
Aditya Setiawan, seorang wakil rakyat tapi pada kenyataanya dia pria yang sangat keji dan berbahaya.
penjahat yang menyamar jadi orang baik.
Entah bagaimana ia bisa mendapatkan identitas barunya, yang jelas Deswita tak mau tahu, pasti ada pertumpahan darah dalam mendapatkan apa yang ia mau.
"Cepat katakan apa yang kau mau tuan"
"Kau jadi penurut, itu bagus.
Jangan pernah membawa-bawa aku dalam kasus mu.
Jangan pernah menyangkut pautkan aku tentang apa yang menimpamu.
semua yang kau lakukan murni kesalahanmu" ucap Jimmy Chou menatap tajam Deswita
"Hahaha, apa kau sebegitu takutnya terbongkar kedok busuk mu tuan Aditya terhormat????"
"Mengingat aku masih memiliki putri darimu, aku tak mau ambil pusing ucapnya sinis mu.
aku masih sedikit toleran karena putriku.
Jika tidak, kau tahu siapa aku bukan, walau kau wanitaku, aku tak pernah punya stock kesabaran banyak.
Banyak dari para wanitaku yang pulang ke dunia lain karena menyinggungku" ucap Jimmy Chou tajam.
Deswita menggigil, ia merasakan bulu kuduknya meremang. Jimmy Chou bukan manusia, tapi iblis Dajjal yang memakai wajah manusia.
Apa ada perubahan saat Jimmy tahu ia punya anak lelaki, seorang anak yang ia harapkan dari para wanitanya, jawabnya tidak.
Jimmy tetaplah seorang Jimmy. masalah anak urusan lain, yang ada anak itu akan di didik mengikuti jejaknya, itu sangat mengerikan, Tian nya tak akan seperti papanya.
"Aku akan lakukan yang kau mau, aku lelah" ucap Deswita lalu bangkit dan mengetuk pintu dengan tangan yang di borgol
Seorang petugas membuka pintu dan mengangguk pada Jimmy atau Aditya lalu membawa Deswita menuju kamar tahanannya
"Bos, Anda terlalu lunak pada wanita itu" ucap Simon tak sabaran
"Apakah seperti itu???
Simon, aku hanya sedikit kasian pada wanita itu , aku toleran karena bagaimanapun dia mama dari putri kandungku.
sedang....
Ah lupakan, aku ingin pulang.
ayo kita pergi" ucap Jimmy pada Simon.
mereka lalu meninggalkan rumah tahanan menuju sebuah rumah nan asri di pinggir kita, di mana Jimmy sering menghabiskan waktunya.
Sementara Aurel di kediaman Jimmy yang lain mulai tak tenang, karena kasus pembunuhan Jovanka terungkap, ia jadi di panggil pihak kepolisian terkait keterlibatannya.
Kali ini ia tak tahu apakah bisa lolos atau tidak.
__ADS_1
Sedangkan ia masih bebas bersyarat, ia jadi mengutuk Deswita yang menyeretnya dan mamanya Lia.
Jika saja mamanya tak mendorongnya untuk menyarankan sesuatu, tentu ia tak akan mendatangi Deswita.
Dia juga yang memberikan racun itu pada Deswita, apa ia tergolong otak pembunuhannya???
Aurel tak mau masuk penjara, ia tak mau menyia-nyiakan masa mudanya di tahanan dan menua di sana, ia masih punya cita-cita yang belum terealisasikan.
Seharusnya saat itu ia tak mengejar obsesinya utuk menjadi nyonya Arjuna, tapi cintanya pada Arjuna membuat ia gelap mata, sayangnya apa yang ia perjuangkan adalah sebuah pepesan kosong.
Arjuna dari awal sampai akhir tak pernah menganggapnya ada
Jika waktu bisa di ulang, ia tak mau menjalani kehidupan penuh kepalsuan, sayangnya waktu tidak bisa di putar kembali, karena penyesalan selalu datang belakangan, kalau penyesalan di depan itu namanya pendaftaran ( ih author lagi serius juga malah becanda🙄🙄)
Keesokan harinya Aurel di panggil pihak berwajib, ia di mintai keterangan, namun hari itu juga ia berubah status dari saksi menjadi terdakwa.
Aurel sangat shock.
Beruntung kemarin ia sudah menelpon Jimmy, sehingga Jimmy mengirimkan orangnya untuk membantu Aurel secara hukum.
Namun karena bukti mengarah semua ke Aurel, ia langsung ditahan dan menunggu proses persidangan, kemungkinan besar karena asal racun berasal dari Lia, maka Lia akan terlibat lagi dalam persidangan itu.
Jimmy Chou memijit kepalanya yang terasa sakit berdenyut.
mantan istri dan anaknya terlihat masalah hukum lagi dan lagi, ia merasa sangat marah hingga ketika sampai di kediaman yang bisa Aurel tempati, ia melampiaskan kemarahannya pada barang-barang yang ada di sana hingga hancur.
Jimmy Chou berjalan menuju kamar Aurel, ia tak pernah perduli dengan anak kandungnya itu.
