
Bu Ratna menatap William, bibirnya bergetar dengan wajah pucat pasi
"Bu, apa ibu sakit?? wajah ibu pucat, kita ke dokter saja" ucap William memeriksa kening Ratna, dan William panik dan ingin bangkit memberitahu Jovanka, namun tangannya di cekal Bu Ratna
"Ma...MMMMahendra......" ucapnya lirih.
Willian tercekat, matanya memandang tak percaya pada wanita di depannya.
Nama itu sudah sangat lama tidak ia dengar lagi, sejak ia meninggalkan panti asuhan.
Bagaimana Bu Ratna bisa tahu??? Apa Bu Ratna tahu latar belakang William, atau setidaknya Bu Ratna tahu siapa orangtua kandung William
"Bu, ibu bagaimana tahu nama depan Saya???" tanya William tak bisa menutupi keterkejutannya
Namun bukanya menjawab, Bu Ratna justru bangkit dan memeluk William sambil menangis, membuat William makin bingung,
"Will, William, apa yang kamu lakukan sama ibu??? sudah ku katakan jangan bertanya yang enggak-enggak sama ibu" ucap Jovanka sewot
"Aku gak ngomong apa-apa kak.
ibu tadi seperti sakit, aku mau panggil kamu tapi ibu malah manggil nama depanku, nama yang sudah lama aku tidak pakai dan hampir ku lupakan
Jovanka langsung terdiam dan menatap Bu Ratna yang tersedu-sedu
Jovanka menuntun Bu Ratna duduk, ia melihat wanita itu terlihat tertekan, namun tangannya tidak melepas tangan William seakan takut William pergi
"Bu, Ibu baik-baik saja???" tanya Jovanka lembut
"Anak ibu, " gumam Bu Ratna menatap William
"Mas Samuel belum datang Bu" ucap Jovanka yang mengira Bu Ratna mencari Samuel.
Semalam setelah semua orang pulang, Bu Ratna merasakan sakit kepala parah, potongan kejadian masa lalu berputar di ingatan ya, ia mengingat jika memiliki dua orang anak, dan Bu Ratna tak mengerti mengapa ia sampai punya anak Samuel???mengapa Samuel bisa menjadi anaknya??? dan foto itu adalah foto keponakannya bagaimana bisa ada di tangannya???
ingatan kejadian itu masih hilang.
"Bu... bukan, ini anak ibu" ucap Bu Ratna membuat William dan Jovanka terkejut
"Bu, dia William, bukan Samuel" ucap Jovanka memberi pengertian Bu Ratna
__ADS_1
"Dia Mahendra ku Mahendra William Scott , putra sulung ku" ucap Bu Ratna
William pucat pasi, ia sungguh terkejut dengan ucapan Bu Ratna, ada keraguan dan bahagia campur aduk, kakinya lemas, hingga ia terduduk
"Will???" tanya Jovanka yang melihat adik iparnya pucat pasi
"Aku juga tak mengerti, tapi yang pasti Bu Ratna tahu nama lengkap ku " ucap William menatap Bu Ratna
"Ibu sudah mengingat semuanya" ucap Bu Ratna memecah kebingungan semua orang
"Maksud ibu???" tanya Jovanka dan William bersamaan
"Walau belum semuanya, tapi ibu tahu jika ibu memiliki dua orang putra, Mahendra William Scott dan Mahesa Willy Scott." ucap Bu Ratna menatap William penuh kerinduan
William menatap Bu Ratna, ia lalu bersimpuh di kaki Bu Ratna, dulu ia pernah membenci kedua orangtuanya yang tega meninggalkan mereka di panti, namun ia sudah mengikhlaskan, dan kini Bu Ratna mengatakan jika ia putranya, hatinya luluh, senang dan terharu, William menangis tersedu-sedu layaknya anak kecil di kaki Bu Ratna, begitu pula Bu Ratna, ia menyibak rambut William dan melihat tahi lalat di kuping kanan William,
Jovanka ikut menangis, ia ikut bahagia Bu Ratna sudah mendapatkan ingatannya kembali dan ternyata William anak Bu Ratna, dunia memang sempit, namun ia jadi penasaran bagaimana William bisa berakhir di panti asuhan sebelum di adopsi oleh keluarga Baskoro.
Setelah keduanya bisa memenangkan diri, Bu Ratna sambil menggenggam tangan Ratna mulai menceritakan semua kejadian yang melatar belakangi mengapa kedua putranya ia taruh di panti Asuhan.
