
Sebastian baru selesai mendonorkan darahnya, ia masih belum menemui papanya, wajahnya yang pucat langsung menemui Jimmy Chou.
Itu semua karena Sebastian memaksa mendonorkan tiga kantung sekaligus, membuat Davina sedikit khawatir, namun ia tak bisa berkata apa-apa.
Saat memasuki ruangan terlihat Sania yang tertunduk lesu sambil memegangi tangan Jimmy Chou di sisi tempat tidur
"Bagaimana keadaan papa???" tanya Sebastian begitu mendekat
"Tadi papa sadar tapi cuma sebentar karena haus dan kembali tak sadarkan diri" ucap Sania meneteskan air mata
"Tenang operasinya berhasil ia hanya kelelahan.
Aku minta maaf karena insiden ini terjadi" ucap Davina penuh penyesalan
"Bukan salahmu, ini semua karena papa Jimmy membuka mulut tentang keterkaitan beberapa orang.
Jadi ini konsekuensinya" ucap Sebastian memandang semuanya dari sisinya.
"Tetap saja aku sudah lalai menjaga pasien di tempat kami"
"Semua orang pernah membuat kesalahan, jadi gak usah terlalu dipikirkan. Papaku juga terselamatkan dua kali di tanganmu, walau kau membenci DNA berat melakukanya, tapi kau mau menolongnya. Itu sudah sebuah bantuan tak ternilai"
"Om...." Davina ingin mengatakan sesuatu namun Sebastian menggeleng dan mengelus kepala keponakanya itu
"Kalian mirip sepasang kekasih" ucap Sania asal membuat wajah Davina memerah dan Sebastian langsung menjauhkan tangannya dengan kikuk.
Apa orang melihat seperti itu???
"Kau asal bicara Nia, kami saudara" ucap Tian melirik sekilas ke arah Davina.
Mungkin saja jika usia mereka sepantaran, Tian akan memikirkan lain, menikahi Davina bukan hal yang di larang karena ia dan Davina tak ada sangkut pautnya sama sekali, tapi.....
Davina masih kecil, bahkan ia masih sekolah dasar.
Sebastian rasanya ingin memukul kepalanya sendiri karena memikirkan itu, bagaimana ia bisa membayangkan menikah dengan Davina yang notabene nya adalah bocah tujuh tahun.
Dia bukan pedofil, dia masih normal ya walaupun ia belum pernah pacaran, tapi ia merasa sangat normal karena ia akan tertarik dengan lawan jenis yang cantik dan pintar. Dan yang terpenting yang seusianya, bukan jadi-jadian seperti Davina.
Setelah ucapan Sania yang asal membuat Davina maupun Sebastian menjadi sedikit canggung.
Davina lebih memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan anak dan papanya itu berinteraksi.
Sementara Davina perlu mencari dalang di balik ini semua.
Terlihat Shandy, Agatha dan Lara menunggu di luar ruangan, Davina memang meminta ketiganya menemuinya prihal insiden yang terjadi pada Jimmy
"Bos, pria itu sudah kami interogasi, namun tetap bungkam" ucap Agatha pada Davina.
__ADS_1
Walau ia calon tantenya namun Agatha berusaha bersikap profesional saat bekerja.
"Apa kau sudah menemukan sesuatu???" tanya Davina pada Shandy
"Ada keterkaitan pembunuh itu dengan musuh bebuyutan kita" ucap Shandy yang memang kini bekerja dengan Davina
"Maksudmu mister Alex, apa bandot tua itu memiliki dendam kesumat pada Jimmy Chou?"
" Masih belum bisa dipastikan. Brian sedang menelusuri dari rekam jejak di perangkat lunak mereka" lapor Shandy
"Baik, lakukan dengan cepat "
"Lara aku memintamu untuk menjadi perawatan sekaligus pengawal untuk Jimmy
Aku mau kau mengatur beberapa orang kita yang kau anggap kompeten. Keselamatan Jimmy saat ini menjadi prioritas.
Untuk nenekku, beliau sudah aman di kediamanku, jadi tidak perlu pengawalan, hanya saat beliau cek up saja.
"Siap bos" ucap lara sigap
"Shandy, kau ku bebas tugaskan, kau harus menjaga Sania, karena di luaran sana hanya tahu jika Sania putri mereka, aku hanya menduga mereka akan memakai salah satu yang dekat dengan Jimmy untuk membungkamnya dari kesaksiannya.
manusia akan lebih kejam saat mereka berusaha menyelamatkan diri mereka. Bahkan ada yang egois membunuh saudara demi keselamatan diri mereka"
"Aku mengerti" ucap Shandy langsung, ia juga sebenarnya berfikiran yang sama dengan Davina. Shandy makin takjub dengan gadis itu, di usianya yang masih belia Davina sangat pintar mengatur strategi dan bahkan ia bisa memprediksi jalan kerja musuhnya.
Jika Shandy berada di pihak bersebrangan dengan Davina, ia tak yakin akan menang melawannya.
Pasalnya ia selalu selangkah lebih awal di banding musuh-musuhnya.
