(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Fakta Tak Terduga II


__ADS_3

Sejak mendengar pernyataan Deswita tentang keterlibatan bi Atun dalam pembunuhan ini, Davina dan kedua kakaknya mencari bukti dan menggali latar belakang bi Atun, namun yang membuat frustasi adalah, latar belakang bi Atun bersih, bahkan sangat bersih membuat Davina berfikir jika perkataan Deswita bukan isapan jempol.


Berbeda dengan Daffa dan Daffi yang menyerah tak menaruh curiga, mereka tak percaya dengan perkataan Deswita.


Pasarnya semua kehidupan bi Atun lempeng saja ga ada yang aneh.


kehidupan pribadinya pun biasa-biasa saja, apa yang bisa menjadi motif bi Atun ingin melenyapkan Ratih???


"Sebaiknya hentikan penyelidikan mu.


Aku tak menemukan hal yang janggal pada pembantu itu" ucap Daffa pada Daffi


"Tapi Davina percaya bahwa kita melewatkan sesuatu yang kita anggap Norm, bisa jadi petunjuk itu tersamarkan" ucap Daffi masih berkutat di depan laptopnya


"Kau membuang waktumu saja, aku lebih baik mencari informasi pria bernama Aditya.


Aku mencurigai sesuatu" ucap Daffa lirih


"Davina sudah menemukan nya, pria itu Aditya adalah Jimmy Chou, huh bagaimana kita bisa kalah dari adik kita??? Kau mengecewakan kak" ucap Daffi mencibir


"Sial, apa aku selalu selangkah di belakang Davina?


kita terlalu meremehkan Davina" gumam Daffa kesal


"Kita??? loe aja kali, gue kaga" ledek Daffi cekikikan


sebuah bantal melayang kearah Daffi, dengan sigap Daffi memiringkan tubuhnya sehingga bantal tersebut tak mengenai dirinya


"Ade kurang asem" gerutu Daffa


"Kalau kurang asem tambah aja cuka atau jeruk nipis" celetuknya lagi membuat Daffa makin kesal.


Daffi sudah berlari keluar dari kamar kakaknya menuju kamarnya sendiri dan mengunci pintunya. sambil terus tertawa puas.


ia tak mau kena amuk Daffa


"Daffi keluar, sial di kunci" ucap Daffa menggedor kamar Daffi yang terkunci


"Ckckck dasar anak kecil, berisik tahu" ucap Davina dari kamarnya, ia hanya menjulurkan kepalanya melongok keluar


"Kau juga anak kecil" cibir Daffa


"Aku anak kecil yang pintar, apa kau lupa???" tanya Davina menaik turunkan alisnya menggoda Daffa


"Huh, menyebalkan" Daffa menyerah, Davina selalu bisa membuatnya bungkam sekarang.


Daffa tak mau berdebat karena ujung-ujungnya Davina akan mengancam menutup bisnis Daffa.


ibarat kata Daffa kena karma dari kelakuan otoriternya sendiri, sekarang dia korban otoriter Davina.

__ADS_1


Roda terus berputar maka saat kita di atas jangan congkak dan menindas, karena bisa jadi orang yang kita injak dan tindas akan lebih sukses dari kita suatu saat nanti.


Huh dasar bocil" ucap Davina mengejek sambil menjulurkan lidahnya


"Bocil teriak bocil, aneh" gerutu Daffa kembali ke kamarnya.


Setelah Daffa masuk, Daffi mengintip dari balik pintu, setelah situasi aman ia mengetuk kamar Davina , Davina membuka pintu kamarnya dan Daffi segera mendorongnya masuk


"Kak Daffi apa sih rese bener" protes Davina kesal


"Stttt berisik tahu.


Aku mau membahas bi Atun" ucap Daffi lirih


"Kenapa? apa kau menemukan sesuatu yang mencurigakan???" tanya Davina bersedekap dada


"Justru aku belum menemukan, aku penasaran.


Ini sebuah tantangan" ucap Daffi langsung berselancar, keahlian Daffi adalah meretas, ia kembali mencari informasi tentang Sumiatun atau yang di kenal dengan nama bi Atun.


Asisten rumah tangga yang sudah mengabdi di kediaman Baskoro sejak Arjuna kecil.


Ia bekerja di rumah tersebut sebulan sebelum Deswita menjadi sekertaris Baskoro.


"Apa kau tak penasaran kehidupan pribadinya???


