
"Tolong, tolong rahasiakan semua ini" ucap Samuel kikuk
"Termasuk dari Ayudia???”
"Siapa Ayudia?? wanita itu???” tanya Samuel bingung, seingatnya wanita itu bernama.jovanka
"iya, wanita itu, yang kau kenal bernama Jovanka, dia salah satu korban Deswita. nama sebenarnya Ayudia Larasati.
Dia istri sah dari Arjuna, namun Deswita ingin membunuhnya dan tak tahu jika Ayudia sedang mengandung.
jika kebenaran ini terungkap, wanita itu dan anaknya dalam bahaya, termasuk mama mu, Bu Ratna" ucap William serius
"Jadi wanita ular itu juga tega mencelakakan menantunya sendiri??? Gila, benar-benar gila.
aku ingin sekali melihat wanita itu membusuk di penjara" geram Samuel
"Iya, aku juga tak mengerti jalan pikiran wanita itu, ia memberi racun Ayu lalu membuangnya ke rawa-rawa.
namun Allah berkehendak lain, ia masih bisa hidup kembali setelah mati"
"Mati suri???" tanya Samuel yang di balas anggukan William
"Aku akan meminta istri dan anakku pindah dekat daerah sini sehingga aku bisa mengawasi mama dan juga wanita itu" ucap Samuel lirih
"Apa papamu dan Bu Ratih beneran tidak memiliki hubungan, sebenarnya siapa papamu????" ucap William tak bisa menahan keingintahuannya
"Papaku bernama Anggara , beliau adalah cinta pertama Bu Ratih, namun karena keadaan mereka berpisah. Papa menikah dengan wanita pilihan orangtuanya bernama Sekar dan Bu Ratih menikah dengan seorang pria Jawa blasteran yang bernama Baskoro, dari pernikahan Ratih dan Baskoro lahirlah Arjuna.
Sementara papaku dan Mama Sekar memiliki anak aku, Samuel.
Papaku seorang dokter yang hebat, walau Bu Ratih dan papa sudah memiliki keluarga masing-masing, namun persahabatan mereka tetap terjalin, hingga suatu ketika papa tanpa sengaja menemukan Bu Ratih yang tak sadarkan diri, papa segera membawa dan memeriksanya.
Betapa terkejutnya ia mengetahui wanita yang pernah ia cintai kondisinya memprihatinkan, dia di racuni.
Papa sangat marah mengetahui itu.
__ADS_1
Demi mencari tahu kebenaranya, papa meminta orang suruhannya menyusup ke kediaman keluarga Baskoro dan mendapati wanita itu, wanita yang jadi sekertaris Baskoro yang memberikan racun secara berkala pada Ratih" Samuel lalu menghisap rokoknya dalam lalu menghembuskan nya pelan, mukanya muram dan sedih
"Setelah kondisi Bu Ratih membaik, ia meminta diantar pulang kerumah karena saat itu suaminya sedang dinas keluar kota.
Namun baru beberapa hari kembali, Ratih menelpon papa dengan suara ketakutan, ternyata dia memergoki Deswita sendiri yang memberinya minuman yang di bubuhi racun, Saat Ratih menolak dan mengatakan Deswita ingin membunuhnya Baskoro tak percaya dan terjadilah drama seolah-oleh Ratih membenci Deswita dan memfitnahnya, dan akhirnya dengan bantuan papaku, Ratih keluar dari rumah itu dan sisanya kau sudah tahu ceritanya"
"Apa yang harus kita lakukan sekarang.
Aku yakin di belakang Deswita pasti ada orang, enggak mungkin kalau wanita ular itu bergerak sendiri"
"Aku juga berfikir demikian, untuk sementara kita harus menutup rapat-rapat informasi ini, dan memastikan semua aman" ucap William yang di balas anggukan kepala Samuel.
"Jadi bagaimana kamu bis bergabung dengan keluarga Baskoro???"
"Aku dan Willy berasal dari sebuah panti asuhan.
Kami yatim piatu.
Suatu hari Bu Ratih dan pak Baskoro yang merupakan donatur tetap di panti kami mengadakan acara berbagi karena putra pertama mereka ulang tahun yang ke tiga tahun tahun, saat itu aku masih tiga tahun juga lebih tua Arjuna beberapa bulan dan Willy dua tahun setengah.
