(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Samuel


__ADS_3

"Jovanka...." panggil seorang pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun, yang beberapa waktu lalu langsung menerobos ke kamar Bu Ratna


"Ya???” jawab Jovanka menaikkan alisnya sebelah


"Ibu memanggilmu" ucapnya datar lalu kembali masuk ke dalam kamar Bu Ratna, William yang bangkit ingin mengikuti Jovanka di jawab goyangan kepala Jovanka, ia yakin jika dipanggilnya dirinya masuk ke kamar menyangkut status dirinya di rumah itu


"Jo, ini putra ibu yang tempo hari ibu ceritakan, namanya Samuel, dia putra sulung ibu, Sam, ini Jovanka yang menyewa rumah kita" ucap Ratna lirih


"Hmm" ucapnya singkat tanpa membalas jabatan tangan Jovanka


"Sam, mama yang memaksa Jo tinggal di rumah ini, karena mama menyewakannya dan memaksa nak Jovanka disini, apa kamu pernah memikirkan mama??? pernahkah kamu berfikir bagaimana mama di sini sendirian tanpa siapapun??


mama kesepian, punya anak seperti tidak punya anak, mama kalian buang di masa tua mama" ucap Ratna yang tak tahan lagi, ia mengeluarkan uneg-uneg di hatinya yang selama ini ia pendam sendiri


"Ma, bukan begitu, Sam perduli sama mama"


"Perduli kamu bilang??? berapa kali kamu dalam setahun ke rumah mama??? sebulan sekalipun tidak.


Mama seolah tak punya anak"ucap Ratna menangis di sela-sela ucapannya, membuat Jovanka merasa canggung.


Ia sudah tahu bagaimana perasaan Ratna yang sangat merindukan anak-anaknya, hanya saja sudah enam bulan Jovanka tinggal di rumah ini, baru kali ini ia melihat wajah putra sulung Bu Ratna


"Ma, maafkan ku, aku bukan melupakan mama, aku hanya sibuk bekerja ma, maafkan aku ma" ucap Samuel bersimpuh di kaki Ratna, sementara Ratna menangis tersedu-sedu,.


Bagaimanapun ia sangat merindukan putranya itu, sebesar apapun kesalahan seorang anak, seorang ibu tidak akan pernah bisa membenci anaknya sendiri. sebanyak apapun anaknya menyakiti, ia akan ikhlas memaafkan, karena cinta seorang ibu tidak ada dasarnya.


"Sam, mama tidak meminta lebih padamu, cukup perhatikan mama, tengok saat kau ada waktu sesering mungkin, Mama hanya ingin di hari tua mama tidak kesepian" ucap Ratna lirih sambil menghapus air matanya


"Samuel janji ma, Sam akan sesering mungkin mengunjungi mama, Sam akan bawa Anabel juga menjenguk mama serta cucu-cucu mama" ucap Sam sambil menggenggam tangan Ratna, terlihat ada binar kebahagiaan di mata wanita paruh baya itu, membuat Jovanka tanpa sadar menitikkan air matanya,


"Selama ini nak Jo dan anak-anaknya yang menghibur mama, mama bahagia mereka tinggal di rumah kita ucap Ratna memandang Jovanka penuh rasa terima kasih

__ADS_1


"Jo yang beruntung bisa kenal dan tinggal sama ibu, kami menyayangi ibu" ucap Jovanka memeluk Ratna membuat wanita paruh baya itu terharu bahagia


"Jovanka sudah seperti anak ibu sendiri, aku harap kamu bisa bersikap baik padanya juga Sam,


Owh ya, kamu akan terkejut jika melihat anak-anak Jovanka, mereka sepertimu sewaktu kecil.


ibu sudah menceritakan waktu kamu kecil, dan anehnya mereka menyukai makanan yang kau sukai" ucap Ratna bersemangat membuat Samuel terlihat gelisah


"Maksud ibu, apa ibu menunjukan foto usang itu???"