Wanita ini tidak menikah, tidak ada catatan mengenai dirinya di pengadilan agama.


pertama karena tidak bisa menikah, yang kedua karena dia tak normal, ku lihat bi Atun normal"


"Analisa mu benar, apa ada sesuatu yang rutin ia lakukan berkala, selidiki dari sana"


ucap Davina


"Ada, dia setiap bulan pulang ke kampung halaman nya"


"Dia tak punya sanak keluarga, buat apa dia pulang???" ucap Daffi yang sudah menyelidiki latar belakang bi Atun.


"Kita ke lokasi kau tahu alamatnya???" Daffi mengangguk tapi juga menggeleng


"Kau seperti orang dungu kak, mengangguk tapi beberapa saat kemudian menggeleng.


Cepat ke kamar papa dan minta beberapa pakaiannya, kita tidak mungkin pergi dalam tubuh bantat ini" ucap Davina membuat Daffi melotot


"Kau maksud???"


"Cepat, sebelum aku berubah pikiran mengajakmu" ucap Davina langsung masuk ke kamar mandi.


Daffi juga langsung bergegas ke kamar orangtua mereka, meminjam pakai papanya

__ADS_1


"Daffi, mama gak akan mengizinkan kalian pergi, kalian masih kecil" teriak Ayudia keluar mengikuti putranya


"Biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau, kakek percaya pada mereka.


Jack ikuti nona dan tuan muda mu.


pastikan mereka aman, jika terjadi sesuatu kau harus membayar dengan nyawamu" ucap Angelo tegas.


Ayudia ingin memprotes namun Ernest menggeleng.


sejak Angelo tahu ketiga cicit nya luar biasa, ia seratus persen mendukung mereka.


Bahkan Angelo memperkenalkan team rahasia dan pasukan pengawal khusus yang dia bentuk di bawah keluarga Benedito.


Setelah berganti pakaian dan memakan pil buatan Davina, Daffi dan Davina kini siap berangkat.


Davina mengendarai mobil sport nya, sementara Jack dan ke tiga rekannya mengendarai mobil mereka.


Ayudia menatap sedih kepergian putra dan putrinya


Sementara Daffa asik tidur tanpa mengetahui rencana kedua saudaranya.


Tiga jam kemudian mereka tiba di sebuah desa yang terletak di sebuah bukit, Davina dan Daffi mulai menanyai beberapa penduduk, namun tak ada yang begitu mengenal Sumiatun. karena sosok wanita itu tak menonjol dan pendiam dan rumahnya yang terletak diatas bukit, membuat ia terisolasi dari warga lainnya.


Hingga akhirnya mereka bertemu seorang wanita tua yang berprofesi sebagai dukun urut.


Wanita itu menuturkan jika Sumiatun punya sepupu yang tinggal di rumahnya dan waktu itu sedang hamil.


wanita itu yang rajin datang setiap sebulan sekali mengurut perut wanita hamil tersebut.


Davina menunjukkan foto bu Ratna pada wanita tersebut, lalu wanita itu dengan yakin mengatakan bahwa wanita dalam foto tersebut adalah wanita yang sama dengan yang ia urut.


walau sudah hampir dua puluh tahun ia masih hapal betul, karena wanita itu cantik sekali, berbeda dengan bi Atun, walau ia mengaku sepupu, wanita tua itu tak percaya.


Davina dan Daffi saling melempar pandang, mereka tak menyangka kunjungan mereka ke desa ini tak sia-sia.


Tapi apa motif yang membelakangi bi Atun menyekap Ratih??? apa keinginan Ratih atau bisa jadi bi Atun menipu Ratih? semuanya masih teka-teki.


Mereka semua kembali ke kota, karena perjalanan jauh setelah tiba di rumah keduanya langsung masuk kamar masing-maisng dan tidur.


Keesokan paginya mereka mendapat laporan dari Agatha dan Vincent, masing-masing memberitahu dua temuan yang berbeda.


Agatha mengklarifikasi bahwa pada hari yang sama bi Atun dan Ratih berada di rumah sakit yang sama, begitu pula Deswita yang secara tiba-tiba mengalami pendarahan padahal usia kandungannya baru tujuh bulan.


Bi Atun dua bulan sebelumnya mengajukan cuti dengan alasan menemani keluarganya, namun di rumah sakit itu, ia juga melahirkan!!!!


Davina , Daffi dan Daffa tercengang.


mereka langsung meminta Vincent dan Agatha membawa semu bukti.

__ADS_1


Bi Atun tak pernah menikah, ia hamil dan melahirkan???


siapa ayah dari anaknya?


__ADS_2