(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Kenyataan


__ADS_3

"Kenapa wajahmu menajdi buruk seperti itu? apa kau pikir aku berbohong???


Aku selalu menghormati Ernest, aku tak akan melakukan sesuatu yang buruk, apalagi sampai melakukan hal yang kotor demi melancarkan Bisnisku, tidak pernah nak, sudah lima puluh tahun lebih aku di dunia bisnis, aku selalu memegang prinsip ku, karena aku tak mau keturunanku menerima karma karena perbuatan buruk ku" ucap Angelo penuh keyakinan


"Aku percaya dengan om" ucap Arjuna, Angelo menaikan sebelah alisnya meneliti wajah Arjuna


"Walau aku terlihat nyeleneh kata orang Jawa, namun aku lurus.


Aku senang bercanda tapi tahu batasannya" ucap Angelo meyakinkan Arjuna


"Lalu wanita itu???...." gumam lirih Arjuna yang masih bisa di dengar oleh Angelo


"Wanita??? jadi serius ada seseorang yang mengirimi seorang wanita??? jangan katakan kamu melakukannya???" wajah Arjuna memburuk, Angelo menepuk keningnya keras


"Astaga, harusnya kau tahu aku bagaimana, Kau harus menyelidiki ini atau kau perlu bantuan ku??"


"Ha mana ku tahu, itu sudah tujuh thaun lalu, saya kita pertama menjalin kerjasama, aku hanya berfikir ....


kau tidak bisa membantuku pak tua, kau terlalu sibuk, dan yang ada aku aku yang akan membantumu" ucap Arjuna membuat Angelo mendengus kesal, apa yang Arjuna katakan benar adanya.


Sudah delapan tahun ia tak tahu kabar keberadaan cucunya, sehingga membuatnya frustasi, ditambah keponakan dan saudaranya selalu mencari cara untuk memperoleh kekayaannya, ia tak rela jika kekayaannya harus berakhir ditangan mereka , terlebih ia masih yakin jika cucunya hidup di luar sana, terlepas kenyataan jika sampai detik ini ia belum menemukannya, sementara mantan menantunya sudah bahagia dengan anak dan istrinya yang baru.


Angelo mengumpat dalam hati.


"Apa yang kalian bicarakan? sepertinya serius sekali???"


"Tak ada" ucap Angelo singkat


"Baiklah, aku tidak bisa lama-lama, adikku sedang membuat ulah, jik aku tinggal lebih lama, aku takut ia akan melarikan diri dari apartemen,"


"Tak ku sangka pria dingin sepertimu punya sisi baik, kini kau menjadi baby sitter untuk adikmu hahahaha" tawa Angelo bergema hingga ia batuk-batuk, Ernest langsung menepuk punggung tua suaminya


" Berhentilah menggodanya honey" ucap Ernest cemberut


"Ah kau selalu saja membelanya" gerutu Angelo mengangguk


" Kau yang terbaik Ernest, karena itu aku menyayangimu" ucap Arjuna tersenyum mengejek Angelo


"Ya,ya,ya, sebab kau sudah seperti anakku sendiri, apa kita bisa bertemu lagi? aku masih merindukan anakku yang tampan ini"ucap Ernest sedih

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan menghubungimu, sehat selalu Ernest, jika tua Bangka ini merepotkan mu cukup kunci ia di luar kamar"ucap Arjuna yang mendapat tatapan tajam Angelo


"B*ji*gan kecil kau meracuni istriku, cepat pergi" maki Angelo yang di balsa tawa Ernest dan Arjuna.


Arjuna menyalami kedua orangtua itu, memeluk erat mereka sebelum akhirnya ia pamit pergi


"Jika cucu kita ada, aku kan jodohkan dengannya" ucap Ernest menatap kepergian Arjuna


"Cih aku tak mau cucuku menderita dengan pria dingin itu, aku gak akan setuju" protes Angelo


"Tapi kau setuju dia anak yang baik dan pekerja keras bukan???, jika ia menikahi cucu kita, aku percaya dia akan menjaga perusahaan yang kau sayangi dengan sepenuh jiwanya" ucap Ernest menatap wajah mata suaminya


"Mungkin, jika cucu kita berhasil kita temukan" ucap Angelo memejamkan matanya, jika membahas Eldrea, hatinya terasa sakit,


"Jika saatnya nanti, tuhan pasti akan menuntun jalan mereka yang tersesat kembali pada kita"


"Semoga saja " ucap Angelo lirih.


