
"Lihatlah sendiri, dan mengenai hilangnya istrimu tujuh tahun lalu, apakah kau tidak merasa ada yang janggal???? istrimu hilang tapi wanita itu mengatakan dia pergi bersama kekasihnya, sedangkan Adhi ayah Ayudia meyakinkan papa jika putrinya tak pernah dekat dengan siapapun, Ayudia anak yang penurut"ucap Baskoro
"Maksud papa???” tanya Arjuna penasaran
"Ayudia, papa rasa di culik" ucap Baskoro menyimpulkan, karena dari rekaman CCTV di rumahnya, Ayudia tidak pernah meninggalkan rumah, ia berada di kamar saat hari kejadian, bagaimana bisa ia menghilang di hari yang sama???
Baskoro masih ingat sekali jika keesokan harinya rumah heboh karena tak mendapati Ayudia di kamarnya dan mereka tak bisa memeriksa CCTV karena rusak, padahal baru seminggu lalu orang maintenance memeriksa jika kondisi ok,
Yang lebih anehnya adalah CCTV hanya rusak di ruang tamu, pintu keluar dan gerbang"terang Baskoro yang baru memeriksa kembali kasus hilangnya Ayudia setelah ia melihat seorang wanita yang ia yakin adalah Ayudia walau wanita itu menutupi wajahnya dengan make up dan kacamata tebal
"Lalu apa kaitannya mama Deswita dengan hal itu pa???
saat kejadian itu mama Deswita dengan panik meneleponku sambil menangis"
"Kamu terlalu lugu untuk mengetahui sifat manusia sebenarnya nak, air tenang menghanyutkan" ucap Baskoro membuat Arjuna mengerutkan alisnya berfikir
Sebenarnya ada kecurigaan saat itu, namun karena ia tak perduli dengan siapa ia nikah dan justru ia bersyukur dengan menghilangnya Ayudia, sehingga tak terbesit sedikitpun niatnya untuk mencari tahu keberadaan Ayudia.
Bahkan saat Deswita menyerahkan bukti sebuah surat yang di tinggalkan Ayudia, Arjuna tak menghiraukannya, kini ia menyesal, walaupun wanita itu tidak ia sukai, tetap saja secara agama ia adalah istri sahnya dan merupakan tanggung jawabnya.
"Satu lagi nak, hari dimana Ayudia menghilang, tukang kebun kita Parno juga menghilang secara misterius, Deswita mengatakan jika pria itu izin pulang karena saudaranya sakit, namun yang anehnya, sosoknya tidak tertangkap kamera CCTV di hari kejadian"
"Kenapa papa baru mengatakan sekarang???? ini sungguh janggal pa" ucap Arjuna menggelengkan kepalanya
"Papa juga baru kepikiran sekarang, maaf" ucap Baskoro merasa bersalah
"Sudahlah, yang penting sekarang kita cari kebenarannya, walau bagaimanapun dia masih sah istri Arjun"
"Papa setuju denganmu nak” Baskoro meyakinkan
"Lalu masalah mama Deswita, Arjun hanya berfikir tentang Vera"
"Serahkan semuanya sama papa, owh ya satu lagi,.
Vera tiba-tiba demam dan terlihat shock pada hari kejadian, dan setelah itu sikapnya langsung berubah, terutama pada mama tiri mu, begitu juga mama tiri mu seakan memusuhi Vera, jadi papa simpulkan Vera sepertinya mengetahui sesuatu.
Masalah papa yang akan bercerai dengan mama tiri mu, untuk sementara papa tidak akan publikasikan, namun papa tetap akan menceraikannya secepatnya.
__ADS_1
Papa tidak akan mencabut fasilitas yang biasa ia dapati, hany saja kamar kami pisah"
"Arjuna serahkan semuanya pada papa,
Arjuna tahu papa sudah memikirkan ini masak-masak, Arjun pamit ke kantor pa, Assalamu'alaikum" Arjuna mencium punggung tangan papanya.
"Hati-hati di jalan" ucap Baskoro menepuk punggung putrinya
Setelah Arjuna pergi, ia membuka sebuah amplop coklat yang berisi sebuah dokumen penting.
"Ayudia, maafkan papa mertuamu ini. papa akan menebus kesalahan papa padamu dan pada Adhi dan almarhum Eldrea "
Baskoro meminta William menemuinya di sebuah cafe, ia ingin membahas masalah Jovanka, walau belum terbukti kebenarannya jika Jovanka adalah Ayudia menantunya, Baskoro yakin mata jeli nya tak akan salah
Baskoro langsung menuju cafe yang di maksud, ia berjalan masuk ke dalam cafe dan melihat William yang sudah menunggunya, William melambaikan tangannya, setelah dekat William mencium punggung tangan papa angkatnya itu
"Apa yang bisa William bantu pa???"
