(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Kejutan


__ADS_3

Ayudia masih berada di rumah sakit, ia khawatir dengan kondisi kesehatan Baskoro, beruntung rumah sakit Baskoro di rawat sama dengan rumah sakit di mana papanya di rawat.


Ayudia memanfaatkan situasi sebaik mungkin.


Dia selalu diminta untuk menjaga papanya karena Lia dan putrinya sibuk menjilat Baskoro dan lagi di sana ada Deswita yang entah dari mana mendapat kabar bahwa Baskoro sakit.


Sudah lebih dari sebulan Baskoro tak pulang ke rumah nya, ia malas bertemu dengan Deswita, ditambah lagi kenyataan yang baru ia ketahui membuatnya makin membenci Deswita


Saat Deswita menjenguknya, baru saja wanita itu menginjakkan selangkah kakinya, Baskoro langsung membentaknya dan mengusir nya dari ruangan tersebut


Dalam hati Deswita sangat marah dan malu di bentar di depan Lia dan putrinya, namun ia berusaha terlihat biasa-biasa saja.


Deswita memasang wajah sedih dan terluka akan sikap Baskoro, dan menatap putra tirinya dengan pandangan memohon bantuan.


Arjuna membuang pandangannya ke arah lain, ia muak pada wanita ini yang sudah membunuh ibunya secara tak langsung dan membunuh Ayudia,istrinya.


rasanya darah arjuna menggigil sampai ubun-ubun menahan kemarahan.


Ia harus bersabar sedikit lagi agar semua bukti terkumpul, saat ini mereka sedang mencari Parno, tukang kebun yang bekerja sama dengan Deswita di malam kejadian tersebut, serta bi Minah saksi pendukung di mana makanan beracun itu Deswita berikan.


beruntung saat Deswita datang, si kembar sudah pulang sejak tadi bersama Ratna dan Anabelle serta Samuel.


"Mas, kasian mama" ucap Aurel yang melihat sorot tajam Deswita meminta bantuannya


"Kalau ku kasian, temani saja mama diluar" ucap Arjuna datar


"Sayang, mama hanya ingin bertemu dnegan papamu, saat ini papamu masih marah dan menghukum mama karena adikmu, tapi please, mama sudah sadar kesalahan mama, mama sudah berubah sekarang"ucap Deswita mengiba


"Ma, tolong pulanglah, kondisi papa saat ini masih belum stabil, jangan membuat papa makin kesal, itu buruk untuk kesehatannya" ucap Arjuna akhirnya berbicara


"Mama hanya ingin melihatnya, mama khawatir" ucap Deswita langsung memasang air mata buayanya


"Kenapa gak mati aja sih tua bangka, nyusahin.


lalu dia matikan aku bisa menikmati hartanya. Sial" gerutu Deswita


"Ma,.nanti Arjun sendiri yang akan mengabarkan pada mama.


Sekarang mama pulang dulu ya, suasana hati papa sedang buruk" rayu Arjuna walau dalam hatinya mengutuk wanita yang sudah membesarkannya itu, jika saja wanita ini tulus, Arjuna akan menghormatinya seperti yang ia lakukan bisanya, namun entah mengapa ia sejak dulu tak pernah merasa nyaman dekat wanita ini, seperti ada yang mengusik hatinya.


Rupanya ini lah rahasia Illahi, wanita bermuka dua dan ular, licik dan jahat yang di balut oleh wajah cantik dan polos.


"Iya ma, mama.pulang saja, nanti mas Arjuna akan menghubungi mama" ucap Aurel menimpali namun justru mendapat tatapan tajam mengancam dari Deswita membuat ia langsung bungkam


"Jeung, maksud Aurel baik Jeung, jangan salah paham ya?" tambah Lia melihat ancaman Deswita dari sorot matanya


"Huh, baiklah.


Kabari mama tentang kondisi papamu yang sayang.


Kamu tahu kan mama sangat mengkhawatirkan papamu.


Mendengar papamu sakit rasanya dunia mama langsung redup" ucap Deswita menitikkan air matanya sedih

__ADS_1


"Astaga mama Deswita ternyata lihai sekali bersandiwara , liat air mata yang menetes begitu mudah dan natural.


Aku harus belajar banyak dari wanita ini, setelah aku tak butuh baru ku buang.


Maaf mama sayang, aku tidak bisa membantumu, aku juga tak tahu kenapa tua bangka ini sepertinya sangat membencinya, Di balik musibah pasti ada hikmah.


Untuk satu rumah sakit dengan tua bangka satunya, jadi aku bisa mencari cara mengambil hati tua bangka ini.


Biar papa Adhi di rawat oleh karyawan jelek itu" ucap Aurel tersenyum sendiri, bertepuk tangan betapa beruntung dirinya.


Ia bisa mencari muka di depan Baskoro sekaligus berdekatan dengan Arjuna katena papanya sakit jadi Arjuna akan sering berada di sana dan Aurel serta mamanya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.


Arjuna ingin marah pada Ayudia karena menjadikannya umpan untuknya, sementara ia bebas merawat papa kandungnya dan Arjuna terjebak dengan dua ulat bulu, Aurellia dan mamanya. ini sangat menyebalkan, amat sangat menyebalkan.


Wanita itu tahu saja cara untuk menghindarinya, apa ia memiliki wajah yang buruk sampai Ayu terus menerus menjaga jarak padanya?


