
Arjuna segera menyampaikan saran dokter dan merundingkannya pada seluruh keluarga, tak bisa ia pungkiri sosok
Deswita sangat berarti bagi Vera, terutama beberapa bulan ini hubungan mereka sangat erat.
Jikapun keluarganya menolak, ia akan mengusahakan Deswita datang, meski semua orang menentangnya.
Namun diluar dugaan, papanya langsung menyetujui tanpa berpikir dua kali. Baskoro bahkan meminta Arjuna untuk mengurus surat izin bagi Deswita agar wanita itu bisa keluar dari tahanan menjenguk putrinya.
Sudah seminggu lebih proses perizinan di urus, namun tak semudah itu Deswita keluar dari lapasnya.
Terlalu banyak prosedur yang harus di jalankan.
Tubuh Deswita juga semakin kurus karena memikirkan Vera. Ia terus berpuasa dan berdoa siang malam, dan dalam sujud nya ia terus berdoa untuk kesembuhan Vera.
Sementara di rumah sakit Vera sudah menjalani serangkaian pemeriksaan dari MRI, CT scan, pemeriksaan darah sampai pengambilan cairan sumsum tulang belakang untuk mengidentifikasi penyebab koma Vera dan kondisi Vera pasca operasi kepala.
Namun beberapa jam kemudian Vera mengalami kejang-kejang parah hingga kembali tak sadarkan diri, dokter menemukan pembengkakan di otak nya sehingga Vera menjalani operasi ke duanya.
Seluruh keluarga kembali dihinggapi rasa cemas dan khawatir. pasalnya pada operasi pertama saja Vera mengalami kebutaan, walau tak permanen tapi sempat membuat semua orang shock, terlebih Vera sendiri.
Kini ia harus kembali merasakan sakitnya operasi kedua.
Operasi kedua Vera berjalan lancar, namun ia kembali masuk ke dalam ruang perawatan intensif dan dalam pengawasan ketat team medis.
Sudah seminggu pasca operasi keduanya, kondisi Vera makin parah, ia sering merasakan sakit kepala hebat sampai vera meneteskan air mata.
Vera gadis yang tegar, ia tak pernah mengeluh, bahkan saat sakit menyerang ia hanya mengigit bibirnya hingga berdarah dengan sudut mata mengeluarkan air mata, ia tak berteriak atau menangis.
Justru sikapnya yang seperti itu semakin membuat seluruh keluarga sedih dan terpuruk.
Tubuh Vera makin hari makin lemah, ia juga kesulitan makan hingga akhirnya dokter memberikan asupan nutrisi melalui selang infus.
Vera yang ceria, Vera yang bawel, Vera yang tomboy kini tak ada lagi, kini Vera menjadi sosok pendiam dengan tubuh makin kurus hingga tulang pipinya yang tinggi makin terlihat.
Seperti kesedihan masih enggan untuk pergi dari keluarga besar Arjuna, seakan belum puas menguji keluarga besar itu.
Ratih kembali di larikan kerumah sakit.
Ternyata tumor ganasnya berubah menjadi kanker.
Rupanya kemoterapi yang di jalani tak berhasil membunuh sel-sel ganas di kepalanya, justru sel itu berkembang menjadi kanker.
Ratih tak sadarkan diri saat di bawa ke rumah sakit dengan hidung dan kuping mengeluarkan darah.
Team dokter langsung bergerak cepat menangani Ratih, namun Ratih di rawat di rumah sakit milik Davina, sementara Vera yang sejak kecelakaan di rujuk di rumah sakit lain belum sempat di pindahkan.
Davina ingin memindahkan Tante nya itu, namun kondisi Vera yang belum stabil sangat berbahaya walaupun jaraknya hanya memakan waktu satu jam saja.
Sania menangis histeris hingga pingsan melihat keadaan Ratih, walau ia tahu jika Ratih bukan mama kandungnya, namun rasa sayangnya sama besarnya seperti pada mama kandungnya,.
__ADS_1
Baskoro kembali terguncang, kali ini dua orang yang ia sayangi terbaring tak berdaya, Baskoro kehilangan semangat untuk hidup.
Akhirnya Arjuna mendapatkan izin.
Deswita di bebaskan bersyarat, ia di perkenankan keluar lapas selama satu hari menemui Vera atas kebijaksanaan kepala lapas.
Arjuna langsung membawa Deswita ke rumah sakit dengan pengawalan pihak berwajib, Deswita menghampiri Vera yang masih tertidur,
Deswita langsung memeluk Vera yang terbujur lemas di ranjang rumah sakit.
