
Arjuna menjadi salah tingkah, ia batuk-batuk kecil untuk menetralkan perasaannya.
"Apa saya boleh duduk???" tanya Arjuna mengalihkan pembicaraan
"Ah, duduk saja, ini bukan bangkuku" ucap Jovanka cuek, ia males berdebat dengan pria ini.
walau awal perjumpaan mereka seperti Tom and Jerry, namun setelah tahu kebenarannya, ada rasa segan di dalam hati Jovanka
"Bagaimana menurutmu resort kita???
"Hah??????" Jovanka tidka mengerti maksud ucapan Arjuna yang menggunakan kata kita
"Maksud saya, resort yang sedang perusahaan kita bangun, apa ada hal yang mau kamu tambahkan, maksud saya ide yang menurut kamu bagus jika ad"
"Hmm, resort biasanya di peruntukan untuk keluarga berlibur, menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terkasih.
Seperti ucapan saya sebelumnya jika kita bis. membagi beberapa kriteria resort, untuk honeymoon aku berfikir jika pasangan yang baru saja menikah akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan suasana romantis dan tidak mau di ganggu.
resort kita memiliki beberapa bagian yang bisa mendukung nya.
di sudut Utara, menghadap ke laut luas, konsep open stay untuk honeymoon sangat bagus, dan untuk bagian tebing dengan konsep sama, hanya saja ada kolam renang di atas tebing, itu khusus tamu honeymoon yang super vip, namun juga perhatikan keamanan, karena di tebing tinggi, pastikan di pinggir ada pengaman
dan untuk kelurga bisa di sisi barat untuk kelurga.
Biasanya akan sulit bagi keluarga yang membawa anak untuk menemukan tempat bermain untuk anak mereka, berdasarkan pengalaman itu saya menyarankan resort kita perlu ada sudut bermain yang safety bagi anak-anak bermain, jadi orangtua dan anak-anak bisa menikmati waktu mereka" ucap Jovanka lancar mengeluarkan idenya membuat Arjuna dengan bagaimana otak kecil wanita ini bekerja.
"Apa bapak merasa ide saya kurang menarik???" tanya Jovanka karena melihat Arjun. masih diam tanpa berkomentar apapun
"Oh bukan,bukan karena tidak tertarik, namun..." Arjuna sengaja tidak menyelesaikan ucapannya, ia memandang Jovanka yang terlihat tak sabar menunggu kalimat selanjutnya
"Ya???
"Namun ide kamu patut di apresiasi.
Saya akan meminta team arsitek mengubah beberapa bagian sesuai perkataan mu"
"Ah itu pak, saya tidak mau merusak rancangan design awal, itu hanya imaginasi saya saja"
"Tidak, tidak, besok kamu masih tetap disini, kita meeting Maraton" ucap Arjuna penuh keyakinan,
Jovanka terkejut, bagaimana pria itu mengambil keputusan tanpa ragu, ia jd tak enak hati.
Bagaimana ia yang awam bisa membuat seorang pemimpin perusahaan merubah rancangan awal resort tersebut. Jovanka speechless.
"Kaakkk, kakak" teriak Willy seperti anak kecil memanggil kakaknya, namun mulutnya. lngsung tertutup rapat begitu melihat pria yang berada di sebelah Arjuna
"Kak Arjun, kakak ngapain disini????" tanya Willy bingung menutupi gugupnya
"Sepertinya kamu tadi bukan memanggilku???"
"Tentu saja memanggil kak Arjuna, bagaimana bisa orang lain hehehehe"
"Ap kalian adik kakak???" tanya Jovanka berusaha mengalihkan pembicaraan, ia Tahu Willy sedang tersudut
"Menurutmu???" tanya balik Arjuna menatap Jovanka
"Ah itu, wajah kalian sangat beda walau sama-sama tampan. Wajah Willy lebih seperti opa-opa Korea bermata biru" ucap Jovanka memuji ketampanan Willy.
"Willy, kau punya penggemar sejati???" sindir Arjuna penuh penekanan, dia merasa cemburu!!!!!
