
Sebastian mencari kesempatan untuk mendekati Davina, ia ingin mengucapkan terima kasih langsung pada bocah kecil itu
begitu melihat Davina sendirian, Sebastian langsung menghampiri keponakanya tersebut
"Hai om Tian" sapa Davina sambil asik menyuap ice cream ke mulutnya
"Hai ponakan om yang hebat, om belum sempat mengucapkan terima kasih padamu.
Terima kasih ya cantik" ucap Tian sambil mengelus kepala Davina
"Enggak perlu berterima kasih, kita keluarga.
Om, kalau om butuh teman gila-gilaan, aku siap bantu"
"Jangan lupa jika usiamu masih kecil"
"Aku bisa merubah diriku menjadi besar lagi om dan kita menyelinap keluar" bisik Davina serius
"Lupakan, kau masih ingusan, hanya karena kau meminum obat bukan berarti usiamu sudah dewasa, om tidak mau meracuni keponakan cantik om dengan hal buruk"
"Ah om gak seru, aku gak ingusan, gadis kecil yang cantik" cibir Davina mengerucutkan mulutnya
"Biarlah aku menjadi pria kaku untuk menjaga kamu.
kamu berhutang penjelasan padaku, bagaimana kamu bisa seperti itu, next om akan mentraktir mu makan" ucap Sebastian tersenyum lebar
"Jika aku bukan keponakanmu, aku sudah jatuh cinta padamu om. Apa kit akan candle light dinner???" tanya Davina antusias
"Anak kecil berprilaku lah seperti anak kecil" Sebastian dengan gemas mengacak-acak rambut Davina.
memang ia akui tampilan Davina saat dewasa sangat cantik, membuat pria manapun akan dengan mudah jatuh cinta.
"Om kau membuat rambutku berantakan" teriak Davina paling kesal jika ada orang yang mengacak-acak rambutnya
"Hahaha, habis kamu menggemaskan.
Kita akan ngedate di restoran ayam Krispy dengan ke dua kakakmu juga tentunya"
"Ah aku bosan, aku gadis kecil.berkelas ok??? bisakah om memilih tempat yang sedikit elegan" ucap Davina mengibas rambutnya membuat Sebastian tertawa gemas
"Baiklah, baiklah
aku tak akan mengajak kedua kakakmu, aku akan mengajakmu makan di restoran Jepang, bagaimana??
"Deallll" ucap Davina seolah mereka sedang melakukan suatu perjanjian
"Baiklah, om akan bergabung dengan yang lain" ucap Sebastian bangkit
__ADS_1
"Om, bisakah om jangan kabur lagi??????
mamaku tidak bisa tidur memikirkan om, kasian adik kecil dalam kandungannya" ucap Davina dengan wajah sedih
"Apa mamamu sedang hamil lagi???" tanya Sebastian yang belum tahu kabar bahagia tersebut
"Uhm kembar, sini om aku bisikin" ucap Davina meminta Sebastian mendekat. Sebastian dengan patuh mendekatkan kepalanya pada Davina
"Mereka akan jadi anak buah ku nanti" ucap Davina santai, sementara Sebastian melotot tak percaya memandang keponakanya tersebut
"Om gak percaya??? aku rutin memberikan obat stimulasi otak pada mamaku, walau tak sepandai aku nanti, tapi adik-adikku akan memiliki IQ diatas rata-rata.
Kalau aku dengan kakakku kan karena keajaiban alam, don't try it ya om, Hehehe" ucap Davina nyengir lebar
"Aku masih cukup waras , yang ada kalau aku coba bisa pindah alam . Aku masih belum menikah dan menikmati surga dunia" ucap Sebastian dengan senyum, membuat Davina tersendak ice cream yang sedang ia makan
"Om, kau tak tahu malu, bagaimanapun aku masih kecil.
telingaku yang masih perawan harus mendengar ucapan vulgar mu" ucap Davina menutup kupingnya dengan kesal
"Hahaha, who know adik manis.
by the way, thanks ya.
om berhutang banyak padamu.
"Sama-sama om ganteng" ucap Davina genit.
