
Baskoro masih belum sadarkan diri, sehingga Anabelle menduga jika Baskoro terkena serangan jantung ringan dan harus segera di bawa ke rumah sakit, Ambulance datang dan langsung membawa Baskoro.
Semua orang yang awalnya mengira Baskoro hanya pingsan jadi panik, hanya bu Ratna yang berusaha terlihat tenang, walau ingatnya belum sepenuhnya kembali, tapi ia sudah tahu jika Baskoro suami dari kakaknya.
Anabelle mendampingi Baskoro di mobil ambulance sementara Samuel menjaga kedua anaknya serta si kembar tiga, ia menyuruh Jovanka membawa Ratna karena ia tahu mamanya itu khawatir, namun berusaha menutupi.
Jovanka naik mobil Arjuna bersama.bu Ratna, sementra William dan Willy memilih dalam satu mobil.
Setelah sampai di rumah sakit, Baskoro langsung di periksa dan dokter langsung melakukan tindakan berdasarkan keterangan Anabelle.
tak lama kemudian baskoro di bawa keruangan Rawat dengan beberapa alat terpasang di tubuhnya.
Kondisinya masih sama seperti di bawa, ia masih belum sadarkan diri sehingga dokter memutuskan menempatkannya di ICU
Satu persatu bergantian menjenguk Baskoro, Arjuna yng pertama kali menjenguk papanya, untuk pertama kali dalam hidupnya ia menangis, ia sudah lama tak menangis, terakhir kali ia menitikkan air mata saat mamanya di kabarkan pergi dengan lelaki lain, saya itu Arjuna kecil marah dan kecewa karena di buang oleh mama kandungnya, namun kini ia menyesali pernah membenci mamanya, semua karena omongan dan hasutan Deswita yang mendoktrin dirinya bahwa ia anak yang tidak di inginkan orangtuanya.
"Pa, bangun pa.
Apa papa begitu lemah??? papa kalah sama wanita itu jika begini.
Kita belum membalas perlakuan wanita setan itu pada mama, cepat bangun pa" ucpa Arjuna menitikkan air mata
Namun Baskoro tetap diam, hanya alat detak jantung yang mengisi kesunyian dalam ruangan itu
"Pa, berjuanglah pa, ingat papa sudah punya tiga cucu yang..
apa papa gak mau melihat mereka tumbuh besar???
Apa papa gak khawatir jika wanita itu berusaha mencelakakan cucu papa??? hanya papa yang bisa menghentikan wanita itu pa, ayo lawan penyakit papa" ucap Arjuna memberi motivasi papanya.
Ia pernah membaca jika orang koma pun bisa mendengar suara kita, ia yakin papanya akan sembuh segera
Kini semua orang sudah masuk ke dalam ruangan perawatan Baskoro secara bergantian, tinggal Ratna yang terlihat ragu
"Ma, papa Baksoro pasti ingin menemui mama" ucap William lembut.
Dengan langkah ragu Ratna masuk ke dalam ruangan tersebut.
Ratna hanya memandang tubuh tak berdaya Baskoro, ia tak mengatakan apapun, hanya berdiri di sana tanpa suara
"Dasar beruang madu, tidak malu kamu hanya tidur saja?? lihatlah keluargamu sedang membutuhkanmu, ada si kembar yang butuh kakeknya, apa kau mau aku membawa kabur cucumu itu??
__ADS_1
cepat bangun, aku benci beruang yang pemalas" ucap Ratna justru marah, entah mengapa ia mengatakan itu semua, mungkin ingatan masa lalunya yang memanggil Baskoro Beruang madu, semua mengalir saja tanpa ia sadari, setelah berucap justru Bu Ratna terkejut sendiri mengapa ia bisa mengatakan itu, namun reaksinya justru luar biasa.
Jari-jari besar Baskoro bergerak, ia bergumam lirih
"Ratna..Ratna, Piglet .." ucap Baskoro lirih memanggil julukan untuk Ratna
Ratna terkejut dan langsung berlari keluar ruangan
"Dia, dia bangun, dia bangun" ucapnya gugup
"Dokter, dokter, suster, papa saya siuman" teriak Arjuna senang.
Dokter lalu datang dan memeriksa kondisi Baskoro.
mereka lalu melakukan serangkaian tes pada Baksoro, kini Baksoro sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatan biasa karena Baskoro di nyatakan sudah melewati masa kritis, namun masih dalam pengawasan ketat team dokter
#Flash Back On
"Kak, sepertinya kau sedang bahagia?" tanya Ratna yang melihat Ratih sedang menyirami bunga mawar kesayangannya sambil bersenandung riang
"Ah perasaan kamu aja de," ucap Ratih mengalihkan pandangannya malu
"Ada apa sih?? cerita dong" desak Ratna penasaran.
