(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Tersangka


__ADS_3

Setelah satu bulan pemeriksaan ,akhirnya Lia dan Aurel di tetapkan sebagai tersangka.


Mereka juga kini sudah di tahan oleh pihak kepolisian. Lia sudah membayar pengacara untuk mengeluarkannya dari penjara dengan jaminan, sementara Aurel yg sudah tidak memiliki tabungan hanya bisa pasrah, percuma meminta pertolongan mamanya , Lia tak akan membantunya, yg ada nanti Aurel makin sakit hati.


Status Aurel bukan lagi pegawai di perusahaan Ayudia, Aurel telah di berhentikan secara tidak terhormat dari perusahaanya karena tersandung kasus kriminal.


Berita pemecatan dan di tangkapnya Aurel membuat gempar seluruh karyawan.


terlebih mereka yang membenci Aurel bertepuk tangan, namun ada juga yang prihatin.


Di dalam tahanan yang sempit, Lia mamanya di masukkan dalam satu sel dengannya, Aurel memandang kesal pada mama nya.


jika saja bukan kelakuan mamanya, mereka tidak akan tersandung kasus pidana.


Namun nasi sudah menjadi bubur, mereka tak bisa mengulang apa yang sudah terjadi di masa lalu, karena penyesalan selalu datang belakangan.


"Ini semua salah mama" Dengus Aurel marah


"Anak durhaka, kalau aja mulutmu rapat, kita tak akan di penjara, jadi tutup mulutmu dan pikirkan bagaimana kita bisa keluar dari tempat terkutuk ini" bentak Lia tak terima di salahkan.


"Kau, ..." Aurel menelan kata-katanya, percuma berdebat dengan wanita yang notabene nya adalah mamanya sendiri, sebenci apapun ia pada Lia, wanita itu tetap mamanya


Aurel selalu menuruti kemauan Lia, ia juga selalu berusaha membuat Lia bangga, namun semuanya tak pernah cukup.


Dimata Lia Aurel hanya alat.


Tak pernah sekalipun Lia memperlakukannya tulus, jikapun ia bersikap baik sebagai seorang mama, itu hanya di depan orang, setelah itu sikapnya langsung dingin tak berperasaan.


"Saudari Aurel, anda mendapat tamu" ucap seorang sipir wanita menghampiri sel Aurel


"Sssiiapa?"


"Temui saja, mana saya tahu" ucap ketus sipir wanita itu lalu membuka pintu sel Aurel dan lalu menguncinya kembali setelah Aurel keluar


"Bbu..bukakan pintu buat saya, saya gak bersalah, bukaaaan" teriak Lia tak mau di sel itu sendirian


"Tutup mulut anda nyonya, atau saya pindahkan ke ruangan gelap dan pengap" ucap sipir tersebut membuat Lia membungkam mulutnya sendiri dan mulai menangis tanpa suara.


Di sebuah ruangan, Aurel melihat seorang wanita berdiri membelakanginya, dari gestur tubuhnya Aurel bisa menebak siapa yang menemuinya


"Jangan pergi, atau kau akan menyesal sebelum mendengar perkataan ku" ucap Ayudia berbalik dan tersenyum


"Mau apa kau kesini??? gak puas kau penjarakan aku?"


"bukankah beberapa hari lalu kau mengatakan aku tak bisa menyentuhmu dan memasukkan mu ke penjara????" sindir Ayudia sinis


"Kalau kau datang untuk mengejekku silahkan pergi, aku pasti akan keluar dari penjara ini secepatnya"ucap Aurel penuh keyakinan


"Kau sudah jatuh, masih saja sombong Aurel"


"Pergilah dan jangan pernah kembali menemui ku" ucap Aurel membuang pandangannya, ia merasa terhina dengan kedatangan Ayudia.


"Aku bisa membantumu meringankan masa hukumannya jika...." Ayudia sengaja menjeda kalimatnya


"Katakan jangan bertele-tele"


"Jika kau membantuku memberikan bukti kejahatan Deswita dan mamamu" ucap Ayudia


"Aku tak tahu apa-apa mengenai wanita itu dan jangan kau pikir aku mau memberitahumu apa yang mama lakukan, dia mamaku, mama kandungku ,ku kira kau tak lupa itu" kilah Aurel


"Deswita akan mengikuti jejak kalian mendekam di balik jeruji besi.


come on Aurellia, jangan pikir aku tak tahu bagaimana mamamu? aku tahu segalanya, serigala sekalipun tak akan memang anaknya, namun mamamu mampu melakukannya.


jika kau membantuku, aku berjanji hukumanku akan ringan, kau masih muda, masih panjang jalan hidupmu daripada kau habiskan di tempat terkutuk ini."