Sebastian hanya menggeleng pelan, langkahnya berhenti dan kembali mendekati Davina
"Bu Sumiati juga kirim salam padamu, terima kasih banyak katanya"
"Salam kembali om, tolong sampaikan ya kalau berjumpa"
"Om bangga padamu" ucap sebastian tulus
"Aku hanya memberi hak yang selama ini ada padaku" ucap Davina
Sebastian mengacungkan jari jempolnya, lalu berjalan meninggalkan Davina sendirian.
Seminggu kemudian gugatan atas Deswita di layangkan, dengan banyaknya tuntutan atas dirinya, setidaknya ia akan membusuk, menghabiskan sisa usianya di penjara.
Kali ini seluruh keluarga berkumpul dan Baskoro menyampaikan langsung dengan kalimat yang dia pertimbangkan masak-masak, walau bagaimanapun Tian dan Vera adalah anak Deswita.
Kebenaran tentang Vera dan Sebastian sudah Arjuna beritahukan pada papanya secara perlahan.
Kini di dalam hati mereka timbul suatu harapan, harapan bahwa Ratih masih hidup, mengingat Sarah merupakan anak Ratih dengan Baskoro.
__ADS_1
Walau pada kenyataannya Tian dan Vera bukan darah dagingnya, Baskoro tak merasa keberatan.
Baskoro menyayangi mereka sebagai putra dan putrinya, karena memang ia menyayangi mereka dan tak perduli dengan darah yang mengalir di dalam diri mereka.
Banyak orang bilang ikatan darah lebih kental dari apapun.
Namun orang lupa, jika ikatan yang kuat adalah ikatan yang lahir dari dalam hati. karena ikatan darah saja bisa putus karena uang, wanita, tahta.
Saat berunding bersama, Baskoro meminta pendapat Sebastian secara pribadi sebelum mereka menggelar musyawarah keluarga
Sebastian hanya pasrah, ia tak mau membela mamanya yang jelas-jelas sudah banyak merugikan orang lain.
Ia menyerahkan semuanya pada hukum.
Sebastian sadar, jika ia membela mamanya, wanita itu tak akan pernah menyadari kesalahannya dan bertaubat.
Dengan bersikap keras dan menguatkan hatinya, Sebastian tidak akan ikut campur dalam masalah Deswita.
Adapun mengenai Vera, sampai detik ini Vera tak tahu jika ia dan Sarah bukan saudara kembar dan bukan anak kandung Baskoro, namun demi masa depan Vera, semua orang di minta bungkam dan menutup rapat mulut mereka.
Sementara itu Sebastian sudah membicarakan apa yang akan ia lakukan kedepannya, ia sudah meminta izin pada Baskoro, ia ingin menenangkan diri sambil mencari pengalaman di luaran sana.
Sebastian memutuskan untuk melakukan perjalanan musiknya alih-alih mengikuti sidang dakwaan mamanya, ia takut goyah dan lemah hati.
Sebastian sudah memasrahkan diri atas semua yang terjadi pada dirinya.
Yang terpenting adalah, ia tak sendirian lagi.
Ia punya papa, kakak, serta keponakan yang menyayanginya, itu semua lebih dari cukup.
Sebastian berharap, dinginnya jeruji besi bisa menyadarkan mamanya yang sejak awal sudah salah jalan
Sementara masalah hubungannya dengan Deswita, ia tetap menghormati Deswita sebagai wanita yang sudah melahirkannya.
Walau berat hati pada akhirnya Baskoro memberikan izin Tian melakukan perjalanan keliling dunianya
Awalnya Baskoro menolak keras karena ia sangat khawatir Tian akan mengalami kesulitan di luar sana, namun begitu ia memikirkan beban mental putra bungsunya, Baskoro mengizinkan.
Mungkin dengan perjalanan musiknya Bastian akan menemukan jati dirinya dan bisa lebih dewasa dalam menyikapi hidup.
Baskoro hanya meminta anak buahnya mengawasi Tian di kejauhan.
Dua Minggu sudah Deswita di periksa, statusnya langsung tersangka pada awal pemeriksaan.
Deswita menyewa pengacara untuk mendampinginya, ia sebenarnya sangat shock bahwa begitu banyak tuntutan yang mengarah padanya, namun ia cukup optimis mereka tak akan menang, mengingat ia bermain bersih.
Deswita yakin mereka tak akan menemukan bukti keterlibatan dirinya, sehingga walau statusnya sudah menjadi tersangka, ia masih angkuh.
__ADS_1