Bu Ratih dan pak Baskoro walau bukan orangtua kandung kami, mereka sangat menyayangi kami, tidak membeda-bedakan kasih sayangnya, baik pada Arjuna ataupun kami.
Namun kebersamaan kami dengan pak Baskoro lama kelamaan berkurang karena pak Baskoro sering keluar kota untuk bisnisnya.
suatu ketika pak Baskoro memiliki sekertaris baru, entah mengapa kami tidak menyukai wanita itu, walau terkesan sangat baik dan sering menolong Bu Ratih, namun kau melihat semuanya tidak tulus dan penuh kepura-puraan.
Sampai tragedi itu terjadi, kami yang saat itu masih kecil menangis mendengar kabar Bu Ratih pergi dari rumah,
Ku bertiga seperti ayam yang kehilangan induknya, duduk di teras rumah menanti kedatangan Bu Ratih hampir setiap hari, hingga akhirnya kami bertiga jatuh sakit.
Hingga akhirnya Oma, ibu dari pak Baskoro meminta pak Baskoro menikahi Deswita yang di matanya sangat lemah lembut dan keibuan, Oma yakin jika Deswita bisa menjadi sosok ibu yang sesuai bagi kami, sebagai pengganti Ratih. Oma sangat marah dan kecewa, sehingga ia lah yang mengurus perceraian papa dan mama Ratih.
setelah Deswita menikah dengan papa, kami berdua dinkirim ke luar negeri dengan alasan pendidikan.
memang Deswita berperan baik sebagai ibu pengganti untuk Arjuna, namun jauh di lubuk hati Arjuna, mama tidak bisa tergantikan oleh siapapun." William menghela nafas.
__ADS_1
"Baiklah, aku harus kembali malam ini, aku harap aku bisa mempercayaimu, jangan pernah kecewakan aku atau sampai ke lobang semut kau akan ku cari untuk mencabut nyawamu" ucap Samuel dingin penuh ancaman
"Aku maklum jika kamu belum bisa mempercayaimu, aku hanya bisa mengatakan, aku dan kamu hanya ingin melindungi orang yang sama-sama berarti untuk kita.
walau Bu Ratna bukan orangtua kandungmu, aku yakin kamu sangat menyayangi beliau"
"Ya, beliau mama keduaku.
beliau menyayangiku seperti anaknya sendiri, walau ku yakin ia memiliki keraguannya sendiri, namun ia memilih memendam itu dan percaya padaku"ucap Samuel masam
"Baiklah, aku akan pulang dan besok aku akan kembali, berikan kartu namamu agar aku bisa menghubungimu saat ku butuh" ucap Samuel.
Setelah bertukar kartu nama, mereka segera berpamitan. mereka lalu meninggalkan ruangan tersebut, William kembali ke apartemennya sementara Samuel kembali ke rumahnya.
William ingin membuka pintu apartemennya, namun pintu itu tak terkunci, ia melongok ke dalam dan lampu di dalam apartemennya menyala, tanda seseorang berada di dalam.
William melangkahkan kakinya dan melihat papa angkatnya sedang duduk dan langsung mendongak begitu mendengar ia pulang
"Papa...?"
"Kenapa terkejut begitu??? apa papa tidak boleh mengunjungi apartemen putranya sendiri???" tanya Baskoro
"Bu..bukan begitu pa, papa sudah lama di sini?? kenapa papa gak kasih kabar William???"
"mandi dna ganti pakaianmu, kita harus bicara" ucap Baskoro.
William dengan patuh menuju kamarnya, membersihkan diri dan berpakaian setelah itu ia menyusul Baskoro duduk di sofa ruang tamu mini di apartemennya
"Will, apa kamu gak mau pindah ke rumah??? Apartemen ini terllau kecil untukmu"
"Enggak pa, William sudah terbiasa, apartemen ini sesuai untuk William, lagian William kan masih single pa, buat apa apartemen gede" sanggah William
"Ah terserah padamu, bagaimana? apa kau sudah tahu dimana Ayu tinggal???"
"Sudah pa, dan ..."
__ADS_1
"Dan....?????”