Sementara di dalam mobil Arjuna terlihat sedang menghubungi bawahannya


"Kirim berkas wanita yang ku mintai informasinya, wanita yang sudah tidur denganku tujuh tahun silam, Sekarang.


"Apa kak Arjun takut jika wanita itu mengandung anakmu? tanya Willy di ujung telepon


"Aku tak mau ambil resiko, kalau memang wanita itu hamil anakku, artinya aku sudah menelantarkannya, minta Wiliam juga membantumu, aku ingin segera dapat informasinya, paling lambat besok pagi atau gaji kalian berdua aku potong lima puluh persen" ucap Arjuna tegas


"Tapi kak.. Tut Tut Tut


panggilan berakhir


"Aarrrrgghhh, bos sialan main matiin aja telepon sebelum selesai bicara" maki Willy di ujung telepon, ia langsung menghubungi William yang responnya sama dengannya, mereka berdua segera mencari informasi mengenai kejadian tujuh tahun lalu hanya dalam waktu beberapa jam, sial


Namun mereka sudah bisa mendapatkan perintah yang sulit, seolah-olah Arjuna hanya meminta belikan kacang goreng yang mudah di dapat.


Namun mereka tak keberatan bekerja di bawah tekanan Arjuna selalu sebenarnya Arjuna baik, ia juga loyal, kerap memberi bonus yang besar jika anak buahnya mampu menyelesaikan tugas yang ia berikan dengan baik.


di samping itu mereka hutang Budi pada kedua orangtua Arjuna.


Sementara Arjuna langsung melajukan kendaraannya menuju apartemennya, ia sedikit khawatir adiknya membuat ulah lagi.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, begitu membuka pintu, Arjuna terdengar suara tawa dari ruang tengah, sepertinya mereka sedang menonton acara televisi


Terlihat Vera sedang berbincang dengan kedua temannya, Nadin dan yang satunya Arjuna tidak kenal


"Kok cepat kak pulangnya" tawanya Vera yang melihat kakaknya sudah pulang, suasana langsung hening begitu Arjun datang


"Ya, kenapa makanannya cuma sgitu, order lagi k*c atau pizza lagi, nanti Kakak yg bayarkan" ucap Arjun


"Kakak mau juga??" tanya Vera


"Iya seperti biasa, kakak mau ke ruang kerja, Kalina teruskan ngobrolnya" ucap Arjun melangkah menuju ruang kerjanya


"Kakak loe keren bener sih Ver, mupeng gue liatnya" ucap Serena menatap punggung Arjuna


"Jangan mimpi, kakak gue gak akan suka bocah ingusan kaya kita, dah loe order aja mau apa, mumpung kakak gue yang bayar, take way juga boleh" ucap Vera santai


"Yea siapa tau dia naksir gue , kit. bisa jadi saudara"


"loe jangan ngelantur serena, udah cepet mau apa??" ucap Vera tak senang, ia tak Sudi punya kakak ipar Serena, walau teman, namun mereka tidak begitu akrab dan yang ia tahu Serena sering Gonta ganti pacar, Vera tak suka itu.


Sementara Arjuna menghempas tubuhnya di sofa, pikirannya melayang jauh tujuh tahun silam, dimana ia menginap di hotel tempatnya habis meeting.


seorang wanita tiba-tiba datang, namun sepertinya wanita itu habis di beri obat perangsang, yang anehnya walau ia meminta di tuntaskan tapi ia memberontak dan menangis, dan wanita itu masih virgin, Arjuna melihat bercak darah di sprei bekas pergulatan mereka semalam,


Arjuna memijit pelipisnya yang berdenyut, harusnya. saat itu ia segera mencari tahu siapa wanita itu, yang ia ingat jika wanita itu memiliki tahi lalat di punggung kanan dan lengan kirinya ada tanda lahir seperti love kecil.


Arjuna tahu itu semua karena Arjuna menciumi setiap jengkal tubuh wanita itu,


Tak berapa lama kemudian Willian menelpon suaranya terdengar ceria


"Malam bos, kami sudah mengirimkan semua data lengkapnya ke email bos, silahkan di cek" ucap William bangga


"Terima kasih..."


"Bos, jangan duluan di matikan, bos masih perlu mendengar penjelasan saya" ucap William berhasil membuat Arjuna mengurungkan niatnya mengakhiri panggilan telepon


"Aku minta data wanita itu, bukan mantan istriku William, atau kau dengan Willy ku kirim ke cabang pelosok" ucap Arjuna hampir berteriak


"Itulah mengapa aku bilang kau butuh penjelasan, wanita itu......

__ADS_1


__ADS_2