


tendangan Davina mendarat kencang di dagu pria yang sebelumnya berkelahi dengannya, pria itu pingsan.

__ADS_1


karena Davina langsung menyerang titik vital nya.


kini tinggal pria bertubuh besar dengan tubuh penuh tato


"Siapa kau sebenarnya????" tanya pria itu menatap dengan penuh selidik


"Kenapa??? apa kau menyadari sesuatu??? atau kau takut????" cibir Davina


"Gue gak pernah takut dengan siapapun, hanya bagaimana loe bisa masuk dan memakai baju rekan kami, apa...."


"Seperti yang kau lihat, gue anak kecil yang kalian culik" ucap Davina santai, pria itu masih menatapnya dengan tatapan rumit


"Terserah loe mau percaya atau gak"ucap Davina yang menyerang terlebih dahulu.


perkelahian sengit terjadi, bahkan beberapa pintu sampai hancur karena di tendang pria itu atau tendangan Davina.


ruangan itu hancur dalam sekejap.


Davina merasa telapak kakinya sakit, pria itu sengaja memecahkan kaca sehingga kaki Davina menginjak pecahan kaca.


"Sial, kalau begini bisa rusak kaki gue" ucap Davina meloncat beberapa kali menjauh.


Davina membuka pakaian nyata yang sobek.


kebetulan ia tadi sepat membawa bekas pakaiannya yang sobek. dengan cepat ia membalut kakinya dan memilih berkelahi di tempat lain yang tak ada pecahan kaca.


Pertarungan berlanjut.


jika davina dalam kondisi prima, ia pasti bisa mengimbangi.


Namun Davina masih merasakan efek obat bius yang mereka berikan beberapa saat lalu, pandangannya kurang fokus.


Davina memutar otak untuk mengalahkan pria itu. perkelahian sengit kembali terjadi, Davina terpojok. sebuah bogem mentah mendarat di wajahnya, pria itu menyeringai puas.


"Sial" Davina membuang ludahnya, darah segar terlihat di sana.


pria itu seorang psikopat, jika orang normal mendapat beberapa pukulan Davina pasti tumbang, tapi pria ini masih berdiri tegap.


Davina kembali menerjang.


Davina melihat sebuah potensi, ia langsung mendesak pria itu, menendangnya dan akhirnya pria itu terjatuh dan tubuhnya menancap di sebuah kayu. bekas bangku yang patah kakinya dimana ujung kaki tersebut runcing.


"Bagaimana mungkin?????"ucap pria itu tak percaya


"Kau salah memilih lawan pak tua"ucap Davina menyeringai sambil menendang membuat pria itu makin meringis kesakitan


"Loe salah berurusan sama gue" ucap Davina kakinya masih menginjak pria itu


"Siapa loe sebenarnya????"


"Angel Of death" ucap Davina bangga membuat pria tersebut melotot tak percaya dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2