(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Terbongkar Perlahan


__ADS_3

Arjuna langsung melajukan kendaraannya menuju kediaman orangtuanya, ia mencengkram kemudi dengan kencan menahan kemarahannya.


Arjuna sebelumnya meminta bik Atun mengirimkan video kelakuan mamanya dalam BBM ponselnya, ia sudah tidak akan mentolerir lagi wanita itu, bisa-bisanya ia kejam pada adiknya yang notebene adalah anak kandungnya sendiri,


Selama ini walau sikap Deswita pada nya lemah lembut dan perhatian, entah mengapa Arjuna tak pernah merasa ketulusan dari sikapnya, ia merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya.


Walau bagaimana pun. Arjuna menyayangi dan menghormati wanita itu yang sudah merawatnya sejak kecil, hanya dari dalam jiwanya entah mengapa tidak bisa menerima Deswita seutuhnya.


Ketika lampu merah di jalan, Arjuna mencari kontak papanya Arjuna menelponnya,


"Assalamu'alaikum, tumben kamu telepon papa? ada apa?" Tanya Baskoro to the point


"Wa'alaikum salam pa, bisa papa pulang kerumah sekarang???"


"Ada apa?" tanya Baskoro tak menutupi penasarannya


"Ada maslaah penting yang harus kita bicarakan, kita harus bicara sekarang juga" ucap Arjuna , ia terpaksa harus melibatkan papanya karena walau bagaimana pun ,Arjuna tak mau papa ya salah paham padanya


"Baiklah, papa akan pulang” ucap Baskoro


"Arjun on the way ke kantor papa. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" jawab Baskoro


Sementara di kantor Baskoro corp, perusahaan milik keluarga besar Baskoro.


Baskoro mengatupkan tangannya menyangga dagunya berfikir keras dengan alis berkerut memikirkan apa yang putranya akan sampainya, tidak bisanya Arjuna akan memintanya pulang, sepertinya ini prihal yang serius sekali.


dari nada suaranya Baskoro tahu putranya sedang emosi, karena suara Arjuna bergetar dan ada nada dingin di sana.


Baskoro merapihkan mejanya, ia lalu menghubungi sekertaris ya untuk membatalkan semua acaranya hari ini. Baskoro berjalan keluar ruangannya di ikuti asisten pribadinya.


walau jabatan tertinggi sudah ia serahkan pada Arjuna, namun ia masih kadang datang untuk mengecek kerja anaknya,


Sesampainya di lobby, Arjuna sudah sampai dan berjalan masuk.


"Ayo" ajak Baskoro diikuti putranya


mereka lalu menaiki mobil Arjuna, wajah Arjuna terlihat tegang dan ragu,


"Katakan, papa mendengarkan" ucap Baskoro tegas


ia selalu mengajarkan putranya untuk selalu berkata jujur walau menyakitkan, karena kejujuran modal hidup.


"Ini..." ucap Arjuna menyerahkan ponselnya, sebuah video disana.


"Apa ini?" tanya Baskoro tak mengerti


"Bukalah, papa akan mengerti" ucap Arjuna tak mau panjang lebar, biarkan video itu yang berbicara


Baskoro menatap anaknya, ia lalu memutar video yang ada dalam ponsel putranya, alisnya berkerut, tangannya mengepal kencang


"Ini....?Arjuna hanya mengangguk sedih, ia tahu papanya sangat terkejut,. walau ia tahu Deswita bersikap tak baik pada Vera, namun ia tak pernah menyangka Deswita akan menjatuhkan tangan pada salah satu putri kembarnya, ia memperlakukan putri seorang Baskoro seperti binatang, menyiksanya tanpa belas kasian

__ADS_1


"Kapan, kapan ini terjadi???" suara Baskoro bergetar, ada air mata keluar disudut mata tuanya


"Beberapa waktu lalu, kini Vera berada di rumah papa" ucap Arjuna


"Tancap gas segera kerumah secepat kau bisa Deni" ucap ucap Baskoro memerintahkan supirnya, sementara di belakang mereka mobil Baskoro di bawa oleh asisten pribadinya.


Baskoro meraih ponselnya dan menghubungi asistennya


" Simon, segera hubungi pak Dion, pinta dia segera kerumah"ucap Baskoro langsung memutuskan panggilannya sebelum Dion asisten pribadinya menjawab


"Pa...., untuk apa papa memanggil om Dion??? tanya Arjuna bingung


"Cukup papa bersabar selama ini, wanita itu selalu melakukan semua hal sesuka hatinya.


Papa terlalu membiarkannya bertindak semaunya, kini tindakannya sungguh papa sudah tidak bisa mentolerir lagi,"


"Pa..."


"Jangan membela.wanita itu Arjuna.


papa tahu kamu menyayangi dia, tapi papa tahu kamu gak bisa menerimanya sepenuhnya, papa tau semuanya.


Jangan membelanya papa mohon" ucpa Baskoro lirih


Baskoro menyenderkan kepalanya ke bantalan mobil dan memejamkan matanya, kepalanya rasanya berdenyut, dadanya sesak memikirkan penderitaan putrinya dan ia sebagai seorang suami dan ayah telah gagal.


Harusnya anak-anaknya merasa aman dan bahagia namun kenyataanya justru ....


"Pa, are u okey??? tanya Arjuna yang khawatir papanya terkena serangan jantung.


