
"Apaaaaa???? bagaimana aku bisa anda baru memberitahu saya sekarang???
Mengapa anda tidak bisa menekan agar ia tetap di penjara????" tanya Ayudia marah, pengacara keluarganya baru saja tiba dan langsung memberitahukan informasi penting, sebenarnya berita itu sudah seminggu lalu ia dengar, namun Santiago tak menduga bahwa hasilnya akan mengejutkan seperti ini.
ditambah dua hari lalu ia mengalami kecelakaan, beruntung ia tak terluka parah
"Apa kau sudah bosan bekerja Santiago??" tanya Angelo marah
"Maaf tuan Angelo, bukan maksud saya tidak mau memberitahukan hal ini, hanya saja saya habis kecelakaan tuan" ucap Santiago lirih
"Aku pikir ini ada kaitannya dengan putusan itu, Santiago kecelakaan dua hari sebelum putusan bebas bersyarat, ini mencurigakan" Ernest mengemukakan pendapatnya
"Apa kau tak apa-apa Santiago? maaf aku keras padamu" ucap Angelo menghela nafas. bagaimanapun Santiago sudah menjadi bagian dari hidupnya, suksesnya juga berkat tangan dingin dari Santiago yang mengerti hukum dan menjadi penasehatnya selama ini, Angelo merasa dirinya tak berprikemanusiaan.
"Maafkan aku, bukan maksudku kasar pada anda tuan Santiago" ucap Ayudia merasa bersalah, ia hanya terbawa emosi karena tahu Aurellia di bebaskan bersyarat.
rencananya membuat wanita itu mendekam di penjara gagal.
Entah mengapa Aurel bisa mendapat jaminan bebas, namun Lia tidak, sepertinya seseorang membebaskan Aurel namun tidak dengan Lia, tapi mengapa???
Jika itu Jimmy Chou harusnya ia akan membebaskan keduanya, namun mengapa hanya Aurel???
Bukankah menurut penyelidikan Khadijah jika Lia adalah kekasih masa lalu Jimmy?
"Aku tidak mengerti, mengapa Aurel yang di bebaskan dengan jaminan??? aku yakin itu perbuatan Jimmy Chou, mengapa ia tidak membebaskan Lia juga?" tanya Khadijah mencerna situasi
"Jawabannya karena Lia bukan lagi kekasihnya.
sepertinya Deswita yang kini menjadi kekasih pria itu" ucap Arjuna menyimpulkan
"Tapi seharusnya Jimmy Chou membenci Deswita, mengingat Deswita sudah membuat wanita yang di cintanya meninggal, kecuali ada alasan lain" ucap Khadijah
"Mungkin karena pria itu sudah memiliki wanita lain,
atau mungkin mantan ibu tiri ku" ucap Arjuna lirih.
"Apa kau menduga sesuatu????" tanya Ayudia pada suaminya
"Tian, Tian bukan adik kandungku"ucap Arjuna lirih
"Mas, kau jangan sembarangan.
Ini...."
"Itu benar sayang, aku mendengar percakapan mereka secara tak sengaja, walaupun Tian bukan adik kandungku, tapi aku menyayangi dia seperti adikku sendiri, dan beruntungnya Tian tak memiliki sifat mamanya, ia memilih membela keluargaku" ucap Arjuna tersenyum kecut.
"Tapi apa kau yakin itu mas?" tanya Ayudia tak percaya
"Aku sudah melakukan test DNA untuk itu, dan hasil menunjukkan bahwa Sebastian adik bungsuku, tak memiliki hubungan darah dengan papaku.
Tapi adik kembar ku memiliki kecocokan DNA dengan papaku, tapi tidak dengan mama tiriku, aku tak habis pikir mengenai ini" Arjuna mengusap wajahnya kasar
"Apa papamu mempunyai wanita lain dan Deswita suruh merawatnya?" tanya Adhi ambil suara
"Aku tak tahu pa, papaku sepertinya bukan tipe orang seperti itu.
