
Walau Arjuna sedang dalam mode terkejut, begitu melihat papanya jatuh pingsan, Arjuna langsung mengangkat tubuh papanya ke dalam rumah
"Tidurkan disini " ucap Jovanka gugup
Lalu Bu Ratna kembali dengan membawa minyak angin, ia kembali ke belakang membuat kan teh hangat tak lama kemudian ia sudah kembali dengan dua gelas teh hangat.
Mata Arjuna terus menatap Bu Ratna, namun ia tak mengatakan apapun.
Sementara si kembar dengan patuh duduk di sofa panjang di depan sofa bed yang di tiduri Baskoro
"Ma, ada apa ribut-ribut??" tanya Anabel membawa dua orang putrinya
"Bell, tolong periksa bapak itu, sepertinya dia terkejut sesuatu sampai pingsan, mama khawatir" ucap Ratna
"Baik ma" ucap Anabelle langsung mengeluarkan stetoskop dan memeriksa Baskoro dengan teliti
"Beliau hanya tak sadarkan diri, sebentar lagi juga sadar" ucap Anabelle.
Ia melirik ke arah Arjuna dan mengerutkan keningnya tipis, Anabelle menelan Saliva nya pelan.
Rupanya suaminya meminta ia kerumah utama terlebih dahulu karena rahasia besar akan terkuak, ia takut terjadi sesuatu pada mereka
Baskoro mengerjapkan matanya setelah hidungnya di beli minyak angin, perlahan kesadarannya kembali
"Pa, papa sudah siuman???"
"Dimana dia??? " ucap Baskoro lirih mengedarkan pandangannya, ia langsung berusaha duduk karena tak melihat sosok yang di carinya
"Pa, kalau masih pusing, papa sebaiknya tiduran aja" ucap Jovanka tidak menutupi ke khawatirannya
"Papa baik-baik saja, dimana dia???" tanya Baskoro lagi
"Ibu sedang di ruang makan dengan si kembar" ucap Jovanka yang mengerti maksud Baskoro
"Jadi, jadi ini yang kamu maksud papa mempersiapkan diri?" tanya Baskoro yang di balas anggukan kepala Jovanka
"Assalamu'alaikum" salam William dan Willy bersamaan
Baskoro keheranan, tidak biasanya kedua putra angkatnya begitu agamis, biasanya ia tak pernah mengucapkan salam.
Baskoro tak pernah menekankan suatu agama, melihat wajah mereka yang mirip keturunan Tionghoa,
Namun sejak kecil mereka memilih mengikuti agama Baskoro yang saat itu mualaf, namun mereka hanya agama diatas KTP.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada papa kak??" tanya Wiliam langsung menghampiri Baskoro
"Papa hanya shock,, sudah tak apa-apa sekarang"
"Owalah, mama gak lihat kalian datang" ucap Ratna yang sudah kembali dengan nampan berisi cemilan.
Baskoro yang masih terkejut hanya diam, suaranya tercekat di tenggorokan.
Ia hanya melihat William dan Willy yang patuh mencium punggung tangan Ratna dengan hormat
"Kalian sudah tahu???" tanya Arjun akhirnya tak bisa menutupi penasarannya
"Sebaiknya kita bahas pelan-pelan.
Pa, minum dulu teh nya. Aku akan menjelaskan semuanya" Ucap Willian tenang
"Ada pa Mahendra,mengapa mereka seperti tegang gitu, tadi bapak itu sampai pingsan" ucap Ratna polos
"Mama juga duduk di samping Mahendra ya,.
Apa yang akan Mahendra sampaikan adalah sebagian masa lalu mama yang mama lupa, apa mama siap?" tanya William lembut
Ratna hanya mengangguk pelan
Arjuna bingung kenapa William berganti nama menjadi Mahendra??? ia ingin menanyakannya, namun seseorang datang
"Wa"Alaikum salam" jawab semua orang
Samuel mencium punggung tangan Ratna dengan takzim. lalu menyalami satu persatu yang berada di sana. Putri kembar Samuel datang dan mencium punggung tangannya, ingin sekali Arjuna bertanya siapa pria ini, namun ia memilih diam dan menyimpan pertanyaan dalam hati.
"Kakak, temani adik-adikmu main, jangan kesini dulu ya.
papa dan om serta kakek ada yang mau di bicarakan, masalah orang dewasa" ucap Samuel yang di balas anggukan putri tertuanya, Sasa langsung menarik tangan adiknya kembali masuk ke ruang makan.
Samuel lalu berdiri memulai pembicaraan.
"Perkenalkan nama saya Samuel Anggara Sein
saya anak dokter Anggara,mungkin om masih ingat siapa papa saya, beliau adalah dokter pribadi keluarga kalian"
"Samuel, ya Allah kamu kemana saja nak, sejak kecelakaan yang menimpa papamu, om mencari mu" ucap Baskoro tak menutupi kesedihannya
"Alhamdulillah saya baik-baik saja om, terima kasih atas perhatiannya. Saya akan menceritakan semuanya dari awal, jika om atau Arjuna mau bertanya, saya harap dengarkan semuanya sampai selesai dulu"
__ADS_1
"Ini, maksudnya apa???" tanya Baskoro masih tak mengerti
"Ini mengenai kemana saya menghilang dan dengan siapa saya bersembunyi" ucap Samuel
"Baiklah nak,, lanjutkan"
"Pada suatu sore papa pulang kerja dan tak sengaja melihat korban tabrak lari, karena papa penasaran dan instingnya sebagai dokter, ia mendekati seorang wanita yang bersimbah darah dengan luka lumayan parah di kepalanya, papa terkejut melihat wanita itu adalah Bu Ratna, mungkin orang biasa tak akan bisa mengenali Bu Ratna dan Bu Ratih, namun papa yang merupakan teman masa kecil mereka langsung mengenali bahwa itu Bu Ratna, adik Bu ratih.