"Sayang, sayang mama datang nak" ucap Deswita parau mengecup pipi tirus Vera
"Mama..." Vera bergumam mengira ia hanya mimpi, perlahan ia membuka matanya
"Mama akhirnya kau datang" ucap Vera berbinar senang.
Deswita memeluknya erat, membelai kening Vera yang terbalut perban
"Apa yang kau rasakan sayang, apa sakit???
Lebih baik mama yang sakit dari pada melihatmu seperti ini, mama...." vera meletakkan jari tangannya di bibir Deswita dan menggeleng lemah.
"Jika mama yang seperti Vera, Vera gak sanggup.
Vera baik-baik aja ma. Hanya saja saat ini Vera sedang di uji sama Allah karena nakal dan selalu melawan" ucap Vera tersenyum kecil
"Enggak sayang, kamu anak yang baik.
Katanya Vera mau nunggu mama keluar dari penjara.
Kita akan makan hot pot kesukaan kamu Hem???" ucap Deswita memberikan semangat Vera
"Mama jangan menangis, Vera gak mau mama menangis. Maafkan Vera ya ma" ucap Vera melihat Deswita menangis
"Mama yang minta maaf sayang, mama banyak dosa sama kamu, kamu harus kita sayang, biarkan mama menebus semua kesalahan mama padamu.
Mama yakin kamu kuat demi mama please sembuh ya???" ucap Deswita dengan air mata berlinang yang di hapus Vera dengan jari tangannya
"Vera sangat sayang mama.
Bagi Vera mama adalah mama Vera"
"Tentu saja mama adalah mamamu nak.
Kamu anak kesayangan mama" ucap Deswita menciumi kening Vera
"Ma, Vera anak paling bahagia di dunia saat ini, Vera bahagia mama peluk" ucapnya manja
"Mama akan memelukmu terus jika kau mau" ucap Deswita lirih
__ADS_1
"Sayang, mama kesini dengan Karen, mama kandungmu" ucap Deswita yang teringat Karen
"Aku tak mau menemuinya ma" ucap Vera membuang pandanganya ke arah lain
"Sayang, temui lah. Bagaimanapun dia mama kandungmu. Surga ada di bawah telapak kakinya, bagaimanapun dia,.
Sebagai anak, tugasmu berbakti.
Mama mohon sayang dengarkan ucapan mama ok???" ucap Deswita memohon
"Iya ma" ucap Vera patuh.
Deswita mengecup kening Vera lama
"Mama keluar dulu ya?"
"Ma, nanti kesini lagi" ucap Vera manja
"Iya, izin mama seharian kok. Jadi mama milikmu. Tian dan Sania biar jadi anak tiri mama" ucap Deswita bercanda yang membuat Vera tertawa, seluruh keluarga tersentuh melihat Vera bisa tertawa, selama ia masuk rumah sakit, ia tak pernah terlihat tersenyum apalagi tertawa.
Setelah Deswita keluar, kini giliran Karen Chou yang masuk, ia langsung memeluk Vera dan menangis.
Namun Vera tak membalas pelukan Karen seperti ketika saat dengan Deswita. tangannya Vera tak bergerak masih di samping kanan kirinya, membiarkan Karen memeluknya.
Hati Vera terlalu sakit, ia anak yang di buang oleh mamanya, bagaimanapun ia sulit untuk memahami alasan Karen.
"Maafkan mama Vera, mama banyak salah padamu"
"Aku tahu. Kau tidak pantas menjadi mama ku.
Bahkan seekor binatang tak akan membuang anaknya dan menjadikan orang lain penggantimu.
Kamu ingin aku bersikap bagaimana????
Aku berterima kasih kau melahirkan ku, tapi aku membencimu, kau mama.kandungku tapi tega melakukan semua ini padaku.
Kau pura-pura sedih melihat penderitaan ku, padahal semua penderitaan itu bersumber darimu.
wanita mana yang bisa menerima anak dari selingkuhannya yang di masukkan ke dalam keluarganya????
Sayangnya tindakan mu membuatku menyayangi mama Deswita yang notabene nya bukan mama kandungku.
sedangkan padamu, aku tak memiliki perasaan apapun selain benci.
Maafkan aku, maafkan aku bukan anak yang berbakti.
Maafkan karena membencimu.
kau sudah melihatku, bisakah kau meninggalkan ruangan ini???" ucap Vera tanpa melihat Karen
__ADS_1
"Vera, aku...