"Selidiki dimana jovanka tinggal, dengan siapa dia tinggal dan apa yang dia lakukan baik di kantor maupun di rumah.
Papa akan memberikanmu bonus besar serta liburan jika kamu berhasil menjalankan perintah papa dengan baik"
Wiliam tak berani melanjutkan ucapannya, sebenarnya ia penasaran kenapa papa angkatnya sangat antusias sekali memeriksa kehidupan Jovanka, apakah papanya jatuh cinta pada Jovanka???? itu tidak mungkin!!!
William bertanya dan menyangkal sendiri pikirannya, hingga ia terlihat menggeleng dan mengangguk sendiri
"Tapi apa??? apa kamu berfikir papa menyukai wanita muda itu??? come on William, papa sudah tua, tidak berfikir kesana, apa kau yang tertarik dengan wanita itu????"
"What, gak lah pa, bisa-bisa aku di gantung sama anak papa yang super galak itu" cibir William membuat Baskoro tertawa
"Memang putraku itu bertangan dingin, ia selalu sukses dalam segala hal yang di gelutinya namun gagal dalam hal wanita seperti papamu ini" ucap Baskoro tersenyum kecut.
"Jadi....????” tanya William penasaran
"Jadi karena papa curiga dia istri Arjuna yang hilang tujuh tahun lalu" ucap Baskoro lirih
"Apaaaaa??????" Baskoro menepuk jidatnya sendiri lalu menutup mata malu, suara William dengan toa aktifnya berhasil membuat beberapa pasang mata yang berada di cafe tersebut memandang kearah mereka dengan pandangan aneh
__ADS_1
William yang menyadari kekeliruannya menutup mulutnya dan tersenyum bodoh sambil menggaruk kepalanya memohon maaf pada pengunjung cafe yang terganggu olehnya
"Lain kali papa tidak akan mengajakmu bertemu di cafe, kamu lebih cocok berada di kebun binatang atau di kebun sawit sekalian.
Bagaiman wanita bisa suka denganmu jika kelakuanmu seperti itu???, Dengar William, belajarlah berkata lembut agar kau memiliki pasangan dan segera menikah, kalian membuat papa stres, punya anak laki tiga sudah dewasa tapi belum satupun menikah, kapan papa punya cucu?" gerutu Baskoro.
William hanya memutar bola matanya malas, papanya ini sering kali menyangkut pautkan sesuatu dengan status jomblonya
"Ingat William, jangan ikuti jejak Arjuna, dia akan menjomblo selamanya, apa kalian tidak membahagiakan papa??"
"Pa, please kita lagi bahas istri Arjuna, kenapa jadi bahas aku sih??" William makin pusing di buatnya
"Hufh, papa yakin dia istri Arjuna, oleh karena itu papa meminta kamu yang menyelidiki, jika papa meminta Willy, dia suka kelepasan omong,
Papa tidak mau Arjuna tahu, apalagi orang lain tahu, rahasiakan hal ini bahkan rahasiakan juga dengan si Miki, kucing betina mu itu"
"Pa, dia cuma kucing, jadi dia tak akan mengatakan apapun pada orang, karena dia gagu" ucap William kesal, sementara Baskoro tertawa terkekeh, puas melihat putra angkatnya mendengus kesal
"Ingat rahasiakan"
"Iy, iya bawel , siap pak bos" ucap William
"Sudahlah papa pergi dulu, terima kasih minumnya ya?" ucap Baskoro langsung bangkit, Wiliam mencium punggung tangan Baskoro
"Hati-Hati di jalan pa"
"Hemm, jangan lupa pesan papa " ucap Baskoro mengingatkan
"Ya ampun papa, William bukan mulut ember" keluh William sudah kesal luar biasa
" Papa cuma mau bilang, jangan lama ngejomblo kamu jadi cepat marah bicara sama orang tua ckckck, punya anak laki satu duda gak jelas satu lagi badan doang Hulk hati hello kitty, satu lagi terlalu sibuk kerja astaga
kajiannya orangtua ini" gerutu Baskoro membuat William naik darah di ejek papanya, dengan kesal William menarik papanya berjalan keluar cafe dan membukakan pintu mobil sambil tersenyum lebar
setelah Baskoro masuk ia melambai
"Ingat William....."
__ADS_1
"Papaa" pekik William, sementara Baskoro sudah meminta supirnya langsung melajukan kendaraannya sambil terkekeh senang karena berhasil mengerjai putra angkatnya.
Beberapa saat kemudian raut wajahnya kembali kelam