Jimmy memandangi sekeliling kamar Aurel, rapih layaknya kamar seorang gadis, berbeda dengan kamar putrinya yang berantakan dan harus seorang pembantu yang merapihkan.
perbedaan yang mencolok, antara anak yang biasa mandiri dengan anak yang di manja.
Jimmy berjalan ke arah meja rias, disana hanya terdapat beberapa kosmetik, berbeda dengan meja rias putrinya yang penuh dengan berbagai macam alat rias, Jimmy merasa hatinya tersentuh.
pandangannya terarah pada sebuah buku, buku harian.
Jimmy tertawa mengejek, Aurel di usianya sekarang masih menulis di buku harian???
Jimmy lalu mengambil buku tersebut dan duduk di tepi ranjang, membuka lembar demi lembar dan membacanya.
Aurel mencurahkan kehidupan pribadinya, perlakuan Lia pada nya, dan semua tentang jeritan hati Aurel hidup dengan mamanya.
Jimmy merasa sangat marah Lia memperlakukan putrinya seperti seekor binatang, ia menyiksa Aurel dan tak pernah menyayangi Aurel.
walau Jimmy tahu jika Lia wanita dingin dan kejam, ia tak pernah menyangka jika Lia bisa begitu kejam pada putri mereka.
Jimmy menghela nafas, menghalau emosinya yang meluap, ia kembali membaca lembar demi lembar buku harian aurel
Di alam buku itu, Aurel menumpahkan perasaanya, bagaimana ia bahagianya bertemu langsung dengan papa kandungnya, betapa ia sangat merindukan sosok papa, betapa ia bersyukur saat papanya menolongnya , namun yang membuat Jimmy merasa dadanya sesak betapa kesepiannya Aurel karena tak dianggap sama sekali oleh papanya.
Tanpa sadar Jimmy menitikkan air mata, ia tak pernah merasa sesedih ini.
anak orang lain dia anggap buah cintanya dengan Anita itu, namun anaknya sendiri dia abaikan.
__ADS_1
binatang pun punya rasa kemanusiaan.
apa ia lebih rendah dari binatang????
Jimmy berjalan keluar kamar Aurel dengan langkah gontai, Simon yang melihat bos nya terlihat shock langsung membantu Jimmy duduk di sofa
" Simon, apa aku pria yang menyeramkan???
apa aku bukan papa yang baik?"
"Itu gak benar bos.
Bos adalah papa yang baik dan suami yang hebat" ucap Simon jujur karena melihat rumah tangga bos nya yang harmonis
"Jangan menilai sesuatu dari permukaan Simon, itu pelajaran pertama saat kau ingin bersaing di dunia keras ini, pikiran dan penilaian harus sejalan"
"Saya akan selalu ingat nasihat bos" ucap Simon
"Simon, apa yang harus ku lakukan pada putri sulung ku??? dia sudah menderita sejak lama.
Aku akui bahwa aku bajingan, tapi..."
"Kita harus kirim orang kita untuk mendampingi secara hukum. Sedikit meringankan dan memberi pengalaman berharga buat nona Aurel tak ada salahnya.
Ia akan belajar lebih berhati-hati kedepannya dalam bertindak" ucap Simon memberi masukan
"Terima kasih Simon, tak sia-sia aku memberikan kepercayaan padamu" ucap Jimmy menepuk punggung Simon
"Sudah kewajiban saya bos"
"Lakukan yang menurutmu baik untuk putri sulung ku.
aku akan berada di vila untuk beberapa hari kedepan dan jangan menggangguku"ucap Jimmy langsung berjalan pergi
Simon memandang siluet Jimmy yang menjauh, pandangan matanya langsung berubah kelam.
Seperti pembicaraan Simon dan Jimmy sebelumnya, Simon langsung menempatkan orang untuk membantu Aurel secara hukum, Aurel lalu menjalani sidang dan ia di jatuhi hukuman lima tahun, berkurang separuhnya dari tuntutan hakim yang menuntutnya sepuluh tahun penjara.
Sejak ia di tangkap hingga sidang, papanya tak pernah menampakkan batang hidungnya
Aurel tahu jika papanya kini orang penting, akan sulit baginya jika media atau orang luar tahu jika ia memiliki anak sebelum menikah dengan istrinya yang lain, sehingga Aurel hany bisa pasrah menerima keadaan, di samping itu Jimmy tidak mengabaikannya begitu saja, ia masih mengirim orang membantunya secara hukum.
Aurel sedang menatap kamar tahanannya yang hanya berukuran 3x3m, dan di huni dua tahanan wanita.
Sejak masuk hingga sudah seminggu, Aurel lebih banyak diam.
Aurel memutar kembali masa lalunya dan tersenyum samar
"Ini adalah karmaku, berani berbuat, berani bertanggung jawab.
Di kediaman papa atau disini sama saja, aku merasa kesepian, jadi tak ada bedanya jika aku di penjara, yang membedakan adalah kebebasanku saja yang direnggut.
Jika aku bisa di beri kesempatan kedua, aku akan menjadi orang yang lebih baik saat keluar nanti" gumam Aurel menatap kosong ke langit-langit ruang tahanannya
__ADS_1