"Tentu saja, foto itu kenang-kenangan waktu kita belum kecelakaan dan mama melupakan semuanya"


ucap Bu Ratna sedih karena memori masa lalunya yang hilang


"Ma, buat apa mama menunjukkan foto itu pada orang asing, mama mempermalukan ku ma" pekik Samuel kesal namun Jovanka justru melihat kegelisahan di mata Samuel, entah ap yang ia sembunyikan


"Sudahlah, Jovanka sudah seperti anak mama sendiri, malah justru ia melebihi anak dan menantu mama, dia lebih perhatian dan sayang mama" ucap Ratna tersenyum lebar, sementara Samuel menatap tajam Jovanka menabuh genderang perang pada Jovanka, wanita ini yang tidak ia ketahui asal usulnya , telah tahu masa lalu dirinya, ia mengkhawatirkan keselamatan mamanya


"Owh anak mama sudah bangun, "


"Bu, Mas, ayo kita makan malam" ucap Jovanka canggung tak tahu harus mengatakan apa, sehingga ia terlintas memanggil pria itu mas karena terlihat Samuel lebih tua


"Ayo, Sam bantu ibu berdiri" ucap Ratna , Davina langsung turun dari pangkuan Jovanka, ia langsung menggandeng tangan Ratna dan meletakkannya di bahunya


"Ya Allah, cucu cantik nenek pinter sekali, mau bantu nenek berjalan ya???" ucap Ratna mengelus puncak kepala Davina, Davina hanya tertawa kecil


Wajah Samuel me- lembut melihat sikap Davina yang menggemaskan.


"Will ayo makan malam dulu" ucap Jovanka mengajak William bergabung


Semua orang kini sudah berkumpul di meja makan, termasuk si kembar yang duduk manis bersebelahan dengan Ratna. Ratna terlihat sangat bahagia, ia tak henti-hentinya memperhatikan ketiga buah hati Jovanka yang manja memanggilnya nenek, namun bukan itu yang menjadi perhatian Samuel, sejak melihat Daffa dan Daffi wajahnya pucat pasi, walau ia mencoba menyembunyikan itu semua di depan orang-orang, namun baik jovanka maupun William bisa melihat itu dengan jelas

__ADS_1


"Aapa dia anakmu???" tanya Samuel akhirnya karena rasa penasaran yang mencekiknya


"Iya mereka kembar tiga" ucap jovanka singkat, entah mengapa ia merasa pria didepannya itu tidak sesederhana kelihatannya, penuh misteri,


sikapnya pada Bu Ratna pun terlihat seperti seorang anak yang menghormati orangtua, bukan anak kandung yang merindukan orangtuanya, sebenarnya, siapa pria ini sebenarnya, Jovanka memiliki keraguan yang besar jika pria ini adalah anak kandung Bu Ratna.


Setelah makan malam, Bu Ratna mengajak si kembar ke ruang kelurga, mereka mendengarkan Bu Rina membaca dongeng


Sementara ketiga orang dewasa terlihat canggung.


bukan Jovanka tak menyadari tatapan William pada Samuel, begitu juga Samuel, namun keduanya memilih diam, menunggu siapa yang bicara lebih dahulu


"Kenapa kau melihatku tak berkedip, jika kau menyukai sesama jenis, maaf aku masih normal, aku sudah punya istri dan dua orang anak" ucap Samuel mendengus kesal


"Maaf, aku juga normal" ucap William dongkol, sementara terlihat Jovanka menahan tawanya


"Ada yang lucu???" ucap Samuel sinis


"Tidak ada, maaf" ucap Jovanka


"Owh ya, apa tiga anak kembar itu anakmu dengan pria itu???" ucap Samuel menunjuk William dengan mulutnya


Jovanka sampai tersedak air liurnya sendiri, bisa-bisanya pria ini mengira Willian suaminya


"Jangan sembarangan, aku masih single, jika ada orang yang mendengar, bisa mati pasaran ku" Dengus William membuat Jovanka menahan senyum


"Seharusnya kau bisa tahu jika mereka bukan anakku, lihat saja wajah mereka lebih mirip papa mereka" tambah William membuat Jovanka melotot tak senang, ia saja tak tahu siapa pria yang sudah menghamilinya


"Maksudmu...." tanya Samuel bingung


"Ya mereka bukan anakku, wajah anak-anak itu persis seperti papanya" Dengus William keceplosan sementara mata Jovanka membelalak lebar

__ADS_1


"Will, apa maksudmu?" tanya Jovanka penasaran, William mengatakan semua itu dengan lugas dan tanpa ada keraguan sedikitpun, sepertinya William lebih tahu banyak di bandingkan dirinya, sementara Samuel merasa berkeringat dingin, walau hanya dugaannya saja, namun ia merasa tak tenang sebelum tahu kebenarannya


__ADS_2