"Dalam mimpimu" ketus Aurel


"Terserah, aku hanya menawarkan bantuan, itu barter yang sesuai.


apa kau pikir mamamu perduli padamu???


kasus itu, kasus aku di jebak dan tidur dengan lelaki lain apa kau mau mendengar pernyataan mamamu???" ucap Ayudia penuh arti


"Jangan coba mengadu domba aku dengan mamaku"

__ADS_1


"Apa aku butuh untuk dengan melakukan itu???" Ayudia langsung membuka rekamannya dan terdengar suara wanita yang akrab di panggil Aurel mama, suara Lia


"Semua rencana Aurel, ia yang mendesak ku untuk menjual Ayudia pada bandot tua Bangka itu demi utang karena ia tak mau membayar dengan dirinya.


Anak itu yang merencanakan semuanya, aku hanya membantunya, tapi aku tidak tahu jika....


huhuhu, aku berani bersumpah" ucap Lia mulai menangis.


"Pak polisi, Aurel yang mengatur bell boy itu agar mengantar ayu ke tempat rentenir itu menginap, dia juga yang membubuhi obat perangsang, saya tidak tahu apapun. Jika tidak percaya cari Bella boy itu, dia tahu semuanya" teriak Lia


Klik


rekaman terhenti.


Aurel mengepalkan tangannya mendengar rekaman itu, giginya menutup rapat menahan emosi.


mama kandungnya demi menyelamatkan dirinya tega memfitnahnya, apa ia masih putrinya????


saat itu Lia yang memintanya memasukkan obat, lalu Lia juga yang meminta ia mengatur pegawai hotel yang bisa mengantar Ayudia yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, jadi semua bagian dari rencananya?


bodohnya Aurel dengan polos mengikuti ucapan Lia.


Aurel bangkit lalu berjalan hendak masuk kembali ke sel nya, sebelum jauh Ayudia memanggilnya


"Aurel, tawaranku masih berlaku, jika kau tertarik, segera hubungi aku" ucap Ayudia , Aurel hanya berhenti ditempat tanpa menoleh lalu meneruskan langkahnya, setelah keluar dari ruangan tersebut, air matanya menetes.


apa ada seorang mama yng seperti Lia? binatang saja akan berjuang keras melindungi anaknya, namun tidak dengan Lia.


"Bu, bisakah saya menelpon seseorang? please" ucap Aurel


"Baiklah, waktumu hanya lima menit, jangan membuatku dalam maslaah" ucap sipir penjara itu.


walau ia seharusnya tak menaruh iba pada para napi di tempat itu, namun mendengar rekaman tadi, hatinya juga terasa geram.


Sebagai seorang ibu, ia mengutuk wanita dalam rekaman tersebut.


Aurel lalu menekan sebuah nomor asing, tak lama kemudian terdengar suara berat seorang pria


"*Hallo"


bisakah papa menolong Aurel kali ini saja?"


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya pria itu dingin


"Aurel di penjara dengan mama, dan Aurel butuh papa untuk ..."


"Baik, penjara mana" ucap pria itu tanpa basa basi


Aurel lalu menyebutkan penjara tempat ia di tahan sambil menunggu proses peradilan.


"Maaf ma, selama ini aku bertahan di sisimu karena kamu adalah mama kandungku, namun kau yang melepaskan aku, jadi jangan salahkan aku menjadi kejam padamu" ucap Aurel meneteskan air matanya.


Sesampainya di sel Lia terus saja menanyakan siapa yang menemuinya, namun Aurel tak menjawab.


Karena merasa di abaikan Lia emosi, ia terus memaki-maki , namun Aurel tetap diam tak mengeluarkan satu katapun.


Lia sampai menamparnya, menjambak nya bahkan memukulnya dengan bringas, seperti yang dulu bisa Lia lakukan sewaktu Aurel kecil.


Aurel hanya diam meringkuk tanpa melawan


Kerena Lia membuat kegaduhan akhirnya sipir penjara membawa Lia menuju sel yang berbeda.


Lia sampai di borgol dan sedikit di pukul perutnya karena memang petugas


Sipir penjara yang kasian mengobati wajah Aurel yang penuh cakaran dan sudut bibir Aurel yang berdarah serta pipi Aurel yang sedikit bengkak karena tamparan.


"Mengapa kamu diam saja waktu mamamu melakukan ini???" tanya sipir penjara itu lembut


Aurel tak menyahut, air matanya meleleh di sudut matanya, sakit di wajah dan tubuhnya tak sebanding dengan sakit yang ia rasakan di hatinya


"Aku akan mengobati wajahmu, jadi tahan sedikit, mungkin akan sedikit sakit nantinya" ucap sipir tersebut mulai meneteskan obat luka luar pada Aurel, Aurel hanya diam tak meringis atau kesakitan, pandangan matanya seperti tak bernyawa.


