(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Macan Ompong


__ADS_3

"Saya bukan Tante kamu" ucap Anjani tak senang lalu mengajak Mauren serta si kembar ikut dengannya


"Kamu juga ikut dengan saya"ucap Anjani pada Emillia


"Baik Bu" ucap Emillia yang mengetahui siapa Anjani, dia salah satu pemilik perusahaan, adik dari big bos


"Ba..baik" ucap Yenny marah sekaligus malu, namun ia bis apa???? kedudukan Anjani di perusahaan ini lebih tinggi darinya, ia hanya seorang keponakan dari istri pemilik perusahaan ini, sementara Jani salah satu pemegang saham juga adik kandung pemilik perusahaan, kalau salah sedikit bisa-bisa Yenny didepak keluar dari perusahaan ini,


Yenny tak mau jadi gelandangan mencari pekerjaan lagi dan harus mulai dari nol, wali di perusahaan ini ia hanya seorang manager pemasaran, namun otoritasnya lebih besar dari seorang manager pemasaran.


Tak ada seorangpun yang berani membantah dan yang terpenting, ia bisa dekat dengan pria pujaannya, Arjuna!!!!


Yenny tidak memikirkan jabatan, yang terutama ia bisa hidup senang, pekerjaan mapan namun tidak menguras otaknya dan dekat dengan Arjuna.


Yenny memberikan tatapan tajam kepada para karyawan yang berada di sana, ia tak mau mereka menggunjingnya, walau ia tahu pasti berita ini akan segera menyebar di kantornya


"Tante???" ucap William yang baru saja keluar dari pintu lift


"Om ganteng" teriak Davina senang melihat William


"Davina???, anak-anak???" ucap William tak bisa menutupi keterkejutan dan paniknya.


Bagaiman mereka bisa berada di perusahaan ini, di kandang harimau, bagaimana kalau papanya melihat, pasti papanya akan tahu dan....


William dan Willy akan mati di gantung di pohon toge


Baskoro pasti tidak akan tinggal diam melihat anak yang kemiripannya hampir 95 persen dengan anak kandungnya, terlebih si setan kecil Daffa memiliki kemiripan 98 persen dengan Arjuna baik wajah maupun perangai, bisa dikatakan duplikat yang buruk!!!!!


Anak kecil yang memilki aura intimidasi dan dingin serta acuh.


"Kami mencari mama om" ucap Daffa mewakili adik-adiknya


"Tunggu, tunggu...." Anjani memijit pelipisnya yang berdenyut, hari ini terllau banyak kejutan ia dapat, di mulai saat cucu sematawayangnya hilang

__ADS_1


"Apa ku mengenal anak ini Will??" tanya Anjani menatap tajam keponakannya


"Anu tan, itu..." William tak tahu harus berkata apa, ia bingung


"Dan kau, mengapa mengaku mama anak ini???? anak ini anak Jovanka!!!!" ucap Anjani dengan sudut mata memicing kearah Emillia


"Anu, saya, saya mama angkat mereka" ucap Emillia tak mendapatkan ide lain


"Ah dan Will, bagaimana kamu mengenal anak-anak??? apa kau punya hubungan dengan Jovanka????"


"Enggak, om Will, om.....mphhhmmmm" mulut Davina di bekap Daffa dan Daffi serentak, mereka bisa membaca situasi.


Sepertinya William yang terlihat ketakutan memiliki suatu alasan yang membuatnya seperti itu, dan sepertinya mereka melakukan kesalahan datang ke kantor ini


Yenny Yangs sejak tadi mendengar pembicaraan mereka memilih diam dan memperhatikan, menilai situasi saat ini.


Yenny seperti mendapatkan keuntungan dari semua, ia bisa mendapatkan uang tambahan dengan info yang akan ia berikan pada Tante nya itu


"Tan, apa bisa kita bicara sebentar???" tanya William melirik kearah Emil dan Yenny


"Mengapa aku harus menurutimu???" dengus Yenny kesal


"Kau, bawa cucu ku dan si kembar keatas" perintah Anjani


"Itu Tante, biarkan si kembar denganku, aku akan mengantarnya pulang" sergah William


"Sepertinya memang kau punya sesuatu untuk di katakan denganku" sindir Anjani lalu memberi isyarat dengan tatapan pada Emil untuk segera jalan


"Tante please" lirih William


"Hari ini, Si kembar di paksa kerja oleh Yenny, menurutmu, apa aku kan melepas begitu saja orang itu??? walau aku tidak ikut mengurus perusahaan, namun bagiku nama baik perusahaan adalah yang utama, karena disinilah kita mencari rezeki, apa aku salah???""