"Tampan????
cie kakak sepertinya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama sang Arjuna nih ye"
"Ngaco kamu, kakak cuma senang aja"
"Senang atau senang??? ayo ngaku???" goda Ratna pada kakaknya.
Setelah kejadian itu , Ratih menjadi sering keluar rumah, di bandingkan dengan adik kembarnya, kondisi Ratih lemah, ia mudah sakit dan pemalu, berbanding terbalik dengan Ratna yang sedikit tomboy dan memiliki fisik yang kuat, bahkan Ratna aktif bermain volley.
Ratna memiliki seorang sahabat katib yang ia beri nama beruang madu karena tubuhnya yang besar dan tinggi, pria blasteran yang tampan yang merupakan kakak seniornya di kampus, pertemuan mereka pun secara tak sengaja ketika sama-sama berolah raga dan akhirnya mereka akrab.
Ratna sebenarnya menaruh hati pada pria tersebut, namun ia tak mau menodai persahabatan mereka dan memilih memendam semua itu dalam hati.
Beberapa waktu ini sikap Pria itu sedikit berubah padanya dan sellau menanyakan kondisi kesehatannya, Ratna yang merasa heran hanya mengabaikannya, mungkin itu bentuk perhatian pria itu sebagai sahabat, walau jujur ia merasa hatinya berbunga-bunga.
Hingga pada suatu hari Ratih membawa pulang seseorang yang merupakan penyelamatnya, orang itu tak lain adalah pria yang sama yang menjadi sahabatnya, beruang madu , yang memiliki nama Baskoro.
__ADS_1
Baskoro sampai terbatuk-batuk ketika ia sedang minum teh yang di hidangkan Ratih dan Ratna datang, bola matanya melotot ke dua orang kembar identik di depannya.
Ia tak pernah tahu Ratna mempunyai kembaran.
"Owh ya, kenalkan ini adikku, Ratna.
Kalian sepetinya di kampus yang sama" ucap Ratih namun baik Baskoro maupun Ratna hanya diam membisu
"Kok malah bengong, dia kembaran ku.
Apa kalian saling kenal???" ucap Ratih bingung melihat reaksi keduanya
"Iya"
"Tidak terlalu" ucap Ratna menutupi keterkejutannya, Baskoro menatap tajam Ratna seolah meminta penjelasan, rupanya ia selama ini salah mengenali orang,ia mengira wanita ini adalah Ratna, pantas saja sifatnya berbeda jauh dari Ratna, ia menyukai Ratna yang apa adanya.
Namun ia sudah membuat kesalahan, beberapa waktu lalu ia menyatakan perasaanya pada kakak kembar Ratna yang ia kira adalah Ratna.
"Baiklah, kakak mau ganti baju dulu, kalian ngobrol dulu ya, kakak tinggal" ucap Ratih berjalan menuju kamarnya
"Piglet kau kembar???" tanya Baskoro
"Seperti yang terlihat, aku ikut senang kamu menemukan wanita yang kau cintai.
Jangan pernah sakiti kakakku please." ucap Ratna walau hatinya sangat sakit, ia berusaha tersenyum
"Tapi yang aku...."
"Aku bilang jangan sakiti kakakku, semua sudah takdir" ucap Ratna lalu bangkit dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Sejak kejadian itu Ratna tidak pernah datang lagi bermain Volley, ia lebih senang duduk di pinggir kolam sambil merenung.
Ratna akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Ratih. bagi Ratna, kakaknya sudah menderita karena kondisi tubuhnya,
"Aku harus mengalah dan meluapkan perasan ini.
Aku masih bisa menemukan kebahagiaanku" gumam Ratna menguatkan hatinya
Ia selalu menghindari Baskoro hingga akhirnya ia bertemu dengan teman semasa SMA nya dan memilih untuk menjalin hubungan dengan pria itu, walau ia tak pernah benar-benar mencintai pria itu.
Hingga akhirnya Ratih menikah dan di boyong Baskoro ke Jakarta dua tahun kemudian ia menikah dengan sahabatnya yang berprofesi sebagai pengacara dan akhirnya ia mendengar Ratih hamil dan beberapa bulan kemudian ia menyusul hamil.
__ADS_1
#Flash Back Off