"Orangtua juga terkadang memiliki salah, maafkan dan doakan saja mamamu agar sadar. sekarang istirahatlah, besok aku akan meminta dokter untuk memeriksa mu.


karena ini hari libur, tak ada dokter yang datang" ucap sipir tersebut merasa kasian

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Aurel akhirnya membuka suara.


sipir tersebut menepuk punggung Aurel dengan lembut lalu meninggalkan ruang sel Aurel.


Kini tinggal Aurel meringkuk di sudut ruangan sambil menangis, mengigit bibirnya yang pecah karena ulah mamanya.


pedih, sakit rasanya mendapat perlakuan tak manusiawi dari mama kandungnya sendiri.


Keesokan harinya, seorang pria paru baya menemui Aurel , Aurel memicingkan matanya karena tak mengenal pria tersebut.


Si pria paru baya yang berpakaian rapih tersebut terkejut melihat keadaan Aurel yang terluka


"Perkenalkan , nama saya Irawan, saya adalah pengacara papa anda" ucap Irawan sopan


"Dimana dia???" tanya Aurel tanpa berminat menjabat tangan pengacara tersebut


"Maksud anda pak Jimmy?" tanya pengacara itu balik


"Beliau sedang sibuk" jawab nya lanjut


"Aku terlalu tinggi berharap beliau mau datang ke tempat kotor dan menjijikan ini" ucap Aurel sarkasme


"Nona, beliau sudah mengirim saya, karena jikapun beliau hadir, beliau tidak bisa melakukan apapun.


melihat dari berkas atas kasus anda dan peryataan mama anda, sepertinya anda akan lumayan lama di dalam nanti"


"Dia bukan mama saya, dia memfitnah saya"


"Apa anda melukai diri anda sendiri biar terlihat menyedihkan?" tanya pengacara itu sinis karena melihat sikap arogan Aurel


ia menjadi tak suka


"Bapak Irawan yang terhormat, apa menurut anda pikiran saya sudah terganggu dan bisa menyakiti diri sendiri untuk suatu tujuan??? saya mencintai hidup saya dan tubuh saya" ucap Aurel jengkel


"Bapak mau percaya atau tidak, itu urusan bapak.


jika bapak tidak bisa mempercayai ucapan saya, maka jangan membantu saya, itu beban buat bapak. terima kasih sudah datang jauh-jauh karena permintaan saya.


Yang saya butuhkan adalah papa saya datang, apa dia terlalu malu mengakui anaknya yang masuk bui?"


Aurel tidak lagi membutuhkan bantuan papa kandungnya, harga dirinya sudah di injak oleh orang suruhan papanya.


Saat Aurel pergi seorang sipir penjara yang mengobati Aurel menghampiri pengacara tersebut dan berpura-pura membenarkan bangku yang tadi Aurel tendang


"Anak itu tidak berbohong, dia di aniaya oleh mama kandungnya di dalam sel tanpa melawan" ucap sipir wanita itu dan langsung meninggalkan pengacara tersebut.


Irawan membeku di tempatnya, ia sudah menuduh Aurel .


Intermezo


Reader : Thor mana ada ibu yang kaya gitu, ngarang aja loe,


author : kenyataanya, tanpa kita tahu, ada kok ibu yang kaya gitu, ibu juga manusia yang punya rasa kecewa, dan trauma, banyak ibu yang memiliki trauma jiwa dan perilaku buruk pada anaknya atau siapapun yang membuatnya teringat kembali akan traumanya tersebut sehingga ia bisa berbuat di luar nalar


Reader : serius Thor??


Author : Dua rius karena author punya beberapa Narasumber yang bisa di percaya. jadi sekalian deh masukin ke dalam novel ini, nama penyakitnya author takut salah sebut ya, hehe, mungkin reader yang tahu bisa tulis di coment ya, stress dan traumatik yang di alami ibu hamil bisa terbawa pasca melahirkan bahkan sampai si anak besar, baik ibu dan anak yang di lahirkan membawa trauma nya,


Reader : Oh gitu ya Thor, terus...


Author : Terus hubungi psikiater terdekat atau dokter yang ahli biar infomasinya benar hehehe


Reader : Up yang banyak dong Thor...


Author : Aduh kalau itu author gak bisa janji, author masih butuh uang buat mamam , nanti ya kalau author jadi kau rebahan pasti up nya banyak kwkwkw.


thank ya buat semua yang udah dukung author.


beberapa chapter masih memiliki kesalahan dalam penulisan, masih banyak typo yang beterbangan, tapi author akan coba revisi bertahap ya karena keterbatasan waktu.


Terima kasih untuk yang sudah memberikan masukan, .


Sukses dan sehat selalu untuk kita semua


Pooh

__ADS_1


__ADS_2