"Enggak Tan" ucap William pasrah

__ADS_1


Yenny sebenarnya ingin tinggal dann mendengar apa yang William katakan, namun itu tak mungkin karena Anjani memerintahkan mereka keatas, dengan berat hati mereka melangkah menaiki lift menuju ke lantai paling atas gedung tersebut.


"Tan percayalah, ini, anak-anak belum boleh bertemu papa, ini demi keselamatan mereka, dan keselamatan ibu mereka. Aku akan menjelaskan semuanya, mereka anak Arjuna, hanya itu yang bisa kukatakan untuk saat ini"


"Ba.bagaimana, ah Will, kita susul mereka" ucap Anjani gugup. berkali-kali ia mencoba menghubungi Mauren, namun ponsel Mauren tidak aktif. Begitu juga Emilia, rupanya wanita itu tidak mendengar ada panggilan masuk, kenapa wanita menyebalkan itu tak bisa di hubungi saat penting seperti ini!!!!


mereka lalu memaki lift karyawan,, langsung menekan lantai paling atas gedung tersebut, ia juga menyuruh keluar semua orang yang akan menaiki lift tersebut, kini Anjani dan William tampak gugup menanti lift naik lantai demi lantai


"Ini, Yenny ada disana..."


"Itulah kenapa aku sangat panik"jawab William


"Kenapa kau tak mengatakan padaku lebih cepat????"


"Kita hanya bisa menyelesaikan ini semua dengan rapih, aku akan menelpon papaku" William memutuskan memberitahu Baskoro lebih awal agar Baskoro tidak terkejut atau melakukan sesuatu yang membuat kesalahan yang kan di ketahui Yenny yang pada akhirnya memancing Dajjal keluar dari sarangnya, Davina tak akan membiarkan begitu saja dosa masa lalunya keluar dan menghancurkan hidupnya, mungkin ia akan mencoba membunuh Jovanka untuk kedua kalinya.


Kali ini bukan hanya nyawa Jovanka yang terancam si kembar dna mama mereka juga akan masuk penyelidikan Deswita, ini akan sangat buruk.


"Assalamu'alaikum pa, ada beberapa orang yang km menuju ruangan papa, mereka akan membicarakan sesuatu, bisakah papa bersikap seolah biasa saja dan jangan terkejut maupun bertanya apapun sampai aku dan Tante Anjani kesana"


"Apa maksudmu anak nakal, kau pergi begitu saja dan sekarang mendikte ku harus bagaimana, apa kau sudah bosan hidup, mau ku menjodohkan mu dengan teman apa hah???" ancam Baskoro pada putranya*


"Berikan ponselnya " ucap Anjani Anjani mengulurkan tangannya


"Mas, lakukan apa yang William katakan dan cucumu akan disana, Mauren sedang menuju kesana, jangan berteriak dengan cucuku, atau ia akan menjauhiku lagi, sebaiknya hilangkan sifat buruk mu itu, sebelum kau akan sendiri di masa tuamu karena cucu-cucu mu takut dengan kakek tua yang galak dan suka mengomel" ucap Anjani langsung mematikan ponselnya lalu mengembalikan ponsel tersebut pada William


William hanya nyengir kuda, ternyata tantenya yang lemah lembut itu bisa galak pada papanya, apa papanya bisa menerima itu dan menurut????


Drttt, drtttt, drttt


pesan singkat dari Baskoro masuk


"Dasar anak tengik, mengapa kau bawa speaker aktif ke kantorku, kau tau??? tante mu lebih berisik daripada radio aktif" gerutu Baskoro membuat William tanpa sadar terkekeh geli, rupanya papanya takut dengan Tante Anjani, macam ompong yang bertemu dengan pawangnya, tak berdaya!!!

__ADS_1


Pintu lift terbuka, lalu...


__ADS_2