
Kini Willy sedang duduk di sebuah taman yang berada dalam perumahan Jovanka.
ia terlihat tak sabar mendengar penjelasan Jovanka.
Jovanka mendatangi sebuah pedagang minuman lalu menyerahkan sebotol air mineral pada Willy
"Aku tak haus, cepat jelaskan karena waktuku tak banyak" ucap Willy to the poin
"Baiklah tuan sibuk, tapi nanti kau memerlukan air itu, simpan saja di sampingmu" ucap Jovanka membuka air mineralnya dan meneguknya, ia sambil.berfikir bagaimana menyampaikannya pada Willy.
"Apa kau sengaja mengulur waktu, waktumu tinggal sembilan menit" ucap Willy kesal
"Astaga anak kecil ini sampai memasang timer, ckckck keras kepala" gerutu Jovanka.dalam hati.
"Namaku yang sebenarnya adalah Ayudia Larasati Jovanka , aku adalah istri kakakmu yang kalian pikir kabur dari rumah.
pada kenyataannya aku di racuni dan di buang ke suatu tempat terpencil, beruntung nyawaku selamat dan aku di tolong oleh dokter yang mengabdi di pelosok itu.
Tentangku sampai disini kau simpan dulu"
"Bagaimana, bagaimana mungkin?????"
"Buktinya aku disini. minumlah air mineral itu, aku tahu kau terkejut" ucap Jovanka
"Ja...ja..jadi kau kak Ayudia????" tanya Willy gagap.
Ayudia mengangguk dan tersenyum
Willy tanpa sadar meneguk minuman ditangannya karena terkejut membuat Ayudia menggeleng pelan melihat kelakuan Willy.
"Mengenai Bu Ratna kamu salah paham, aku harap jangan potong kalimatku dulu" ucap Jovanka karena melihat gelagat Willy akan memotong ucapannya. denah. patuh ia kembali menutup rapat mulutnya.
"Bu Ratna hilang ingatan dan ingatannya baru kembali satu hari sebelumnya, itu karena melihat kakakmu di hari sebelumnya.
wajah William mengingatkan Bu Ratna dengan almarhum suaminya dan ia akhirnya dapat mengingat sebagian memorinya.
Mamamu mengalami kecelakaan sehingga ia lupa ingatan bertahun-tahun, namun ada kejadian yang melatarbelakanginya"
"Ceritakan aku mau dengar"
"Papamu adalah seorang pengacara jujur, ia berdedikasi tinggi, hingga suatu saat papamu menemukan penyelewengan dana dan penggelapan uang seorang pengusaha bernama Jimmy Chou yang tak lain adalah kekasih pertama Bu Ratih.
Jimmy Chou membuat papamu meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil, dan untuk menghilangkan bukti seluruhnya, Jimmy Chou membakar rumah kalian, beruntung Bu Ratih sudah membawa kabur kalian.
ia di buru oleh anak buah Jimmy Chou hingga tiba di sebuah panti asuhan, demi menyelamatkan nyawa kalian, Bu Ratih menitipkan kalian di panti itu, sementara dirinya meneruskan pelarian, namun naas di perjalanan beliau di tabrak, beruntung di selamatkan oleh seorang dokter , setelah sehat, mereka meninggalkan kota B menemui Ratih yang posisinya di Jakarta.
Ratna menceritakan semua kejadian.
__ADS_1
lalu Ratih memutuskan merayakan ulang tahun Arjuna di panti dengan maksud melihat keponakannya, namun karena tak tega mereka mengadopsi kalian dan sisanya kau tahu sendiri"
"Aaaapa ini benar, kau sedang tidak mengarang ceritakan???" tanya Willy.
Jovanka menggeleng cepat
"Bagaimana Bu Ratna bisa mengenal mama Ratih dan bagaimana Bu Ratna kehilangan ingatannya???"
"Setelah kalian di adopsi, tak lama Baskoro memiliki sekertaris, sekertaris itu meracuni mama angkat mu.
Suatu ketika saat bu Ratih berada di luar rumah, ia pingsan, beruntung dokter Anggara menemukanya, kemudian dokter Anggara yang curiga dengan kondisi bu Ratih melakukan pemeriksaan darah dan di temukan jika dalam darah bu Ratih terdapat racun.
Bu Ratih awalnya ia tidak percaya, namun setelah melihat dan mendengar sendiri perkataan Deswita, sekertaris suaminya, Bu Ratih menjadi khawatir dengan keselamatannya dan anak dalam kandungannya yang baru ia ketahui saat ia pingsan kemarin,Bu Ratih meminta dokter Anggara mengeluarkannya dari rumah Baskoro demi putrinya, dan ia ragu untuk memberitahu Baskoro prihal kehamilannya melihat kedekatannya dengan sekertaris ya itu.
setelah keluar rumah, ia merindukan anak serta suaminya, ia meminta Ratna mengambil beberapa foto anak serta suaminya, di bantu oleh dokter Anggara, namun rupanya mobil yang mereka kendarai sudah di sabotase dan mereka kecelakaan.
