(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Buat Adik


__ADS_3

Ayudia terus menekuk mukanya karena kesal, ia juga sampai harus memberikan plester pada leher bekas kissMark Arjuna agar kedua anak lelakinya tidak melihat karena urusannya bisa panjang


"Mama kenapa mama memakai pakaian itu??? apa mama tidak mau bergabung dengan kami disini?" tanya Daffa memanggil mamanya


"Ayo ma sini, mama lama sekali" timpal Daffi melambai ke arah Ayudia


Ayudia dengan enggan masuk ke dalam kolam renang, ia langsung menghampiri ke dua putranya, sementara Davina sedang berenang di pinggir kolam dengan Arjuna.


"Leher mama kenapa?" tanya Daffa melihat leher ayudia yang memakai plester


"Iya, leher mama kenapa?? apa sakit ma?" tanya Daffi perhatian


"Mama tadi gak sengaja di cakar kucing"


"Kucing??? memang di rumah kakek ada kucing ma???" tanya Daffi lagi


"Ada, kucing hitam, nakal" ucap ayudia melirik ke arah Arjuna yang terbatuk-batuk


"Coba mama teriak, Ku pasti akan menendang kucing itu, berani-beraninya mencakar mama" ucap Daffi penuh emosi


"Anak kecil, terlalu polos" ucap Daffa menggelengkan kepalanya


"Kau tidak percaya nak?" tanya Ayudia pada putra sulungnya ayudia lupa jika putranya terlalu pandai untuk di bohongi


"Aku bukan anak kecil lagi ma, aku tahu itu perbuatan papa mesum, memalukan" ucap Daffa mencibir mamanya.


Ayudia sampai hampir muntah tarah mendengar ucapan putranya,ini semua karena Arjuna


"Anak-anak , kita udahan yuk berenangnya, bagaimana kalau habis mandi kita makan pizza??" tanya Arjuna


"Asik, asik, ayo ma, aku mau mandi" teriak Davina


Ayudia lalu memandikan Davina setelah itu ia langsung mandi, sementara Daffi dan Daffa tidak mau di mandikan lagi karena mereka berkata jika sudah besar.


"Eh eh kau mau apa ke kamarku lagi??? jangan macam-macam, anak-anak sudah selesai mandi" ancam Ayudia menutupi tangannya ke dada


"Apa kau terlihat ingin macam-macam, aku kedinginan dan mau mandi, ku kira pikiranmu yang mesum istriku" ucap Arjuna terkekeh lalu menutup pintu toilet


"Arjuna kau menyebalkan, dengar menyebalkan" teriak Ayudia sampai menendang pintu kamar mandi


Ayudia segera keluar dari kamarnya, beruntung ia sudah mandi dengan Davina di kamar Davin jadi ia langsung menuju ruang keluarga


"Kamu kapan tiba nak? Alhamdulillah sidangnya berjalan lancar ya, Khadijah sudah memberitahu papa.


maaf papa gak bisa hadir karena flu berat"ucap Adhi yang terbangun di sore hari sehabis meminum obat, ia tertidur lelap


"Tadi pa, maaf ayu gak bangunkan papa. bagaimana keadaan papa? apa sudah baikan?" tanya Ayudia beruntun


"Alhamdulillah baik, anak-anak tumben duduk rapih, lagi nunggu apa nih???" tanya Adhi yang heran melihat tiga krucil yg biasanya gak bisa diam kaya belatung nangka ini duduk manis, justru terlihat aneh


"Kami lagi nunggu pizza kek" ucap Daffi semangat


"Pizza, pizzaaa" ucap Davina sudah tak sabar


"Sore pa" ucap Arjuna langsung mencium punggung tangan mertuanya


"Ah sore nak, kamu juga disini?, ah maksud papa papan kamu datang" ucap Adhi memperbaiki kalimatnya


"Tadi sehabis sidang saya menjemput Ayu" ucap Arjuna, walau tak sepenuhnya benar, Ayu membiarkan saja suaminya berkata sesuka hatinya.


