
Seminggu kemudian
Ayudia sedang memeluk kedua putranya yang sedang asik makan, ia menciumi pipi chubby Daffi Adan Daffi, sepertinya sedikit berisi tak masalah, mereka terlihat lebih imut dari biasanya, dan selera makan mereka sangat baik.
Kini Ayudia melihat ketiga anaknya semua memiliki pipi chubby.
Daffa yang bisa nya memiliki pipi tirus dan terkesan dingin dan sombong, kini berubah jd lebih manis dan terlebih mereka sangat menggemaskan semua, walau ya Ayudia siang ini harus mengajak ketiganya membeli baju baru, dalam seminggu saja Daffa dan Daffi naik beberapa kilo, otomatis pakaian mereka banyak yang tak muat
"Ma, apa mama menaruh pengembang di makanan kami??"
"Maksud kamu apa sayang???" tanya Ayudia lembut
"Ma, kami mengembang sempurna, seperti roti yang di beri ragi" ucap Daffa frustasi melihat satu kancing bajunya yang tak bisa dia kaitkan karena perutnya yang membuncit
"Hahahaha, jangan khawatir, walau kalian melebar sempurna mama akan temani, kalian tetap mama sayang" ucap Ayudia memeluk anak-anaknya
"Mamaaaa.... kalau mama wajar sedang hamil, sementara kami???
Itu gak lucu...." protes Daffa cemberut, lalu meninggalkan ruang makan
namun Ayudia hanya tertawa melihat kelakuan putranya yang sedang ngambek
"Sayang percayalah, mama tetap mencintaimu walau kamu bulat" teriak Ayudia dari arah ruang makan
"Mamaaaaaaaa......" pekik Daffa kesal
Siang harinya mereka berlima pergi ke sebuah mall terbesar di kota itu, dan beberapa bodyguard ikut bersama.mereka.
Walau tempat ramai, mereka khawatir dengan keselamatan si kembar, karena kelalaian bisa membuat celaka.
Davina memilih beberapa pakaian ala princess dan juga beberapa pakaian santai untuk di rumah, sementara Daffa dan Daffi juga memilih beberapa kemeja dan kaos.
Ayudia juga meminta para bodyguard itu mengambil beberapa potong pakaian, Jack terlihat canggung dan terus menolak, namun karena tak enak mengecewakan cucu bos nya, ia akhirnya mengambil dua potong pakaian, di ikuti ke dua anak buahnya.
Davina asik di kamar pas, mencoba beberapa pakaian, entah sudah berapa lama ia di dalam sana, sementara Daffa dan Daffi sudah duduk manis di tempat tunggu, mereka tipe yang tak pernah meributkan apa yang di pilihkan oleh mamanya.
Namun sudah hampir satu jam Davina tak kunjung keluar dari kamar pas, Ayudia yang pusing mendengar kedua putranya sudah mengeluh akhirnya menghampiri kamar pas di mana Davina sedang mencoba beberapa pakaian
Namun begitu pintu di dorong, Davina tak ada di sana, hanya beberapa pakaian yang tergeletak di sana, termasuk pakaian yang Davina pakai beberapa waktu lalu.
Ayudia masuk ke dalam kamar pas, dan tak ada Davina , awalnya Ayudia mengira Davina bersembunyi di kamar sebelahnya, ia segera menuju kamar pas yang berserat dua di sebelahnya, membuka satu persatu dan hasilnya tak menemukan putrinya di sana
"Davinaaaaa, ya Allah davinaaa kamu kemana sayang????" teriak Ayudia shock, ia limbung dan hampir terjatuh. beruntung Arjuna yang mendengar teriakan istrinya langsung berlari ke arah ayudia
"Sayang kenapa??? dimana Davina???" ucap Arjuna panik
"Davina.... Davina hilang"ucap Ayudia sudah tak bertenaga, ia lunglai.
Arjuna berusaha tenang.
ia membawa Ayudia duduk dan memberinya minum, sementara Jack dan kedua anak buahnya merasa kecolongan, ia menyesal menerima tawaran Ayudia dan melepas kewaspadaannya.