Ratna menikah dengan seorang pria asing bernama Wilman Scott, profesi suaminya yang merupakan pengacara membuat beberapa orang merasa terusik, orang itu adalah Jimmy Chau, pria yang merupakan kekasih Ratih, namun karena sifat Jimmy yang buruk, Ratih meninggalkannya dan bertemu dengan Baskoro, cinta terjalin antara mereka hingga ke jenjang pernikahan.
Lima bulan kemudian Ratih hamil, dan enam bulan kemudian Ratna juga hamil, mereka menyambut kehamilan anak pertama mereka dengan suka cita.
walau mereka tinggal di kota yang berbeda, hubungan keduanya baik.
Tiga tahun berlalu dengan cepat, Ratih memilih menunda kehamilan lagi sampai Arjuna besar, sementara Ratna sudah punya dua orang putra, Mahendra dan Mahesa, namun kebahagiannya tak berlangsung lama, Jimmy yang tahu jika Wilman memiliki bukti kejahatannya mencelakai Wilman, Wilman meninggal karena kecelakaan,
Tidak sampai disitu, Wilman ingin menghancurkan semua bukti.
ia membuat kediaman Wilman kebakar seolah itu suatu kecelakaan, beruntung Ratna dan kedua anaknya berhasil melarikan diri, Ratna membawa si kecil Mahendra dan bayi merah di dalam dekapannya
ketika melihat sebuah panti asuhan, tanpa pikir panjang Ratna menitipkan kedua anaknya di panti asuhan tersebut, demi keselamatan kedua putranya, ia mengingat panti asuhan itu bernama "Kasih Bunda",
Sementara Ratna sendiri meneruskan pelariannya.
dalam pelarian Ratna di tabrak orang suruhan Wilman, beruntung Anggara sahabat mereka yang sedang berada di kotanya menyelamatkannya dan akhirnya mereka memutuskan pindah kota dan menghilangkan jejak.
Anggara membawa Ratih menemui saudari kembarnya yang sudah lama tidak ia temui dan menceritakan semuanya dan selebihnya Bu Ratna tak ingat lagi.
__ADS_1
"Jadi papa dan mama mengadopsi kami karena mereka mengenali kami anak ibu?" tanya William penasaran
"Iya nak, mereka sengaja mengadakan pesta ulang tahun Arjuna di panti asuhan tersebut sekaligus melihat keadaan kalian, namun mereka tak tega melihat kalian disana dan mengadopsi kalian.
Apa ibu pasti memberikan sesuatu yang ibu titipkan?? benda itu bukti kejahatan Jimmy Chau"
"Apa maksud ibu kalung??? aku tak menemukan apapun selain foto papa kandungku"
"Dibalik foto itu ada no deposit box yang menyimpan semua buktinya" ucap Bu Ratna, sementara William yang sudah mendengar cerita lengkap dirinya merasa dendam pada Jimmy, pria itu.....
"Sial, aku selama ini baik dengan pembunuh orangtuaku sendiri" gumam William mengumpat dalam hati.
"Kita harus membalas perbuatan b*j*Ngan itu Bu" ucap William mengepalkan tangannya geram
"Tentu, ibu serahkan semuanya, balas kan dendam kamu nak.
Bisakah kamu memanggilku mama?? aku sangat rindu pada mu" ucap Ratna ragu
"Mama" ucap William memeluk Ratna
"Ya Allah Alhamdulillah kau mempertemukan aku dengan putraku" gumam Ratna menciumi pipi putra sulungnya
"Mahendra, bagaimana Mahesa??? apa dia..."
"Aku akan memintanya datang ma, Mahesa sudah besar dan dia bekerja di kantor yang sama denganku" ucap William
"Baik, tolong pertemukan mama dengan Mahesa tolong" ucap Ratih penuh harap
"Mama tenang saja, William akan bawa mama menemuinya" ucap William semangat
"Will, Bu Ratna masih lemah, biarkan Adikmu yang datang kesini" ucap Jovanka menyela
" Aku takut kamu..."
"Aku tak keberatan, Bu Ratna adalah orangtuaku juga, kesehatan beliau lebih penting.
Toh cepat atau lambat Willy akan tahu siapa diriku, namun aku mohon untuk sementara rahasiakan ini dari Arjuna, aku belum siap" ucap Jovanka lirih
"Percayakan padaku" ucap William penuh keyakinan
__ADS_1