"Den Arjuna, ada delivery pizza" ucap bi Nana menghampiri Arjuna


"Ah baik bi, terima kasih" Arjuna lalu menuju pintu depan, tak lama kemudian ia membawa empat kardus pizza di tangannya


"Mas, kok banyak bener pizza nya??? anak-anak jangan terllau banyak makan pizza" ucap Ayudia membuat ketiganya langsung cemberut


"Bi Nana, ini buat bibi dan yang lain di dapur, terus ini buat security sama tukang kebun"

__ADS_1


"Aduh den, makasih banyak ya, semoga Aden makin banyak rezekinya" ucap bi Nana bahagia


"Amiiinnnnn, dan ini buat anak-anak papa yang ganteng dan cantik" ucap Arjuna membuka pizza berukuran super jumbo di depan anak-anaknya, mereka langsung berbinar,


"makasih pa" ucap ketiganya dan langsung sibuk memakan pizza nya


"Ini untuk kita, ayo pa di makan" Arjuna mengambil satu slice pizza dan di serahkan pada Ayudia, Ayudia mau tak mau menerimanya, ia senang Arjuna bersikap baik pada pekerja di rumah papanya, itu juga memberi contoh baik untuk ketiga buah hati mereka , bahwa hidup harus berbagi, karena rezeki yang kita peroleh, bukan semuanya hak kita, tapi ada hak orang lain di dalamnya.


Setelah kenyang, Arjuna meminta pada Adhi berbicara empat mata, Adhi membawa Arjuna ke ruang kerjanya dan disinilah mereka


Dua pria tampan berbeda generasi sedang duduk berhadapan, terlihat satu diantaranya gugup dan yang satunya terlihat mengintimidasi dengan tatapan tajamnya


"Katakan apa tujuanmu, sebenarnya aku masih tidak menyukaimu, mengingat apa yang kau lakukan pada putriku, aku tak percaya padamu" ucap Adhi langsung mengutarakan apa yang ada di hatinya


"Saya sadar selama menikah dengan Ayudia, saya bukan suami yang baik.


saya juga sudah melakukan kesalahan fatal karena menelantarkannya sehingga musibah itu terjadi,


Tapi kali ini saya sungguh-sungguh meminta pada papa untuk merestui kami, saya ingin menikahi Ayudia lagi.


walau pernikahan kami masih sah secara hukum, tapi kami sudah berpisah lama, itu membuat status kami yang sebenarnya menjadi abu-abu, saya gak mau membuat anak-anak tumbuh tanpa kasih sayang papanya.


Saya ingin menebus waktu yang hilang,


Saya mohon papa merestui permohonan saya" ucap Arjuna sungguh-sungguh, namun raut wajah Adhi masih terlihat rumit


"saya mencintai Ayudia dan anak-anak, izinkan saya melindungi dan membahagiakan mereka selama sisa hidup saya pa, Saya berjanji akan membuat mereka bahagia"


"Apa kau sedang membual mengatakan cinta hanya untuk membuatku menyetujuinya???" Adhi memicingkan matanya tak suka


"Pa, aku jatuh cinta pada istriku sendiri sebelum aku tahu identitasnya, aku jatuh cinta pada Jovanka" ucap Arjuna malu-malu


Brugghhh


"Suara apa itu???" ucap Adhi dan Arjuna bersamaan


"Sayang, sedang apa kamu disini???" tanya Arjuna lembut


"Aku, aku, maaf nampannya licin, gelasnya jadi terjatuh" ucap Ayudia gugup


"Biar bi Nana yang bereskan, mungkin kamu kelelahan, ayo ku antra ke kamar" ucap Arjuna menuntun istrinya


"Pa, Arjun tinggal dulu, mohon papa pertimbangkan ucapan Arjuna tadi, permisi" ucap Arjuna lalu membopong ayudia secara tiba-tiba


Ayudia berteriak terkejut dan memukul Arjuna untuk menurunkannya, wajah Ayudia juga merona merah karena sangat malu, di depan papanya Arjuna membopongnya ala bridal.


Saat melewati ruang tengah ketiga anak mereka berlari mendekat


"Pa, apa yang terjadi???" tanya Daffa khawatir


"Mama kenapa pa?" tanya Daffi ikutan khawatir sementara Davina sudah mulai mau menangis


"Mama kalian.hanya kelelahan , istirahat sebentar juga akan baikan"


Daffi mengerutkan alisnya dan memutar bola matanya malas, ia sudah serius mengkhawatirkan mamanya, tapi ternyata mamanya hanya akting


"Ah ma, lain kali berakting lebih baik" ucap Daffa meninggalkan mereka


"Kak, apa maksudmu, tunggu kak" teriak Daffi menyusul akaknya


Kini tinggal si kecil Davina melihat sedih pada Arjuna, Arjuna mengelus puncak kepala putrinya sebentar, karena ia takut istrinya terjatuh, Arjuna tahu jika Ayudia pura-pura pingsan di depan anak-anak mereka


"Mama atu juga mu di gendong, papa curang gendong mama yang udah tua" ucap Davina sontak membuat ayudia yang pura-pura menutup mata ingin ketawa sekaligus kesal, bisa-bisanya si bungsu berkata seperti itu.