Bagaimana mungkin ia bisa merasakan perasaan seperti ini, tadi Faisal sekarang adiknya sendiri, apa pendiriannya sudah mulai goyah??? apa dia sudah berubah sejak kehadiran Jovanka???
__ADS_1
"Ah itu gak benar kak, kau lebih tampan dariku, nyatanya banyak wanita yang ingin menjadi kekasihmu, ya kan kak Jo, ah maksud saya Bu Jo?"kilah Willy yang melihat kilatan tak senang di mat saudara laki-lakinya itu
"panggilan Willy terdengar akrab, apa mereka sedekat itu???
perasaan Willy tipe yang sudah di dekati, dia juga bukan orang yang mudah berkesan.
Namun terlihat sopan pada Jovanka seolah kakaknya.
Apa dia terlalu lelah hingga memikirkan semuanya terllau berlebih ya??" Arjuna bergumam dalam hati
"Ah iya, iya, bapak juga tampan, masing-masing orang punya ciri khas tampan nya sendiri-sendiri" ucap Jovanka gugup
"Bu, kami duluan ya" ucap Willy langsung menarik Susan dan meninggalkan tempat itu, jika berlama-lama di sana jantungnya akan copot karena Arjuna pasti akan melimpahkan kesalahan padanya
"Pak, apa gak apa-apa meninggalkan mba Jo sama pak Arjuna?? bagaimana jika bos besar tahu??" tanya Susan berbisik masih menoleh ke belakang
"Susan, saya lebih khawatir pada keselamatan saya, gak lihatlah kamu jika kakak saya cemburu, mungkin ikatan batin lebih kuat, walau ia tak tahu Jovanka istrinya ,namun perasan itu timbul sendiri" ucap Willy menggeleng
"Oh iya pak, sebaiknya kita segera ganti pakaian dan kembali ke sana"
"Betul Susan, cepat kamu ganti pakaianmu" ucap Willy yang melihat Susan sudah pucat karena kedinginan.
Sementra di pinggir pantai
Setelah kepergian kedua orang itu,. Arjuna menatap Jovanka yang terlihat gugup
"Ngapain sih nih orang ngeliatin gue aja??? bisa mati ketakutan gue kalau dia ngeliatin gue begini" gumam Jovanka serba salah
"Jadi menurutmu saya tampan???" tanya Arjuna menyelidik dengan sebelah alisnya naik
"Iiiiya, tampan" Arjuna mengangguk entah ap maksudnya, namun ia terlihat senang dan tersenyum
"Cih begitu saja sudah bahagia, dasar anak kecil, di puji langsung senang" cela Jovanka dam hati
Saat ku bilang Willy tampan, matamu berbinar seperti monyet melihat pisang, sementara saya kamu mengatakan saya tampan, seperti...."
"Ya????” tanya Jovanka menahan nahas
"Seperti bayi monyet yang ketakutan pisangnya diambil"
"Apaaaaaaaa,????" teriak Jovanka marah
"Sabar Jo, dia atasan loe, kalau loe marah, bisa habis perkara loe makan batu karena gak punya pekerjaan" ucap suara hati Jovanka
"Kenapa kamu teriak??? tanya Arjuna menahan tawa, ia tahu jika kini Jovanka sangat marah, ia rindu melihat di kegalakan wanita ini
"Ah gak apa-apa pak, hanya perumpamaan bapak sangat ...Aneh.
Sepertinya bapak harus belajar banyak membaca kosa kata" ucap Jovanka mencoba tersenyum manis walau jadinya malah seperti meringis
"Apa maksudmu???"
"Permisi pak saya mau mandi" ucap Jovanka langsung bangkit dan tidak ingin menjawab pertanyaan Arjuna
"Dasar cowok menyebalkan, sekali menyebalkan tetap menyebalkan, untung ganteng dna bos gue, kalo bukan.....
Ah kalau bukan gue beri loe" umpat Jovanka menghentakkan kakinya sambil mengepalkan tangannya emosi
Sementara Arjuna tersenyum senang sudah membuat wanita itu marah, ah ia sangat menikmati wajah merah Jovanka yang marah, itu terlihat sangat imut di matanya
"Sial, kenapa gue jadi kurang kerjaan gini ya??"