Papa lalu merawatnya dan dari sanalah papa tahu jika suami Bu Ratna yang seorang pengacara bernama Wilman Scott yang meninggal dunia karena rekayasa kecelakaan dari seseorang yang merupakan mantan kekasih Bu Ratih.
Pria itu bernama Jimmy Chou, seorang pengusaha yang menjalankan bisnis ilegal dan pencucian uang dan sangat korup, rumah mereka pun di bakar untuk menghilangkan bukti. dan dengan terpaksa kedua anak Bu Ratna di titipkan di panti, demi keselamatan mereka dan papa membawa Bu Ratna ke jakarta." ucap Samuel berhenti bercerita, memberi jeda pada semua orang mencerna cerita yang ia sampaikan
"Ya Tuhan kau hanya tahu Ratna menitipkan anaknya, karena itu kami mendatangi panti dan akhirnya mengadopsi kedua anak Ratna" ucap Baskoro mengucap wajahnya kasar, mungkin karena Ratna tak ingin merepotkan nya atau memang Ratih tidak menceritakan hak tersebut
"Satu ketika papa tak sengaja bertemu dengan Bu Ratih yang pingsan, papa membawa beliau ke rumah sakit, papa curiga ada kelainan pada Bu Ratih dan mengambil sampel darah Bu Ratih, betapa terkejutnya ia melihat dalam darah bu Ratih terkandung racun, tidak mematikan cepat, namun menggerogoti tubuh Bu Ratih secara perlahan.
Bu Ratih tak percaya lalu memaksa pulang, dengan terpaksa papa mengantar Bu Ratih pulang ke rumahnya.
Namun beberapa hari kemudian Bu Ratih menelpon papa, ia sudah tahu siapa dalang di balik racun tersebut yang tak lain adalah sekertaris suaminya, dengan ketakutan Bu Ratih pergi, bukan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tapi juga anak dalam kandungannya yanng dalam kondisi lemah"
"Apaaaa, Ratih hamil???? Bagaimana......"
"Iya, Bu Ratih hamil, saat ingin memberitahu bapak, bapak selalu tak punya waktu dan selalu bersama sekertaris bapak, bahkan bapak percaya dengan wanita itu hingga memberikan izin untuk merawat Bu Ratih yang sakit-sakitan, bukan sembuh malah sekertaris tersebut selalu melarutkan racun dalam minuman Bu Ratih.
Baru beberapa hari Bu Ratih yang di rawat karena pendarahan dan janinnya sangat lemah, meminta tolong Ratna mengambil beberapa foto Arjuna dan juga pakaian Arjuna, niatnya setelah ia sembuh, ia akan membawa Arjuna pergi,
Saat mengambil foto, Bu Ratna tahu anda di rumah dengan sekertaris anda, Bu Ratna makin marah dan kecewa, ia memilih diam-diam pergi setelah mengambil apa yang di perlukan saudarinya, namun naas di perjalanan mobil mereka mengalami kecelakaan dan lagi itu kecelakaan yang di sengaja, papa meninggal di tempat sementara bu Ratna kritis, sebelum meninggal papa meneleponku untuk menyelamatkan Bu Ratna, dan saya membawa pergi Bu Ratna.
Namun saat saya mengunjungi rumah sakit dimana Bu Ratih di rawat, beliau tidak ada, menurut suster bertugas pada hari itu Bu Ratih memaksa pergi setelah mendengar saudarinya kecelakaan dan papa meninggal, setelah itu tak ada yang tahu lagi kabar Bu Ratih.
Demi menyelamatkan Bu Ratna yang hilang ingatan, saya memasukkan nama Bu Ratna sebagai orangtua saya dan menanamkan dalam pikiran Bu Ratna jika saya anak beliau,, sampai Jovanka atau Ayudia datang kerumah ini, semua terbuka sedikit-sedikit dan ingatan mama kembali walau tidak semuanya, ia mengenali anak-anaknya, Mahesa dan Mahendra atau Willy dan William.
Yang di samping saya ini adalah Bu Ratna, adik dari Bu Ratih, mama dari Mahendra William scott dan Mahesa willy Scott "Ucap Samuel mengakhiri ceritanya.
Tak ada satu katapun keluar dari mulut Baskoro dan Arjuna, namun terlihat Arjuna mengepalkan tangannya dengan muka penuh amarah
Brugh
Baskoro kembali tak sadarkan diri.
Mungkin rasa bersalahnya membuat batinnya tertekan dan menyalahi dirinya sendiri yang memberi celah orang lain masuk dalam rumah tangga mereka.
Selama ini Baskoro hanya tahu jika Ratih pergi dengan Angga karena mereka berselingkuh dan tak lama terdengar kabar jika Anggara meninggal karena kecelakaan, ia tak pernah tahu jika sekertaris yang mencelakakan istrinya bahkan wanita ular itu pula yang menghancurkan rumah tangga mereka.
__ADS_1
Mamanya hanya tahu jika Deswita Dewi penolong di saat rumah tangga Baskoro hancur dan mendorong anaknya untuk menikahi wanita yang justru duri dalam daging dalam rumah tangga dia dan Ratih.
Deswita rubah betina yang licik dan sangat menakutkan,