Jack dan kedua anak buahnya menyisir seluruh mall namun tak menemukan Davina. Sehingga akhirnya ia langsung menuju ruang kontrol dan meminta petugas gedung menampilkan rekaman CCTV.
__ADS_1
awalnya mereka menolak, namun saat melihat Ayudia menangis, mereka tak tega.
terlihat seorang wanita dan pria keluar dari toko dimana mereka tadi membeli pakaian.
toko yang sedang ramai membuat mereka leluasa berbaur, Jack yakin mereka yang menculik Davina melihat mereka membawa gendongan bayi dan kepala anak yang di gendong tertutup topi, namun anak itu sudah besar, walau Davina memiliki tubuh berisi namun ia terlihat masih berusia lima tahun karena lebih pendek dari kedua kakaknya.
diantara para pengunjung hanya mereka yang mencurigakan
Ayudia shock dan langsung jatuh pingsan, sementara Daffa dan Daffi langsung menghubungi anak buah mereka, mereka sangat khawatir dengan keselamatan adik mereka.
"Temukan adikku segera, kalian akan mati jika sampai dua puluh empat jam tidak mendapat informasi keberadaan Davina.
aku tak perduli bagaimanapun caranya, bahkan jika mereka di lobang semut sekalipun, CEPAT CARI!!!!!!" perintah Daffa dengan aura yang membuat siapapun merinding.
Matanya memerah karena marah, wajahnya terlihat dingin dan bengis, ia tak pernah menduga jika musuh mereka akan melakukan hal ini.
"Kak, apa kita perlu memberitahu kak Willy???"
"Ya, segera hubungi om Willy, walau kadang ceroboh tapi kulihat om Willy kini lebih matang dan bisa di andalkan.
Di tambah ia memiliki pemikiran yang brilian dan dewasa.
Tiga kepala lebih baik dari pada dua kepala bukan???" ucap Daffa muram
Kini mereka kembali ke rumah, Willy sudah tiba di rumah mereka dan langsung menyambut ke datangan mereka, ia melihat Ayudia yang sangat shock di gendong masuk ke dalam rumah, dokter keluarga langsung datang dan memeriksa kondisi Ayudia karena Arjuna khawatir dengan kesehatan istrinya, terlebih ia sedang mengandung saat ini.
Angelo dan Ernest yang sedang berada di kediaman Adhi juga langsung datang, Angelo terlihat murka, tanpa berkata apa-apa langsung menghajar Jack dan kedua anak buahnya, Jack hanya pasrah tanpa melawan, beberapa bogem mentah dan tendangan mendarat di tubuh mereka.
Darah segar keluar dari sudut mulut mereka
"Sayang tenangkan dirimu, memarahi mereka bukan solusi" ucap Ernest memegang tangan suaminya.
walau sudah tua Angelo adalah orang master taekwondo dan beberapa bela diri lainya, sehingga walau usianya tua, ia bisa membunuh seorang pria muda hanya dengan tiga kali pukulan.
Dan saat menghajar Jack dan anak buahnya ia tak mengerahkan kekuatan penuhnya
Jika bukan karena kekuatan dan kekuasaan nya siapa yang akan menganggapnya dan menghormatinya di kerasnya persaingan perebutan kekuasaan.
"Iya kek buyut, kita harus memikirkan cara menemukan adikku" ucap Daffa menengahi.
Daffa kasihan pada Jack dan kedua anak buahnya yang terduduk di lantai karena tendangan Angelo, bahkan mereka muntah darah, entah sekeras apa pukulan kakek tua itu????
Daffa dan Daffi bergidik ngeri, ternyata kakek buyutnya orang yang menyeramkan, mereka sangat yakin bahwa kakeknya bukan orang yang bersih, dunia bisnis kejam, tak ada yang sepenuhnya berada di tempat terang, mereka pasti berada di dua sisi, gelap dan terang, karena orang yang hanya berada di tempat terang pasti juga memiliki sisi gelap mereka sendiri alias ada orang yang melakukan itu, jadi sama saja!