"Arjuna baru kali ini melihat nya itupun gak langsung, BI Atun yang merekam semua.


kalau papa mau bertanya, bik Atun semuanya, Arjuna juga belum sempat menanyakan beliau, tujuan Arjuna hanya ingin menyelamatkan.Vera, kayanya gak mungkin mama Deswita membawa Vera ke rumah sakit.


Arjun hanya tau jika Vera di perlakukan berbeda, untuk alasannya, Arjun gak tahu pa" terang Arjun.


Baskoro memejamkan matanya kembali, ia tak mengatakan apapun, jelas terlihat kekecewaan yang terdalam dalam dirinya.


Mobil yang mereka tumpangi memasuki sebuah bangunan megah dengan sebuah gerbang kokoh tinggi menjulang, melihat siapa yang datang, sekuriti langsung membuka pintu gerbang dan membungkuk hormat, mobil terus memasuki halaman rumah, berhenti di depan rumah utama.


Baskoro langsung turun di ikuti oleh Arjuna


Seorang kepala pelayan menyambut mereka


"Selamat datang tuan besar, tuna muda" sapa nya sopan


"Dimana istri saya?" tanya Baskoro dingin


"Di kamarnya tuan"


"Vera???" tanya Baskoro lagi


"Itu, anu tuan, non Vera...."

__ADS_1


"Papa......" teriak Sarah dengan berlinang air mata


"Kenapa sayang? kenapa kamu menangis???" tanya Baskoro lembut mengelus puncak kepala Sarah yang saat ini memeluknya


"Kak Vera, tolong kak Vera pa, dia... dia...." Sarah tak mampu meneruskan kalimatnya, terlihat sorot mata tajam mamanya yang segera menyambut kedatangan suaminya


"Ah sayang, tumben sudah pulang? apa kamu baik-baik saja?" sapa Deswita pada suaminya


Ia mendekati Baskoro dan ingin mencium punggung tangan lelaki paruh baya itu, namun segera di dorong oleh Baskoro, hingga Deswita mundur beberapa langkah kebelakang


"Apa-apaan ini pa??? kamu kenapa???" tanya Deswita masih berusaha menahan amarahnya, walau jujur ia sangat marah dan malu suaminya memperlakukannya kasar didepan Arjun dan para pembantunya


"Dimana Vera???" tanya Baskoro tak menggubris pertanyaan istrinya


"Tumben papa nanyain anak nakal itu??? biasa dia di kamarnya pH, bolos kuliah aja dia kerjaannya," ucap Deswita tanpa berusaha menutupi kelakuan Vera, tapi itu sebelumnya, semenjak Vera tinggal di rumah Arjuna, anak itu sudah berubah.


Baskoro langsung melangkah menuju kamar Vera


Terlihat Deswita terkejut dengan tindakan suaminya, sementara Arjun mengikuti papanya dari belakang


"Pa, pa, biar mama panggilkan dia, lagipula kamar dia sangat kotor dan berantakan, biar mama aja ya???" rayu Deswita yang tak mau suaminya melihat keadaan Vera yang tergeletak di kamarnya dengan luka kebab dan perban di kepalanya.


Ia tak membawa Vera ke klinik apalagi rumah sakit, ia tak mau perbuatannya di curigai apalagi sampai membuat nama baik suaminya rusak.


Ia hanya meminta pembantu rumah tangga yang membalut dan mengobati luka Vera, hal itu yang membuta Sarah histeris menangis begitu melihat papanya pulang, namun keberaniannya ciut begitu melihat mamanya.


Ia tahu mamanya akan menyiksanya lebih kejam dari apa yang Vera alami jika ia mengadukan apa yang mamanya lakukan pada mereka


"Menyingkir dari hadapanku" bentak Baskoro karena muak dengan istrinya yang berakting sebagai wanita lemah lembut dan penyayang


"Pa....???" ucap Deswita lirih, air matanya menetes, untuk pertama kali selama dua puluh tiga tahun menikah, suaminya membentaknya dan parahnya di depan anak-anaknya


"Aku tak akan melepaskan mu begitu saja jika terjadi sesuatu pada Vera, kamu ingat itu ma.


walau kita sudah menikah selama dua puluh tahun lebih tapi sampai sekarang aku masih tidak mengenalmu.


jangan kira aku tak tahu kelakuan buruk mu, aku....


Siaaaalll" teriak Baskoro yang lepas kendali, ia langsung membuka pintu kamar Vera, nampak seorang asisten rumah tangga sedang mengoleskan salep untuk luka lebam di tangan Vera


Baskoro tanpa pikir panjang langsung menerobos masuk, hingga tubuh Deswita jatuh terduduk, ia menghampiri putrinya dan terkejut


"Astaghfirullah nak, nak bangun, ini papa" ucap Baskoro panik


"Kita bawa kerumah sakit pa" ucap Arjuna langsung membopong adiknya yang terkulai lemas, di bantal yang ia tiduri ada bercak darah


Arjuna yang panik setengah berlari membawa Vera menuju mobilnya, Baskoro mengikuti dari belakang


Plaaaakkk


"Kamu tak akan ku lepaskan jika terjadi sesuatu pada putriku...!!!!!!!" kecam Baskoro setelah melayangkan sebuah tamparan keras hingga sudut mulut Deswita berdarah


"Mamaaaa" teriak Sarah berusaha membantu mama nya namun Deswita dengan kasar mendorongnya

__ADS_1


Sarah membuang muka dan memilih menyusul kakak dan papanya


"Kali ini aku berjanji, aku tak mau membantu mama menutupi semuanya lagi" gumam Sarah menghapus air matanya dengan tangannya.


__ADS_2