Sementra kesehatan Adhi berlangsung membaik secara signifikan.


Ia juga sudah bisa menggerakkan kakinya yang lumpuh. walau belum bisa membawa si kembar bersamanya, Ayudia menceritakan jika ia hamil saat ia di buang hal tersebut membuat Adhi menangis tersedu-sedu.


Hatinya sangat bahagia sekaligus sedih mengingat penderitaan yang putrinya alami saat mengandung dan melahirkan sendirian, jauh dari keluarganya


Ayudia sudah menceritakan semuanya secara bertahap, ia takut jika terlalu terburu-buru malah akan membuat papanya shock dan berbahaya bagi kesehatannya


"Papa akan menceraikan wanita itu" ucap Adhi menundukkan kepalanya


"Pa, jika mencintai dia, Ayu ikhlas melupakan semuanya, toh karena dia ayu jadi punya anak sangat menggemaskan seperti mereka,


Di balik musibah pasti ada hikmahnya.


Papa mengira ia ibu sambung yang sesuai untukmu, terlebih karena dia adalah sahabat mamamu.


Papa hanya berfikir ia sudah mengenalmu dan bisa menyayangimu seperti anaknya sendiri.


maafkan papa sayang,


Papa yang bodoh saat kamu mengadu tapi PP tidak percaya, papa tertipu oleh wanita licik itu dan putrinya, papa menyesal membawa mereka ke dalam kehidupan mereka. maaf, maafkan papa" Adhi menangis sesenggukan


"Pa, semua sudah berlalu dan ayu sudah ikhlas pa.


papa sudah menjadi kakek, apa papa gak malu menangis? bagaimana jika si kembar melihat papa???" goda Ayudia membuat Adhi menyeka air matanya


"Papa mau bertemu mereka, kalian penyemangat papa"


"Papa semangat sembuh dulu, Ayu belum bisa membawa mereka katena takut keselamatan mereka, belum lagi Arjuna tak mengizinkannya untuk saat ini.


Tok tok tok


Adhi dan Ayu langsung menghapus air mata mereka, Adhi memilih memejamkan matanya dan membelakangi pintu.


Mereka menduga jika yang datang adalah Aurell dan mamanya, tapi mengapa tak terdengar langkah kaki, apa karena ayu menurunkan kewaspadaan???


Ayudia membuka pintu ruang rawat dan terkejut, tiga bocah kecil lngsung berhambur memeluknya

__ADS_1


"Mama, mama ,mama,


ternyata benar kau disini" teriak mereka bertiga.


suara anak kecil membuat Adhi langsung membalikkan tubuhnya


"Astaghfirullah, anak-anak??? bagaimana kalian bisa menemukan mama???" tanya Ayudia sangat terkejut


"Itu, anu, maaf Ayu.


Anak-anakmu setelah sampai di pertengahan jalan meminta kami kembali. mereka berteriak-teriak, jadi terpaksa aku meminta mama kembali dengan putriku dan menaiki taksi menuju kesini.


Putra sulung mu yang menanyakan pada resepsionis dimana ruangan papamu" jelas Anabelle merasa bersalah


Ayudia sudah bisa menduga bahwa membawa mereka kerumah sakit adalah pilihan buruk, kini tiga kurcaci nakal itu tersenyum tanpa dosa padanya.


Ketiganya memasang wajah puppies dengan mata berbinar ya, siapa yang akan tega memarahinya.


Dan lagi Ayu lupa jika dua anaknya memiliki kecerdasan super diatas rata-rata, jadi bukan hal yang sulit menemukan kamar kakek mereka. Jovanka mengurut pelipisnya yang berdenyut.


memiliki anak dengan IQ diatas rata-rata anugrah sekaligus bencana.


"Ayu, apa...????" Adhi menatap bahagia


"Anak-anak, ayo beri salam pada kakek kalian


"Yea Atu punya kakek dua" teriak Davina melipat kegirangan


"Lebay" cibir Daffa


"Anak cewe memang gitu kak" timpal Daffi santai mengecup punggung tangan Adhi dengan takzim


"Mereka, mereka kembar tiga???" tanya Adhi terkejut, Adhi memang mendengar jika putrinya mengatakan anak-anak, namun tidak menduga jika itu tiga


"Kakek, namaku Daffa, ini adikku Daffi dan yang cerewet itu adik kami Davina, semoga kakek lekas sembuh" ucap Daffi sambil tersenyum lebar


"Ah Ya, ya, anak pintar, anak pintar.


terima kasih" ucap Adhi bahagia


"Nak kamu mempunyai anak-anak yang luar biasa" ucap Adhi bangga pada putrinya


"Ya mereka memang anak-anak yang luar biasa.


Sungguh anugrah terbesar yang Allah berikan padaku, memiliki anak-anak seperti mereka.


Tapi bisakah jangan terlalu pintar, sekarang aku jadi terlihat bodoh di depan mereka" gumam Ayu nyengir kuda, bangga dan.....


" Ma, tolong kondisi kan wajahmu.


aku tahu kamu terharu dan bahagia kami bisa bertemu dengan kakek.


tapi wajah mama seperti orang menahan pup, apa mama sedang kebelet???" tanya Daffa berbisik di samping mamanya

__ADS_1


"Anak durhaka" ucap Ayu memelototi Daffa, si biang kerok dari semua kejadian ini


__ADS_2