Dalam kecelakaan itu dokter Anggara meninggal dunia di tempat sementara bu Ratna kritis, mendengar kabar saudarinya kecelakaan Ratih yang kala itu sedang di rawat kabur dari rumah sakit untuk menemui kembarannya itu namun sejak kejadian itu Ratih tak ada kabarnya sementara Bu Ratna yang kala itu amnesia di sembunyikan oleh Samuel anak dari dokter Anggara yang selama ini tinggal di luar negeri, Demi menyembunyikan identitas Bu Ratna, Samuel sengaja memasukannya ke dalam kartu keluarganya dan mengarang cerita bahwa ia anaknya.
Bu Ratna adalah korban seperti diriku, kami di pertemukan karena takdir.
mamamu wanita yang baik, ia seorang ibu yang penyayang, jika ia memilih melindungi kalian dengan menitipkan kalian di panti, itu karen ia tidak berdaya, jangan pernah benci keputusannya, ia sudah cukup menderita" ucap Jovanka mengakhiri ceritanya, ia menatap Willy yang terlihat shock.
"Di dunia ini tak ada seorang ibu yang kejam pada anaknya, tidak sayang pada anaknya, tidak ada Willy.
Yang ada adalah orangtua yang berjuang untuk melindungi anaknya walau nyawa taruhannya"
"Apa kau masih membenci mamamu???" tanya Jovanka lembut menepuk bahu Willy.
Willy lupa jika kini di depan wanita yang baru ia kenal, sebab ia terbawa suasana dan yang membuatnya malu, ia bisa menangis.
"Sorry" ucap Willy yang sudah bisa menguasai dirinya
"ITS ok, minum air mu, kita kembali ke rumah.
Mamamu pasti khawatir padamu"
Willy hanya mengangguk, meminum air mineral di tangannya lalu sisanya ia basuhkan di wajahnya.
"Ayo kembali " ucap Willy bangkit, Jovanka menyerahkan kunci motornya pada Willy, tanpa berkata apa-apa, Willy mengambil kunci motor tersebut lalu menuju motor yang Jovanka parkir.
mereka kembali ke rumah Bu Ratna
Tak memakan waktu lama, mereka tiba di rumah Ratna Willy terlihat ragu
"Ayo, tunggu apalagi" ucap Jovanka menggandeng tangan Willy masuk ke rumah
"Mahesa anakku" ucap Ratna langsung bangkit, namun tubuhnya tak stabil, beruntung William membantunya berdiri hingga tak terjatuh
__ADS_1
"Mamaaaa" teriak Willy tak menutupi rasa bahagia dan kerinduan yang selama ini ia pendam.
Kerinduan seorang anak yang tak pernah melihat wajah mama kandungnya
Mereka berpelukan dan menangis, mencurahkan semua perasaan yang selama ini terpendam
William ikut memeluk mereka berdua, akhirnya keluarga yang sudah lama terpisahkan bisa bersatu kembali.
Jovanka menatap nanar, ia ikut bahagia sekaligus haru, tak terasa air matanya menetes melihat Bu Ratna yang tak henti-hentinya mencium kening kedua anak yang amat dia rindukan.
"Ya Allah terima kasih Engkau telah mempertemukan Bu Ratna dengan anak-anaknya" gumam Jovanka dalam hati
Setelah berpelukan cukup lama, William menuntun Ratna duduk, di sisi kiri William, disisi kanan Willy
"Nak, sekarang ibu bahagia sudah bertemu anak-anak ibu, tak ada penyesalan lagi dalam hidup ibu" ucap Ratna sambil menciumi kening putranya
"Iya Bu, Jo turut senang Bu" ucap Jovanka tersenyum lebar
"Mahesa, Mahendra, Jovanka sudah mama anggap anak mama sendiri, jadi mulia sekarang kalian bersaudara.
Mama harap kalian bisa menjaga saudari kalian.
Apa mama bisa percaya kalian???"
" Mama gak usah khawatir, sebenarnya Jovanka adalah istri keponakan mama sendiri. Nama sebenarnya Ayudia Larasati, seperti halnya mama yang di sakiti oleh Deswita, kak Ayu juga di celakai oleh wanita itu juga"
ucap William penuh dendam
"Maksudmu kak???"
"Ceritanya panjang, yang jelas kita harus melindungi kak Ayu, jangan sampai keberadaanya di ketahui oleh wanita ular itu, kakak harpa kamu bisa menjaga rahasia ini termasuk pad Arjuna"
"Arjuna....."
"Iya ma, dia anak mama Ratih, kembaran mama"ucap William lirih
"Ratih, Ratih......" Ratna terlihat berusaha keras mengingat ingat nama yang terdengar familiar baginya
"Nenek apa sekarang nenek sudah tidak sakit??" tanya Davina yang penasaran mendekati Ratna, sejak tadi ia ikutan menangis namun tubuh kecilnya di tahan dua saudara kembarnya
"Owh cucu nenek kenapa kamu menangis??? nenek baik-baik saja sayang" ucap Ratna mencium pipi gembil Davina
"Atu kalau sakit nangis, nenek udah gak sakit lagi??? tanya Davina polos dengan suaranya yang imut membuat Ratna gemas.
Rupanya Davina mengira ia menangis karena sakit, imutnya anak ini
"Hanya kau saja yang cengeng" ucap Daffa yang diangguki Daffi
__ADS_1
"Mereka....