Davina segera meninggalkan tempat itu dengan Agatha, sementara Lara dan Shandy masuk ke dalam ruangan.
Diluar terlihat beberapa polisi berjaga dan juga anak buah Davina yang sengaja memakai pakaian bebas.
Davina tak mau kecolongan lagi, terakhir kali orang itu mengelabuhi penjaga dengan menyamar sebagai dokter, kali ini ada lara, Davina sedikit lega karena ia bisa mengandalkan Lara.
Davina harus mengintrogasi dokter gadungan itu, walau mulutnya tetap terkunci, Agatha bisa mengenali dari tatto yang ada di bahu kiri pria itu, tatto sebuah organisasi bawah tanah yang menentang Davina, tapi untuk apa? ia sudah berusaha menghindari konflik Dengan organisasi itu, bukan takut hanya saja fokusnya saat ini adalah masalah keluarga besarnya, lagi pula setelah semua masalah selesai ia sudah berjanji akan menjali kehidupan normalnya sebagai anak sekolah dasar pada umumnya, walau itu terasa....
Sedikit membosankan.
Davina langsung meminumkan sebuah pil pada pria itu, pria yang menyamar menjadi dokter gadungan yang menikam lambung Jimmy Chou karena melawan data ia ingin menyuntikkan sejumlah besar obat tidur pada selang infus Jimmy Chou.
Pil yang itu Davina di racik oleh Davina sendiri, gunanya untuk membuat orang yang meminumnya mengatakan kebenaran, karena jika ia berbohong, ia akan sulit bernafas.
Setelah menunggu beberapa menit, reaksi obat tersebut bekerja, Davina langsung mengintrogasi pria tersebut dan hasilnya, Alex tak tahu menahu jika orang yang di incar di bawah perlindungan organisasi Angel of the death.
Alex hanya diberitahu orang kepercayaannya jika seseorang meminta bantuan organisasinya untuk menangani Jimmy Chou dan sisanya klien tersebut yang bertindak selebihnya, Alex hanya mengeluarkan anak buahnya untuk di sewa jasanya untuk membuat kerah Jimmy Chou.
__ADS_1
Alex mengenal dengan baik siapa Jimmy Chou, sehingga ia setuju.
Alex saat ini berada di rumah sakit karena serangan jantung, tapi berita mengenai Jimmy Chou ia tahu semua dari asistennya.
Sudah lebih dari empat bulan jimmy di rawat, sehingga ia menyerahkan semua urusan organisasi pada orang kepercayaannya.
Davina justru menduga adanya kudeta di organisasi tersebut akibat kondisi pemimpin mereka, walau Davina tak menyukai Alex, namun pria itu pekerja keras, hanya pemikirannya yang sedikit kolot.
Ia juga tak pernah mau anak buahnya membunuh. Hanya membuat pelajaran bagi musuh-musuhnya.
Itulah mengapa walau musuh bebuyutan, Davina tak mau berurusan dengan mereka.
"Cari tahu siapa klien tersebut dan siapa yang melakukan kudeta di organisasi itu, ah sepertinya aku harus membantu pria bangkotan itu"
"Bos, mereka musuh bebuyutan kita" ucap Agatha tak mengerti jalan pikiran Davina
"Musuh bebuyutan tidak boleh membantu???
justru tidak asik jika malah organisasi itu hancur dengan mudah, gak ada sensasinya" ucap Davina mengedipkan sebelah matanya pada Agatha
"Kau memang wanita ah bukan nak kecil yang aneh.
aku rasa saat kau lahir terantuk gunting dokter bedah, itu mengapa sebabnya otakmu gak sinkron kanan dan kiri" ucap Agatha
"Haha kau tahu saja, ngintip ya???" goda Davina cekikikan
"MIT, amit" ucap Agatha di balas tawa Davina karena berhasil membungkam Agatha.
"Kau yakin ingin membantu Alex?? dia musuh bebuyutan kita, selalu rusuh setiap kita dapat klien"
"Setidaknya ada yang ku bangga dari prinsipnya, dunia bawah kejam, tapi dia berhasil mempertahankan prinsip organisasinya selama berpuluh tahun"
"Bener juga sih, bandot tua itu walau menyebalkan tapi benar ucapan mu. Baiklah aku setuju"
"Bagus, itu baru Tante ku "
"Tutup mulutmu, aku masih belum menikah dengan Willy" ucap Agatha kesal di panggil Tante, itu seperti ia menua cepat
"Apa kau tidak akan menikah dengan Willy???"
"Anak nakal, aku mau menikah... tapi belum di lamar, pria itu lamban sekali" gerutu Agatha kesal
"Om, tuh dengar, segera lamar. Gadis ini sudah gatal menikah" ucap Davina ngeloyor pergi membuat Agatha bingung
"Om??" gumam Agatha dan begitu ia berbalik badan nampak Willy bersedekap dada menatap Agatha
"Davina sialan" maki Agatha dalam hati, ia terkena jebakan Betmen oleh anak ingusan.
__ADS_1