__ADS_1
"Jovanka, jangan lupa besok meeting maraton" teriak Arjuna, Jovanka berhenti dan menoleh, namun ia tak mengatakan apapun dan kembali berjalan menuju kamar hotelnya.
"Dasar suami gila" makinya begitu masuk lift, ia sejak tadi berusaha menahan emosinya, namun begitu melihat tak ada orang baru ia memaki
Setelah Jovanka mandi, ia ingin keluar dan menikmati sunset, namun ia enggan jika bertemu dengan Arjuna kembali.
Namun tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dan masuklah Susan yang sudah berganti pakaian dengan Willy di belakangnya
"Kak, tidka terjadi sesuatu padamu kan??" tanya Willy khawatir
"Seperti kau lihat"
"Kak, jangan adukan jika aku menyelamatkan diri dan meninggalkanmu hanya berdua dengan kak Arjun, William bisa membunuhku, di tak sayang adiknya kak" adu Willy
"Kamu tenang saja, aku bukan tipe pengadu.
Mau apa kalian ke kamarku??"
"Kita lihat sunset yuk kak, enak sambil minum juice di pinggir pantai" ajak Willy
"Aku malas ,kian saja sana"
"Please kak, besok kan kita sudah akan kembali ke Jakarta, kapan lagi kak"
"Astaga aku lupa, besok aku masih belum bisa pulang, kakakmu yang gila itu menahan ku untuk di pulau ini" desah Jovanka, ia menyesal mulutnya yang lancar berceloteh membawa petaka baginya, andai saja ia tak mengucapkan idenya, pasti besok ia bisa pulang dan bertemu dengan si kembar,
"Tapi kak, aku ... aku sudah mendapat tugas besok mewakili dia meeting, apa ini alasannya???
Apa aku harus membujuknya pulang atau bersikeras tinggal???
"Jika kau bersikeras tinggal, aku takut ia curiga aku hanya akan menahan Susan di sisiku"
Assalamu'alaikum
Malam semuanya, semoga kalian semua selalu di beri kesehatan ya...
Maaf sebelumnya author belum bisa membalas coment kalian satu persatu, author sangat senang dengan tanggapan kalian mengenai karya author ini.
Mengenai kenapa author tidak bisa upload banyak dan terkadang absen, author mohon maaf sebesar-besarnya sudah mengecewakan kalian.
Author punya kerjaan yang tidak bisa di tinggal, bukan kantoran yang duduk manis di depan laptop, tapi meja kerja author di dapur, di depan panasnya oven dan bisingnya mixer saat mengaduk adonan, terkadang memakan waktu dari pagi hingga ketemu pagi lagi.
H****arap maklum jika author terkadang absen karena di kejar date line pesanan cake, karena pekerjaan real lah yang menghasilkan uang, jadi menjadi prioritas author.
Author akan berusaha upload rutin setiap harinya
Sedikit curcol,
Beberapa waktu lalu ada reader memberikan coment dukungan dan menyayangkan jika Karya author sedikit like dan peminatnya, terim kasih support nya
Author percaya bahwa karya author akan menemukan penggemar sejatinya suatu saat.
Terkadang banyak pembaca tapi tidak meninggalkan like, hanya menuntut author upload, tahukah kalian jika like kalian bisa menjadi motivasi bagi author dalam menulis di samping menaikkan level karya author yang berpengaruh juga pada pundi rupiah yang di terima
Namun author yakin kakak reader yang baik pasti akan meninggalkan like nya sebagai bentuk apresiasi karya author.
Author sadar, Karya author masih banyak kekurangannya, dan kedepannya author akan banyak belajar dan memperbaikinya.
**Terima kasih untuk semua reader yabg selama ini sudah mendukung dan meninggalkan tanda manis di setiap chapter nya, semoga Allah membalas kebaikan kalian, yang belum kasih like, semoga berkenan meninggalkan like nya.
Sekali lagi terima kasih,
__ADS_1
wasalam
pooh**