Walau papa tak menyukai Deswita, ia tak akan berselingkuh" ucap Arjuna yakin
"Dengar cucuku, kau tidak bisa menilai seseorang Dari luar. pria dewasa juga butuh pelampiasan, aku ragu jika papamu setia" ucap Angelo yang pernah melihat Baskoro, mereka bertukar omongan beberapa kata. Mereka bertemu saat menggelar acara pernikahan Adhi dan juga pernikahan ulang Arjuna dan Ayudia, lelaki tua ini menyimpulkan seenaknya
"Kau menyesatkan, mungkin saja kau yang seperti itu tuan Angelo" ucap Ernest tak suka dengan jalan pikiran suaminya
"Aku kan hanya mengatakan pemikiran ku" "
"Jika kau berkata demikian, aku jadi menyangsikan kesetiaan mu, apa kau punya kekasih di luar sana???" tanya Ernest memicingkan matanya membuat Angelo salah tingkah
"Kau hanya satu-satunya wanita yang ku cintai tak ada yang lain darling.
jiwa ragaku milikmu seutuhnya.
kau nafas dalam hidupku" ucap Angelo nge-gombal di depan anak, menantu, cucu serta cucu menantunya membuat Ernest dengan gemas memukul pundak suaminya
"Tua Bangka tak tahu malu" ucap Ernest bangkit
"Sayangku, mau kemana?"
"Teruskan lah pembicaraan kalian, aku terlalu sakit kepala mendengar hipotesa mu yang mengada-ngada.
__ADS_1
sebaiknya kau pikirkan ucapan mu sebelum keluar dari bibir tipisnya itu, agar kau tak terlihat tak begitu smart"
ucap Ernest tersenyum namun ada nada mengejek disana
"Tidak Smart??? apa kau sedang mengatai ku???
Ernest , Ernes tunggu" teriak Angelo menyusul istrinya meninggalkan ruang kelurga
setelah kepergian Angelo semua orang menghela nafas,
kedua pasangan nyentrik itu sungguh mem
" kakek tua itu senang berasumsi yang aneh-aneh, jiwa imajinasinya terlalu tinggi" ucap Khadijah nyengir kuda
"Anda paling paham tuan nyonya Prakasa" ucap Santiago sopan
"Wait Santiago, kita sedang berkumpul dan tak ada papa, bisakah jangan terlalu formil, cukup panggil namaku saja, ya kan sayang??" tanya Khadijah meminta persetujuan suaminya
"Walau aku suka mendengarnya, tapi aku setuju denganmu" ucap Adhi lembut
"Ehem, ehem, back to laptop guys.
Jadi langkah apa yang harus kita ambil om Santiago???" tanya Ayudia
"Nona ini ..."
"Sudahlah, jangan meributkan panggilan, aku selalu jengah di panggil nona.
cukup jika di depan kakek.
om Santiago panggil aku Ayu saja, ok??"
Santiago menatap Khadijah yang mengangguk tanda setuju
"Baiklah ,ayu.
Saya pikir kita harus mengantisipasi kalau-kalau Lia juga akan di bebaskan bersyarat.
kita harus menambahkan materi gugatan" ucap Santiago memandang semua orang
"Maksud mama??? mengenai...."
"Ya mengenai mamamu.
kebetulan seminggu lalu tanpa sengaja mama bertemu dengan dokter yang membantu persalinannya, dia menemukan kejanggalan, bukan hanya yang mama sebutkan sebelumnya.
tapi mamamu mengalami masa kritis karena komplikasi obat"
"Apaaaa??? bagaimana...."
"Dokter itu di ancam dan kini ia mengatakan semuanya karena anaknya sudah meninggal.
Anaknya kala itu mengalami gagal jantung dan butuh biaya besar, Lia yang menyogoknya agar tidak mengungkap kejanggalan tersebut.
Tapi bisakah kita tidak memenjarakan dia???"
"Tidak bisa Khadijah, secara tak langsung dia adalah tangan kanan Lia"
"Baiklah, usahakan ia tak mendapat hukuman berat, karena ia sudah mendapatkan hukuman nya sendiri"
"Baik akan saya usahakan" ucap Santiago optimis
"William akan mengajukan gugatan pada Deswita, berita acaranya masuk hari ini"ucap Arjuna
"Apa semua sudah lengkap??" tanya Khadijah penasaran
"Sudah ma, situasi akan semakin memanas, aku harap kita lebih waspada, terutama keselamatan anak-anak dan saksi" ucap Arjuna serius
"Aku akan mengerahkan pengawal untuk cicit-cicit ku dan cucuku" ucap Angelo yang berjalan mendekat dan langsung duduk
"Terima kasih kek"
"Tak perlu berterima kasih, itu kewajiban ku sebagai kakekmu, dan kau Arjuna, lakukan pengawasan juga.
kini kau sudah menjadi suami cucuku"
"Beres kek, aku akan menjaga istri dan anakku"
__ADS_1
"Aku akan mengirim orang untuk menjaga kediaman mama Ratna secara diam-diam, karena mama Ratna gampang tertekan" ucap Ayudia tiba-tiba
"Siapa Ratna?" tanya Angelo menaikan alisnya sebelah
"Dia adik mamaku kek.