Angelo menatap nyalang ketiga anak buahnya, ia sangat kecewa mengetahui mereka lalai.
karena dalam pekerjaan mereka, sekecil apapun kelalaian akan berdampak pada hidup mereka.
"Kek, ini bukan salah mereka, kami yang salah.
Jadi tolong kakek kendalikan emosi kakek.
saat ini kita harus fokus mencari Davina" timpal Arjuna menambahkan
__ADS_1
"Baiklah, segera ke ruang kerja" ucap Angelo dingin, ia berjalan lebih dulu ke ruang kerja di ikuti Arjuna dan ketiga anak buah Angelo.
Sementara Willy masih terlihat sedang menghubungi seseorang di ujung telepon.
Daffa dan Daffi tak mungkin bisa masuk ke dalam ruangan tersebut, mereka jadi kesal di saat genting begini malah Willy sedang menelpon kekasihnya, terlihat dari ucapan " sayang" di tengah percakapan mereka.
Daffa dan Daffi yakin itu adalah Agatha, kekasih baru Willy
wanita yang super cantik and hot menurut Daffa dan Daffi, tentu setelah wanita cantik satunya yang mereka temui di pesta pernikahan William, mereka terkesan dengan Davina dan jatuh hati.
Jika saja mereka tahu siapa wanita itu, mereka akan muntah darah saat tahu itu Davina.
"Om, cepat ke ruang kerja, kamu penasaran apa yang kakek buyut dan papaku bicarakan
Kami akan ke kamar kami memantau kerja Axel dan Vincent.
Om segera menyusul kami ya setelah selesai dari ruang kerja kakek buyut"
"Siap, om jalan dulu" ucap Willy berjalan menuju ruang kerja Angelo, begitu pintu di buka semua mata menatap Willy, mereka merasa terganggu karena di tengah pembicaraan serius ada Willy masuk
"Maaf , aku harus ikut ambil bagian.
Davina keponakanku" ucap Willy dengan suara tegas.
"Duduklah Willy" ucap Arjuna yang memahami kecemasan Willy
Willy langsung bergegas masuk dan duduk di samping Arjuna.
mereka melanjutkan percakapan mereka.
seperti yang Willy duga bahwa Angelo bukan orang yang sesederhana kelihatanya.
kesuksesannya mengatakan bagaimana ia kini berdiri di atas Piramida kesuksesan di negara nya
Beberapa saat lalu ia sudah menghubungi Agatha.
Agatha yang mendengar bahwa bos nya di culik langsung geram, ia langsung mengerahkan seluruh anggota organisasinya mencari keberadaan Davina.
Walau Agatha sering bertengkar dengan Davina, ia sangat menyayangi Davina dan baru tahu jika ternyata usia Davina jauh di bawahnya, semua itu terungkap ketika sehabis acara keluarga besar Davina, ia baru mengetahui identitas Davina sebenarnya.
Agatha shock dan bahkan pingsan berkali-kali membuat Davina kesal dan akhirnya membuatkan Agatha bangun sendiri dari pingsannya dan menatap ngeri pada Davina.
Jika anak sekecil itu saja bisa sangat menyeramkan dan super talenta, bagaimana jika ia bisa.
Agatha shock sekaligus iri.
Yang Agatha khawatirkan adalah, kini Davina dalam sosok tubuh aslinya, ia tak memiliki daya tempur untuk melumpuhkan lawan-lawannya, jika ia dalam mode dewasa, bahkan Agatha pun kalah dari Davina karena kepiawaiannya dalam bela diri
"Davina.... aku harap kau baik-baik saja.
B*j*Ng*n mana yang meminta tiket ke neraka dari kami" geram Agatha melempar asbak rokok di ruang kerjanya.
Sekertaris agatha bahkan sampai menggigil ketakutan, tak beda dengan Davina, Agatha juga sangat menyeramkan jika sedang marah, terlebih kini masalahnya adalah bos besar mereka di culik.
__ADS_1
Agatha sendiri yang lngsung terjun ke lapangan, ia lngsung memakai pengaruhnya untuk mencari keberadaan Davina secepat mungkin, karena setiap detik sangat berharga untuk keselamatan Davina.