Lagi pula apa-apaan Davina alih-alih khawatir, ia malah cemburu minta di gendong, dasar anak aneh seperti papa mereka.


"Davina main dulu ya sama saudara mu, papa mau bawa mama ke kamar, nanti papa gantian gendong Davina, ok?"

__ADS_1


"Uhm" jawab Davina mengangguk.


Arjuna lalu berjalan menuju kamar Ayudia


"Astaga ternyata kau berat juga, hampir patah tanganku, aduh duh gak kuat" ucap Arjuna membuat Ayudia sontak melingkarkan tangannya ke leher Arjuna karena takut terjatuh


"Ah ternyata istriku begitu suka di gendong sampai tidak mau lepas" goda Arjuna yang sengaja berkata seperti itu agar Ayudia berpegangan padanya dan berhasil


"Kau bajingan licik" maki Ayudia memalingkan wajahnya karena malu


"Tapi kamu suka kan?


"Dalam mimpimu" ucpa Ayudia merona merah


Arjuna tersenyum penuh kemenangan, ia membuka handle pintu dengan kakinya dan mendorongnya dengan tubuhnya, walau Ayudia sudah memintanya untuk menurunkannya, Arjuna tak mengindahkan ucapan Ayudia


"Sayang sudah sampai, apa kau tidak mau mengucapkan sesuatu padaku"


"Kau.... tidak" ucap Ayudia ingin bangkit, namun Arjuna malah mendorongnya hingga tubuhnya telentang di kasur dan Arjuna berada diatasnya


"Apa yang mau kau lakukan???" ucap Ayudia panik


"Aku hanya mau mengatakan, I love you istriku, menikahlah kembali denganku


aku memang bukan pria yang sempurna, tapi kau berjanji akan melindungi dan menyayangimu dengan sepenuh hati"


Arjuna lalu ******* bibir mungil Ayudia, Arjuna ingin ******* dan ******* lagi bibir istrinya yang terasa manis dan menjadi candu baginya.


Arjuna menutupnya dengan mencium kening Ayudia penuh kasih sayang


"Mari, kita besarkan anak-anak kita dalam keluarga yang utuh"


"Aku ..."


"Cukup katakan iya sayang, aku tak mau jauh darimu.


Aku akan mengakuinya, aku jatuh cinta padamu saat kau menjadi Jovanka dan aku jatuh cinta lagi dengan mu saat ini,, mau kah kamu menjadi istri sekaligus ibu anak-anakku???"


Ayudia mengangguk, ia sudah mendengar semua perkataan Arjuna ketika di ruang kerja papanya, kini pria itu mengatakan langsung, hatinya berdegup kencang.


Ayudia mengangguk pelan dan menunduk malu


"Alhamdulillah, ayo kita buat adik buat si kembar"


"Dasar suami mesum" ucap ayudia mendorong Arjuna hingga Arjuna terjatuh dari kasur dan meringis kesakitan


"Bein, bisakah kau jangan kasar??? bagaimana jadi gak buat anaknya"


"Dasar gilaaaaa....." teriak Ayudia sewot lalu berjalan keluar kamar, ia lupa bahwa beberapa waktu lalu ia pura-pura pingsan


"Jadi mama mau buat adik untuk kami??" tanya Daffa menaikan sebelah alisnya


"Itu..., itu....


"Anak-anak, papa dan mama kalian akan menikah kembali, jadi kalian akan punya keluarga utuh" ucap adhi yang entah sejak kapan berada di sana


"Pa itu..."


"Asiiiikkkk, adik, adik adik" ucap Daffi dan Davina sementara Daffa menepuk keningnya pelan


"Dua adik saja sudah membuatku pusing, kau serius ma???


"Tidaaaaakkkk.... " ucap Ayudia berlari ke kamarnya


"Mamamu hanya malu" ucap Arjuna memasang wajah bodoh


"Dasar papa mesum" gerutu Daffa membuat Adhi terkekeh mendengar ucapan cucu nya

__ADS_1


__ADS_2