Ayudia sebelumnya tinggal bersamanya" jelas Arjuna membuat Angelo mengangguk-angguk. ia mengingat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun.
"Baiklah ,atur saja semuanya, kordinasi kan dengan jack.
Minggu depan kakek akan kembali ke Spanyol.
kakek janji tak akan lama"
"Apa aku harus ikut pa?" tanya Khadijah sedikit khawatir dengan papa angkat dan Mama angkatnya
"Tidak, aku bisa menjaga diriku, kau pastikan saja di sini semua berjalan lancar.
Jika selama seminggu kau tak mendapat kabarku, segera susul kami ke Spanyol, itu tandanya aku tak baik-baik saja" ucap Angelo dengan sorot mata yang dalam
"Baik pa"
"Ma...?????" Ayudia meminta penjelasan atas percakapan kakek dan mamanya
"Nanti mama akan jelaskan" ucap Khadijah singkat.
Lalu semua orang mengundurkan diri, sementara Ayudia dan Khadijah meneruskan berjalan ke gazebo di taman belakang rumah
Ayudia meminta penjelasan mamanya mengenai maksud ucapannya tadi dengan kakeknya
"Keluarga besar Benedito bergejolak, mereka menuntut Angelo membagi kekayaan, karena mereka menduga jika Angelo tak memiliki pewaris lagi.
berita kematian mu juga sudah sampai tiga tahun lalu, bahwa Angelo tidak memiliki keturunan lain sebagai pewarisnya yang sah.
Keponakan kakekmu melakukan berbagai cara untuk menjadi pewaris perusahaan.
Mereka tak tahu jika kau masih hidup.
Angelo sengaja menyembunyikan fakta bahwa kau masih hidup.
kita akan menyusul kakekmu ke negara itu, mau tak mau keberadaan mu harus di ketahui agar konflik ini mereda dan kita bisa menyingkirkan orang yang ambisius di keluarga besar Benedito.
Tapi mengumumkan keberadaan mu sama saja bersiap dengan segala kemungkinan, termasuk percobaan pembunuhan.
terakhir kali aku yang menjadi target mereka karena Angelo mengumumkan aku menjadi anak angkatnya" ucap Khadijah lalu menaikan kemeja yang dipakainya, sebuah bekas luka di perut Khadijah terlihat
"Sebuah peluru bersarang di perutku, beruntung tidak mengenai ginjal ku."
"Astaghfirullah, ma kau membuatku takut" ucap Ayudia merinding
"Kau adalah anak seorang putri miliader.
Mau tak mau kan akan bertemu bahaya karena orang-orang yang mempunya kepentingan atas kekayaanmu.
baik keluarga maupun rekan kerja, semuanya harus di waspadai. itulah resikonya hidup kaya raya"
"Jika seperti itu,. aku lebih memilih hidup sederhana ma.
buat apa kaya raya, tapi selalu tak tenang.
hidup dalam perasaan was-was" ucap Ayudia lirih.
Khadijah yang mengerti kekhawatiran putrinya menggenggam tangan ayudia
"Sergio adalah putra dari adik kakekmu, Alesandro.
dia pria yang ambisius dan licik.
aku yakin kecelakaan yang menimpaku ulahnya, tapi kami tak punya bukti.
Sementara Sergio punya adik laki-laki yang berprilaku baik namanya Andres, dia seorang musisi dan tak tertarik dengan perusahaan.
Namun Angelo mempercayainya memangku kepemimpinan perusahaan inti yang berpusat di Spanyol" ucap Khadijah menunjukkan foto-foto keluarga besar Benedito satu persatu.
Ayudia selama ini tak mengenal mereka, ia berusaha mengingat semuanya, sangat di sayangkan jika keluarga mereka harus hancur hanya karena yang namanya harta, Ayudia harus memutar otaknya bagaimana caranya membuat semua orang puas tanpa harus ada pertumpahan darah.
masalah ini, ia harus runding kan dengan Arjuna, bagaimanapun Arjuna kini suaminya, ia berhak tahu.
__ADS_1